WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah


Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah
Alinafiah | TokohIndonesia.com - Atur

WAWANCARA ALINAFIAH: Pria yang dikenal sabar dan nyaris tak pernah marah ini membuka ‘rahasia' kemanusiaannya dalam wawancara dengan Wartawan Tokoh Indonesia.Com. Ia seorang CEO yang mengandalkan kemampuan profesionalisme. Sehingga ia tidak punya alasan yang bisa membuatnya marah. Pengalaman profesionalisme dan kemanusiaannya dapat berguna sebagai cermin yang baik bagi orang lain.

Skip TOC

Article Index

  1. Profesionalisme yang Tidak Pernah Marah current position
  2. 02 | Kebanggaan Kepada Orangtua
  3. 03 | Tampil Beda dengan Kreatifitas
  4. 04 | Kesiapan PT Pos Indonesia

Selain nyaris tidak pernah marah, ia juga mampu mempercayai orang lain. Sebuah sikap yang tidak mudah diterapkan banyak orang. Simak juga visinya tentang bangsa ini terutama dalam kondisi saat ini. Berikut petikan wawancara linafiah, MBA, Dirut PT Pos Indonesia dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com, Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
dan Mangatur L Paniroy di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Senin, 19 Mei 2003.

Banyak orang yang memperhatikan bahwa Anda hampir tidak pernah marah. Apa rahasianya?

Gaya marah itu tidak perlu teriak-teriak atau membenci orang, tapi dengan memberikan disposisi, memberikan arahan sehingga orang menjadi tahu ke mana sebetulnya. Tapi bukan dengan menjadi teriak-teriak. Marah untuk mendidik supaya lebih bagus. Dan saya tidak akan marah sebab marah itu capek dan kebetulan dalam lingkungan dan gaya saya yang seperti ini hampir tidak alasan yang membuat saya bisa marah, kadang-kadang saya heran juga.

Contohnya, saya punya sopir pribadi sudah lima tahun. Saya sendiri mencari-cari pernahkah perlu marah kepada dia? Ternyata tidak ada. Apakah saya harus marah? Sedangkan dia disiplin bagus, tepat waktu, mobil bagus tidak pernah ada masalah. Kadang-kadang saya bertanya, kenapa dia tidak bisa membuat saya marah. Mungkin dengan cara saya menghandle dia, dia sudah siap. Saya sendiri tidak perlu lagi untuk mengatakan "Kamu ingat ya jangan sampai telat?" Saya tidak perlu katakan demikian dia sudah datang lebih awal, tersenggol mobil lain pun tidak pernah.

Jika saya berada di dalam mobil, saya akan bersikap sebagai penumpang, biar dia saja ambil jalan, saya tidak mau komentar. Jika saya terlambat karena macet di jalan, itu adalah urusan saya nanti dengan yang di tujuan. Tapi saya tidak akan pernah marah dengan sopir, itu wewenang dia di jalan. Makanya saya heran jika ada orang menumpang mobil lain, penumpang ini menjadi ikut mengatur jalan, bahkan sampai marah, "kamu bodoh seharusnya kamu motong jalan". Bagi saya kenapa kita capek berpikir. Saya di dalam mobil bisa mimpi loh! Saya tidur di mobil bisa mimpi, itu yang membuat saya tidak terlihat capek.

Perjalanan saya serahkan bulat-bulat kepada driver sebagai pemimpin dalam perjalanan ini. Saya malah menjadi ngeri jika sopir membawa mobil dalam keadaan marah, itu membuat dia unstabil dan bisa menyebabkan kecelakaan. Pernah saya ganti sopir, saya tidur. Mungkin karena groginya membawa saya, ia membawa saya berputar-putar Jakarta, tetapi saya tidak marah, karena saya tahu dia sopir baru dan dari Bandung lagi. Jadi nggak bisa marah, saya juga heran.

Pernah saya melakukan kunjungan ke daerah, Surabaya. Ketika saya sampai, ternyata Kawilbag tidak menjemput. Saya berpikir kunjungan saya ini adalah kunjungan resmi, dirut datang, jadi tidak mungkin tidak dijemput. Tapi jangan marah dulu. Ternyata akhirnya saya ambil taksi dan bertemu di lobby hotel. Apa sulitnya sekarang naik taksi, apakah jatuh martabat jika naik taksi? Tidak. Sampai hotel saya juga tidak marah dengan Kawilbag itu. Ternyata ia memiliki problem di jalan, traffic jam, yang diluar kendali dia, sedangkan saya tahu orang ini sangat ketat protokolnya. Ketika itu saya benar-benar tidak marah, padahal dia sudah setengah mati ketakutan. Setelah itu pembicaraan malah lebih baik.

Dengan sikap yang tenang itu akhirnya kita dapat melakukan perubahan tanpa adanya resistensi. Contohnya perubahan di wilayah Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
, sehingga masyarakat Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
jika menerima surat hari ini yang capnya tadi malam, lewat azhar belum sampai ke rumah, harap ditelepon ke kepala kantor Pos Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
. Tidak satu pun komplain (keluhan) dari masyarakat. Karena apa? Itulah cara menghandle kawan-kawan karena dirutnya atau kepala kantornya sudah bicara di tivi, dia kepala eksibisi-nya, pasti sudah mengambil langkah duluan. Jadi tidak perlu marah. Kalau kita ceramahin terus, apalagi dengan tidak simpatik, orang pasti bicara "Wah ini orang baru datang udah mau sok merubah, sok pintar lagi" itu resistensi dulu.

Itu sebuah karakter ya, tidak mungkin dibikin-bikin. Menurut Anda, apa proses sehingga Anda mempuyai karakter seperti ini?

Saya dilatih dari kecil hidup dengan masyarakat kebanyakan. Saya bisa menginternalisasi. Saya juga pernah merasakan seperti itu. Saya tahu rasanya orang uangnya 300 ribu kita kasih 10 ribu. Saya pernah merasakan. Jadi artinya tidak menganggap remeh orang lain, termasuk stratanya. Terus terang saja, bapa saya seorang PNS, barangkali telur bisa dibagi enam potong. Dan barangkali ketika saya sudah bisa makan lima telur sekaligus, masih banyak kawan-kawan saya yang di keluarganya kalau makan telur dibagi enam.

Kalau sesekali saya melempar telur satu ke mereka, nah bagaimana kenikmatan mereka itu, meskipun nilai satu telur bagi kita tidak seberapa, tapi bagi orang lain itu adalah lebih dari cukup. Itu barangkali karakter tadi terbentuk karena merasakan. Mungkin berbeda dengan anak saya, ketika dia lahir sudah tinggal di rumah permanen, rumah milik PT. Pos Indonesia, bapanya kepala kantor pos. Mereka bisa cengeng, tidak bisa menerima keadaan, termasuk hal-hal yang menyulitkan dia di sekolah. ?crs-mlp (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
03, Juli 2003)

*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 4 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 22 Apr 2010  |  Pembaharuan terakhir 20 May 2013
Mengembangkan Budaya Keramahan Langkah Konkrit Berantas Korupsi

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini, Mien R. Uno memaparkan kiat-kiat awet mudanya, yang menurutnya bukanlah hal yang istimewa dan perlu dirahasiakan bahkan banyak dari kiat-kiat tersebut telah kita ketahui, hanya saja kita mengabaikannya seperti selalu bersyukur, berpikir positif, dan menjaga kesehatan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: