A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 

 


 
PIALANG  
   
   

 

a - z

Rudi Wirawan Rusli

 

Rudi Wirawan Rusli

Pencetus Investasi dan Amal

Terinspirasi dari kenyataan buruknya pengelolaan dana bencana karena ketiadaan payung hukum dan prosedur baku yang kuat, Eurocapital Peregrine Securities membentuk reksa dana untuk wahana investasi sekaligus beramal. Ini terobosan berani di tengah kondisi reksa dana nasional dalam titik nadir kepercayaan investor.

 

I Gede Raka Tantra

Menyeleksi Perusahaan Pialang


Bagaimana cara memilih perusahaan pialang berjangka yang baik? Ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan dalam memilih seorang pialang (Perusahaan Pialang), adalah sebagai berikut:

Untuk menjadi seorang investor Perdagangan Berjangka Komoditi, pertama-tama wajib mengetahui jenis invesor apakah yang mereka kehendaki:
Pada umumnya ada empat jenis investor yang kita kenal yakni:

Investor yang belum mempunyai pengalaman dalam perdagangan berjangka. Jenis investor ini biasanya gugup, ragu-ragu dan tidak yakindalam menghadapi pialang. Dia butuh seorang pialang yang sabar,tidak sibuk, paham mengenai investor yang belum mempunyai pengalaman dalam transaksi kontrak berjangka seperti: penempatan order, kewajiban margin, mengerti laporan beli/jual, spesifikasi kontrak, laporan keuangan , dan pengetahuan dasar mengenai berbagai sistem perdagangan berjangka.

Investor yang berpengalaman menguasai posisi short term. Investor ini biasanya berupa individu yang berpengalaman, dan memiliki pengetahuan tentang pasar dan interes melakukan transaksi intraday atau transaksi yang akan berakhir hanya beberapa hari. Yang diinginkan investor ini adalah kuotasi harga, dan invormasi lainnya dari pialang, Tetapi pada dasarnya mereka menginginkan seorang pialang yang bisa melaksanakan amanat dengan segera, efisien dan pada kemungkinan harga yang terbaik.

Investor yang menguasai posisi dalam waktu lama ( long term). Pada umumnya mereka ini nebggunakan pengetahuan fundamental terhadap komoditi yang mereka transaksikan dalam mengambil suatu posisi dan menguasainya dalam jangka waktu relatif lama.Investor ini sebaiknya menggunakan perusahaan pialang yang dapat menyediakan data statistik dan fundamental yang benar dan akurat.

Investor yang independen. Investor ini secara absolut tidak menginginkan input dari pialang dan mereka bekerja (dengan jasil yang terbaik) dengan seorang pialang terutama seorang pialang taker orders
Investor yang bersangkutan wajib melakukan penelitian terhadap perusahaan Pialang Berjangka yang ada dan jasa-jasa apasaja yang disediakan.Sebagai contoh di Amerika ada 2 kategori perusahaan pialang berjangka, yaitu:
Perusahaan Pialang yang menyediakan jasa penuh. Jenis dari perusahaan pialang berjangka ini memberikan jasa keuangan yang meliputi stocks, bonds, perdagangan berjangka,opsi, ressearch publication, dan lain-lain. Jadi, perusahaan pialang ini menangani transaksi baik stocks maupun komoditi. Disamping itu perusahaan pilang berjangka tersebut menyediakan hasil research, kuotasi harga, memberikan jasa nasihat untuk melakukan transaksi serta membantu investor mengambil keputusan dalam transaksi (jual/beli)
Perusahaan pialang yang menyediakan jasa tidak penuh. Perusahaan ini tidak menyediakan biaya research dan research publication. Perusahaan ini juga tidak membantu investordalam menentukan strategi dalam melakukan transaksi dan tidak memberikan jasa nasihat.
Perusahaan ini hanya melaksanakan amanat investor dan memenuhi kewajibannya seperti laporan pembelian dan penjualan.

Dal;am memilih perusahaan pialang, investor wajib memastikan bahwa dana yang disetorkan kepada perusahaan pialang aman. Cara terbaik untuk memasti- kan hal ini adalah mendapatkan referensi mengenai perusahaan Pialang dimak- sud dan memperoleh kepastian bahwa perusahaan pialang dimaksud ditopang oleh modal/dana yang besar.

Investor sebaiknya membandingkan tingkat komisi yan ditarik oleh perusahaan pialang. Hal ini perlu dilakukan seorang investor agar dia mengetahui berapa komisi yang layak yang harus dia bayar atas jasa-jasa yang diberikan oleh perusahaan Pialang Berjangka tersebut.
Jika perlu, investor sebaiknya mendatangi kantor perusahaan Pialang sebelum membuat keputusan akhir. Dari kunjungan ini sangat banyak yang dapat dipelajari, misalnya investor bisa mengetahui apakah sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan Pialang tersebut memadai atau tidak.

Investor sebelum mempercayakan dananya pada rekomendasi yang diberikan oleh perusahaan Pialang berjangka, sebaiknya melakukan pengecekan atas track record perusahaan Pialang Berjangka yang bersangkutan. Seberapa bagus track record perusahaan pialang tersebut dan berapa banyak investor yang berakhir pada kerugian akibat jasa nasihat yang diberikannya. Apakah kerugian yang dialami oleh para investor mengakibatkan kehilangan semua atau sebagian besar dana yang disetorkan pada perusahaan Pialang Berjangkatersebut.

Calon investor sebaiknya jangan mengharapkan hal-hal yang tidak realistis pada perusahaan pialang, akan tetapi setiap pialang diharapkan melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai berikut:
Menerima dan melaksanakan semua amanat nasabah dengan cepat dan teliti (seksama)
Melaporkan kembali semua amanat nasabah yang telah dilaksanakannya dengan cepat dan teliti
Mencari informasi baru yang diperlukan oleh nasabahnya.
Memelihara dan melaporkan neraca keuangan nasabah, margin dan keuangan lainnyasecara mendetail (rinci).
Setiap saat Pialang Berjangka wajib berada ditempat pada waktu nasabah ingin menempatkan amanatnya pada Pialang Berjangka tersebut.

Ikatan Pialang Efek Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building, 5th floor, 1st Tower, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Tel. : (62-21) 5150871
Fax. : (62-21) 5150871
e-mail: ipe@iipei.net

 

Terus menerus mengikuti perubahan-perubahan penting dan menginformasikan kepada nasabah baik mengenai biaya transaksi termasuk komisi, margin, dan peraturan perundang-udangan yang berlaku secara rinci.

Mendapatkan informasi pasar berdasarkan permintaan nasabah yang menyangkut harga tawaran beli, tawaran jual, harga yang barui di call, dan volume kontrak yang sedang terjadi.
 

Perlu diketahui bahwa Pialang Berjangka memperoleh pendapatan dari komisi yang ditarik dari nasabahnya. Oleh karenba itu , semakin banyak transaksi yang dilakukan, maka semakin banyak uang yang diperolehnya dari hasil komisi tersebut. Sebaliknya (dipihak lain) , apabila Pialang tersebut sangat banyak memberikan rekomendasi untuk melakukan transaksi kepada para nasabahnya, maka secara tidak sadar Pialang Berjangka tersebut dapat mematikan rekening yang mereka kelola secara cepat sehingga rekening yang dikelola oleh pialang Berjangka tersebut akan banyak yang berkurang. Hal penting yang perlu diingat adalah bahwa kepentingan nasabah sering dinomer duakan daripada kepentingan Pialang Berjangka. Keinginan apara investor adalah mereka berusaha mengetahui secara pasti kinerja Pialang Berjangka dikaitkan dengan pertimbangan dari no 1 sampai dengan nomor 8.

Dengan uraian diatas, kita paling tidak mengetahui prosedur yang harus diikuti dalam memilih Pialang Berjangka. Marilah kita lihat apa yang akan timbul apabila kita tidak mengikuti prosedur yang telah diuraikan tersebut. Seorang calon nasabah yang bernama Ali menggunakan perusahaan pialang yang sama sekali dia tidak kenal, dan mendepositokan uang sebesar Rp8.000.000,- kepada pialang berjangka yang dia pilihyang menurut pendapatnya Pialang Berjangka tersebut tepatdan merekomendasikan kepada Ali bahwa harga olein akan naik.

Menurut saran Pialang Berjangka tersebut bahwa kurang dari seminggu setelah Ali membeli olein pada harga Rp3.780,- harga olein yang akan dibeli naik menjadi Rp3.880,-sehubungan dengan perubahan 1 tick olein bernilai Rp100.000,- Ali memperoleh keuntungan Rp2.000.000,- atas transaksi yang dia lakukan. Keberuntungan tidak berpihak pada si Ali, yakni sehari setelah dia membeli olein, harga olein drop 30 point/tick yakni menjadi Rp3.630,- yang merupakan limit down pergerakan harga. Sehingga kerugian yang dideritanya Rp3.000.000,-

Pada hari nerikiutnya harga bergerak stabil tetapi tidak melambung kembali. Rekening Ali hanya tinggal Rp5.000.000,-. Dalam kepanikannya dia menghubungi pialangnya yang meyakinkan bahwa Ali tidak usah panik karena penurunan harga yang telah terjadi adalah hal yang tidak wajar dan penurunan tersebut disebabkan oleh ramalan cuaca yang menyatakan akan terjadi hujan. Pernyataan tersebut adalah merupakan hal yang tidak ada kaitannya dengan penurunan harga.

Pada hari ketiga , ada rumor mengenai akan ada hujan lagi, dan sekali lagi harga drop 30 tick yakni menjadi Rp3.480,- Uang Ali hanya tinggal Rp2.000.000,-Sekali lagi dia menghubungi pialangnya. Ali bertanya, apa yang telah terjadi? Kamu telah meyakinkan saya bahwa harga tidak akan turun, dan sekarang saya mengalami kerugian lagi. Uang yang saya depositokan hampir habis. Dengan entengnya kembali pialang meyakinkan Ali dengan mengatakan bahwa penurunan harga tersebut berakhir dan harga akan segera meningkat dan menambahkan Ali harus segera menempatkan “stop-loss order” yang menginstruksikan kepada pialangnya untuk melikuidasi/off-set apabila harga turun (drop) sampai dengan 10 tick. Tak seorangpun percaya kecuali Ali yang menyetujui hal tersebut.

Pada hari berikutnya waktu pembukaan, harga olein tidak berubah yakni Rp3.480,- saat berlalu 45 menit harga merangkak naik perlahan-lahan. Pada saat Ali menghubungi pialangnya pk 10.00 harga berada pada level 3.490,-Pialang meyakinkan bahwa harga akan berlanjut naikberdasarkan ramalan cuaca jangka panjang bahwa tidak akan ada hujan lagi. Akan tetapi tiba-tiba hal yang aneh terjadi , harga mulai turun lagi. Ada amanat jual dengan jumlah kuantitas besaryang transaksikan dipasar (lantai)yang menyebabkan harga olein turun dari Rp3.490,- ke Rp3.470,-, kemuduain menjadi Rp3.460,-, Rp3.450,- dan sampai harga 3.440,-. Penurunan tersebut berakhir dan harga mulai bergerak keatas lagi dan pada akhir perdagangan harga berakhir pada level Rp3.630yakni mencapai limit up.

Perkiraan pialangnya benar tetapi Ali tidak memperoleh keuntungan dari peningkatan harga tersebut karena pada saat harga drop menjadi Rp3.430,- Pialangnya telah meng off-set order jual, yang menyebabkan Ali keluar pasar. Kerugian yang diderita seluruhnya adalah Rp7.000.000,-Ali sangat kecewa dan keesokan harinya dia menghubungi Pialangnya dan meminta sisa yang ada pada pialangnya sebesar Rp1.000.000,- dikurangi komisi.

Itulah pengalaman yang telah terjadi pada Ali . Semoga hal ini menjadi cermin bagi investor yang akan melakukan transaksi Kontrak Berjangka Komoditi.

*** Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), Repro Bappebti.go.id