A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P O L I T I S I
 ► Politisi
 ► MPR-RI
 ► DPR-RI
 ► DPD
 ► DPRD
 ► Partai-Pemilu
 ► Ormas
 ► OKP
 ► LSM-Aktivis
 ► Asosiasi
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
ORMAS  
ORGANISASI MASSA  
   

► Soksi
► MKGR
► Kosgoro
► ICMI

► HMSTI
► Fatayat NU

► Nahdlatul Ulama

► Muhammadiyah

► Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

► KWI

 

 

 

Maria Ulfah Anshor

Pejuang Kesetaraan Jender

Ketua Umum PP Fatayat NU, organisasi perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU), periode 2000-2005, dengan jumlah anggota empat juta, ini berjuang dalam perspektif keadilan dan kesetaraan jender. Perjuangannya penuh tantangan, yang membuatnya terkadang merasa frustrasi. Namun dia tetap kuat dan terus berjuang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prof. Dr Suhardiman, SE

Futuris Politik Indonesia

Pendiri dan Ketua Dewan Penasehat SOKSI ini kami juluki futuris politik Indonesia. Mantan Wakil Ketua DPA-RI (1993-1998) kelahiran Gawok (Solo), 16 Desember 1924, ini memiliki kecerdasan dan ketajaman insting (indera keenam) memprediksi perkembangan politik Indonesia masa depan.

 

Din Syamsuddin

Raih Suara Terbanyak

Politisi dan cendekiawan muslim Prof Dr Din Syamsuddin meraih suara terbanyak dalam pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010. Penghitungan suara berlangsung 2,5 jam sejak pukul 21.10 WIB hingga tengah malam Selasa 5/7/2005 di Universitas Muham-madiyah Malang, Jawa Timur. Din meraih 1.718 suara.

 

Ir. Andri Irwanto, MM, MBA

Berani Bersuara dan Berbuat

Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa & Sarjana Tridharma Indonesia 1996-2001, ini mengaku menjadi berani karena dididik di kampus yang memang berani. Di kampus itu, Institut Sains & Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, ia mengaku dididik memikirkan demokrasi, menjadi hebat dan berani bersuara. Aktivis yang kini Kandidat Program Doktor Bidang Ekonomi ini mengatakan bukan lagi waktunya untuk turun ke jalan, tetapi langkah perbaikan yang konkrit.