ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
ARTIS

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 211102
INDEX SELEBRITI   

garis

:::::: Selebriti garis

:::::: Selebriti Indonesia garis
:::::::::::: Artis
garis
:::::::::::: Musisi
garis
:::::::::::: Model
garis
:::::::::::: Disainer
garis
:::::::::::: Announcer
garis
:::::::::::: Lainnya
garis
:::::: Selebriti Dunia
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Cut Tary Aminah Anasya

Si Mungil yang Fleksibel


Mungkin karena Cut Tary Aminah Anasya, dipanggil Cut Tary, tampak mungil dan memiliki wajah yang bisa dibilang fleksibel, sehingga ia cocok memerankan tokoh apapun. Si mungil ini mampu menghidupkan tokoh protagonis maupun Antagonis. Model dan artis yang membintangi iklan kosmetik Pixy ini memang mengaku butuh variasi

Mantan model sampul majalah remaja yang dalam sinetron 'Dewi Fortuna' berperan sebagai seorang ibu rumah tangga yang sangat ambisius menikahkan anaknya dengan gadis kaya ini, nggak cuma kebagian peran orang jahat terus, atau sebaliknya terus. Sebab selain peran di Dewi Fortuna itu, ia juga pas berperan sebagai Indah di sinetron 'Tersanjung 5', serta sebagai Bintang, mahasiswi yang sedang jatuh cinta dengan seorang penulis, dalam sinetron 'Sentuhan Lembut'.

Ia sendiri juga mengaku butuh variasi. Lagipula, katanya, kalau karakter yang kita perankan terbatas, otomatis akan mempengaruhi image serta penilaian orang terhadap kita. “Coba kalau jadi peran antagonis terus, otomatis saat berpapasan dengan saya, orang langsung berekspresi sebal, meski orangnya cantik," ujar Tary lagi sambil tersenyum.

Anak ke 3 dari 4 bersaudara ini memang cantik jelita. Kecantikannya dan kehalusan kulitnya membuat ia terpilih membintangi iklan kosmetik Pixy. Tapi ia menolak anggapan hanya mengandalkan kecantikan. Menurutnya, pekerjaan itu adalah rejeki. Kalau memang layak dan nggak aneh-aneh pasti ia terima. Jadi bukan karena merasa cantik lantas ia mau membintangi produk kosmetik. Tapi lebih dilandasi pertimbangan profesionalisme saja.

Mengawali karir dalam dunia akting sebagai bintang tamu di sinetron komedi Dongeng Langit. Ketika itu ia diajak oleh Harry De Fretes. Setelah itu, ia tampil sebagai peran pembantu di sinetron Sisi-Sisi Dunia 1993. Kemudian gadis campuran Aceh-Minang ini mendapat tawaran peran di banyak sinetron, antara lain Dongeng Langit (sinetron komedi; Sisi-Sisi Dunia; Perjalanan; Melati; Doaku Harapanku; Kafe Biru; Dewi Fortuna. Padahal saat kecil ia tidak pernah bercita-cita menjadi artis.

Ketika masih SD ia meraih juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat RW. Lalu belajar piano dan organ hampir setahun. Tapi dasar tidak berbakat, kemampuan main piano ataupun organ tidak berkembang. Akhirnya berhenti.

Lalu ia menjadi model. Bakatnya sebagai model memang sudah tampak sejak kecil. Ia senang dipotret. Apalagi saat menginjak remaja, ia makin senang nampang di depan kamera. Kemudian ia mengikuti pemilihan Gadis Sampul 1991 dan menang. Ini sekaligus sebagai awal perjalanan karirnya di dunia model dan artis. Setelah itu, pada tahun 1993 saat berusia 16 tahun, ia mendapat tawaran model iklan produk kosmetik remaja Belia.

Bagaimana soal asmara? Foto model dan artis sinetron ini tentu saja punya kisah. Ia bilang, baginya cowok itu minimal harus berpenampilan rapi dan klimis. Mungkin, hal itu pula yang membuat Tary tertarik dengan seorang eksekutif muda berusia 27 tahun, yang namanya masih dirahasiakan. Hubungan asmara mereka telah memasuki tahun ketiga. Malah kalau tidak ada halangan, Tary berencana menikah di usia muda.

Secara kelakar ia bilang bahwa ia sudah kebelet mau menggendong bayi. “Insya Allah, kalau memang jodoh, satu atau dua tahun mendatang kami akan menikah," ujar model iklan kosmetik "Belia" ini.

Selain cantik, Cut Tary juga tipe cewek cerewet. Bah! Tentu saja sang cowok pernah jadi korban kecerewetannya. Lihat saja setiap kali syuting, cewek kelahiran 1 November 1977 ini tak pernah bosan mengomentari penampilan lawan mainnya. Terutama cowok yang berambut gondrong. Ia memang kurang suka melihat cowok gondrong. “Apalagi kalau wajahnya nggak pantas. Makanya, kalau ada lawan main yang rambutnya mulai panjang, pasti saya minta memangkasnya," ujar dara Aceh berpostur 162 cm/45 kg ini.

Karena syuting bareng di sinetron "Melati", produksi Multivision, bintang sinetron Primus Yustisio dan Ferry Irawan pun pernah menjadi korban kecerewetan Tary. "Untung saja, mereka nggak marah. Bisa dibilang, saya mungkin lebih cerewet ketimbang pacar-pacar mereka. Ha ha ha,"tawa Tary berderai.* Tokoh Indonesia, dari berbagai sumber.

 

Cut Tari
Setir Sendiri

Biasanya, setiap hari Minggu, Cut Tari Aminah Anasya rela menyetir sendiri mobilnya. Sepadat apapun kegiatan shooting sinetron atau harus muncul di sebuah acara, Cut Tari tidak ingin mengganggu hari libur sopirnya. Di luar Minggu, Tari biasanya ditemani sopir untuk kegiatan rutinitasnya. "Kita tinggal konsentrasi pekerjaan dan saat berada di dalam mobil saya benar-benar gunakan untuk istirahat, makanya mobil itu harus benar-benar bisa digunakan untuk istirahat atau berfungsi multiganda," ujar perempuan cantik yang baru saja melepas masa lajangnya Januari 2004 lalu ini dengan ramah.

Seperti kebanyakan artis lainnya, perempuan kelahiran Jakarta 1 November 1977 ini menganggap mobil seperti rumah keduanya. Oleh sebab itu, tidak aneh lagi jika kita menemukan selimut, bantal, makanan kecil, termasuk gaun-gaun dan alat make-up hingga termos air ada di sana. Agar lebih nyaman, ia selalu memastikan udara dalam mobilnya dingin dan siap memutar alunan musik.

Perempuan campuran Aceh – Sumatera Barat ini sudah mengukir prestasi saat masih di bangku SD. Ia menjadi juara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat RW. Ia sempat belajar piano dan organ, namun terhenti di tengah jalan. Menginjak 13 tahun, perempuan yang akrab disapa Ully ini jadi gemar mejeng di depan kamera. Sejak kecil ia memang senang dipotret. Perjalanan karirnya di dunia artis berawal dari mengikuti pemilihan Gadis Sampul 1991. Dari situlah, ia berpeluang mendapat iklan produk kosmetik remaja yaitu Belia pada tahun 1993. Ketika itu ia sudah berusia 16 tahun.

Pertama kali terjun ke dunia akting saat ia diajak oleh Harry De Fretes sebagai bintang tamu di sinetron komedi Dongeng Langit. Kemudian ia mendapat tawaran lagi tampil di sinetron Sisi-Sisi Dunia (1993), sebagai peran pembantu. Kini sudah banyak sinetron yang diperankan olehnya, antara lain Perjalanan, Melati, Doaku Harapanku, Kafe Biru, Dewi Fortuna dan Tersanjung. Hingga kini, kendati mengaku jenuh dengan peran antagonis yang sering diperankannya dalam sinetron, Cut Tari tetap eksis membintangi beberapa sinetron dan menjadi presenter dalam berbagai acara.


Nama:
Cut Tari Aminah Anasya
Nama Panggilan:
Cut Tari
Lahir:
Jakarta, 1 November 1977
Ayah:
Teuku Joesransjah (Aceh)
Pendidikan:
Stamford College, Jakarta
Karir Sinetron:
- Dongeng Langit (sinetron komedi)
- Sisi-Sisi Dunia
- Perjalanan
- Melati
- Doaku Harapanku
- Kafe Biru
- Dewi Fortuna
- Tersanjung
Sumber:
IndonesiaSelebriti.com

  Lead

Cut Tari mengaku butuh variasi. Lagipula, katanya, kalau karakter yang kita perankan terbatas, otomatis akan mempengaruhi image serta penilaian orang terhadap kita. “Coba kalau jadi peran antagonis terus, otomatis saat berpapasan dengan saya, orang langsung berekspresi sebal, meski orangnya cantik," ujar Tari lagi sambil tersenyum.


 Data Pribadi

Nama:
Cut Tary Aminah Anasya
Nama Panggilan:
Cut Tary
Lahir:
Jakarta, 1 November 1977
Pendidikan:
Stamford College, Jakarta
Ayah:
Teuku Joesransjah (Aceh)
Postur:
162 cm/45 kg ini.

Karir Sinetron: Dongeng Langit (sinetron komedi); Sisi-Sisi Dunia; Perjalanan; Melati; Doaku Harapanku; Kafe Biru; Dewi Fortuna.
 
  

 

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero