Richard Gere
Gelombang Perjuangan Panjang
Richard Gere mendedikasikan hidupnya dalam dunia hiburan pentas dan film
Hollywood. Berbagai pro-duksi film telah ia lakoni, dan beberapa
diantaranya membawanya sebagai aktor terbaik Hollywood. Perjalanan
karirnya bukan sebuah kisah yang mu-dah, seperti kebanyakan aktor
Hollywood yang lain, Gere juga mengalami gelombang naik dan turun.
Terlahir dengan nama Richard Tiffany Gere, 31 Agustus 1949 di Syracuse
kota kecil di negara bagian Philadelphia AS, Gere muda adalah seorang
anak yang sangat berbakat dan disiplin dalam lingkungan keluarga. Bahkan
ketika berumur 13 tahun, ia sudah dapat memainkan alat musik terompet
dan tergabung di sebuah orkes-tra lokal kotanya, Syracuse Sympony
Orchectra. Cita-cita masa kecilnya adalah sebagai seorang atlet
Olimpiade. Namun obsesinya tersebut teralihkan ketika pada masa SMP ia
ditarik untuk bermain dalam drama sekolah. Setelah lulus SMA, Gere
melanjutkan kuliah di jurusan filsafat Universitas Masssachusetts,
sambil memperdalam kemampuan aktingnya di sebuah sekolah drama.
Peran pertamanya pada tahun 1969 di sebuah kelompok teater Cape Cod’s
Provincetown Playhouse adalah pekerjaan pertamanya, honor yang
diterima-nya sebesar 28,70 dollar per minggu. Bukan hanya karena tawaran
finasial yang baik, namun karena kesenangannya dalam dunia hiburan,
maka ia memutuskan untuk berhenti kuliah bah-kan menolak beasiswa yang
ditawar-kan padanya sebesar 10 ribu dollar dan terjun dalam lingkungan
hiburan profesional.
Tetapi masa menyenangkan itu berlalu cepat, ia keluar dari kelompok
teater satu ke ke-lompok yang lain. Semasa di SMA sempat berangan-angan
terjun dalam musik rock, namun niat itu terhenti, karena Gere menyadari
bahwa itu bukanlah jalan hidupnya. Masa-masa sulit ia harus alami
dengan hidup mandiri dan penda-patan yang pas-pasan serta tinggal di
sebuah apartemen kecil dan ko-tor. Gere mencoba bergabung dalam
berbagai pentas drama, namun se-tiap kali pertunjuk-an selalu sepi
di-kunjungi penonton dan ketika itu juga Gere harus kehi-langan
pekerjaan.
Semangatnya belum pudar, ia bergabung dalam sebuah drama di Broadway.
Oleh karena aktingnya yang mengesan-kan, Gere akhirnya terpilih dan
berga-bung dalam New London Theatre pada tahun 1973. Penampilannya yang
prima dan all-out, mengangkat namanya di antara penik-mat teater di
Inggris, bahkan Suday Ekspress memuji Gere “A marvelous perfomace by
Richard Gere”.
Karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1974, ia memutuskan masuk dalam
dunia film. Walaupun tidak terlalu sukses, namun namanya sudah
diperhatikan sebagai calon bintang di Holly-wood. Tahun 1979 mungkin
sebagai titik awal Gere diperhitungkan dalam industri film. Perannya
dalam film American Gigolo menarik berbagai kritisi film dan menjadikan
dirinya sebagai simbol sex pada awal 80-an. Pada tahun 1982 ia kembali
bermain dalam film An Officer and a Gentelmen dan mengangkat namanya di
tangga bintang-bintang Hollywood.
Di puncak karirnya, Gere juga tidak lepas dari godaan dan tawaran ling-kungan
selebritis. Kehidupan malam dan obat-obatan sempat menarik hatinya.
kehidupan pribadinya dengan berbagai wanita pun selalu kandas.
Pada tahun 1991, Gere menikah dengan supermodel Cindy Crawford, tetapi
pernikahan mereka sangat singkat. Bulan Juli 1994 mereka bercerai.
Kegagalan dalam pernikahannya yang pertama tidak membuat Gere menjadi
jera mendekati wanita. Pernikahannya yang kedua pada tahun 2000 dengan
Carey Lowell berjalan dengan baik dan memberikan kepadanya seorang anak
laki-laki yang diberi nama Homer James Jigme Gere. Kehadiran seorang
anak membuat sikapnya berubah ketika menjadi seorang ayah yang penuh
perhatian dan dituntut untuk tidak menjadi egois.
Pada usia 30 tahun Richard menemukan pegangan hidupnya. Ia perdalam
kehidupan Agama Budha dan tekun dalam berbagai kegiatan dengan Dalai
Lama. Keputusannya itu menye-babkan ia mengundurkan diri dari dunia
entertaiment. Ia merasakan perubahan yang baik. Ia mulai bisa menerima
segala kegagalan dalam hidupnya, pasrah dan rajin memberi bantuan kepada
orang lain.
Keterlibatannya dalam pencarian spritual itu membuatnya yakin bahwa
hidupnya adalah untuk orang-orang tertindas. Gere secara terbuka juga
membantu perjuangan Dalai Lama untuk rakyat Tibet. Berbagai kegiatan
meng-galang dana Gere selenggarakan untuk membantu perjuangan Rakyat
Tibet dan simpatinya kepada Dalai Lama. Pada tahun 1995, Gere berhasil
mengumpul-kan dana 250.000 Pounsterling, dan pada tahun 1997
mempublikasikan sebuah buku Pilgrim. Buku berisi foto-foto 18 tahun
perjalanannya ke India, Nepal, Zanskar dan Tibet.
Pada tahun 1998, Gere kembali ke dunia film. Bukan sebagai pencarian
karir na-mun sebagai langkah yang berani dan menggali kepuasannya dalam
berakting. “Se-mula saya mengira bahwa keputusan untuk berhenti
berakting merupakan tindakan yang berani. Namun belakangan saya berpikir,
justru tetap bermain film merupakan tindakan yang berani,” ungkapnya.
Pada tahun 2002, dalam dua film yang diperani, ia semakin matang dalam
berakting. Ia mengakui ketika berperan, tidak sekedar akting, namun juga
mengamati hasil akting. Ia belajar mengenai pencahayaan, sudut kamera
dan pengambilan gambar, yang bisa memberikan pelajaran dalam memper-kuat
karakter. Kiat ini juga yang ia lakukan dalam perannya yang sangat baik
dalam film Chicago, film yang mendapat 13 nominasi piala Oscar 2002.
Gere semakin matang dan bersa-haja, kebiasaannya setiap hari dalam
bermeditasi dan Tai Chi memberikan hasil kepadanya dalam keseimbangan
diri dan mengubah amarah menjadi sikap memaafkan. * m-ti/yus |