WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Witoelar tak Menyesal


Witoelar tak Menyesal
e-ti | ms

Isi buku ini adalah artikel dan kolom saya era lengser." Kalimat guyonan ini meluncur dari Abdurrahman Wahid di depan hadirin yang menyesaki ruangan sebuah hotel mewah di Jakarta Pusat, akhir Februari 2002. Hadirin menyambutnya dengan gemuruh suara gerrr. Hari itu, di sana diluncurkan buku karya Greg Barton, penulis asal Australia, berjudul Gus Dur the authorized biography of Abdurrahman Wahid dan No Regrets karya Wimar Witoelar, juru bicara presiden Indonesia di era Wahid.

Sekitar 250 pasang mata menghadiri acara tersebut. Mereka dari berbagai kalangan, etnis, bangsa, dan profesi. Mulai dari Pujangga Tetralogi Bumi Manusia
Pujangga Tetralogi Bumi Manusia
Pramoedya Ananta Toer
, Hasnan Habib, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno
Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno
Rachmawati Soekarnoputri
, Theo Sambuaga, Wartawan Pendiri dan Pemimpin Umum Kompas
Wartawan Pendiri dan Pemimpin Umum Kompas
Jakob Oetama
, Dewi Fortuna Anwar, Benyamin Mangkudilaga, hingga perwakilan beberapa negara-negara sahabat, semua tumpah di situ.

Di depan pintu ruangan berjejer tiga krans kembang berukuran besar. Suasana ruangan dibiarkan lengang tanpa musik, yang terdengar obrolan ringan di antara yang hadir yang berdengung laksana lebah, ditingkahi cekikikan mereka. Mereka datang satu per satu sejak pukul tujuh malam. Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, panggilan akrab Wahid, datang tepat pukul delapan malam bersama istri, dan anaknya. Kehadirannya yang ditunggu-tunggu, menjadikan dirinya pusat perhatian.

Malam itu Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
berbaju Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik lengan pendek dengan celana warna gelap. Kopiah warna krem bertengger di kepalanya. Badannya masih tampak subur. Untuk menopang berat badannya, tangan kanannya menggenggam tongkat setinggi pinggang. Sinta Nuriah, seperti biasa, duduk di atas kursi roda dengan senyum mengembang. Witoelar tampil dengan stelan jas warna gelap. Ia tampak melayani tamu-tamunya dengan ramah. Senyum khasnya bertaburan.

Bukan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
kalau tanpa guyonan. Dalam bahasa Inggris yang fasih ia mengatakan, "Wimar Anda beruntung bekerja sama dengan saya. Jadi pantas kalau Anda tidak menyesal."

Maksudnya No Regrets. Itu joke pertama yang dilemparnya tatkala ia dipersilakan memberikan sambutan. Tentu saja ruangan penuh dengan tawa segar. Sebelumnya, ketika mengakhiri pidato singkatnya, Witoelar mengatakan "To me Gus Dur is the great man I ever known."

Ketika acara penandatanganan buku berlangsung Gus Dur bahkan sempat menyambar mikrofon untuk mengeluarkan guyonan politik yang terbaru. Katanya ia baru satu jam yang lalu bertemu Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
di ruang tunggu bandara Soekarno-Hatta. Yang dimaksud siapa lagi kalau bukan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Amien mengatakan marah karena pemerintah ternyata menjual aset negara. Merasa bukan orang nomor satu lagi, Gus Dur menanggapinya dengan enteng saja, "Kalau begitu pemerintah ini kita sebut saja P-PAN, kependekan pemerintah penjual aset negara." Lagi-lagi gerrr.

Acara penandatanganan buku berlangsung sekitar satu jam. Mereka antre satu per satu untuk mendapatkan tanda tangan dari penulis. Malam itu terjual sekitar 600 buku Gus Dur dan 800 buku Witoelar.

Sehari sebelumnya di tempat yang sama diselenggarakan acara jumpa pers. Tak kurang 90 Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
terdaftar. Acara ini digelar Equinox Publishing and InterMatrix Communications. Di pentas Wimar Witoelar duduk menghadapi hadirin. Ia ditemani Greg Barton, Mark Hanusz, dan Hanny Hasyim, si pembawa acara. Pentas dihiasi dengan gambar Gus Dur dan Witoelar sebesar papan tulis ukuran sedang. Gambar itulah yang dipakai sebagai kulit buku yang diperkenalkan saat itu, yaitu No Regrets tulisan Witoelar dan Gus Dur karya Greg Barton. Hanusz adalah penerbitnya.

Sekitar jam dua siang ruangan itu terasa hangat kendati suhu diatur dingin. Di floor sepuluh meja bulat ditata. Setiap meja dikelilingi enam kursi. Acara yang diagendakan berlangsung dua jam itu hanya makan waktu kurang dari satu jam. Ketiga pembicara memberikan sambutan singkat. Acara tanya jawab hanya dimanfaatkan lima penanya. Yang justru makan waktu agak lama adalah acara pemotretan.

Dengan penampilan seadanya Witoelar meladeni pertanyaan seperti biasanya. Enak didengar, dan bernas. Mengenakan baju kotak-kotak lengan pendek, tanpa dasi, rambut kriting, Witoelar tampak kontras dengan tampilan Barton dan Hanusz yang lengkap berjas-dasi. Tapi itu tidak mengurangi wibawanya di mata hadirin. Witoelar memang tetap menarik, atraktif, dan good citizen.

Menurut Witoelar orang luar mengira bangsa Indonesia tak bermutu. Mereka tak mampu mencerna kejatuhan Gus Dur yang terpilih secara demokratis. "Dengan buku ini saya ingin menjelaskan kepada dunia, rakyat Indonesia are beautiful," ujarnya.

Lebih dari itu Witoelar ingin menjelaskan kepada publik dunia tentang kebesaran Gus Dur sebagai seorang pribadi, dan sebagai presiden yang mencoba menegakkan demokrasi yang masih rawan di tengah persoalan-persoalan besar warisan pemerintah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
, serta berbagai kejadian di balik peristiwa memalukan digulingkannya presiden yang terpilih secara demokratis itu.

Ia juga mengatakan sering mendapat pertanyaan, apa tidak menyesal ikut dalam pemerintahan Gus Dur. "Saya merasa sebagai orang biasa yang terbawa ke arus sejarah. Saya tak menyesal ikut dalam the big experience in democracy." Bahkan saking seringnya ia mengucapkan kalimat tak menyesal, maka dua kata itulah yang dipilih penerbit untuk judul bukunya.

Buku Witoelar diterbitkan dalam bahasa Inggris, kebanyakan berisi kritikannya terhadap media. Toh orang Indonesia juga perlu tahu isi buku itu. Hanny Hasyim mengatakan akan menerbitkannya dalam bahasa Indonesia, tiga bulan lagi. Bill Aribowo *** PANTAU, Tahun III Nomor 024 - April 2002

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


Ditayangkan oleh redaksi  |  Dibuat 23 Dec 2004  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Mafia Hukum Dan Peradilan Jalanan Jamu Percantik Indonesia

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini merekam sikap dan pandangan Prawoto Mangkusasmito (1910-1970) sejak 1949 sampai 1970. Selama 21 tahun Ketua Umum Partai Masyumi (1959-1960) ini konsisten menyuarakan komitmen asasinya terhadap kepentingan rakyat dengan memperjuangkan tegaknya hukum dan konstitusi melalui cara-cara yang sah dan demokratis.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: