WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kisah Politik Gus Dur dan Matori


Kisah Politik Gus Dur dan Matori
Matori Abdul Djalil

Adalah kenyataan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini ada dua. Yakni PKB Batutulis (Ketua Umum Matori Abdul Djalil) dan PKB Kuningan (Ketua Umum Alwi Shihab). Kedua PKB ini masih berseteru memperebutkan posisi sebagai PKB yang sah melalui proses peradilan. Tapi di tengah adanya PKB kembar itu, Matori dan Gus Dur (Ketua Dewan Syuro PKB Kuningan) sama-sama mengatakan bahwa PKB hanya ada satu.

Kisah timbulnya PKB kembar dipicu pemecatan Matori dari jabatan Ketua Umum PKB oleh Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
(KH Abdurrah-man Wahid) selaku Ketua Dewan Syuro PKB. Ketika itu, Matori yang menjabat Wakil Ketua MPR mewakili PKB, teguh dalam prinsipnya menghadiri Sidang Istimewa MPR 2001 yang memberhentikan KH Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Abdurrahman Wahid
dari kursi presiden. Padahal, PKB sudah menyatakan sikap bahwa SI-MPR itu tidak sah dan karena itu semua anggota MPR dari PKB dilarang menghadirinya. Tapi Matori yang sangat paham realitas politik tetap menghadirinya. Sikap Matori ini membuat Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
bertindak, memecat Matori.

Pemecatan itu dinilai Matori tidak sah karena dilakukan tanpa prosedur yang benar. Maka Matori menggelar Muktamar PKB yang salah satu keputusannya tetap mempertahankan-nya sebagai Ketua Umum. Tapi keesokan harinya pihak Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
menggelar Muktamar Istimewa PKB di Jogjakarta yang antara lain mengesahkan pemecatan Matori sekaligus memilih kepengurusan baru dengan Ketua Umum Menko Kesra (2004 - 2005)
Menko Kesra (2004 - 2005)
Alwi Shihab
.

Dengan demikian timbul PKB kembar. Perseteruan dua Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
, yang pada awal berdirinya PKB bergandeng tangan membesarkan PKB yang mengantarkan Gus Dur menjabat presiden, semakin melebar. Gus Dur yang merasa punya andil membesarkan Sang Murid tampak merasa kecewa. Sementara, Matori yang selalu mencium tangan Sang Guru setiap kali ketemu, merasa wajib mempertahankan prinsip kebenaran yang diyakininya.

Perseteruan politik antar kedua Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
nahdliyin ini semakin merebak oleh para pembisik yang sebelumnya iri hati melihat kedekatan keduanya. Bahkan di antara mereka ada yang secara terbuka menyatakan rasa suka citanya atas pemecatan Matori. Orang ini menyatakan baru mau masuk kepengurusan PKB setelah Matori dipecat.

Perseteruan itu pun makin menyala. Sehingga mereka harus berhadapan di pengadilan memperebutkan posisi sebagai pemegang bendera PKB yang sah. Proses peradilan sudah selesai di tingkat banding. Kini dalam proses kasasi. Sementara pendaftaran partai peserta Pemilu 2004 sudah dimulai dan akan berakhir pada Juli 2003. Selain itu, Matori pun masih mendaftarkan gugatan baru ke Pengadilan Negeri atas pemecatan dirinya sebagai Ketua Umum PKB. Perjalanan proses peradilan ini tampaknya masih akan panjang. Sehingga bisa merugikan kedua belah pihak.

Sehingga berbagai pihak yang tidak menginginkan timbulnya perseteruan ini berharap adanya rujuk. Apalagi secara pribadi hubungan Gus Dur dan Matori sudah mulai membaik. Keduanya sudah beberapa kali bertemu di Singapura dan Hotel Grand Hyatt Jakarta. Matori sendiri mengaku bahwa ia selalu berusaha menghormati dan membina hubungan baik dengan Gus Dur. Sementara Gus Dur juga mengatakan, "Dari dulu juga baik, yang bikin ribut itu kan pers."

Penampilan pertama mulai rujuknya Gus Dur dan Matori di depan publik terjadi saat Istighotsah Nasional Kubro V yang digelar PBNU dan PWNU Jatim di Lapangan Makodam Brawijaya, Minggu (9/3/03). Saat itu, Matori mencium tangan Gus Dur sebagaimana biasanya. Sikap hormat Matori kepada Gus Dur itu disaksikan Ketua PBNU KH Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Hasyim Muzadi
dan Ketua DPP PKB Menko Kesra (2004 - 2005)
Menko Kesra (2004 - 2005)
Alwi Shihab
serta puluhan ulama NU lainnya, 82 kyai dari seluruh Indonesia termasuk kiai khos Abdullaf Fakih (Tuban), Idris Mardjuki (Kediri) dan Mas Subadar (Pasuruan) serta sekitar 500 ribu umat nahdliyin.

Warga nahdliyin, basis utama Partai Kebangkitan Bangsa, sontak bertepuk tangan gemuruh. "Hidup Gus Dur, hidup Matori!" Gus Dur yang tadinya duduk bangkit berdiri. Lalu bersama Matori bergenggam dan mengangkat tangan ke atas. Tangan kiri Gus Dur bergenggam dengan tangan kanan Matori diangkat tinggi ke atas. Sementara tangan sebelahnya melambai menyambut antusias massa. Kemudian Ketua Umum PBNU KH Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Hasyim Muzadi
juga ikut bergabung. Dia menggapai tangan kanan Gus Dur dan mengangkatnya ke atas. Disusul Menko Kesra (2004 - 2005)
Menko Kesra (2004 - 2005)
Alwi Shihab
dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa ikut bergabung mengangkat tangan.

Alwi Shihab sendiri duduk sejejer dengan Matori. Sejak awal kedatangan Matori ke acara itu, Alwi telah menyalaminya. Lalu merekapun terlihat saling bertegur sapa. Tak lama berselang Gus Dur tiba. Para kiyai di atas panggung bergantian menyalami Gus Dur. Matori pun berdiri, mendatangi Gus Dur. Sungkem dan mencium tangan. Gus Dur menyambutnya hangat dengan bangkit berdiri kemudian saling berpegangan mengangkat tangan. Mereka memperlihatkan betapa perbedaan pikiran, sikap dan prinsip politik di antara mereka seolah menjadi cair di tengah acara doa yang bertajuk Gerakan Tobat Nasional, Awal Mawas Diri Pemimpin dan Bangsa Indonesia tersebut.

Matori, Alwi dan para kyai tampak ceria pada acara itu. Matori sendiri dalam menjawab pertanyaan pers soal kehadiran dan tindakannya mencium tangan dan sungkem kepada Gus Dur tersebut mengatakan, "Pokoknya, yang penting PKB itu satu." Menurut Matori, dia senantiasa mengupayakan islah (persatuan) di tubuh PKB. "Soal gabung atau tidak itu jangan dipermasalahkan, yang penting PKB itu satu. Bagaimana wujud satu-nya, itu nanti," katanya.

Sementara Gus Dur sendiri tidak bisa diminta tanggapannya saat itu karena ketatnya pengawalan. Namun keesokan harinya, ketika berbincang-bincang dalam acara Edisi Pagi News and Talk pada salah satu Radio Swasta Nasional, mengatakan dari dulu hubungannya dengan Matori baik. "Yang bikin ribut itu kan pers," kata Gus Dur. Tentang pernyataan Matori bahwa PKB hanya satu, Gus Dur mengatakan. "Memang, siapa bilang ada PKB seri I dan II?"

Hanya saja, Gur Dur menjelaskan, Matori itu melanggar peraturan organisasi, anggaran dasar rumah tangga. "Karena itu dia diberhentikan dari keanggotaan, untuk bisa kembali menjadi pengurus paling tidak enam bulan, dia harus menjadi anggota biasa dulu," kata Gus Dur.

Gus Dur mengemukakan syarat apabila Matori ingin kembali menjadi pengurus PKB. Matori harus mencabut tuntutannya di pengadilan, harus membubarkan DPP PKB Batutulis dan harus mengakui hasil-hasil Muktamar Luar Biasa PKB di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
Januari 2002. "Kalau ketiga syarat itu dipenuhi, beres sudah," ujar Gus Dur.

Namun, Gus Dur sendiri mengemu-kakan dalam beberapa kali pertemuan dengan Matori di Singapura dan di Hotel Grand Hyatt Jakarta sekitar empat kali, tidak membicarakan hal-hal yang membuat Matori diterima menjadi anggota pengurus lagi. Tetapi yang mereka bicarakan bagaimana caranya supaya teman-teman Matori dapat aktif kembali di PKB. "Jadi nggak memper-soalkan jabatan dulu," ujar Gus Dur.

Gus Dur juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap Matori dan teman-temannya sebagai musuh atau lawan atau orang yang tidak disenangi. "Bukan, seringkali orang itu menganggap begitu, padahal bukan. Hanya karena dia melanggar peraturan dan kita kenakan aturan, bukannya dia saja, yang lain-lain juga," kta Gus Dur.

Hal senada juga dikemukakan Alwi Shihab dalam wawancara dengan Tokoh Indonesia DotCom. "Matori harus memenuhi syarat yang kami tawarkan," katanya. Jika Matori memenuhi syarat itu, ia kemungkinan bisa diterima sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB. " Tapi kalau tidak mau dan ternyata pengadilan memutuskannya kalah, dia akan menjadi anggota biasa kalau bergabung," kata Alwi.

Sementara, Matori tentang tiga syarat itu mengatakan tidak perlu bicara syarat karena yang lebih penting persatuan PKB. "Itu penting dilakukan karena bersatunya PKB akan membuat PKB kuat dan besar. Bagaimana prosesnya, doakan saja," katanya.
Pandangan berbeda disampikan Wakil Ketua Umum DPP PKB Kuningan Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Ketua Mahkamah Konstitusi RI (2008-2013)
Mahfud MD
. Menurutnya pertemuan Gus Dur dan Matori tidak memberi arti politik penting dalam rekonsialisasi dua PKB. Menurutnya, Matori telah berkali-kali menemui Gus Dur. Pertemuan itu merupakan ibadah. Tapi dalam konteks partai politik, belum ada perkembangan baru. Mahfud memastikan Gus Dur tidak akan mengambil keputusan sendiri terkait Matori tanpa melibatkan DPP PKB.

Namun para kyai menyambut baik sinyal rujuknya dua PKB. Ketua Umum PBNU K.H. Drs. A. Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2010)
Hasyim Muzadi
berharap mudah-mudahan mereka rujuk. Begitu pula Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB Kuningan KH Cholil Bisri berharap PKB bisa bersatu. Mengenai tiga syarat itu Cholil mengatakan ketiga syarat itu bisa dicairkan. Hanya saja sebagai pemimpin partai, ketiga syarat itu harus diajukan. Justru salah kalau tidak bicara demikian. "Tapi, kan semua itu bisa diusahakan dan dicairkan," katanya.

Sinyal-sinyal ini mengandung makna, pintu rujuk PKB kemungkinan segera terbuka. Lembar baru kisah politik Gus Dur dan Matori pun segera dibuka terutama menjelang pentas politik 2004 nanti. Di mana Gus Dur diperkirakan akan menjadi king maker khususnya dalam penentuan peta koalisi pencalonan presiden dan wakil presiden. *m-ti

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 20 May 2003  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Perselingkuhan Hukum Politik Saya Sudah Milik Nasional

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: