A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E M D A
 ► NAD
 ► Sumut
 ► Sumbar
 ► Riau
 ► Kepri
 ► Jambi
 ► Sumsel
 ► Bengkulu
 ► Lampung
 ► Babel
 ► Banten
 ► DKI Jakarta
 ► Jabar
 ► Jateng
 ► DIY
 ► Jatim
 ► Bali
 ► NTB
 ► NTT
 ► Kaltim
 ► Kalsel
 ► Kalteng
 ► Kalbar
 ► Sulsel
 ► Sulteng
 ► Sultra
 ► Sulut
 ► Gorontalo
 ► Sulbar
 ► Maluku
 ► Malut
 ► Papua
 ► Pabar
  B E R A N D A
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 

 
SULBAR  
SULAWESI BARAT  
   

Gubernur Kelapa Daerah:

2006-2011 :: Anwar Adnan Saleh

2005-2006 :: Syamsul M. Rivai (Pj)

2004-2005 :: Oentarto Sindung Mawardi (Pj)

 

Wakil Gubernur:

2006-2011 :: Amri Sanusi

 

 

 

 

Hari Jadi: 5 Oktober 2004

Sulawesi Barat dibentuk pada 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No 26 Tahun 2004, merupakan provinsi pengembangan dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi seluas 16.796,19 km2 dan berenduduk 938.254 jiwa, ini beribukota di Mamuju. Penduduknya terdiri dari Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan lainnya (19,15%). Agama Islam (83,1%), Kristen (14,36%), Hindu (1,88%), Buddha (0,04%), Lain-lain (0,62%).

Bahasa sehari-hari, selain Bahasa Indonesia, juga bahasa Mandar, bahasa Bugis, bahasa Toraja, dan bahasa Makassar.

Sulawesi Barat dikenal sebagai lokasi wisata. Selain kakao, daerah ini juga penghasil kopi robusta ataupun kopi arabika, kelapa, dan cengkeh. Di sektor pertambangan terdapat kandungan emas, batubara, dan minyak bumi.

Provinsi ini terdiri dari lima kabupaten, yakni: Kabupaten Majene, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Utara, dan Kabupaten Polewali Mandar; serta satu kota yakni: Kota Mamuju.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Drs H Anwar Adnan Saleh

Gubernur Sulawesi Barat

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) ini berobsesi mengembangkan kakao menjadi komoditas unggulan yang mendunia dari Sulbar. Obsesi itu didorong tekadnya untuk menyejahterakan rakyat Sulbar sekaligus menjadikan Indonesia sebagai penghasil kakao terbesar kedua di dunia menggeser Ghana.