WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Tamrin Amal Tomagola

Mengapa Negara Cuek?


Mengapa Negara Cuek?
Tamrin Amal Tomagola | TokohIndonesia.com | MI

Oleh Prof. Dr. Tamrin Amal Tomagola | Kepentingan keutuhan negara dan bangsalah yang sedang dipertaruhkan. Karena itu, entitas negara dan bangsa—beserta seluruh jajaran dan komponennya—harus tampil maksimal menghadapi musuh bersama: perusuh radikal-picik yang memorakporandakan ruang publik milik bersama warga.

Tokoh Terkait

Pihak yang paling terhina dan ternistakan harkat serta martabatnya dalam tiga bentrokan berdarah antarkelompok agama yang terjadi di Pandeglang, Temanggung, dan Bogor adalah negara dan bangsa Indonesia. Negara yang punya otoritas konstitusional mutlak di ruang publik, untuk apabila perlu menggunakan kekerasan secara sah dalam menegakkan ketertiban dan keamanan, ditampar pada siang bolong oleh segerombolan perusuh. Garuda pun terempas lemas.

Kebanggaan bernegara dan berbangsa Indonesia terkotori secara semena-mena oleh lumut kejumudan picik. Dampaknya tidak hanya mempermalukan dan meresahkan publik beradab nasional, tetapi juga nurani kemanusiaan internasional.

Negara harus berhenti berkilah bahwa inti permasalahannya adalah perbedaan pemahaman agama yang sudah buntu. Tentang hal ini serahkan kepada lembaga internal setiap umat beragama. Negara tidak boleh menerabas masuk ke ranah keyakinan keagamaan dan ideologi kelompok-kelompok dalam masyarakat. Demokrasi konstitusional menegaskan dan menjamin hak-hak dasar warga negara itu. Negara hanya bertindak, dan mutlak bertindak, apabila keamanan warga negara dan warga negara lain terancam ataupun ketertiban umum terganggu.

Pengaiban publik (public humiliation) yang mempermalukan negara dan bangsa ini akan terasa makin getir jika terungkap nanti bahwa sebetulnya ada tangan-tangan aparat merekayasa, baik langsung maupun tidak langsung, tiga bentrokan beruntun untuk menyelamatkan citra pemerintah yang terus kedodoran oleh tudingan sebagai "pembohong" oleh para tokoh agama pada minggu-minggu sebelum ketiga bentrokan berdarah itu.

Dengan terjadinya tiga kekerasan beruntun ini, arah tudingan telunjuk berbalik dari yang tadinya terarah kepada pemerintah sekarang ke arah masyarakat, khususnya kalangan umat beragama. Keadaan dibalik, bukan pemerintah yang bermasalah, tetapi atmosfer kerukunan antarumatlah yang bermasalah.

Sejumlah saksi di lapangan menuturkan kepada para Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
LSM, setidaknya ada tiga orang yang berhenti di satu tempat di Pandeglang sesudah penyerangan kompleks Ahmadiyah. Mereka menanggalkan atribut keagamaannya untuk meneruskan perjalanan ke arah Jakarta dalam pakaian sipil. Ditambah temuan awal Tim Komnas HAM (Kompas, 11/2) bahwa ada sejumlah kejanggalan, publik sulit mengabaikan kemungkinan keterlibatan kekuatan tertentu bergabung dengan perusuh.

Negara Tidak Peduli?

Mudah-mudahan dugaan sementara ini nantinya terbantahkan oleh saksi dan bukti yang lebih akurat meyakinkan pengadilan. Kalaupun kemudian sama sekali tidak terbukti tanpa keraguan secuil pun (beyond reasonable doubt) bahwa tidak satu pun anggota kekuatan strategis itu ikut, tetap saja negara—dalam hal ini pemerintahan SBY-Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
—masih harus wajib mempertanggungjawabkan mengapa aparat negara tidak antisipatif, siaga, dan mengerahkan kemampuan maksimal untuk menghalangi dan menghalau para perusuh secara telak tanpa kompromi.

Mengapa negara cuek, tidak peduli, pada saat ruang dan hak otoritas konstitusional mutlaknya direnggut begitu saja oleh para perusuh picik jahiliah ini?

Jantung permasalahan dari rentetan bentrokan antarumat sebetulnya tak terlalu terletak pada berseberangannya pemahaman keyakinan kenabian antara Ahmadiyah dan arus utama Islam ataupun ketidakrukunan antara kelompok Muslim dan non-Muslim. Bukan di situ. Namun, justru pada kegagalan dan bahkan pembiaran negara kepada gerombolan perusuh yang tidak saja menghakimi pemahaman keyakinan kelompok/umat lain, tetapi bahkan juga mengeksekusi mati penganut Ahmadiyah dan meluluhlantakkan rumah ibadah agama lain.

Sejak 2004 hingga 2011 sudah 2.500-an gereja dirusak, mayoritas terjadi di Jawa Barat. Karena itu, permasalahan tak semata-mata absennya kerukunan antarumat beragama. Ia telah berkembang menjadi masalah pencederaan kebangsaan dan kemanusiaan.

Kepentingan keutuhan negara dan bangsalah yang sedang dipertaruhkan. Karena itu, entitas negara dan bangsa—beserta seluruh jajaran dan komponennya—harus tampil maksimal menghadapi musuh bersama: perusuh radikal-picik yang memorakporandakan ruang publik milik bersama warga.

Negara harus berhenti berkilah bahwa inti permasalahannya adalah perbedaan pemahaman agama yang sudah buntu. Tentang hal ini serahkan kepada lembaga internal setiap umat beragama. Negara tidak boleh menerabas masuk ke ranah keyakinan keagamaan dan ideologi kelompok-kelompok dalam masyarakat. Demokrasi konstitusional menegaskan dan menjamin hak-hak dasar warga negara itu. Negara hanya bertindak, dan mutlak bertindak, apabila keamanan warga negara dan warga negara lain terancam ataupun ketertiban umum terganggu.

Solusi

Ada beberapa langkah dan upaya mendesak yang perlu dilakukan negara dan pemerintahan SBY-Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
. Pertama, cabut SKB tentang pendirian rumah ibadah dan segera memulai naskah RUU tentang penanggulangan teroris umat beragama dan sekaligus perlindungan kelompok minoritas keyakinan dan agama. Ingat, indikator paling tajam dari kesuksesan suatu sistem demokrasi-konstitusional adalah apabila sistem mampu/berhasil melindungi kaum minoritas apa pun.

Kedua, bubarkan Badan Koordinasi Pemantauan Ajaran Kepercayaan/agama yang dianggap sesat. Vonis sesat hanya bisa dijatuhkan oleh Tuhan dan lembaga agama yang bukan pelat merah. Ketiga, untuk kesekian kali diusulkan agar KeKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an Negara RI dibangun sepenuh hati. Harus dipastikan bahwa baik jajaran keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an nasional maupun daerah tidak terkontaminasi kepentingan politik rezim nasional ataupun daerah. Keempat, KPU dan KPUD mengupayakan semaksimal mungkin agar isu SARA tidak dieksploitasi demi meraup suara.

Akhirnya, segera memproses gerombolan perusuh yang tergabung dalam suatu ormas tertentu untuk segera dibekukan sebagai tahap awal menuju pembubaran lewat keputusan pengadilan, baik yang terdaftar di tingkat nasional maupun di daerah. Gerombolan perusuh yang tidak tergabung dalam ormas tertentu dan tidak terdaftar agar dinyatakan sebagai organisasi terlarang yang diharamkan di bumi Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika dan berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Semoga SBY-Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
kali ini bisa tampil sebagai negarawan yang patut dihormati dan dikenang warga negara. Opini TokohIndonesia.com | rbh

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA

Prof. Dr. Tamrin Amal Tomagola, Sosiolog dari Universitas Indonesia. Pernah diterbitkan di Harian Kompas, Sabtu, 12 Februari 2011 di bawah judul: Garuda Pun Terempas.


Ditayangkan oleh redaksi  |  Dibuat 08 Jul 2011  |  Pembaharuan terakhir 17 May 2013
Hukum Ada Tapi Tiada Saleh Afiff Sebuah Kata Kerja

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Berbagai persoalan bangsa dan khususnya TNI diulas - masalah integritas bangsa, proses reformasi, demokratisasi yang bergulir hampir tanpa kawalan nilai-nilai keindonesiaan, serta jatidiiri dan profesionalisme TNI.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: