WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bang Yos Menjawab Lugas


Bang Yos Menjawab Lugas
Sutiyoso | TokohIndonesia.com - hp

WAWANCARA SUTIYOSO: Seperti apa pembangunan kota metropolitan Jakarta dalam visi Gubernur Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos. Benarkah jenderal bintang tiga ini kurang berpihak kepada wong cilik? Lalu, mengapa dia tega melakukan penggusuran? Serta, mengapa dia bersikukuh mengubah badan hukum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi perseroan? Bagaimana keberpihakannya kepada usaha kecil dan menengah? Lalu, kenapa dia mengizinkan hypermarket bertumbuh? Selain itu, sesungguhnya bagaimana kerlibatannya dalam Peristiwa 27 Juli 1996?

ang Yos menjawab sejumlah pertanyaan itu, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, dengan lugas dan tangkas. Uraiannya mengalir laksana air menelusuri alur sungai tanpa tersendat. Semua dijawab dengan lugas dan tak terkesan formal. Saat wawancara dengan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Tokoh Indonesia dia didampingi lima stafnya yakni Kepala Biro Humas dan Protokol Catur Laswanto, Kepala Dinas Perhubungan Rustam Effendi, Kepala Dinas PU Fadly Misbach, Kepala Dinas Trantib & Linmas Soebagio dan Kepala Dinas Kesehatan Abdul Chalik Masulili.


Percakapan berlangsung bersahaja seperti antarsahabat, antara ayah dengan anak, jauh dari kesan formalitas. Tidak ada kesan membantah atau membela diri, melainkan memberi penjelasan apa adanya.

Percakapan dengan tiga Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com Ch Robin Simanullang dan H Syahbuddin Hamzah, itu berlangsung di ruang tamu Gubernur di Balaikota Jakarta, Kamis 24 Maret 2005. Wawancara yang lebih pas disebut sebagai percakapan itu tak terasa melebihi waktu yang dijadwalkan, dua jam. Padahal, sebagai gubernur, tentulah dia mempunyai jadwal yang padat.

Jika dipilah, ada dua bagian penting dari materi wawancara itu. Pertama mengenai kisah hidup Bang Yos semenjak kecil hingga menjadi jenderal dan gubernur. Kedua, mengenai kinerja dan obsesinya selaku Gubernur DKI Jakarta. Beberapa bagian dari hasil wawancara itu, kami tulis dalam artikel tersendiri. Kami juga menulis narasi tentang apa dan siapa Bang Yos dalam sudut pandang Tokoh Indonesia. Dia kami apresiasi sebagai sosok pemimpin bermental platinum.

Kemudian dalam bahagian artikel wawancara ini, sebagian kami sajikan ulang untuk lebih memaknai kebersahajaan dan kelugasan jawaban-jawabannya. Itu pun tidak semua bisa tersaji dalam Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
ini. Namun dalam versi Web Site Tokoh Indonesia, kami menyajikannya lebih lengkap. Berikut ini adalah petikan wawancara kami dengan Bang Yos.

TokohIndonesia.com (TI): Apa saja pengalaman menarik yang bisa Anda petik sewaktu bertempur di Timtim atau di medan perang lain?

Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
- Bang Yos (BY): Dalam pertempuran di berbagai tempat, mendidik kita untuk berani melakukan suatu tindakan yang berisiko tinggi, asal itu untuk kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan negara. Nah, keberanian mengambil risiko, itu salah satu pengalaman yang menarik. Kita sebagai pemimpin jangan hanya safety player. Jangan sampai seperti itu. Melainkan setiap masalah harus diselesaikan apapun risikonya.

Tetapi jangan sampai membuat kebijakan yang ngawur. Dan untuk tidak ngawur, kita jangan merasa pintar sendiri. Meski jenderal, jangan merasa ahli di segala bidang. Jenderal, ya ahli pertempuran, bukan ahli membangun. Maka kita pandai-pandai menggunakan orang pintar.

TI: Ketika Anda menjadi Pangdam Jaya, terjadi sebuah peristiwa di Jakarta. Publik juga ingin tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya, dan cara Anda mengatasi masalah 27 Juli 1996 itu?

Situasi politik di negeri ini terutama Ibukota begitu panas kala itu. Namun perlu dipahami, bahwa bukan level Panglima Kodam bersentuhan dengan politik. Urusan politik ukuran tentara adalah Kepala Staf Angkatan dan Pangab. Kita tidak akan pernah diajak bicara soal politik.

Jadi saya tegaskan, yang namanya Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
pun nggak ada interes politik pada waktu itu. Tetapi interes saya adalah bagaimana mengamankan Ibukota.

Biang keladi peristiwa itu sebenarnya adalah Kongres PDI di Medan. Pemaksaan untuk merontokkan Megawati digantikan pemimpin PDI yang berkiblat kepada yang bisa di-handle oleh pemerintah. Nah itu biang keladinya. Setelah Pak Soerjadi diakui pemerintah resmi sebagai Ketua Umum PDI, maka beliau dan kelompoknya merasa berhak menempati kantor PDI di Jalan Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
. Tapi de facto kantor itu dipakai oleh kelompoknya Bu Mega, itu masalahnya. Wajar saja dalam konteks ini, Pak Soerjadi dan kelompoknya ingin menggunakan kantor itu. Itulah yang terjadi, perebutan dan mempertahankan kantor itu.

Nah, kita kan di tengah-tengah. Urusan saya adalah urusan keamanan Jakarta, bukan cuma titik itu saja. Terjadi perebutan kantor itu, lalu kita mengamankan tempat itu. Kalau melihat tentara Kodam dan Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
ada di situ, itu memang tanggungjawabnya. Jadi kalau saya ada laporan, pagi-pagi ada ribut di sana, saya harus datang.

Bukan peristiwa itu saja, waktu peristiwa Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
dengan Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
di Jatinegara yang diisukan ada masjid dibakar, karena saya sholat di situ, ya saya berada di situ. Jangan diartikan terus saya ada rekayasa di situ. Maka itu, saya yakinkan Anda: Apa interes saya? Nggak ada kepentingan politik saya, tetapi kepentingan keamanan yang menjadi tanggungjawab saya. ?crs-sh (Diterbitkan juga di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 20)

*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 6 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 24 Apr 2005  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Pkb Miliki Otoritas Redam Radikalisme Rezim Pepesan Kosong

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: