WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tembok Konstruksi Korupsi


Tembok Konstruksi Korupsi
Hendardi | Ensikonesia.com | matanews.com

Oleh Hendardi | Pemerintah dan aparat penegak hukum masih mewarisi banyak kasus korupsi yang menyedot perhatian publik. Apakah kelanjutan praktik korupsi tak bisa ditempatkan sebagai tantangan serius bagi pemerintah dan penegak hukum? Apakah program pemberantasan mafia hukum hanya berayun di permukaan?

Tokoh Terkait

Memberantas korupsi ibarat membentur tembok kukuh. Persoalannya, watak sistem yang korup bersumber dari sejarah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
dengan memorak-porandakan kekuatan sosial, yakni buruh dan petani, serta disusul kemerosotan politik golongan menengah Muslim perkotaan.

Pola patronase Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
menempati posisi dominan. Pola ini dibentuk lewat relasi politik, birokratis, dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
yang erat. Dengan kebijakan negara dan peraturan proteksionis, akumulasi ekonomi bergantung pada koneksi, lisensi, dan proyek pemerintah. Di era Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
patronase Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
melingkar di sekitar Cendana. Setelah reformasi, jaringan patronase ini menyebar luas ke parlemen dan lembaga negara lain serta ke tingkat lebih kecil mengikuti proyek otonomi daerah. Dengan cara ini, konstruksi ekonomi-politik yang busuk tak pernah meruntuhkan patronase bisnis.

Militer secara formal diakhiri sebagai kekuatan politik, tetapi secara informal tetap sulit menyentuh jaringan bisnisnya. Ia menyebar pula di dalam lapisan elite negara dengan kelompok preman. Beberapa kota besar ditandai dengan koneksi mereka dengan golongan agama.

Mereka terus mewarisi watak pemburu rente sehingga ekonomi biaya tinggi tak pernah berakhir. Semua tingkat birokrasi hingga keamanan berebut sumber investasi dan proyek demi akumulasi pribadi serta kelompok sehingga mereka lebih mirip sebagai predator.

Mereka terus mewarisi watak pemburu rente sehingga ekonomi biaya tinggi tak pernah berakhir. Semua tingkat birokrasi hingga keamanan berebut sumber investasi dan proyek demi akumulasi pribadi serta kelompok sehingga mereka lebih mirip sebagai predator.

Pemilu dan pilkada lebih tampak sebagai ajang perang iklan, atribut, dan bentuk citra lainnya ketimbang adu program yang konkret dan realistis. Mengiringi proses politik ini, kerap pula muncul dugaan politik uang.

Simak pula bagaimana pemerintah di daerah menghasilkan ribuan peraturan daerah yang dinilai bermasalah dan tumpang- tindih dengan UU. Banyak perda menggandakan pungutan pajak dan retribusi demi menggemukkan pendapatan asli daerah, tetapi tak sedikit yang menguap.

Watak bisnis lain yang juga bertahan adalah memungut keuntungan sebanyak mungkin dalam tempo singkat. Banyak pelaku bisnis lebih mementingkan kepentingan jangka pendek. Mereka berebut semua sumber daya dan mengabaikan masa depan.

Tantangan

Konstruksi korupsi seperti itu terlalu lembek dan hanya olesan bibir belaka jika dilawan dengan politik pencitraan. Pemerintah harus serius tak saja merealisasikan program pemberantasan mafia hukum, tetapi juga menata ulang politik ekonomi.

Pertama, politik antikorupsi harus dimulai dengan program politik-ekonomi yang serius mengikis patronase bisnis yang telah sangat mengganggu operasi bisnis dan investasi di Indonesia. Kolusi politik-bisnis dan pungutan tak masuk akal adalah penyebab biaya tinggi serta minimnya jaminan jangka panjang.

Persoalan itu tak bersifat kasus per kasus, melainkan sistemis. Politik, birokrasi, ataupun penegakan hukum menjadi rangkaian praktik busuk yang menghalangi jalannya kenyamanan bisnis. Elite negara dan politik serta berbagai kelompok lain mekar ibarat lapisan predator.

Kedua, program mengikis patronase bisnis dapat membantu perbaikan upah buruh karena, dengan itu pula, ekonomi biaya tinggi bisa dikembalikan bagi kesejahteraan buruh. Jika jaminan masa depan investasi terbuka, membeludaknya jumlah penganggur bisa ditekan.

Ketiga, program pemberantasan mafia hukum harus disusun dan direalisasikan secara serius. Pemerintah harus memerintahkan Kepala KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an Negara RI dan Jaksa Agung mengadopsi program ini untuk dijalankan. Setiap semester, kelemahan dan kegagalan harus dievaluasi. Campur tangan politik dalam penegakan hukum harus dikikis.

Keempat, sembari menghormati independensi penegak hukum dan kehakiman, DPR harus ikut memprioritaskan tekanan politik memberantas korupsi yang diamanatkan dalam penyelenggaraan negara yang bebas KKN. Parlemen perlu membentuk grup antikorupsi yang terus melakukan tekanan politik.

Kelima, partisipasi masyarakat memberikan tekanan politik atas sistem politik-ekonomi yang korup tak bisa dikesampingkan. Mereka tak terbatas pada LSM, mahasiswa, dan intelektual, tetapi juga kelompok yang paling dirugikan sistem korup. Opini TokohIndonesia.com | rbh

Penulis: HENDARDI, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute. Pernah juga diterbitkan Harian Kompas Kamis, 13 Januari 2011, dengan judul: Kikis Patronase Bisnis!


Ditayangkan oleh redaksi  |  Dibuat 30 May 2012  |  Pembaharuan terakhir 17 May 2013
Indonesia Dan Kemiskinan Dunia Peringatan Bagi Presiden

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Wastafel, selain fungsinya untuk mencuci tangan, wajah, atau benda kecil lainnya, ternyata juga dapat mempercantik tampilan interior rumah jika diatur dan dipikirkan dengan baik.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: