A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► About Us
 ► Versi Majalah
 ► Pancasila
 ► Berita
 ► Galeri
  P O L I T I S I
 ► MPR-RI
 ► DPR-RI
 ► DPD
 ► DPRD
 ► Partai
 ► Ormas
 ► OKP
 ► LSM-Aktivis
 ► Asosiasi
  B E R A N D A
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 06062006  
   
  ► e-ti  
  Nama LSM:
Aliansi Bhineka Tunggal Ika

Alamat Sekretariat Sementara:
Dewan Kesenian Jakarta, Jalan Cikini Raya No.73, Telp 021-3162780, 31937639 Fax 021-31924616;

E-mail:
tolak_ruuapp06@yahoo.com

 
 
     
 
PANCASILA HOME

 

CURHAT:  01  02  03  04  05  06  07  08  09  10  11  12  13  14  =

 

Aliansi Bhineka Tunggal Ika (01)

Pancasila Rumah Kita


Aliansi Bhineka Tunggal Ika bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri menyelenggarakan Curhat Budaya & Karnaval Budaya bertema: Pancasila Rumah Kita, di Hotel Nikko, Jakarta, 1-2 Juni 2006 dan di Lapangan Monas – Semanggi – Bundaran Hotel Indonesia, 3 Juni 2006. Aliansi Bhineka Tunggal Ika ini menolak penyeragaman budaya.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas duduk sebagai penasehat panitia. Panitia Pengarah terdiri dari Prof. A. Syafii Maarif, A. Mustofa Bisri, Prof. Edy Sedyawati, Ratna Sarumpaet, Siswono Yudho Husodo, I Gede Ardika, Franky Sahilatua Prof. Melani Budianta, Moeslim Abdurahman, Muhammad Sobary, Mudji Sutrisno, Kamala Chandra Kirana, Prof. Dr. Toety Heraty, Jamal D. Rahman, Nurul Arifin, Mirta Kartohadiprodjo. Sementara Ketua Panitia Pelaksana adalah Ratna Sarumpaet dan Franky Sahilatua.

Dalam Buku Panduan Acara disajikan beberapa artikel yang cukup menggambarkan tema: Pancasila Rumah Kita. Berikut ini kami sajikan isi lengkap artikel-artikel dalam buku tersebut, yang dimulai dengan Pengantar dari Panitia.

Pancasila Rumah Kita
Keragaman menjamin kehormatan antarmanusia di atas perbedaan, dari seluruh prinsip ilmu pengetahuan yang berkembang di dunia, baik ilmu ekonomi, politik, hukum, dan sosial. Hak Asasi Manusia memperoleh tempat terhormat di dunia, hak memperoleh kehidupan, kebebasan dan kebahagiaan. Aspirasi ini selanjutnya dirumuskan oleh MPR, dan ketikaAmandemen UUD45, Pasal28, ditambah menjadi 10 ayat dengan memasukkan substansi hak pencapaian tujuan di dalam Pembukaan UUD 45.

Pancasila yang digali dan dirumuskan para pendiri bangsa ini adalah sebuah Rasionalitas yang telah teruji selama 60 Papua. Pancasila adalah Rasionalitas kita sebagai sebuah bangsa yang majemuk, yang multiagama, multibahasa, multibudaya, dan multiras, bemama Indonesia, seperti tergambar dalam Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi Satu.

Kebhinekaan Indonesia harus dijaga sebaik mungkin. Namun kebhinekaan yang kita inginkan adalah kebhinekaan yang bermartabat, yang berdiri tegak di atas moral dan etika bangsa kita sesuai dengan keragaman budaya kita sendiri. Untuk menjaga kebhinekaan yang bermatabat itulah, maka berbagai hal yang mengancam kebhinekaan mesti ditolak, pada saat yang sama segala sesuatu yang mengancam moral kebhinekaan mesti diberantas. Karena kebhinekaan yang bermartabat di atas moral bangsa yang kuat pastilah menjunjung tinggi eksistensi dan martabat manusia Indonesia.

Diselenggarakan pada hari lahimya Pancasila, 1 dan 2 Juni 2006, Curhat Budaya ini adalah usaha menggali nilai- nilai baru dari Pancasila, yang relevan dengan konteks kita hari ini, demi menjaga kebhinekaan yang bermartabat, yang berdiri tegak di atas moral dan etika bangsa Ind6nesia sendiri. Setelah puluhan tahun dimanipulasi menjadi alat pembenaran bagi kekuasaan, Pancasila tidak lagi membekas di hati nurani bangsa Indonesia. Sudah saatnya ada upaya bersama untuk membangunkan kembali memori kolektif bangsa Indonesia tentang sila-sila yang tercantum menjadi menjadi satu bangsa.

Ketuhanan yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pengingkaran dan pengkhianatan terhadap kelima sila di atas harus dihentikan, tidak hanya melalui gugatan hukum dalam konteks perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga secara budaya melalui ekspresi jati diri kita sebagai kumpulan suku bangsa, melalui seni tari, seni suara, seni rupa serta melalui tradisi dan ritual-ritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh nenek moyang kita semua, dan yang terus kita perbaharui sesuai perkembangan jaman. Kini saatnya bagi kita untuk membuktikan kepada publik Indonesia dan mancanegara bahwa kendati pun para elit politik Indonesia telah mengkhianati Pancasila demi kekuasaan, masih ada kekuatan masyarakat yang tetap memegang teguh esensi Pancasila sebagai filosofi berbangsa dan menuntut kesetiaan negara terhadap komitmen para founding fathers & founding mothers Indonesia.

Ketika keindonesiaan dicanangkan, kemudian diproklamamirkan, disepakati Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan sekaligus menjadi preambu1e UUD yang tidak boleh diubah. Pancasila, dengan satu dua riak kecil, boleh dibilang disepakati seluruh rakyat Indonesia sebagai dasar negara, di mana segala bangunan kebudayaan dan peradaban Indonesia diandaikan harus dibangun berdasar padanya.

Pancasila pemah dicoba digusur dengan dasar negara dan ideologi lain. Upaya ini tidak berhasil, rezim yang dicoba dibangun maupun yang mendukungnya tumbang. Pancasila pun pemah dikemas dalam tafsir tunggal yang mengingat dan diindoktrinasikan sebagai filosofi negara yang tertutup, namun rezim yang melakukannya pun tumbang. \par
\pard\sb177\sl-249\slmult0 Kini, ditengah kecenderungan menjadikan Indonesia telanjang dalam globalisasi dan kecenderungan menutup diri rapat-rapat dalam komunitas agama /etnik /partai, sudah waktunya Pancasila sebagai dasar negara dibuka dan bicarakan ulang, secara kritis, mendalam,jujur dan bersemangat ~a membuka kemungkinan seluas-luasnya untuk menginspirasi bangsa Indonesia yang terancam impasse secara sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Faham ketuhanan semacam apa yang akan dianut dan menjadi dasar kebudayaan Indonesia? Ketuhanan yang tertutup atau ketuhanan yang terbuka serta memberi rahmat bagi alam semesta? Apa implikasi dari masing-masing pilihan tersebut secara sosial, ekonomi, budaya bahkan pengembangan ilmu dan teknoiogi sebagai bangsa bermartabat di dunia; Faham dan penyikapan kemanusiaan semacam apa yang hendak diambil dan diletakkan sebagai dasar negara? Apa dampaknya bagi kehidupan kita kini dan nanti; Persatuan Indonesia yang semacam apa yang akan dipilih dan dijalani? Persatuan yang mengikat dan seragam serta otoriter? Persatuan yang centang- perenang dalam chauvinisme kedaerahan? Persatuan yang membuka ruang luas bagi kebhinekaan dan pada saat yang sama memberi elan vital bagi kesatuan yang dinamis dan hidup? Bagaimana caranya? Apa yang harus dihindari?

Kerakyatan semacam apa yang akan dijadikan landasan menanganandan pengeolalaan rakyat? Kerakyatan yang sosialistis? Kerakyatan yang komunistis dan menyeragarnkan rakyat sebagai massa proletar? Kerakyatan yang kapitalistis dengan menjadikan rakyat sebagai massa mengambang secara politik dan massa yang diperas bagi industri?

Keadilan sosial semacam apa yang hendak dijalankan? Keadilan dengan membagikan uang bagi rakyat kecil? Keadilan dengan membari hak dan kewajiba:n hukum yangjelas dan adil? Keadilan sosial semacam apa yang dicita- citakan dan apa yang terjadi dalam kenyataan? Bagaimana prakteknya, sosialisasinya? Dan sebagainya. PANITIA ►tsl

 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)