|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
|
|
|
|||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
|
|
C © updated 230502 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Innekeke KoesherawatiKini Total Berubah Mantan artis bom seks era
90-an, ini sejak 2001 berubah total. Artis manis berlesung pipit ini memutuskan
selamanya memakai jilbab. Apapun yang terjadi Inneke tetap mantap
mengenakannya. Ia berkeyakinan bahwa berjilbab juga harus diikuti dengan
perubahan tingkah laku dalam keseharian.
Ia tidak mau dianggap berjilbab
tetapi tidak memberi contoh kepada mereka yang tak berjilbab. Ditanya
tentang pengaruh pada karirnya, Inneke merasa tidak takut terhambat
rejekinya karena ia yakin rejeki datangnya dari Allah.
Perannya semakin berani diawali dalam film Gadis Metropolis (1991)
hingga Pergaulan Metropolis II (1995). Namun tidak lama kemudian, ia mulai
"banting stir" dan mengambil peran-peran serius dengan membintangi
sinetron "Tirai Sutra" (1996), "Tirai Kasih Yang Terkoyak" (1997), hingga
sinetron Ramadan “PadaMu Aku Bersimpuh” (2001). Inneke mulai serius
belajar berakting dari aktor peraih Piala Citra, Alex Komang (1995) dan
Tio Pakusadewo (1991).
Selama bulan puasa Inneke Koesherawati ternyata masih disibukkan dengan
sejumlah aktivitas seperti sebagai pembawa acara, menjadi produser
kelompok New Sakha, syuting FTV berjudul Bujangan, membintangi sinetron
Lorong Waktu dan Jangan Ada Dusta 2.
Inneke Koesherawati, Allah Pasti Kasih Mantan artis bom seks era
90-an, Inneke Koesherawati, kini tak lagi pasang target soal pria
pendamping hidup. "Memang, dulu gue punya target kawin umur 25. Ternyata,
sekarang udah 27 belum dapet juga." Makanya sekarang daripada buru-buru, terus yang dapet yang nggak benar, kan percuma. Mendingan nyantai aja. Nanti pasti Allah kasih, kok," ujarnya. Meski sering tampil di muka umum bersama pria lain, namun Inne--sapaan akrabnya--menganggap hanya sekadar teman dekat. Soalnya, setiap keluar rumah Inne mengaku butuh teman. Pasalnya ia tidak pede atau percaya diri. "Makanya kemana pun gue harus bawa teman. Nggak tahu dari dulu gue orangnya nggak pede. Kalau sendiri sering clingak-clinguk. Makanya gue males pergi kalau nggak ada teman," kata lajang kelahiran Jakarta, 13 Desember 1975 ini. Soal kedekatannya dengan Deny Malik dan sebelumnya dengan Sandy Nayoan, artis yang malang melintang selama 15 tahun di dunia seni peran ini selalu menjawab secara klise. Kabar terakhir, Inne sempat ribut dengan pacarnya, gara-gara salah tulis inisial di salah satu media. "Udalah, jangan tanya soal gituan. Mendingan ngomongin sinetron, pasti akan gue jawab," pinta anak kelima dari enam bersaudara pasangan almarhum Hery Koesherbimin dan Hajjah Leni ini. Soal sinema elektronik? "Film layar lebar Hatiku Bukan Pualam akan digarap menjadi sinetron. Peran gue sebagai Hanum, yang sebelumnya dimainkan Yenny Rachman. Ada kebanggaan tersendiri bagi gue, karena peran ini sebelumnya dimainkan artis senior. Seandainya ada FSI (Festival Sinetron Indonesia), pasti akan gue andelin. Mudah-mudahan gue bisa main dengan sebaik-baiknya," ujarnya penuh semangat.
*** TokohIndonesia DotCom
|
"Memang, dulu gue punya target kawin umur 25. Ternyata, belum dapet juga."
Nama:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |