| PARTAI |
|
|
INFO PARTAI dan SEPUTAR PEMILU |
|
| |
|
Dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA
Ketua Yayasan Doulos, ini mendeklarasikan
Partai Damai Sejahtera (PDS) demi damai sejahtera bagi
bangsa. Partai politik peserta
Pemilu 2004 bernomor urut 19 ini tidak hanya sebagai sarana menyalurkan suara
hati umat kristiani namun juga berftekad berperan
aktif membangun bangsa, tanpa membedakan
agama, suku dan golongan.
Sukmawati Sukarnoputri
Sukmawati tampak lebih kental sebagai anak ideologis Bung Karno. Partai
yang didirikan dan dipimpinnya diberi nama Partai Nasional
Indonesia (PNI) Marhaenisme, dideklarasikan 20 Mei 2002.
PNI Marhaenisme, kata Sukmawati, merupakan kelanjutan dari PNI yang didirikan oleh ayahnya Bung Karno, Bapak Marhaenisme,
bersama kawan-kawannya pada 4 Juli 1927.
Dr. Sjahrir
Pria tambun yang cerdas ini lebih dikenal sebagai ekonom. Namun, sejak 23-9- 2002 ia
merambah ke bidang politik dengan mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia
Baru. Ia dan partainya berharap bisa menjadi penerang yang membuka jalan menyongsong Indonesia Baru,
Indonesia yang demokratis, berkeadilan dan majemuk.
Dr HM Hidayat Nur Wahid, MA
Ia politisi, uztad dan cendekiawan yang bergaya lembut. Sosoknya semakin
dikenal masyarakat luas setelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK),
kini menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia tidak pernah bercita-cita
jadi politisi. Kepemimpinnya di PK memberi warna tersendiri dalam peta
perpolitikan nasional.
Prof. Dr. M. Amien Rais
Kiprah Prof. Dr. M. Amien Rais dalam pentas politik nasional cukup
fenomenal. Kendati Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpinnya, hanya
mendapat tujuh persen suara pada pemilu 1999, ia mampu mewarnai peta
politik nasional dan nyaris pula jadi presiden pada SU-MPR 1999. Dan, kini
ia menjadi salah satu kandidat calon presiden 2004.
KPU Umumkan
Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2004
Jakarta (8/12/03): Rapat Paripurna Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang
dihadiri para Ketua Umum dan Sekjen 24 partai yang peserta Pemilu 2004,
mengundi nomor urut sbb:
1. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
2. Partai Buruh Sosial Demokrat
3. Partai Bulan Bintang
4. Partai Merdeka
5. Partai Persatuan Pembangunan
6. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan
7. Partai Perhimpunan Indonesia Baru
8. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan
9. Partai Demokrat
10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
12. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
13. Partai Amanat Nasional
14. Partai Karya Peduli Bangsa
15. Partai Kebangkitan Bangsa
16. Partai Keadilan Sejahtera
17. Partai Bintang Reformasi
18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
19. Partai Damai Sejahtera
20. Partai Golongan Karya
21. Partai Patriot Pancasila
22. Partai Sarikat Indonesia
23. Partai Persatuan Daerah
24. Partai Pelopor
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Megawati Sukarnoputri
Diam (tak banyak bicara)
itu emas, akhirnya menjadi suatu kekuatan bagi Megawati.
Kendati, mendapat tekanan dan rintangan bahkan caci-maki, dia tetap diam
dan sabar. Buahnya, ia pun berhasil mengga-pai singgasana Presiden RI
ke-5. Setelah menjabat presiden, ia pun tetap tak banyak bicara.
::
Partai Peserta Pemilu 1999
:: Partai Baru Terdaftar
2000
|
 |
|
|
|
|
|
|
Hatta Rajasa (2)
Sebelum masuk PAN, ia tidak pernah berpolitik praktis. Karena tidak ada
kesempatan sesuai iklim politik pada zaman orba. Padahal ketika mahasiswa,
ia menyenangi bidang tersebut. Sehingga ketika Amien Rais menggerakkan
reformasi, ia pun sudah mulai ikut aktif. Sampai ketika PAN dideklerasikan 23 Agustus 1998, ia pun ikut
bergabung.
|
|