WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kiat Keberhasilan KB


Kiat Keberhasilan KB
Haryono Suyono | TokohIndonesia.com - Ricky

WAWANCARA PROF. DR. HARYONO SUYONO: Ingat Haryono, pasti ingat kabe (keluarga berencana). Sebaliknya, ingat kabe, pasti ingat Haryono. Ini cerminan betapa melekatnya nama Haryono Suyono bagi keberhasilan program KB di Indonesia. Bahkan, keberhasilannya memimpin gerakan KB di Indonesia sangat monumental.

Skip TOC

Article Index

  1. Kiat Keberhasilan KB current position
  2. 02 | Keberhasilan KB Sangat Monumental

Kendati bukan lagi menjabat Menko Kesra dan Pengentasan Kemiskinan dan Kepala BKKBN, Prof. Dr. Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Haryono Suyono
, MA, masih bergelut dengan masalah kependudukan dan problematik kemiskinan. Ahli komunikasi massa, sosiolog, demograf dan penulis kreatif ini masih giat berkeliling ke pelbagai penjuru negeri ini. Bahkan dia hampir setiap bulan dia berkeliling ke berbagai negara untuk mewariskan keahlian dan pengabdiannya di bidang kependudukan dan pengentasan kemiskinan.

Haryono juga masih terus aktif menggerakkan beberapa sebuah yayasan yang bergiat di bidang pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan SDM. Sehingga tidak mudah mencari waktu, untuk bertemu, apalagi wawancara yang memakan waktu lebih satu jam dengan mantan Menko Kesra dan Taskin dan Mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara Kependudukan/Kepala BKKBN ini.

Dia seorang pejabat tinggi negara yang berperan penting dalam kemajuan program KB pada masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
. Ketika reformasi bergulir, dia pun tetap tegak berdiri dan bersuara. Bahkan tetap pada prinsip, visi dan kedekatannya dengan mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
, tatkala para mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
lainnya berembunyi bahkan ikut-ikutan menghujat.

Berikut ini wawancara Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
dan Sahbuddin Hamzah dengan Prof. DR. H. Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Haryono Suyono
, MA, di ruang kerjanya di Gedung Granadi, Jalan HR Anggota DPA 1959-1965
Anggota DPA 1959-1965
Rasuna Said
, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Desember 2005, berkenaan dengan masalah kependudukan dan pengentasan kemiskinan serta berkaitan dengan ulang tahun Yayasan Damandiri ke-10 (15 Januari 2006). Simak juga pendapatnya perihal langkah pemerintah sekarang mengompensasi kenaikan harga BBM dengan bantuan dana tunai langsung.

Selama Anda memimpin BKKBN, kinerjanya sangat baik. Apa kiat keberhasilannya?

Berhasil tidaknya program KB, semuanya kita serahkan pada rakyat. Pemerintah hanya jadi fasilitator. Sebenarnya rakyat itu sangat cerdas dan antisipatif. Yang penting kita berterus terang, terbuka dan tulus. Keterbukaan merangsang rakyat berpartisipasi. Kalaupun ada kekurangan dana mereka bisa memaklumi, bahkan mereka sendiri yang menambah.

Jika mereka berhasil, kita hargai. Presiden menerima mereka di istana, diberi penghargaan. Di Istana, mereka salaman dengan Presiden, sambil saya membisiki Presiden, menjelaskan beliau ini dari Kalimantan, Bali dan sebagainya. Saya sendiri pun dibisiki staf saya dari belakang. Saya di belakang layar saja. Lalu Presiden mempunyai bahan bicara, dan para akseptor itu senang disebut nama dan daerah asalnya oleh presiden. Ketika dijamu makan, mereka yang sukses diajak duduk satu meja dengan Presiden. Jika ditanya Presiden, mereka bicara apa adanya. Tidak perlu ada rekayasa. Begitu pulang dari Bina Graha mereka jadi Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
, sudah salaman dengan Presiden. Buktinya ada sebab mereka dipotret.

Penghargaan demikian itu dampaknya luar biasa. Setiap orang ingin jadi akseptor KB karena ingin ke Bina Graha. Juga karena rajin ber KB, dia dapat hadiah naik haji. Biarkan rakyat yang merasakan dirinya jadi Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
.

Hal seperti ini saya anjurkan kepada Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
, jangan dimonopoli pemerintah. Sebab ada keluhan dari berbagai pihak bahwa pemerintah arogan. Sekarang semuanya mau dilakukan oleh pemerintah, rakyat tinggal tonton. Saya gambarkan, tadi tentaranya kok nggak datang, tidak siap untuk berperang. Jadi rakyatnya diajari untuk berperang. Kalau ada musuh, tentara tidak usah ke sana. Rakyat sendiri yang menyelamatkan kampungnya, kan begitu. Tetapi sekarang tidak seperti itu.

Dulu di masyarakat ada semacam pameo, banyak anak banyak rezeki?

Hal itu tidak ditentang. Kita hanya memperkenalkan sikap baru, dua anak cukup, bahagia dan sejahtera. Kalau ada orang yang anaknya sudah tujuh mau jadi akseptor KB, kita kasih tepuk tangan pada dia, karena meskipun sudah banyak anak, dia berani. Dia jadi Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
karena mau jadi akseptor. Dia malah senang. Jangan dia dipermalukan.

Kalau saya instruksikan untuk dipermalukan, dia tidak mau jadi akseptor. Beri dia pujian, jangan jadi bahan kampanye ejekan. Kalau dia ikut KB, peluangnya untuk punya anak ke delapan, hanya 1/8. Tetapi kalau dibiarkan punya anak lagi, peluangnya 7/8. Ini sebenarnya hitungan matematik di lapangan, tapi kalau dikasih hitungan seperti itu, para petugas lapangan di desa jadi repot.

Tapi pameo banyak anak banyak rezeki, tentu bagi keberhasilan program KB juga merupakan tantangan?

Ya! Tetapi saya selalu menganjurkan agar tidak menghina orang yang terlanjur punya anak banyak, tidak mengucilkan mereka, dan memberikan pelayanan yang berbeda. Tidak ada satu pun poster sepanjang saya memimpin BKKBN, membandingkan punya anak banyak sengsara, anak sedikit bahagia. Di negara-negara lain banyak poster seperti itu. Tetapi di Indonesia tidak ada. Tidak ada poster resmi yang membandingkan anak banyak dan anak sedikit. Yang ada wajah cerah dari bapak dan ibu dan dua anak. Itu saja yang di bolak-balik. Jadi setiap orang bercita-cita seperti itu, perkara punya anak tiga, empat atau lebih, itu urusan lain, biarkan saja.

Norma keluarga kecil bahagia sempat jadi panutan di masyarakat, tetapi ke depan bagaimana, tidak jelas lagi?

Kita memang agak prihatin. Sejak tahun 1998, masalah itu up and down. Masalah kependudukan seakan-akan sudah selesai, padahal belum selesai. Tren dunia memang agak menurun. Tetapi penduduk kita tetap bertambah. Terjadi kelipatan-kelipatan yang sangat tinggi pada usia dewasa dan Lansia. Usia dewasa, 15-65 tahun, melipat dua sampai tiga kali dibanding keadaan tahun 1970. Sementara kita masih bisa bertahan pada usia di bawah 15 tahun, gara-gara keberhasilan KB. Tapi, karena keberhasilan masa lalu seakan-akan gelembungan di bawah itu. Kalau ini dipepet, akan naik ke atas, pada penduduk usia dewasa dan tua.

Masalahnya sekarang, akan menjadi keuntungan besar kalau tersedia lapangan kerja. Kalau tidak ada kesempatan kerja dan kesempatan belajar, ini akan jadi malapetaka. Jadi, masalah kependudukan berikutnya adalah bagaimana menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas kerja untuk generasi yang tumbuh dengan sehat.

Karena mestinya dulu mati karena tingginya angka kematian. Tidak jadi mati bahkan tumbuhnya menjadi bagus, ini diluar dugaan. Usia harapan hidup sudah melewati angka 65 tahun. Anak-anak usia SMP dan SMA meningkat antara 50 sampai 60 persen. Dari sudut penyediaan sekolah saja, Departemen Pendidikan harus menaikkan anggaran karena kebutuhannya naik. Belum lagi dari segi fasilitas dan kualitas.

Sekarang, orang berusia tua susah mati. Sudah tiga kali lipat bila dibandingkan keadaan tahun 1970. Pada tahun 2025, diperkirakan naik kira-kira 8-9 kali lipat dari keadaan tahun 1970. Mereka sukar mati karena kesehatanya makin bagus dan fasilitas-fasilitas makin bagus. Orang-orang seperti usia saya (67 tahun), mulai merasakan yang kropos tulang, sakit-sakitan, karena pada usia Balitanya tidak mendapatkan pemeliharaan yang bagus. Sebenarnya tubuh ini tidak kuat, tapi karena dibantu segala macam obat kuat, jadi bersemangat. crs-sh-am. (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 26)

TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 2 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 21 Apr 2010  |  Pembaharuan terakhir 20 May 2013
Korupsi Telah Jadi Industri Revolusi Transportasi Jakarta

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: