WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ambivalensi Pemberantasan Korupsi


Ambivalensi Pemberantasan Korupsi
Ch. Robin Simanullang | Ensikonesia.com | Hotsan

Oleh Ch. Robin Simanullang

SIB 28-06-1990: TVRI menayangkan wajah beberapa koruptor. Mereka perlu dipermalukan. Agar mereka jera. Serta yang lain tidak melakukan perbuatan memalukan itu. TVRI tengah membangun suara: Korupsi itu memalukan!

Sementara itu, TVRI adalah televisi pemerintah. Maka penayangan koruptor dapat dianggap mencerminkan sikap tegas pemerintah dalam pencegahan, pengawasan dan penindakan korupsi. Korupsi itu memang dapat meruntuhkan kredibilitas pemerintah di mata rakyat. Korupsi dapat merendahkan rasa hormat rakyat kepada pemerintah. Korupsi menghambat pembangunan. Korupsi itu merugikan negara. Maka patutlah pemerintah berupaya untuk menindak tegas perbuatan korupsi yang amat merusak itu.

Sementara pemerintah telah menunjukkan sikap tegasnya untuk memberangus korupsi, muncul suatu kasus dari Pusat Penelitian Nuklir Yogya (PPNY) – Badan Tenaga Atom Nasional Yogya (Batan Yogya). Enam anggota pegawai PPNY itu, tiga tahun lalu, melaporkan adanya korupsi, manipulasi atau penyelewengan di PPNY itu. Kejaksaan Tinggi Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
sempat mengusut kasus itu. Beberapa instansi yang berwenang juga mengusut kasus itu. Kemudian, keenam pegawai PPNY yang melaporkan kasus itu, dipecat, setelah sekian lama tidak diperkenankan memasuki kompleks PPNY.

Ditulis di Jakarta Rabu 27 Juni 1990 dan diterbitkan sebagai Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan, Kamis 28 Juni 1990.

Kasus itu mencuat ke permukaan setelah keenam pegawai itu menyampaikannya kepada DPR. Dewan Perwakilan Rakyat - yang tak jarang diragukan kemampuannya memperjuangkan aspirasi rakyat - ternyata amat tanggap. Para wakil rakyat itu minta agar kasus korupsi atau manipulasi administrasi di PPNY itu diselesaikan secara proporsional dan tuntas. Jangan dibiarkan mengambang sehingga mengganggu rasa keadilan dalam masyarakat.

Pernyataan wakil rakyat itu mengedepan, sebab ada pihak yang bersilat lidah menyebut kasus di PPNY itu bukan korupsi melainkan hanya manipulasi administrasi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Katanya, manipulasi itu dilakukan bukan untuk memperkaya diri.

Padahal, sesungguhnya siapa pun yang melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara harus ditindak berdasarkan UU Antikorupsi (UU 3/1971).

Adanya upaya suatu pihak untuk tidak mengklasifikasikan penyelewengan di PPNY itu sebagai perbuatan korupsi sedikit banyak memperkuat anggapan adanya ambivalensi sikap pencegahan, pengawasan dan penindakan korupsi. Yang secara langsung atau tidak langsung pada gilirannya memengaruhi pula pandangan masyarakat tentang sikap tegas pemerintah dalam pencegahan korupsi.

Selain itu, banyak pengaruh buruk bila kasus PPNY ini tidak diletakkan pada proporsi yang tepat. Antara lain, pengaruh buruk kepada aparat pemerintah lainnya. Dimana kasus ini dapat menghancurkan keberanian orang untuk berpegang teguh pada norma-norma dan peraturan, pada nilai-nilai sopan santun dan kejujuran. Serta menghancurkan keberanian orang untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Dalam kaitan ini pula, kita perlu lebih memperluas pemahaman mengenai arti dan fungsi pengawasan melekat (waskat). Sebaiknya pengawasan melekat tidak hanya dimaksudkan berfungsi sebagai pengawasan atasan terhadap bawahan. Melainkan juga berfungsi pengawasan bawahan terhadap atasan. Sehingga dengan demikian bawahan tidak perlu dihantui ketakutan akan dipecat bila melaporkan penyelewengan yang dilakukan atasannya. Jaminan keadilan tentang hal ini kiranya harus dikedepankan.

Maklumat-maklumat keterbukaan yang sudah berdengung di negeri ini, kiranya juga dapat diterjemahkan para bawahan dalam setiap kali ia melaksanakan tugas sebagai abdi masyarakat, bangsa dan negara. Mereka perlu diberi keberanian dan jaminan untuk jujur dan terbuka demi kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Maklumat keterbukaan yang ditandai dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
: "Katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah", tidak hanya milik Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
tetapi milik semua, termasuk para pegawai bawahan. Istilah remaja untuk ini: Katakan sejujurnya. Barangkali ungkapan ini bisa kita lanjutkan lagi : Kejujuran itu indah!

Maka kita pun ingin mengulang pesan yang disampaikan para wakil rakyat yang di DPR itu, agar kasus korupsi di PPNY itu dituntaskan. Sementara keenam pegawai yang terlanjur dipecat itu dapat direhabilitasi. Dengan demikian, inilah suatu pernyataan bahwa siapa pun yang melakukan penyelewengan baik untuk memperkaya diri maupun orang lain harus ditindak tegas. Sehingga tidak ada sikap mendua dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Itulah pesan dan harapan kita.

Ditulis di Jakarta Rabu 27 Juni 1990 dan diterbitkan sebagai Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan, Kamis 28 Juni 1990. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Arsip Opini TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 05 May 2013  |  Pembaharuan terakhir 06 May 2013
Pembubaran Ormas Anarkis Memacu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: