WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Implikasi Tantangan Ekonomi

Upah Murah Ketinggalan Zaman


Upah Murah Ketinggalan Zaman
Ch. Robin Simanullang | Ensikonesia.com | Wilson

Oleh Ch. Robin Simanullang

SIB 11-10-1988: Kehadiran futurolog Dr. Alvin Toffler ke Indonesia menarik perhatian banyak kalangan. Alfin Toffler penulis buku terkenal Future Shock, The Third Wave dan Premises itu mengemukakan bahwa dunia sekarang ini sudah menuju gelombang ketiga (zaman informasi). Sehingga semua proses pembangunan sudah mengarah kepada era itu. Bila tidak, negara berkembang yang bersangkutan akan terus ketinggalan dan semakin jauh ketinggalan karena proses gelombang ketiga itu berlangsung amat cepat meninggalkan gelombang kedua yakni masa industrialisasi.

Alvin Toffler mengemukakan banyak 'nasehat' mengenai strategi pembangunan negara-negara sedang berkembang. Ia berbicara soal tenaga kerja murah yang tidak berperan (relevan) lagi pada zaman informasi ini. Upah murah sudah ketinggalan zaman. Ia bilang, negara berkembang harus menganalisa sendiri kekuatannya sendiri, jangan hanya mencontoh proses kemajuan negara lain. Harus berani menentukan sendiri pola pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan sendiri dan perkembangan di masa depan.

Banyak hal yang dikemukakan Alvin Toffler, yang mungkin berguna bagi kita sebagai bahan kajian alternatif. Namun yang jelas, kita harus tegak dengan pola dan strategi pembangunan kita sendiri yang didasarkan pada sistem nilai dasar dan cita-cita bangsa, yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan dan kondisi nyata.

Mungkin kita pun tidak luput dari kekeliruan dalam merencanakan dan melaksanakan pola dan strategi pembangunan yang setiap tahun disepakati dan ditetapkan dalam GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara). Oleh karena itu, kita juga harus terbuka. Terbuka kepada kritik dan saran, termasuk saran Alvin Toffler tersebut.

Ditulis di Jakarta 10 September 1988 dan diterbitkan sebagai Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan, 11 September 1988, di bawah judul Implikasi Tantangan Ekonomi.

Alvin Toffler memberi gambaran tentang ancaman ketertinggalan negara-negara sedang berkembang pada masa depan. Baiklah itu sebagai rangsangan agar kita memulai merenungkan kemungkinan ancaman itu dengan pemahaman kondisi nyata kita. Artinya, tidak hanya berpegang kepada teori dan gambaran Alvin Toffler tentang gelombang ketiganya.

Kondisi nyata pembangunan ekonomi kita saat ini, tidak terlalu menguntungkan bila kita lihat dari tekad tahapan sasaran lepas landas yang akan diraih setelah Repelita V dan VI. Benar, Pelita I sampai IV telah membuahkan hasil, antara lain, laju pertumbuhan ekonomi kita di atas 6% dan pendapatan perkapita kita naik. Namun masih ada suatu ancaman yang kita hadapi, sebagaimana juga dikemukakan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
pada pidato kenegaraan 16 Agustus 1988, yakni ancaman atas semakin melebarnya jurang (gap) antara yang kaya dengan yang miskin.

Dalam pada itu, setelah kita menikmati dan melampaui zaman keemasan minyak 1970-1981 di mana kita bisa meraih laju pertumbuhan ekonomi rata-rata 7% per tahun, kita pun berhadapan dengan situasi ekonomi dunia yang tidak menentu (resesi) serta anjloknya harga minyak dengan fluktuasinya yang sering tak terduga. Kita berhadapan dengan periode masa sulit. Dalam kondisi ini, amat terasa betapa kuatnya faktor eksternal memengaruhi perekonomian dan proses pembangunan kita.

Tantangan atau kesulitan itu, masih terpampang dan akan menghadang hingga jauh di hadapan pada Repelita V dan VI nanti. Belum jelas tampak keadaan yang makin membaik. Walaupun berbagai upaya untuk mengompensasi dan mengantisipasi sudah dilakukan. Karena memang faktor eksternal masih sangat memengaruhi, di samping faktor internal.

Dalam kondisi kuatnya gelombang tantangan ekonomi itu, suatu hal yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana tantangan kesulitan ekonomi itu tidak menimbulkan gejolak sosial dan politik.

Kita, sebagaimana juga banyak kalangan menguatirkan, bahwa gejolak sosial politik mungkin bisa terjadi jika kesulitan itu semakin sulit dan berkepanjangan. Namun suatu hal yang sangat menarik perhatian adalah situasi Pemilu 1987 yang berjalan lebih tertib, lancar dan aman serta dilaporkan lebih baik. Kekuatiran akan hasil Pemilu yang diduga (prediksi) akan mengungkap rasa ketidakpuasan rakyat, ternyata tidak terbukti.

Keadaan ini memberi gambaran kepada kita bahwa masyarakat tampaknya sudah dapat memahami penyebab kesulitan itu adalah faktor eksternal, resesi ekonomi dunia. Juga menggambarkan bahwa tampaknya masyarakat optimis pemerintah akan mampu mengatasi kesulitan itu. Kemungkinan keyakinan itu timbul karena masyarakat melihat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kesulitan itu. Seperti, langkah deregulasi dan debirokratisasi, langkah pengawasan yang semakin dimantapkan untuk mencegah segala bentuk penyelewengan, juga beberapa kebijakan moneter yang tidak terlalu memberatkan rakyat.

Hal yang kita sebut terakhir ini, perlu mendapat perhatian pemerintah dalam langkah-langkah kebijaksanaan berikutnya untuk mengatasi kesulitan ekonomi. Kiranya untuk tidak sampai mengundang timbulnya gejolak sosial dan politik perlu menghindari suatu kebijakan, apalagi tindakan pragmatis, yang langsung memberatkan beban ekonomi masyarakat banyak. Misalnya, dengan menaikkan tarif listrik, mengurangi subsidi BBM (menaikkan harga BBM dalam negeri).

Masalah lapangan kerja juga suatu hal yang amat erat pengaruhnya dengan masalah ini. Maka perlindungan kepada sektor informal sebagaimana sudah pernah digagasi perlu dimantapkan realisasinya. Mengenai saran Alvin Toffler tentang tenaga kerja murah tidak zamannya lagi, baiklah itu mendapat perhatian baik dalam program jangka pendek maupun jangka panjang, yang secara bertahap, berangsur, juga harus kita mulai.

Ditulis di Jakarta 10 September 1988 dan diterbitkan sebagai Tajuk Rencana Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Medan, 11 September 1988, di bawah judul Implikasi Tantangan Ekonomi. Penulis: Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
| Arsip TokohIndonesia.com

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 22 Apr 2013  |  Pembaharuan terakhir 01 May 2013
Pembuktian Terbalik Dalam Kasus Korupsi Kejujuran Yang Bohong

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Kita akan mengetahui tentang masalah pembagian harta warisan berserta hal-hal lain di dalamnya yang masih bersangkutan dengan masalah harta warisan. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh yang memudahkan pembaca untuk mengetahui, mempelajari serta menerapkannya secara otodidak.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: