ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  SELEBRITI
 ► Selebriti
 ► Artis
 ► Musisi
 ► Model
 ► Disainer
 ► Announcer
 ► Lainnya
 ► Asosiasi
 ► Selebriti Dunia
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
  C © updated 23102003  
   
     
  Nama:
Richard Tiffany Gere
Nama beken:
Richard Gere
Lahir:
Syracuse 31 Agustus 1949
Kebangsaan:
Amerika
Isteri:
Supermodel Cindy Crawford, (menikah tahun 1991 dan bercerai Juli 1994)
Carey Lowell (menikah tahun 2000)
Anak:
Homer James Jigme Gere (dari isteri kedua)
 
     
Richard Gere

Gelombang Perjuangan Panjang


Richard Gere mendedikasikan hidupnya dalam dunia hiburan pentas dan film Hollywood. Berbagai pro-duksi film telah ia lakoni, dan beberapa diantaranya membawanya sebagai aktor terbaik Hollywood. Perjalanan karirnya bukan sebuah kisah yang mu-dah, seperti kebanyakan aktor Hollywood yang lain, Gere juga mengalami gelombang naik dan turun.


Terlahir dengan nama Richard Tiffany Gere, 31 Agustus 1949 di Syracuse kota kecil di negara bagian Philadelphia AS, Gere muda adalah seorang anak yang sangat berbakat dan disiplin dalam lingkungan keluarga. Bahkan ketika berumur 13 tahun, ia sudah dapat memainkan alat musik terompet dan tergabung di sebuah orkes-tra lokal kotanya, Syracuse Sympony Orchectra. Cita-cita masa kecilnya adalah sebagai seorang atlet Olimpiade. Namun obsesinya tersebut teralihkan ketika pada masa SMP ia ditarik untuk bermain dalam drama sekolah. Setelah lulus SMA, Gere melanjutkan kuliah di jurusan filsafat Universitas Masssachusetts, sambil memperdalam kemampuan aktingnya di sebuah sekolah drama.


Peran pertamanya pada tahun 1969 di sebuah kelompok teater Cape Cod’s Provincetown Playhouse adalah pekerjaan pertamanya, honor yang diterima-nya sebesar 28,70 dollar per minggu. Bukan hanya karena tawaran finasial yang baik, namun karena kesenangannya dalam dunia hiburan, maka ia memutuskan untuk berhenti kuliah bah-kan menolak beasiswa yang ditawar-kan padanya sebesar 10 ribu dollar dan terjun dalam lingkungan hiburan profesional.


Tetapi masa menyenangkan itu berlalu cepat, ia keluar dari kelompok teater satu ke ke-lompok yang lain. Semasa di SMA sempat berangan-angan terjun dalam musik rock, namun niat itu terhenti, karena Gere menyadari bahwa itu bukanlah jalan hidupnya. Masa-masa sulit ia harus alami dengan hidup mandiri dan penda-patan yang pas-pasan serta tinggal di sebuah apartemen kecil dan ko-tor. Gere mencoba bergabung dalam berbagai pentas drama, namun se-tiap kali pertunjuk-an selalu sepi di-kunjungi penonton dan ketika itu juga Gere harus kehi-langan pekerjaan.


Semangatnya belum pudar, ia bergabung dalam sebuah drama di Broadway. Oleh karena aktingnya yang mengesan-kan, Gere akhirnya terpilih dan berga-bung dalam New London Theatre pada tahun 1973. Penampilannya yang prima dan all-out, mengangkat namanya di antara penik-mat teater di Inggris, bahkan Suday Ekspress memuji Gere “A marvelous perfomace by Richard Gere”.


Karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1974, ia memutuskan masuk dalam dunia film. Walaupun tidak terlalu sukses, namun namanya sudah diperhatikan sebagai calon bintang di Holly-wood. Tahun 1979 mungkin sebagai titik awal Gere diperhitungkan dalam industri film. Perannya dalam film American Gigolo menarik berbagai kritisi film dan menjadikan dirinya sebagai simbol sex pada awal 80-an. Pada tahun 1982 ia kembali bermain dalam film An Officer and a Gentelmen dan mengangkat namanya di tangga bintang-bintang Hollywood.


Di puncak karirnya, Gere juga tidak lepas dari godaan dan tawaran ling-kungan selebritis. Kehidupan malam dan obat-obatan sempat menarik hatinya. kehidupan pribadinya dengan berbagai wanita pun selalu kandas.


Pada tahun 1991, Gere menikah dengan supermodel Cindy Crawford, tetapi pernikahan mereka sangat singkat. Bulan Juli 1994 mereka bercerai. Kegagalan dalam pernikahannya yang pertama tidak membuat Gere menjadi jera mendekati wanita. Pernikahannya yang kedua pada tahun 2000 dengan Carey Lowell berjalan dengan baik dan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki yang diberi nama Homer James Jigme Gere. Kehadiran seorang anak membuat sikapnya berubah ketika menjadi seorang ayah yang penuh perhatian dan dituntut untuk tidak menjadi egois.


Pada usia 30 tahun Richard menemukan pegangan hidupnya. Ia perdalam kehidupan Agama Budha dan tekun dalam berbagai kegiatan dengan Dalai Lama. Keputusannya itu menye-babkan ia mengundurkan diri dari dunia entertaiment. Ia merasakan perubahan yang baik. Ia mulai bisa menerima segala kegagalan dalam hidupnya, pasrah dan rajin memberi bantuan kepada orang lain.


Keterlibatannya dalam pencarian spritual itu membuatnya yakin bahwa hidupnya adalah untuk orang-orang tertindas. Gere secara terbuka juga membantu perjuangan Dalai Lama untuk rakyat Tibet. Berbagai kegiatan meng-galang dana Gere selenggarakan untuk membantu perjuangan Rakyat Tibet dan simpatinya kepada Dalai Lama. Pada tahun 1995, Gere berhasil mengumpul-kan dana 250.000 Pounsterling, dan pada tahun 1997 mempublikasikan sebuah buku Pilgrim. Buku berisi foto-foto 18 tahun perjalanannya ke India, Nepal, Zanskar dan Tibet.


Pada tahun 1998, Gere kembali ke dunia film. Bukan sebagai pencarian karir na-mun sebagai langkah yang berani dan menggali kepuasannya dalam berakting. “Se-mula saya mengira bahwa keputusan untuk berhenti berakting merupakan tindakan yang berani. Namun belakangan saya berpikir, justru tetap bermain film merupakan tindakan yang berani,” ungkapnya.


Pada tahun 2002, dalam dua film yang diperani, ia semakin matang dalam berakting. Ia mengakui ketika berperan, tidak sekedar akting, namun juga mengamati hasil akting. Ia belajar mengenai pencahayaan, sudut kamera dan pengambilan gambar, yang bisa memberikan pelajaran dalam memper-kuat karakter. Kiat ini juga yang ia lakukan dalam perannya yang sangat baik dalam film Chicago, film yang mendapat 13 nominasi piala Oscar 2002.


Gere semakin matang dan bersa-haja, kebiasaannya setiap hari dalam bermeditasi dan Tai Chi memberikan hasil kepadanya dalam keseimbangan diri dan mengubah amarah menjadi sikap memaafkan.  * m-ti/yus

 
Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero