A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 

 


 
WARTAWAN  
TOKOH PERS  
   

 

a - z

Adam Malik^

Albert Situmorang (1951-2004)

Andi Abdul Muis (1929-2005)

Ani Idrus^

Annie Bertha Simamora^

Atang Ruswita

August Parengkuan

► BM Diah

Dahlan Iskan

Djafar H Assegaf

► GM Pangggabean

Goenawan Mohamad

Herad Tidar (1939-2004)

Herawati Diah

Inke Maris

Jacob Oetama

Jusuf Ronodipuro, M

Lazarus Eduard Manuhua^

Mahtum Mastoem (1949-2006)

Maria Margaretha Hartiningsih

Maruasas Henry Purba (1968-2007)

Mochtar Lubis
Mohammad Said, H

Nasruddin Hars (1942-2005)

PK Ojong (1920-1980)

Ramadhan KH (1927-2006)

Richard Susilo

Rorimpandey, Hendrikus Gerardus (HG)

Rosihan Anwar
Rumhardjono (1939-2007)

► Sabam Siagian

Sasongko Soedarjo (1968-2007)

Siregar, RH (1932-2008)

Soebagijo IN

Sumita Tobing

Surya Dharma Paloh
Titie Said

Trimurti, S.K.
► Tuan Manullang

Valens Gowa Doy (1944-2005)

 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Ketua Umum:
Drs. Tarman Azzam
Dewan Pers Building, 4th Floor
Jl. Kebon Sirih No. 32-34
Jakarta Pusat 10110
Phone Number : 62-(021)-3862041
62-(021)-3453131
Fax Number : 62-(021)-3453175


Doktor HC Jakob Oetama

Tawarkan Jurnalisme Damai

Jakob Oetama, Pemimpin Umum Harian Kompas dan Chief Executive Kelompok Kompas-Gramedia, melampiaskan keharuannya pada saat Universitas Gadjah Mada, Kamis, 17 April 2003, secara resmi memberinya anugerah kehormatan berupa gelar Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi. Dia adalah salah satu raksasa jurnalis di negeri ini yang menawarkan jurnalisme damai.

 

S.K. Trimurti

Wartawan Tiga Zaman

Nama S.K. Trimurti begitu melegenda dalam dunia jurnalisme Indonesia. Dia adalah wartawan senior yang hidup tiga zaman. Pada zaman penjajahan Belanda pernah menjalani hidup di bui (1936-1943) karena idealisme dan karya jurnalistiknya. Bahkan, dia harus melahirkan anak keduanya di lorong penjara ketika itu.

 

Annie Bertha Simamora^

Wartawati Senior yang Kritis

Wartawati senior, Annie Bertha Simamora, yang dikenal kritis dalam sejumlah tulisan dan pandangannya meninggal dunia pada usia 62 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin 11/8/03 pukul 11.30. Annie meninggal setelah dua tahun menderita penyakit paru-paru dan sempat dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura. Terakhir ia menjabat sebagai anggota Dewan Redaksi Harian Sore Sinar Harapan.

 

H. Mohammad Said (In Memoriam)

Wartawan dan Sejarawan Otodidak

Seorang jurnalis, politikus dan sejarawan handal. Sempat membuka praktek kantor pengacara tanpa diploma (zaakwaarnemer) yang umumnya membantu masyarakat yang dirugikan golongan the haves dan rentenir. Menerima beberapa penghargaan baik sebagai wartawan maupun sejarawan. Ia hanya tamatan sekolah rendah, namun pengetahuan dan wawasannya amat luas. Ia seorang otodidak tulen.

 

Ani Idrus (In Memoriam)

Pendiri Harian Waspada

Ani Idrus wartawati senior yang lahir di Sawah Lunto, Sumatera Barat, 25 November 1918, mendirikan Harian Waspada bersama suaminya H. Mohamad Said tahun 1947. Ia wafat di Medan, 9 Januari 1999 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Thamrin - Medan. Terakhir ia menjabat Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian WASPADA dan Majalah Dunia Wanita, Medan.

 

HG Rorimpandey  (In Memoriam)

Perintis Pemilikan Saham Karyawan Pers

Hendrikus Gerardus (HG) Rorimpandey (80 tahun), tokoh pers nasional, pendiri harian sore Sinar Harapan dan perintis pemilikan saham karyawan pers yang juga pejuang kemerdekaan, meninggal dunia Jumat (15/11/02) pukul 08.05 pada usia 80 tahun di RS Medistra setelah mengalami kehilangan kesadaran pada Jumat dini hari.

 

Herad Tidar (1939-2004)

Mantan Wartawan "Pembaruan"

Mantan wartawan Suara Pembaruan Herad Tidar menghembuskan napas terakhirnya di RS Pluit, Jakut, Selasa 17 Agustus 2004 pukul 18.30 WIB, karena menderita sakit kanker lambung. Pria kelahiran Makassar, 12 Mei 1939 itu meninggalkan seorang istri Frida Nirmala Tidar dan tiga orang anak, Maria, Ruben, dan Sarah.

 

Djafar H. Assegaff

Wartawan Tak Kenal Pensiun

Ia seorang wartawan senior Indonesia yang telah mengecap asam garam ‘kuli tinta’. Sejak masih pelajar hingga usia kepala tujuh, ia mengabdi dalam dunia jurnalistik. Mantan Redaktur Politik Harian Indonesia Raya (1956-1959) ini, sejak 2002 masih menjabat sebagai Wakil Pimpinan Umum Harian Media Indonesia. Menurutnya, tidak pernah ada kata pensiun untuk seorang wartawan.

 

August Parengkuan

Generasi Pertama Kompas

Dia reporter harian Kompas generasi pertama yang berhasil mencapai karir tertinggi sebagai pimpinan di Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Padahal awalnya, pria berdarah Manado kelahiran Surabaya 1 Agustus 1943, ini berangkat dari Makassar (1963) menuju Jakarta menjumpai paman yang bekerja di Deplu, ingin masuk Akademi Dinas LN.

 

Maruasas Henry Purba (1968-2007)

Dedikasi Lebihi Panggilan Tugas

Tokoh Indonesia dan Berita Indonesia kehilangan seorang wartawan terbaik yang mendedikasikan diri melebihi panggilan tugasnya. Maruasas Henry Purba, SH, yang meski baru dua bulan secara penuh memutar roda redaksional sebagai Koordinator Liputan, kehadirannya ibarat lilin di tengah kegelapan.

 

Atang Ruswita^

Beribadah untuk Dunia Pers

Wartawan senior, pemimpin umum Harian Pikiran Rakyat, Atang Ruswita (70) meninggal dunia Jumat 13 Juni 2003 di RS Hasan Sadikin, Bandung karena gangguan paru-paru. Anggota Dewan Pers kelahiran Batujajar, Kab. Bandung, 26 April 1933 ini dikenal sebagai seorang pekerja keras yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk ‘beribadah’ mengembangkan dunia pers. Ia seorang kawan, bapak, sekaligus guru bagi wartawan Indonesia.

M. Jusuf Ronodipuro (1919-2008)

Pemberita Pertama Proklamasi

Dia adalah angkasawan RRI yang sarat dengan peristiwa heroik. Pria kelahiran Salatiga, 30 September 1919 itu adalah salah seorang pendiri RRI ketika zaman revolusi masih bergolak. Pemberita pertama Proklamasi 17 Agustus 1945, ini meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Minggu 27 Januari 2008.

 

RH Siregar (1932-2008)

Pengawal Kode Etik Jurnalistik

Dunia pers Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaiknya, Robinson Hamonangan Siregar (76), atau yang lebih dikenal dengan RH Siregar SH, meninggal dunia, Senin 14 Januari 2008 pukul 03.30 WIB, di RS Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta. Almarhum dirawat sejak Minggu dini hari, karena penyakit asmanya kambuh.

 

Rumhardjono (1939-2007)

Wartawan, Ahli Asia Tenggara

Rumhardjono yang akrab dipanggil Mas Rum, Wartawan Kompas (1974-1999). Perhatian pria kelahiran 13 April 1939 dan meninggal di Jakarta 19 September 2007 yang intens pada masalah Asia Tenggara menjadikannya dikenal sebagai wartawan yang ahli Asia Tenggara pada akhir 1970-an dan 1980-an.

 

Sasongko Soedarjo (1948-2007)

Pemimpin yang Mengenal Bawahan

Sasongko Soedarjo yang akrab dipanggil Koko, seorang pemimpin yang mengenal bawahan. Komisaris PT Media Interaksi Utama (PT MIU) penerbit Suara Pembaruan dan Preskom PT Radio Pelita Kasih (RPK), kelahiran Solo, 24 Juli 1948, meninggal dunia di Jakarta 30 Agustus 2007.

 

Mahtum Mastoem (1949-2006)

Mantan Pemimpin Umum GAMMA

INMEMORIAM: Mantan Pemimpin Perusahaan Majalah GATRA dan Pemimpin Redaksi Majalah GAMMA Mahtum Mastoem, meninggal dunia Jumat 3 November 2006 subuh pukul 4.30, di Rumah Sakit Cikini, Jakarta Pusat, karena sakit. Jenazah Ketua Harian SPS itu dikebumikan di TPU Al Kamal, Kedoya, Jakarta Barat.

 

Ramadhan KH (1927-2006)

Wartawan & Penulis Biografi

Wartawan dan penulis biografi Ramadhan KH wafat tepat di hari ulang tahunnya yang ke-79, Kamis 16 Maret 2006 di Cape Town, Afrika Selatan. Jenazah pria kelahiran Bandung 16 Maret 1927, ini  akan tiba di Tanah Air Sabtu 18 Maret 2006 dan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

 

PK Ojong (1920-1980)

Jurnalis Berpikir Mulia

Peng Koen Auw Jong, yang populer dengan nama PK Ojong (Petrus Kanisius Ojong), adalah salah satu pendiri Kelompok Kompas-Gramedia. Dia seorang jurnalis berpikir mulia. Baginya idealisme tak boleh berjalan sendirian, tapi harus didampingi kecerdasan, kepiawaian berusaha, dan watak nan indah.

 

Rosihan Anwar

Symbol Kebebasan Berpikir

Dia wartawan, penulis, pendidik, seniman dan sejarawan sepanjang hidup. Sosok yang layak disenut sebagai simbol kebebasan berpikir. Rezim Orde Baru dan Lama menyimpan rasa love-hate terhadapnya. Namun, tak satu gembok pun bisa mengunci kebebasan berpikirnya.

 

Nasruddin Hars (1942-2005)

Mantan Ketua PWI Jaya

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Raya Nasruddin Hars meninggal dunia dalam usia 62 tahun di Hotel Meligo, Meulaboh,  Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, sekitar pukul 18.00 Minggu 26 Juni 2005,  karena gangguan jantung. Jenazah dimakamkan Senin 27 Juni 2005 di tanah kelahirannya, Krueng Mane, Aceh Utara.

 

Inke Maris (2)

Pewawancara Tokoh Dunia

Sepanjang 30 tahun lebih berkarir sebagai wartawan Inke Maris telah mewawancarai 400 orang lebih tokoh-tokoh terkemuka berkaliber dunia dan nasional. Baik itu tokoh kenegaraan, pemerintahan, politisi, pelaku bisnis, pengamat ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya, dalam wawancara eksklusif yang amat menarik perhatian publik. 

 

Sumita Tobing

Jurnalis dan Broadcaster Sejati

Di tangannya, TVRI bangkit kembali menarik perhatian pemirsa di tengah persaingan dengan televisi swasta. Dialah Dirut TVRI pertama setelah diubahnya menjadi Perjan. Jurnaslis dan praktisi pertelevisian, ini adalah broadcaster sejati. Dia juga yang membidani lahirnya siaran berita Liputan 6 SCTV dan ikut membidani lahirnya MetroTV.

 

Jusuf Ronodipuro, M

Pemekik Awal Semboyan RRI

Dia adalah angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) yang sarat dengan peristiwa heroik. Pria kelahiran 30 September 1912 itu adalah salah seorang pendiri RRI ketika zaman revolusi masih bergolak. Dia adalah pemekik awal semboyan kebanggaan setiap penyiar RRI untuk “sekali di udara tetap di udara”. Dia juga menjadi sumber inspirasi penciptaan lagu “Berkibarlah Benderaku” berdasar peristiwa pada malam 21 Juli 1945.

 

Mochtar Lubis (1922-2004)

Pahlawan di Pentas Jurnalistik

Pemred mantan Harian Indonesia Raya ini meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta sekitar pukul 19.15 WIB Jumat 2 Juli 2004. Selain sebagai wartawan, penerima Magsaysay Award untuk jurnalistik dan kesusastraan, ini juga dikenal sebagai sastrawan. Pandai pula melukis dan membuat patung dari keramik.

 

Goenawan Mohamad

Sastrawan ‘Catatan Pingir’

Ia seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikannya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom "Catatan Pinggir" di Majalah Tempo.

 

Herawati Diah

Pendiri Harian Indonesian Observer

Siti Latifah Herawati Diah kelahiran 3 April 1917 adalah pendiri harian berbahasa Inggris Indonesian Observer (1955). Dia bersama suami B.M. Diah adalah pelaku catatan panjang jurnalisme Indonesia. Suaminya B.M. Diah adalah pendiri dan pemilik koran “Merdeka” yang diterbitkan pertama kali Oktober 1945. Tujuannya untuk mengisi kemerdekaan.

 

Surya Dharma Paloh

Pembawa Suara Masa Depan

Dia publisher terkemuka di negeri ini. Pria berkulit sawo yang selalu memelihara brewok hitam tebal membalut pipi dan dagu itu seorang orator pembawa suara masa depan yang selalu bicara berapi-api di hadapan massa. Calon Presiden melalui Konvensi Partai Golkar ini berkehendak kuat menjemput masa depan bangsa ini.

 

Maria Margaretha Hartiningsih

Wartawan Pejuang HAM

Untuk pertama kalinya seorang wartawan mendapat penghargaan Yap Thiam Hien Human Rights Award 2003. Wartawan senior harian Kompas, ini dinilai sebagai jurnalis yang sangat konsisten dalam penulisan memperjuangkan hak asasi manusia, yang penuh dengan kepekaan dan komitmen membela mereka yang lemah dan terpinggirkan.

 

Soebagijo IN

’Kamus Hidup’ Pers Indonesia

Wartawan Senior, pengarang buku Jagad Wartawan Indonesia, ini dikenal sebagai ‘kamus hidup’ pers Indonesia. Pengetahuannya yang luas tentang sejarah pers Indonesia bisa dilihat dari kemampuannya merangkai kisah sejarah pers sejak zaman Hindia Belanda sampai tahun 1980-an, termasuk berbagai tokoh pers dan kehidupan profesi wartawan.

 

Lazarus Eduard Manuhua, Wafat

Pendiri "Harian Pedoman Rakyat"

Pendiri harian Pedoman Rakyat yang terbit di Makassar, Lazarus Eduard Manuhua, meninggal dunia dalam usia 78 tahun, di Rumah Sakit Hikmah Makassar, Selasa malam 25 November 2003. Tokoh pers kelahiran Ambon, 4 Juni 1925  biasa disapa para kerabatnya Tete, ini meninggalkan delapan anak. Istrinya, Johanna Leonora Wacanno, telah berpulang lebih dulu tahun 1996.