WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Enerji Alternatif dan Pakan Ternak


Enerji Alternatif dan Pakan Ternak
Rauf Purnama


Jakarta, 18/04/2003: Sebagai seorang pemikir dan pelaku industri, Rauf Purnama tak pernah berhenti berpikir untuk bisa melahirkan sesuatu demi masa depan bangsanya. Ia ingin mewujudkan obsesinya untuk membangun pabrik enerji (bahan bakar) alternatif terpadu dengan penyediaan bahan baku pabrik pakan ternak. Obsesi ini bergelora dalam pikirannya setelah melihat permasalahan enerji non-renewable (tidak dapat diperbaharui) yang pada suatu saat pasti habis, serta permasalahan pakan ternak yang masih belum swasembada.

Lalu ia pun mengimpikan adanya pabrik terpadu enerji alternatif dan penyediaan bahan pakan ternak. Insinyur kimia alumni Intitut Teknologi Bandung (ITB) ini berpendapat, demi masa depan, Indonesia perlu memprioritaskan pemba-ngunan pabrik enerji alternatif ini. Enerji alternatif dimaksud adalah sejenis etanol yang mengandung oktan lebih tinggi dari bensin. Enerji ini juga tidak mencemari ling-kungan dan renewable (dapat diperbaharui). Tidak seperti enerji fosil (bensin atau minyak bumi) yang non-renewable.

Bahan baku etanol, sebagai enerji alternatif, antara lain jagung, ketela pohon, ubi jalar bahkan tebu. Sehingga ia berpikir, sebaiknya pembangunan enerji alternatif ini terpadu dengan penyediaan bahan baku pa-brik pakan ternak. Sebab pabrik enerji alter-natif mempunyai produk sampingan pakan ternak yang kaya protein. Jadi bak kata peribahasa, ‘sekali mendayung dua pulau terlampaui'. Dengan demikian pabrik ini akan efektif dan sangat feasible.

Pabrik terpadu ini akan memberi berbagai manfaat terhadap perekonomian nasional. Selain akan mengurangi ketergantungan kepada impor bensin sekaligus mencapai sasembada pakan ternak yang akan menghemat devisa, juga membuka lapangan kerja (langsung dan tidak angsung). Selain itu, juga akan dapat meningkatkan pendapatan petani dengan lebih terjaminnya pemasaran pascapanen. Dan yang lebih penting lagi, adanya alternatif enerji yang ramah lingkungan dan dapat diperbarui (renewable) mengantisipasi suatu saat habisnya enerji fosil yang non-renewable itu.

Ia memperkirakan investasi untuk mem-bangun enerji alternatif etanol berkapasitas produksi 200,000 kl/tahun kurang-lebih US$ 80 juta. Pabrik ini membutuhkan jagung se-kitar 600.000 MT per tahun (untuk 1 kl etanol dibutuhkan 3 mt jagung). Demi lebih menjamin penyediaan bahan baku, menu-rutnya, perlu dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi budidaya jagung. Diperkirakan, dengan produktivitas jagung sekitar 5 mt/ha saja, dengan dua kali musim panen per tahun, diperlukan lahan tanam seluas 60.000 ha untuk memenuhi kebutuhan 600.000 mt jagung per tahun.

Sementara, luas tanam jagung di Indone-sia hingga tahun 2000 ada sekitar 3,46 juta ha dan diperkirakan akan mencapai 4,34 juta ha tahun 2003 ini. Produktivitasnya juga sudah semakin tinggi dengan adanya varietas unggul (jagung hibrida) yang menca-pai 8 - 9,3 mt/ha. Diperkirakan, produksi jagung lokal saat ini sebesar 11 juta ton per tahun. Artinya, pengadaan bahan baku akan mudah dilakukan. Walaupun memang sam-pai saat ini kebutuhan jagung dalam negeri seperti masih sering kurang dan terpaksa mengimpor untuk kebutuhan pabrik pakan ternak. Padahal, menurut Rauf, sesungguhnya, jika pengelolaan tanam dan pascapanennya lebih baik, kebutuhan jagung dalam negeri tidak harus kurang.

Permasalahannya adalah produksi jagung berlebih pada musim panen. Maka, menurutnya, masalah pascapanen perlu penanganan lebih serius. Sebab pada saat panen raya, suplai melimpah menyebabkan harga jagung dalam negeri jatuh dan mendorong pedagang mengekspor. Sebaliknya pada saat paceklik, harga jagung lokal naik dan mendorong pedagang mengimpor. Sehingga harga jagung menjadi sangat fluktuatif.

Hal ini disebabkan daya simpan yang masih rendah, sehubungan masih sedikitnya tersedia silo penyimpanan dan pengeringan jagung di sentra-sentra produksi jagung. Padahal penyimpanan sederhana yang terlalu lama di tingkat petani atau pengumpul akan meningkatkan kandungan aflatoksin pada jagung yang menurunkan kualitasnya.

Maka Rauf menyambut baik pernyataan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Deptan M. Jafar Hafsah, yang mengatakan pemerintah sedang memfasilitasi pengadaan silo-silo jagung di beberapa sentra produksi jagung khususnya di Jawa Barat. Ia yakin dengan tersedianya silo jagung yang cukup, akan lebih menjamin stabilnya harga dan lebih menggairahkan petani untuk bercocok tanam jagung. Sebab saat musim panen, petani tidak perlu menjual seluruh jagungnya, sehingga harga jagung tidak jatuh. Lalu, setelah musim panen, pasar tidak kekurangan dan harganya pun tetap stabil.

Apalagi jika proyek terpadu penanaman jagung untuk enerji dan pakan ternak dilakukan, maka fluktuasi harga tidak akan terjadi atau harga akan lebih stabil. Masalahnya, kapan proyek ini harus dimulai? Menurutnya, melihat negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, China dan Thailand, sudah memulai proyek terpadu ini, maka In-donesia harus mulai sekarang. Kalau tidak, Indonesia bukan hanya akan mengimpor jagung , tapi juga bahan bakar. * crs

*** TokohIndonesia.com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


Ditayangkan oleh sira  |  Dibuat 18 Apr 2003  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Ppp Demi Kejayaan Islam Cegah Krisis Rezim

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Sebagai seorang manajer, Anda bertanggung jawab untuk meraih hasil terbaik dari upaya-upaya mental, emosi, dan fisik yang telah diberikan karyawan Anda. Bukan hanya meraih keuntungan investasi... melainkan keuntungan energi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: