WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dimensi Ekonomi Hubungan Asean


Dimensi Ekonomi Hubungan Asean
Logo ASEAN | Ensikonesia.com | Asean

Oleh Ch. Robin Simanullang | SIB 17 07 1990: Perubahan di berbagai belahan dunia, beberapa tahun terakhir ini, berlangsung demikian pesat. Bahkan banyak di luar dugaan. Seperti perubahan politik dan sistem ekonomi di Eropa Timur.

Beberapa dimensi dari perubahan itu, memperlihatkan mengalirnya keinginan untuk menjadikan sistem perekonomian dan perdagangan lebih lancar, lebih terbuka, dan lebih bebas. Keinginan demikian itu pula tercermin pada perundingan-perundingan perdagangan multilateral, seperti dalam rangka GATT yang dikenal dengan Putaran Uruguay.

Tetapi dalam waktu yang bersamaan pula, kita menyaksikan langkah-langkah yang tampaknya justru bertentangan dengan keinginan di atas. Beberapa negara membentuk dan memperkuat blok ekonomi, seperti makin menguatnya blok ekonomi MEE dengan pembentukan Pasar Tunggal Eropa, juga pembentukan Asosiasi Perdagangan Bebas Amerika Serikat-Kanada-Mexico, serta Australia New Zeland Closer Economic Relation and Arrangement (Anzcerta).

Perubahan yang juga mempermesra hubungan negara-negara adikuasa, disambut dunia dengan tepuk tangan pengharapan bahwa ketegangan dunia akan berkurang. Pengharapan yang beranjak dari makna peribahasa, atau yang dapat juga kita sebut sebagai analogi diplomasi internasional: Gajah begajah-gajah, pelanduk mati terjepit, atau bila gajah sama gajah berkelahi, pelanduk-pelanduk mati di sekitarnya. Bila negara-negara adikuasa bertikai, negara-negara kecil yang hancur menderita. Maka patutlah semua dunia berpengharapan akan terciptanya ketenangan bila negara-negara adikuasa bermesraan.

Namun kemesraan negara adikuasa itu boleh berdampak lain pula. Yakni kemesraan itu 'disalahgunakan' untuk bersama-sama mengeksploitasi negara yang masih lemah. Gejala kecenderungan tentang hal ini patut diwaspadai tanpa berprasangka berlebihan. Maka peribahasa lain untuk kewaspadaan ini pula: Gajah bermesra-mesraaan, pelanduk mati terjepit.

Maka, Asean harus melek, melihat, berbagai kenyataan. Kemudian harus berpacu bekerjasama yang justru tidak untuk sekadar melepas ketergantungan melainkan akan menjadi sumber vitalitas ekonomi terutama di kawasan Asia-Pasifik. Dan, Asean punya potensi untuk itu.

Lihat pula derap langkah pemimpin-pemimpin negara ekonomi maju yang baru saja melangsungkan KTT Ekonomi Houston. Mereka sedang memperkuat diri. Tujuh negara industri itu (G7) berunding untuk memproteksi ekonomi mereka dengan mengatur strategi perekonomian, perdagangan dan pemberian bantuan.

Suatu hal penting yang perlu kita camkan dari gerak perubahan dunia dewasa ini menunjukkan arah bahwa kepentingan ekonomi lebih daripada kepentingan ideologi dan sistem politik. Negara komunis yang sebelumnya menutup diri karena kepentingan ideologi dan politiknya, kini berubah ke arah orientasi kepentingan ekonomi, mereka membuka diri.

Maka, kita amat tertarik atas pembahasan dalam Indonesia Forum yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi di Jakarta, Rabu (11/7/1990), yang antara lain menampilkan pembicara Lee Hsien Loong (Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perdagangan dan Industri Singapura), LB Moerdani (Menhankam RI), Jenderal Alexander Haig (Mantan Panglima NATO). Mereka itu mengingatkan perlunya ditingkatkan kerjasama ekonomi antarsesama anggota Asean.

Lee Hsian Loong dalam arahannya mengatakan, kelangsungan hidup Asean, cenderung akan ditentukan oleh sejauh mana dimensi dan keberhasilan kerjasama ekonomi antarsesama negara anggotanya. Karena itu, ia mengingatkan, kendati pun semula dasar pendirian Asean lebih berdimensi politik, tapi kini kerjasama ekonomi sudah amat vital dan harus segera ditingkatkan.

Peluang untuk meningkatkan kerjasama ini amat terbuka. Sebab kemajuan yang dicapai masing-masing negara masih belum berjarak jauh. Dan, masing-masing negara kini telah mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Maka menurut Lee, inilah momentumnya peningkatan kerjasama ekonomi intra-Asean.

Urgensi peningkatan kerjasama ekonomi intra-Asean ini adalah dalam rangka memperkukuh kekuatan Asean dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai gerak perubahan, globalisasi yang sekaligus regionalisasi, perdagangan bebas yang sekaligus diwarnai proteksionisme.

Negara-negara sedang berkembang di berbagai kawasan telah banyak menelan pahit-manisnya pengalaman dengan ketergantungan (bantuan) ekonomi kepada (dari) negara-negara maju yang 'berbaik hati'. Pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru terbaik. Dan, seekor rusa tidak mau terperosok kembali ke dalam lubang yang sama.

Beberapa negara berkembang di kawasan-kawasan lain telah menjadi sangat tergantung kepada negara-negara maju dari kawasan lainnya yang telah/akan memperkuat blok perekonomiannya. Ini adalah pelajaran berharga. Maka, Asean harus melek, melihat, berbagai kenyataan. Kemudian harus berpacu bekerjasama yang justru tidak untuk sekadar melepas ketergantungan melainkan akan menjadi sumber vitalitas ekonomi terutama di kawasan Asia-Pasifik. Dan, Asean punya potensi untuk itu.

Ditulis di Jakarta, Senin 16 Juli 1990 dan diterbitkan sebagai Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan, Selasa 17 Juli 1990. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Arsip Opini TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 07 May 2013  |  Pembaharuan terakhir 20 May 2013
Saya Bukan Risk Taker Tapi Calculated Risk Logika Hukum Asas Praduga Tak Bersalah

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: