ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
ANNOUNCER

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

CR updated 101202
INDEX SELEBRITI   

garis

:::::: Selebriti garis

:::::: Selebriti Indonesia garis
:::::::::::: Artis
garis
:::::::::::: Musisi
garis
:::::::::::: Model
garis
:::::::::::: Disainer
garis
:::::::::::: Announcer
garis
:::::::::::: Lainnya
garis
:::::: Selebriti Dunia
garis
:::::: Redaksi
garis

 
garis
garis

 

Alya Rohali

Makin Asyik dan Berani


Harus bangun pagi setiap hari. Tak masalah bagi Alya Rohali (26). Dasar orangnya memang biasa teratur. Walau ia mengaku awalnya terasa berat, tapi lama-lama malah makin asyik. Mengapa Puteri Indonesia 1996 ini harus rutin bangun pagi setiap hari? Pasalnya, dari Senin hingga Jumat, ia mesti membawakan acara Kuis Siapa Berani (Indosiar) secara langsung (on air) setiap pukul 08.00-09.00.

Paling lambat jam lima pagi ia sudah harus bangun. Sejenak mengurusi anaknya, Namira Adjani Ramadina (2), kendati ada baby sitter. Kemudian memperhatikan keperluan suaminya Eri Surya Kelana. “Suami saya orangnya nggak banyak nuntut, “ tutur Alya, sang Puteri Indonesia 1996 kelahiran Jakarta 1 Desember 1976 itu. Hanya kalau suami minta, baru ia siapkan.

Alya tampaknya terbiasa mandiri. Saban pagi ia menyetir sendiri mobilnya. Meluncur dari rumahnya, di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 06.30. Sampai di Indosiar sekitar pukul 07.15. Tentu saja pulangnya harus menyetir sendiri. Itulah yang dilakukannya setiap hari di tengah keramaian dan kemacetan lalulintas Jakarta.

Alya sudah harus sampai di studio pukul 07.15. Sebab sebelum siaran on air pukul 08.00, tim Kuis Siapa Berani sudah harus siap dengan segala sesuatunya. Alya juga harus dirias. Topik juga harus diketahui. Untuk itu butuh waktu sekitar 30 menit.

Tapi sekali waktu Alya pernah terlambat. Senin 2 April 2001, pada awal acara, presenter Kuis Siapa Berani sempat hanya satu, Helmy Yahya saja. Setelah beberapa menit acara berlangsung, barulah Alya muncul. "Maaf, macet!" katanya. "Seperti biasa saya berangkat pukul 06.30. Eh nggak tahu macet di arteri Daan Mogot. Nggak ada kejadian apa-apa, cuma macet gara-gara lampu merah," ujar Alya.

Tapi biarpun Alya terlambat, ia tetap tampil pede. Sebab ia sudah terlatih melakukan improvisasi. Kebebasan improvisasi ini pulalah yang membuatnya tidak jenuh. Apalagi, menurutnya, peserta Kuis Siapa Berani itu lucu-lucu. Maka ia merasa semakin asyik saja. Begitu juga ketika ia membawakan acara Buah Hati (TPI) secara on air setiap Sabtu pukul 08.00-09.00. Ia tetap enjoy. Jadi ia rutin bangun pagi dari Senin hingga Sabtu.

Belum lagi kesibukannya syuting sinetron pada siang hari dan kuliah petang hingga malam hari, setiap Selasa sampai Jumat, di program S-2 Jurusan Manajemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Tapi ia merasa selalu asyik dan enjoy dalam berbagai kesibukan itu. Asal jangan sampai lebih asyik tidak bersama suami, lho!

Menyinggung hubungan suami istri, Alya bilang itu terkait dengan suasana hati. Karenanya, ia juga tak pernah menghitung frekuensi. “Yang begituan masak dihitung. Kayak untung-rugi aja. Ya, namanya suami istri, yang wajar-wajar saja. Misalnya pas lagi mau, kita lakukan. Gitu aja koq repot," candanya.

Tapi ia mengaku pernah ditegor suaminya, lantaran terlalu banyak kesibukannya sehingga sangat sedikit waktu untuk suami dan anak. "Saya senang ditegur, berarti suami masih memperhatikan”, katanya.

*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), dari berbagai sumber.
 


Data Pribadi

Nama:
Alya Rohali
Lahir:
Jakarta, 1 Desember 1976
Agama:
Islam
Suami:
Eri Surya Kelana
Anak:
Namira Adjani Ramadina
Pendidikan:
Program S-2 Jurusan Manajemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia
Prestasi:
Puteri Indonesia 1996
Karir:
Pembawa Acara
Pemain Sinetron
 
  

 

 

Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero