Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Visi Hatta Rajasa

8 Pandangan PAN Hadapi 2014


8 Pandangan PAN Hadapi 2014
Hatta Rajasa | Ensikonesia.com | wes

PENGANTAR: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Ir. Hatta Rajasa dalam pidato kebangsaannya pada temu kader PAN tingkat nasional di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (17/2/2013) mengemukakan delapan pandangan PAN untuk mewujudkan partai bernomor delapan itu memenangkan pertarungan politik 2014, baik Pemilu legislatif maupun presiden.

8(delapan) pandangan PAN tersebut, antara lain menyikapi pertarungan soal kapitalisme dan sosialisme. Memperjelas posisi PAN sebagai partai yang antineoliberalisme, antipasar, berusaha berpihak pada yang lemah, antikartel pangan, dan antipenguasaan sumber daya alam oleh kelompok tertentu. Posisi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Koordinator Perekonomian yang tengah dijabat Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
tampak mewarnai 8 pandangan tersebut. PAN yang berbasis dukungan pemilih mayoritas Muslim, juga tampak berusaha memantapkan diri menjadi partai yang multikultural dan multiagama.

Berikut selengkapnya 8 Pandangan PAN yang disampaikan oleh Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
tersebut:

Pertama: Kita perlu kebersamaan untuk mencapai tujuan. Semua yang membentuk Indonesia, semua yang menjadikan Indonesia, semua yang menjadi fondasi Indonesia harus tak bisa terusik eksistensinya oleh apapun, oleh siapapun di sepanjang dan semua zaman. Naskah pembukaan UUD 1945 dan Pancasila adalah elemen konstitusi Indonesia yang harus kita pertahankan dengan segala ongkos dan tantangannya.

Kedua: Indonesia adalah sebuah bangsa yang dibangun berdasarkan nasionalisme di atas konstruksi masyarakat multietnik dan multikultural. Itu berarti, Indonesia sesungguhnya dibentuk oleh dua hal beda yang menjadi satu yang tak terpisahkan yaitu nasionalisme dan multikulturalisme. Indonesia memerlukan nasionalisme sebagai dasar untuk membentuk nation state yang eksistensinya menjadi relevan karena hadirnya sentimen sejarah dan kehendak untuk bersatu mencapai cita-cita dan tujuan bersama. Sebaliknya Indonesia juga memerlukan ruang yang memungkinkan terpeliharanya rasa identitas dan kesetiaan kolektif, demi, dan untuk, atas nama Bhinneka Tunggal Ika.

Kita perlu kebersamaan untuk mencapai tujuan. Semua yang membentuk Indonesia, semua yang menjadikan Indonesia, semua yang menjadi fondasi Indonesia harus tak bisa terusik eksistensinya oleh apapun, oleh siapapun di sepanjang dan semua zaman. Naskah pembukaan UUD 1945 dan Pancasila adalah elemen konstitusi Indonesia yang harus kita pertahankan dengan segala ongkos dan tantangannya.

Ketiga: Indonesia tengah mengalami megaperubahan. Desentralisasi harus menjadi kata kunci membangun negara kita. Kita mengalami perubahan di tiga wilayah sekaligus. Di ruang negara, perubahannya berlangsung untuk memastikan adanya: 03.01: Pemisahan atau pembagian kekuasaan antara lembaga yudikatif, legislatif, dan eksekutif, guna menghindari dominasi kekuasaan di satu lembaga terhadap yang lainnya. 03.02: Penegasan oleh negara akan hak-hak dasar warga negara, kebebasan dan kemerdekaan berserikat, hak untuk memperoleh pelayanan dasar dan sejumlah hak sosial dan hak kultural lainnya. 03.03: Pembagian dan kekuasaan dan kewenangan diantara pusat dan daerah, haruslah bertujuan terlayaninya secara efektif pelayanan publik, good governance di semua lembaga publik.

Korupsi harus dijadikan musuh bersama sebagai bangsa ini. Di ruang pranata civil society, agenda perubahannya adalah melakukan transformasi sosial untuk menciptakan sejumlah kualitas yang menggambarkan hadirnya masyarakat dengan statuta sosial yang kuat, plural, terbuka, serta berkesediaan untuk saling membagi. Kehadiran demokrasi yang beretika dan bermartabat, menjadi keharusan. Kebebasan bukanlah tak terbatas, harus ada ruang untuk menghormati hak-hak orang lain. Demokrasi memang memerlukan partai politik yang tangguh, tapi juga memerlukan good civil society dan kita memerlukan the greatest man untuk mengawal perjalangan hidup bangsa ini.

Keempat: Di ruang pasar, agenda perubahannya tidak saja mendorong terjadinya pasar yang terbuka namun juga pasar yang adil. Not only a free market, but also a fair market. Tidak saja sebuah ekonomi yang berorientasi keluar, tapi juga ekonomi yang berorientasi ke dalam. Tidak hanya ekonomi yang mengejar pertumbuahan semata, namun juga pemerataan yang bersifat inklusif dan tidak hanya mempraktikkan ekonomi yang terbuka dan maju, namun juga ekonomi yang dapat menjamin kemandirian dan ketahanan pokok berdasarkan prinsip sustainable dan pembangunan yang berpihak pada pemerataan, mengurangi kemiskinan, dan pengangguran serta prinsip menjaga kelestaran lingkungan.

Perspektif kebangsaan dalam megaperubahan yang kita dorong terletak pada ownership, kepemilikan atas semua hak kemajuan yang telah kita capai tanpa kita terasing dalam perubahan itu sendiri. Dalam konteks inilah kita tidak percaya prinsip neoliberalisme dan pasar bebas karena cenderung tidak menghadirkan keadilan. Sebuah mekanisme pasar, yang tidak mampu mengontrol keserakahan. Pasar bebas tidak mampu memperbaiki distorsi pada dirinya, diperlukan kehadiran negara, untuk melindungi yang lemah, untuk melindungi yang tidak mampu, tidak hanya berpihak pada yang kuat. Keadilan harus dihadirkan bagi semua.

Kelima: Keadilan seosial bagi seluruh rakyat indonesia. Justice for all harus kita wujudkan. Tidak boleh lagi terjad ketimpangan dan ketidakadilan. Anugerah sumber daya alam yang disediakan oleh Allah SWT harus dinikmat bersama-sama, bukan hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu saja. Kita tak boleh mendiskriminasi kelompok suku, etnik, daerah, maupun agama. Kelompok besar tidak boleh memonopoli penguasaan sumber daya alam, pengabaian terhadap prinsip-prinsip fundamental ini akan mengakibatkan munculnya dan berkembangnya ketidakharmonisan yang bisa berujung pada disintegrasi nasional.

Tak mungkin kita biarkan kemiskinan justru ada pada sumber-sumber kekayaan alam yang tersebar di bumi Indonesia. Tak mungkin kita biarkan ketidakadilan, penguasaan lahan persawahan. Tak mungkin kita biarkan hukum tanpa keadilan, tak mungkin kita biarkan korupsi terus menjadi menyengsarakan rakyat, tak mungkin kita biarkan nelayan tak berlayar dan tak bisa melaut, petani tak berdaya oleh pangan impor, petani kita harus berkebun di tanahnya sendiri. Keadilan atas lahan harus kita wujudkan. Dan yang penting, tak boleh di bumi ini, kartel menguasai pangan yang merupakan hajat hidup orang banyak. Kita harus akhiri era upah buruh yang murah, sambil kita tetap menjaga iklim usaha yang sehat.

Keenam: Membangun kemandirian bangsa secara konsisten. Kemandirian bangsa harus dimaknai sebagai kemampuan dan ketahanan yang dimiliki oleh bangsa tersebut untuk tetap bersaing secara global. Kita harus mampi mengambil peran-peran strategis dan dominan dalam setiap kompetisi yang ada. Melalui peran-peran strategis dan dominan itulah posisi tawar bangsa kita semakin diperhitungkan. Untuk mewujudkan sebuah negara yang mandiri harus memiliki daya saing yang tinggi melalui pendekatan sumber daya manusia, kreativitas dan inovasi dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Keduanya adalah variabel penting dalam proses transformasi sosial yang sangat menentukan ciri, tatanan, dan struktur ekonomi, sosial budaya, dan politik di masa depan. Kreativitas dan inovasi ini merupakan esensi fundamental dalam meningkatkan daya saing bangsa. Sebuah bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu menghidupkan kehidupannya sejajar dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain di belahan bumi.

Ketujuh: Kita memerlukan kaji ulang terhadap cara kita mengelola kekayaan alam. Tidak boleh sumber-sumber kekayaan alam dikelola oleh sekelompok orang tertentu saja. Keadilan harus ditegakkan. Renegosiasi kontrak yang tidak adil harus kita lakukan. Hak-hak negara berupa royalti, divestasi, nilai tambang, dan keikutsertaan peran masyarakat harus diwujudkan. Kita harus menghentikan ekspor bahan mentah karena hanya akan membuat bangsa kita menjadi lemah. Kita harus membangun industri-industri untuk memproses bahan mentah menjadi bernilai tambah, disamping meningkatkan lapangan kerja juga membangun kemandirian bangsa.

Tidak mungkin kita biarkan negara kita tergantung pada negara lain secara absolut. Kita harus membangun kedaulatan dan swasembada pangan. Sejarah mencatat, tidak ada negara yang unggul di dunia ini tanpa memilik kemandirian pangan. Kita harus berdaulat dan mandiri di bidang energi, kita harus tingkatkan kesejahteraan petani, nelayan, buruh, TNI, POLRI, guru, dan PNS. Kita harus berantas korupsi, praktik-praktik politik dan ekonomi tidak sehat, kartel, mark-up, semua harus kita hilangkan. Momen yang tepat bagi bangsa ini untuk membenahi semuanya secara transparan dan akuntabel. Agar rakyat bisa diberikan keleluasaan untuk menikmati kehidupannya dengan baik.

Kedelapan: Pentingnya program perlindungan sosial. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah penting, akan tetapi menjaga agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial, juga amat penting. Untuk itu diperlukan program-program bantuan dan perlindungan sosial untuk melindungi dan memberdayakan masyarakat yang lemah. Strategi pembangunan untuk semua harus betul kita wujudkan. Negara harus hadir dalam program afirmatif untuk melindungi yang lemah. Kita bersyukur. Kita telah menghadirkan kredit usaha rakyat tanpa jaminan. PNPM Mandiri, beras untuk masyarakat miskin, program beasiswa, BOS, dan semua program-program perlindungan sosial tersebut harus kita kawal, karena begitu banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sehingga rakyat tidak dapat menikmati. Oleh karena itu, kita meminta kepada seluruh kader PAN untuk memberikan pengawalan kepada seluruh program-program perlindungan sosial di seluruh daerah Tanah Air kita. Visi TokohIndonesia.com | rbh

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 19 Feb 2013  |  Pembaharuan terakhir 08 Mar 2013

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: