ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
ARTIS

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 300502
RAFIKA DURI
INDEX SELEBRITI   

garis

:::::: Selebriti garis

:::::: Selebriti Indonesia garis
:::::::::::: Artis
garis
:::::::::::: Musisi
garis
:::::::::::: Model
garis
:::::::::::: Disainer
garis
:::::::::::: Announcer
garis
:::::::::::: Lainnya
garis
:::::: Selebriti Dunia
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Desah Bossa-Nova Rafika Duri


Setelah lama tak terdengar suaranya, Rafika Duri (43) akhir Agustus tahun lalu meluncurkan album berirama bossa-nova. Dalam album yang digarap Ireng Maulana itu ia mengeluarkan suara khasnya, yaitu desah yang lirih-lirih lembut seperti mendesah-desah. "Masak sih berdesah-desah, itu kan hanya suara kecil. Tembang bossas itu kan mengajak orang untuk menghayati apa yang ada di lirik lagu sambil santai," kata penyanyi yang mulai dikenal lewat lagu Tertusuk Duri pada tahun 1975 itu.
Penyanyi kelahiran Sungailiat, Bangka, itu mencoba jenis musik bossas pada tahun 1982 bersama Ireng Maulana dan menghasilkan empat album. Semula, ia hanya ingin mencari sesuatu yang baru, setelah sekian lama bernyanyi pop. Kebetulan, Rafika pernah rekaman membawakan lagu film Idris Sardi dengan suara lirih, semisal Christina. Suara lirih itulah yang oleh Ireng Maulana dianggap pas untuk bernyanyi lagu bossas. "Saya pernah menyanyi pop. Lalu saya pernah mencoba keroncong dengan opa Bram (Titaley). Nah, yang paling mendekati karakter vokal saya ya bossas itu," kata Rafika yang juga ibu dari tiga anak itu.
Dalam album berjudul Untuk Apa, Rafika antara lain membawakan lagu Sabda Alam ciptaan Ismail Marzuki dan lagu unggulan Untuk Apa yang pernah dipopulerkan Utha Likumahua. Rafika mempelajari gaya bernyanyi bossas itu dari album-album ratunya bossa-nova yaitu penyanyi Brasilia, Astrud Gilberto, yang dikenal lewat lagu The Girl from Ipanema atau Fly Me to the Moon di awal tahun 1960-an. "Untuk bossas, acuan saya memang Astrud Gilberto. Lagu-lagunya kayak orang melamun," kata Rafika sambil melantunkan lirik lagu Astrud ...fly me to the moon and let me play among the stars.... (Tokoh Indonesia)
 

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero