WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Saya Sudah Milik Nasional


Saya Sudah Milik Nasional
Syamsul Mu'arif | TokohIndonesia.com - wes

WAWANCARA SYAMSUL MU'ARIF: Dia seorang politisi yang tidak pernah mengejar jabatan. "Berkeinginan itu tidak boleh. Itu prinsip hidup saya. Tetapi kalau saya diberi tugas, saya harus laksanakan dengan baik. Semampu saya," kata Syamsul Mu'arif, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Kabinet Gotong-Royong, ini dalam wawancara dengan Wartawan TokohIndonesia.Com, di ruang tamu kantornya Jalan Medan Merdeka Barat (8/9/2004).

Skip TOC

Article Index

  1. Saya Sudah Milik Nasional current position
  2. 02 | Kebersahajaan Keluarga

Dia juga menegaskan prinsip yang tidak bisa berpikir hanya untuk Kalimantan lagi. "Saya harus berpikir untuk Indonesia. Mohon maaf, saya tidak boleh memprioritaskan kampung saya karena saya sudah milik nasional," katanya. Berikut petikan wawancara tersebut:

TI: Anda mengatakan tidak akan pergi ke Cikeas, apa itu terkait dengan posisi Anda sebagai kader Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
, atau bagaimana?

Maksud saya, saya berprinsip dalam hidup itu adalah tidak mengejar jabatan. Saya tidak tahu mengapa saya dibentuk seperti itu. Berkeinginan itu tidak boleh. Itu prinsip hidup saya. Tetapi kalau saya diberi tugas, saya harus laksanakan dengan baik. Semampu saya.

Waktu jadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
, saya bersedih di depan anak dan isteri. Saya katakan, saya jadi anggota DPR saja sudah jarang makan bersama di rumah. Apalagi jadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
! Itu kesedihan saya yang pertama.

Kesedihan yang kedua, di tengah keluarga itu, hadir kawan-kawan masyarakat Kalimatan Selatan, karena saya orang Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Kalimantan Selatan
. Saya katakan mulai saat ini, saya tidak bisa berpikir untuk Kalimantan lagi, saya harus berpikir untuk Indonesia. Mohon maaf, saya bilang, saya tidak boleh memprioritaskan kampung saya karena saya sudah milik nasional.

Filosofi-filosofi seperti itu memang agak sulit kita kembangkan dalam dunia yang katakanlah zaman edan kalau kita pakai Ronggowarsito.

TI: Sekarang ini, saya ingin sampaikan, saya diminta oleh partai saya di Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Kalimantan Selatan
untuk pulang dan menjadi calon gubernur. Apa jawaban saya kepada masyarakat? Saya bilang, saya tidak memiliki ambisi apa pun. Tapi kalau tulus masyarakat itu menghendaki saya untuk pulang walaupun saya ini adalah Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
, saya siap untuk melaksanakan tugas itu. Tapi missionnya apa kalau saya harus pulang?

Saya kebetulan mengikuti jam 11 malam di SCTV, ada satu kabupaten baru namanya Tanah Bumbu. Di Tanah Bumbu itu, ilegal minning-nya luar biasa di Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Kalimantan Selatan
. Jadi, kalau keluar malam, kota Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
penuh dengan arus masuk dan keluar kota angkutan batu bara. Jadi, setengah badan jalan rusak sebelahnya nggak. Karena yang lewat situ bawa batu bara kalau pulang kan sudah kosong.

Pak Nabiel Makarim memperhitungkan dibutuhkan 3-4 trilyun untuk mereklamasi, untuk mengembalikan alam. Betapa rusaknya, karena penambangan liar. Makanya, sekarang di Kalimantan Selatan ada ratusan sungai yang sudah tidak ada lagi airnya. Bayangkan kalau Kalimantan sudah kayak begitu, dia paru-paru dunia, apa yang akan terjadi? Kira-kira itu alasannya, pulang dong Pak, untuk memperbaiki keadaan ini. Kita perlu menyadarkan masyarakat bagaimana memperbaiki sungai itu tanpa merusak perekonomian rakyat.

Jadi, saya bilang, kalau itu tujuannya, saya siap kalau memang masyarakat menghendaki. Lalu apa yang saya katakan, tapi minta ijin dulu dong melalui mekanisme partai. Saya secara pribadi, tidak menjadi soal apakah menjadi menteri, menjadi gubernur, atau tidak jadi apa-apa.

Saat ini, saya mempunyai tiga pilihan. Pertama, menteri, tapi partai saya kan mengatakan kalau saya jadi menteri, saya dipecat. Pak Akbar mengatakan itu. Saya tunduk kepada partai. Saya tidak tahu kalau umpamanya betul-betul diminta, saya harus bersedia dipecat atau saya harus menolak. Ini masalah yang pertama. Ini terjadi bulan Oktober.

Kedua, bulan Desember, Munas partai saya. Terus terang saja, saya agak kurang sependapat dengan Pak Akbar untuk menempatkan diri sebagai oposisi permanen. Kalau oposisi loyal barangkali boleh. Tapi kalau oposisi dalam arti permanen rasanya tidak cocok. Permanen itu ditunjukkan dengan tidak mau satu orang pun dari kadernya untuk duduk di kabinet.

Nah, berarti saya juga harus memikirkan bagaimana partai saya lima tahun ke depan. Bukan menjadi ketua umum partai. Bukan. Tapi kalau umpamanya partai saya membutuhkan, saya kan nggak bisa pulang untuk yang ketiga yaitu kira-kira awal tahun 2005, pemilihannya sendiri terjadi pada bulan Juni yaitu pemilihan gubernur.

Dari ketiga pilihan ini harus dilakukan manajemennya dari sekarang, melakukan pilihan-pilihan, dan satu antara lain tidak bisa saling berhubungan. Umpamanya, kalau saya masuk ke kabinet, saya harus berhenti dari partai, berarti nggak bisa ikut di partai. Kalau saya jadi gubernur, saya nggak bisa ikut DPP, nggak bisa jadi menteri. Jadi, ini harus alternatif, ini yang harus saya pikirkan. Tidak berarti saya harus menteri tidak berarti saya harus jadi gubernur. Saya bisa saja ada ambil di partai, tidak menjadi ketua umum partai tapi untuk menjaga supaya partai saya ini lima tahun ke depan dihormati oleh rakyat karena menyelamatkan perjalanan republik. Saya ingin seperti itu.

Kalau saya berada di kabinet, saya ingin juga, walaupun presidennya Ibu Mega PDI-P, wakil presidennya Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
, saya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
, saya dan kawan-kawan di lintas fraksi itu bertekad ini harus selesai sampai 2004. Makanya saya tidak berpikir untuk keluar dari kabinet walaupun kawan-kawan saya banyak yang marah. Tapi akhirnya apa, eh, ternyata partai saya mendukung Ibu Mega.

Padahal waktu pertama-pertama, saya termasuk yang agak dimusuhi. Loh kok kita berkelahi di bawah, Pak Syamsul ikut ditempatkan di atas. Kan begitu waktu Pemilu 99.
Tapi baiknya ada kesadaran. Platform bersama itu yang penting bagi kepentingan nasional. Nah, kalau sudah ada hitam putih seperti yang dikembangkan Pak Akbar sekarang, wah bisa membahayakan juga. Nggak tahulah itu yang kemaren. Saya tidak melakukan pilihan.

Saya ikut filosofi air mengalir saja. Saya ada di dalamnya, yang penting saya tidak tenggelam dalam air itu. Tapi mengikuti arus, bersahaja apa adanya.

TI: Anda punya filosofi demikian, padahal waktu menggagas Lintas Fraksi dahulu menjatuhkan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, Anda termasuk motor yang sangat aktif?

Dulu itu lintas fraksi, saya ketua fraksi. Pada waktu itu, presidennya Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
. Saya tidak ingin menjatuhkan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, saya ingin memperingati Gus Dur agar memperbaiki manajemen pemerintahan. Saya tiga kali pada waktu itu, kalau tidak salah, melalui orang-orang tertentu diminta untuk bertemu dengan Gus Dur. Saya menolak. Barangkali saya lebih cepat jadi menteri kalau seandainya saya mau datang pada waktu itu. Karena apa. Saya ingin memberi peringatan pada Gus Dur untuk memperbaiki manajemen pemerintahannya. Tapi nggak jalan-jalan.

Sekarang setelah saya tidak di pimpinan fraksi lagi, terkonsentrasi di sini, kegiatan untuk partai pun saya kurang. Tidak lagi aktif dalam lintas partai. Makanya dalam konteks membangun lintas partai yang sekarang, membangun koalisi itu, saya tidak mengambil peran. Kampanye pun saya tidak banyak mengambil peran karena kebanyakan harus melaksanakan tugas di sini. Saya beranggapan ini tugas negara, tugas partai masih ada yang lain, kecuali memang sangat dibutuhkan.

TI: Ini kan waktunya sudah sangat pendek untuk menjatuhkan pilihan-pilihan, menjadi menteri atau apa?

Saya katakan, saya tidak melakukan pilihan itu. Saya mengikuti seperti air mengalir. Saya dibawa ke mana, di mana nyangkutnya, saya akan terima semua kenyataan itu. Termasuk pulang kampung tidak jadi apa-apa pun, itu sudah saya siapkan.

Itu artinya, kita harus siap yang namanya kita merangkak dari bawah pelan-pelan ke atas, yah, kita harus siap ke bawah lagi. Makanya belajarlah. Kemarin, saya ke Semarang, nggak pakai ajudan. Kita belajar lagi untuk duduk bukan di ruang VIP tapi biasa. Tadi pagi pulang juga begitu. Jadi di airport, orang Garuda heran. Kok Bapak nggak ada ajudan, nggak ada yang melayani lagi. Saya paling dua tiga kali pakai VIP di Bandara Soekarno Hatta. Saya memang terbiasa hidup yang biasa saja. Duduk pun bersama kawan-kawan yang umum saja. Sering orang tanya, "Kok bapak tidak di VIP?" Yah, tidak harus di VIP dong. Jadi saya punya keyakinan, selama prinsip hidup itu saya pegang tidak dimusuhi orang, paling tidak. (Bersambung) ?(ht-mlp-sam-tsl (Juga diterbitkan di Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Digital Tokoh Indonesia
Majalah Tokoh Indonesia
Edisi 16)

*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 2 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 08 Sep 2004  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Saya Didukung Pks Pan Dan Pkb Telah Terjadi Degenerasi Demokrasi

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: