WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bicara Kepemimpinan Bangsa


Bicara Kepemimpinan Bangsa
Franz Magnis-Suseno | TokohIndonesia.com - atur

Kepemimpinan yang bagaimana yang bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik? Menurut Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia, dia harus demokratis, inklusif dan punya komitmen pada solidaritas bangsa serta mampu memproyeksikan sebuah misi bagi seluruh bangsa.

Tokoh Terkait

Menurut, pastor yang sering dijuluki "Kasman" atau bekas Jerman yang sangat Indonesianis, ini kita perlu seorang pemimpin yang memang mampu memimpin, melihat manakah tantangan, dan ke manakah kita harus berjalan. Ia juga mampu memproyeksikan sebuah misi bagi seluruh bangsa.

Jadi, tidak cukup dia sendiri tahu, dia sendiri mengambil keputusan yang tepat. Tetapi, sebetulnya dia harus menyemangati bangsa, apalagi bangsa yang terpuruk supaya tidak terus sibuk dengan masalahnya sendiri. Perlu dilihat, kami dipimpin ke masa depan yang menjanjikan, dan itu sangat penting. Mengenai substansi, tentu seorang pemimpin sekurang-kurangnya harus mempunyai tiga keyakinan yang kemudian menjadi prakteknya.

Berikut petikan wawancara Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.Com Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Pemimpin Redaksi Tokoh Indonesia
Ch. Robin Simanullang
dan Marjuka Situmorang dengan Romo Franz Magnis-Suseno, SJ berlangsung pada Senin, 21 Juni 2004 di kantor STF Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat DriyarkaraDriyarkara, Jakarta.

Tokoh Indonesia (TI): Indonesia hendak menuju Pemilihan Umum. Menurut Romo, kepemimpinan yang bagaimana yang bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik?

Memang, saya kira ini pertanyaan yang cukup penting sebetulnya. Kita perlu seorang pemimpin yang memang mampu memimpin. Dan, itu berarti dia melihat manakah tantangan, dan ke manakah kita harus berjalan. Ia juga mampu memproyeksikan sebuah misi bagi seluruh bangsa.

Jadi, tidak cukup dia sendiri tahu, dia sendiri mengambil keputusan yang tepat. Tetapi, sebetulnya dia harus menyemangati bangsa, apalagi bangsa yang terpuruk supaya tidak terus sibuk dengan masalahnya sendiri. Perlu dilihat, kami dipimpin ke masa depan yang menjanjikan, dan itu sangat penting. Mengenai substansi, tentu seorang pemimpin sekurang-kurangnya harus mempunyai tiga keyakinan yang kemudian menjadi prakteknya.

Pertama, dia harus yakin demokratis. Jadi, dia tidak boleh kembali ke Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
. Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
lah yang menghasilkan situasi politik sekarang. Jangan dilupakan, bukan reformasi. Tapi, keterpurukan ekonomi dan perpecahan itu di bawah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
. Jadi yang pertama, dia harus demokratis.

Yang kedua, dia harus inklusif. Jadi, seluruh bangsa diterima. Dia harus yakin betul bahwa Indonesia hanya bisa bersatu, dan hanya bisa berdamai, kalau semua bisa kerasan di rumah Indonesia. Itu, secara konstitusi dan undang-undang, negara tidak boleh ditata secara eksklusif menurut cita-cita salah satu kelompok, lalu akan mengasingkan yang tidak termasuk dalam kelompok itu, dan menimbulkan kekerasan, mengancam kesatuan Indonesia, dan Indonesia tidak akan utuh selamanya sebab hanya atas dasar paksaan. Jadi, perlu keyakinan akan nilai Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta 1998-2005
Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta 1998-2005
pluralisme
dan Indonesia kenapa inklusif, itu yang kedua.

Yang ketiga, yang mungkin paling penting dan sangat rawan, adalah komitmen pada solidaritas bangsa khususnya solidaritas dengan masyarakat sederhana dan masyarakat miskin. Yang saya anggap paling berbahaya, kalau orang kecil masyarakat mendapat kesan bahwa negara ini surga bagi orang-orang kaya. Jadi, rakyat harus merasa bahwa itu negara kita, bahwa kami orang sederhana betul-betul menjadi perhatian pemerintah.

Kan, rakyat Indonesia itu sebetulnya sehat cemerlang. Dalam arti, bahwa dia tidak pernah menuntut kerugian, dia tidak menuntut cara hidup seperti orang yang di atas, dia tidak menuntut suatu kesamaan total. Tetapi yang tentu dia harapkan, bahwa mereka yang hidup kaya raya tidak menghancurkan jasa-jasa jerih orang kecil.

Jadi, misalnya masalah tanah negara, tidak boleh dipecahkan dengan membuldozer rumah-rumah orang kecil yang membangun di situ. Karena negara tidak menyediakan kesempatan bagi mereka membangun rumah sederhana di tempat yang legal. Kalau malah mereka dibuldozer, itu keji, dalam pandangan saya dan dalam pandangan mereka. Kan, tidak sedemikian mahalnya untuk mengganti rugi, misalnya kalau tanah itu betul-betul mau dipakai. Nah, bagi saya ini sebetulnya kunci.

Lalu, saya melihat tiga hal tersebut, dan masalah yang lain, tidak akan ditangani kalau korupsi jalan terus. Karena, korupsi itu berarti, bahwa semua melihatnya dari sudut money politics, keuntungan. Lalu sudah tidak ada keikhlasan, kejujuran, kebebasan dari pamrih yang kita tuntut. Jadi, pemberantasan korupsi adalah syarat supaya tiga hal terpenting itu bisa terlaksana.

TI: Tentang korupsi, dari mana memulai pemberantasannya dan bagaimana caranya, menurut Romo?

Saya kira itu hanya bisa berhasil kalau itu betul-betul datang dari atas. Dan, dari atas bagi saya berarti dua. Pemerintah, tentu dengan pimpinan Presiden secara pribadi yang harus betul-betul committed, dan DPR.

Jadi, mestinya, Presiden baru dengan DPR baru, menyadari bahwa korupsi perlu ditindak. Dan mereka, bersama-sama membuat semacam kontrak, yang tidak perlu tertulis, bahwa akan diberantas.

Misalnya pemerintah menyediakan, bukan hanya tidak dia sendiri tidak korup, dan menghilangkan semua kesan korup. Semua hubungan keluarga berbau kesan korup harus diakhiri. Tetapi, dia juga memberdayakan semua unsur institusional mulai dari Kejaksaan, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sebagainya supaya mereka itu sepenuhnya menjalankan.

Dan DPR, bersedia memotong keterikatannya dengan yang lain. Mereka semua masih terikat, karena menjadi legislator itu mahal. Belum tentu korupsi, tapi mahal, tentu ratusan juta rupiah setiap orang. Tapi kalau mereka mau bersatu, mereka bisa mengakhiri itu. Sehingga, tidak setiap legislator sebetulnya hanya memikirkan bagaimana duitku kembali, dan bagaimana aku mendapat untung, karena itu terjadi sudah terlambat.

Nah, di situ harus ada semacam semangat bersama. Tetapi, supaya itu terjadi semestinya ada tekanan dari civil society. Dan itu tidak cukup hanya LSM. LSM itu lemah, tidak semua menerima. Tetapi organisasi besar, terutama organisasi agama, misalnya Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
dan Gereja-Gereja, syukur kalau juga NU.

Kalau civil society betul-betul menuntut, momentum DPR baru dengan Presiden baru, sebetulnya bisa menciptakan sinergi mulai dari atas. Saya tidak melihat jalan lain. Kalau itu sudah satu tahun belum terjadi, ya, saya akan pesimistis. Kita tantang selama satu tahun itu mulai. Tapi, masih akan lama. Pemerintah juga harus menyadari bahwa tindakan itu akan sepenuhnya didukung oleh rakyat.

TI: Ada masalah dengan civil society tadi. Semua masyarakat Indonesia beragama rajin ke mesjid rajin ke Gereja tapi korupsi terus berlangsung, dan mendapat tempat terhormat di Gereja maupun di mesjid?

Nah, ini, kalau agama-agama tidak menyadari bahwa berkorupsi merupakan suatu dosa yang mungkin lebih besar daripada tidak ke Gereja dan tidak ke mesjid. Jadi, memang, di agama-agama perlu ada juga semacam perdebatan. Jangan hanya melihat ritualisme dan formalisme.

Sebagai orang Kristen, ya saya selalu akan mengacu kepada yang dikatakan Yesus tentang pengadilan terakhir di Injil Matius bab 25, dimana kriteria orang masuk surga adalah apakah dia menunjukkan hati dan tangan terbuka bagi saudara yang menderita dan ditinggalkan. Itu kriterianya. Dia tidak bertanya, apa kamu seorang kristen yang baik, apa kamu dibaptis, dan sebagainya, apa kamu berdoa.

"Tetapi ketika Aku lapar, haus, dipenjara, sakit, kamu tidak bantu Aku." Lalu, mereka akan bertanya, kapan kita bertemu. Lalu, yang paling menentukan adalah, "Apa yang kau lakukan pada saudara-Ku yang paling kecil ini, adalah kau lakukan pada-Ku, dan apa yang kau tidak lakukan pada saudara-Ku yang paling kecil ini, tidak kau lakukan pada-Ku."

Itu, kan berarti bahwa Yesus mengatakan, setia pada Aku, Yesus, itu tidak mesti terhadap, mesti mengetahui nama Yesus. Mereka kan tidak tahu ketemu Yesus. "Kalau kamu bantu orang miskin, kamu adalah orang-Ku". Dan, belum tentu kamu tahu nama Yesus, dan sebagainya, tetapi tahu berbuat sesuatu bagi orang itu. Nah, ini, kalau orang Kristen melihat itu ya sudahlah…. ? hp-ms

*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 4 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »

Ditayangkan oleh cross  |  Dibuat 21 Jun 2004  |  Pembaharuan terakhir 11 Aug 2012
Menggugat Pembohongan Publik Tim Pak Beye Belum Berhasil

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Lewat buku ini, pembaca bisa lebih mengerti perihal silsilah yang berada di dalam kitab Kejadian.

Catatan Tuhor.com: Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa petinggi Kristen terkemuka dan pimpinan gereja-gereja yang ikut merekomendasikan buku ini. Penulisnya, Pdt. Abraham Park mengaku sudah membaca Alkitab sebanyak 1800 kali.

 

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: