A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
KABINET  
PERIODE 1988-1993  
   

PEMBANGUNAN V

 

Presiden

Soeharto

Wakil Presiden

Sudharmono

 

Menteri Negara yang memimpin Departemen:
1. Menteri Dalam Negeri: Rudini
2. Menteri Luar Negeri: Ali Alatas, SH
3. Menteri Pertahanan Keamanan: L.B. Moerdani
4. Menteri Kehakiman: Ismail Saleh, SH
5. Menteri Penerangan: HARMOKO
6. Menteri Keuangan: JB Sumarlin
7. Menteri Perdagangan: Dr. Arifin M. Siregar
8. Menteri Perindustrian: H. Hartarto
9. Menteri Pertanian: Ir. Wardojo
10. Menteri Kehutanan: Ir. Hasjrul Harahap
11. Menteri Pertambangan dan Energi: Ir. Drs. Ginandjar Kartasasmita
12. Menteri Pekerjaan Umum: Ir. Radinal Mochtar
13. Menteri Perhubungan: IR. AZWAR ANAS
14. Menteri Koperasi: Bustanil Arifin, SH
15. Menteri Tenaga Kerja: Drs. Cosmas Batubara
16. Menteri Transmigrasi: Soegiarto
17. Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi: Soesilo Soedarman
18. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Prof. Dr. Fuad Hassan
19. Menteri Kesehatan: dr. Adhyatma, MPH
20. Menteri Agama: H. Munawir Sjadzali, MA
21. Menteri Sosial: Ny. Prof. Dr. Haryati Soebadio

Menteri Negara sebagai Menteri Koordinator
22. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Soedomo
23. Menteri Koordiantor Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri: Drs. Radius Prawiro
24. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Soepardjo Roestam

Menteri Negara yang menangani bidang tertentu
25. Menteri Negara/Sekretaris Negara: Drs. Moerdiono
26. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional: PROF DR SALEH AFFIF
27. Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi: Prof Dr. Ing. B.J. Habibie
28. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup: Prof. Dr. Emil Salim
29. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Ir. Siswono Yudohusodo
30. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga: Ir. Akbar Tanjung
31. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: Ir. Sarwono Kusumaatmadja
32. Menteri Negara Urusan Peranan Wanita: Ny. A. Sulasikin Murpratomo

Menteri Negara dengan sebutan Menteri Muda
33. Menteri Muda/Sekretaris Kabinet: Drs. Saadilah Mursjid, MPA
34. Menteri Muda Keuangan: Drs. Nasrudin Sumintapura, MA
35. Menteri Muda Perdagangan: Dr. J. Soedradjad Djiwandono
36. Menteri Muda Perindustrian: Ir. T. Ariwibowo
37. Menteri Muda Pertanian: Dr. Ir. Sjarifuddin Baharsjah
38. Menteri Muda Perencanaan Pembangunan/Wakil Ketua BPPN: Prof. Dr. B.S. Muljana

Pejabat setingkat Menteri
1. Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia: Jendral TNI Try Soetrisno
2. Jaksa Agung: Sukarton Marmosudjono SH
3. Gubernur Bank Indonesia: Prof. Dr. Adrianus Mooy

Karena Jaksa Agung Sukarton Marmosudjono meninggal dunia pada tahun 1991, maka Jabatan Jaksa Agung digantikan oleh SINGGIH, SH dan tetap menjabat sampai masa Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) berakhir.

 

Bustanil Arifin

Kisah Anak Gaul Jadi Menteri

Mantan Menteri Koperasi dan Kepala Bulog, ini dikenal sangat akrab dengan wartawan. Dia tak segan merogoh kantong 'mentraktir' di mana pun dia ketemu wartawan. Tatkala aktif sebagai menteri, dia juga tidak segan membawa cucu ke tempat-tempat umum yang terbuka bahkan saat berkunjung ke daerah.

 

Cosmas Batubara

Menjabat Menteri 15 Tahun

Dia mantan aktivis mahasiswa (Ketua Umum Presidium KAMI 1966) yang kemudian selama 15 tahun menjabat menteri. Pria yang selalu tampak tenang namun pemberani itu setelah tidak lagi menjabat menteri, dia mengikuti Program Pasca Sarjana FISIP UI dan meraih gelar doktor pada usia 74 tahun, (22/8/2002).

 

Singgih (1934-2005)

Jakas Agung 1990-1998

Mantan Jaksa Agung Singgih SH, meninggal dunia Sabtu 30 Juli 2005 pukul 15.05, di RS Siloam Gleneagles, Karawaci, Tangerang. Penerima Bintang Mahaputera Adiprana kelahiran Jombang, Jawa Timur, 23 Juni 1934 ini meninggalkan seorang istri, Ny Renny Singgih (66), empat anak (D Harnadi, Tri Harnoko, Diana Candra Rina Riyanto, dan Redianto HN) serta enam cucu.


HM Soeharto (1)

Dikhianati Pembantu Dekatnya

HM Soeharto, adalah sosok nama besar yang memimpin RI, selama 32 tahun. Suatu kepe-mimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberha-silan menggapai swasembada pangan (1985). Namun, akhirnya ia harus meletakkan jabatan secara tragis.

 

Sudharmono (1927-2006)

Bersama Pak Harto Sampai Akhir

Wakil Presiden Kabinet Pembangunan V (11 Maret 1988-11 Maret 1993), meninggal dunia di Rumah Sakit MM), Jakarta, Rabu 25 Januari 2006 pukul 19.40. Tokoh kelahiran Gresik, 12 Maret 1927 yang menjabat Menteri Sekretaris Negara tiga kali berturut-turut (1978-1988), itu meninggal akibat infeksi paru.

 

Fuad Hasan (1929-2007)

Wafat, Mantan Mendikbud 1985-1993

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Fuad Hassan meninggal dunia Jumat 7 Desember 2007 pukul 15.40 di RSCM. Pria kelahiran Semarang 26 Juni 1929 itu meninggal akibat komplikasi beberapa penyakit. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl Brawijaya X/2 Kebayoran Baru, Jakarta.

 

Rudini

Jenderal Pesta Demokrasi 1999

Mantan Menteri Dalam Negeri (1988-1993), ini seorang pejabat Orde Baru yang terbebas dari penghujatan pada awal bergulirnya reformasi. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini, justru dipercaya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (1999-2001) yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu 7 Juni 1999. Dia jenderal pesta demokrasi 1999.

 

Ismail Saleh

Sang ‘Pendekar Hukum’

Semasa menjabat Jaksa Agung (1981-1984), Ismail Saleh, yang akrab dipanggil Mas Is, pernah dijuluki ''Trio Punakawan/Pendekar Hukum'' bersama Ketua MA Mudjono, SH dan Menteri Kehakiman Ali Said, SH. Mantan Menteri Kehakiman (1984-1993), ini tergolong akrab dengan wartawan. Maklum, sebelumnya dia menjabat Direktur LKBN Antara (1976-1979)

 

Moerdiono

Tiga Dekade Petinggi Setneg

Mantan Menteri Sekretaris Negara (1988-1998), Moerdiono -- biasa dipanggil Pak Moer – selama era Orde Baru bekerja di Sekretariat Negara. Dia selalu hati-hati dalam memberi keterangan kepada pers. Saking hati-hatinya terkesan terbata-bata dan lamban berpikir, padahal ia seorang yang sangat teliti. Dia tergolong ramah dan akrab dengan wartawan.

 

JB Sumarlin

'Anak Kecil' di Belakang Widjojo

Pria berperawakan kecil, ini memainkan peran dan pengabdian sentral pada masa pemerintahan Orde Baru, khususnya di bidang perekonomian. Sejak 1970 hingga 1998, dia berperan dalam pusat kebijakan ekonomi dan keuangan. Dia salah seorang arsitek ekonomi Indonesia yang ‘dibesarkan’ Widjojo dan ‘diandalkan’ Pak Harto.

 

Harmoko

Menteri Penerangan 3 Periode

Dia Menteri Penerangan tiga periode, Kabinet Pembangunan IV-VI (1983-1997). Maka tak salah jika banyak orang menyebut mantan Ketua PWI ini sebagai loyalis Soeharto. Namun ketika mahasiswa berdemonstrasi dan menemuinya selaku Ketua DPR/MPR, Harmoko didampingi empat wakil ketua,  tampil di televisi, meminta Pak Harto mundur.

 

Arifin M Siregar

Pemimpin Bertangan Dingin

Gubernur Bank Indonesia (1983–1988) bergaya kepemimpinan konservatif, hati-hati dan bertangan dingin ini menjabat Menteri Perdagangan Kebinet Pembangunan VI (1988-1993). Kemudian, dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat dan Grenada (1993-1998).

 

Azwar Anas

Pencetus Gebu Minang

Keuletan mantan Menko Kesra Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), ini berbuah manis. Jabatan apapun yang diembannya, selalu dijawab dengan memberikan hasil maksimal. Tak mengherankan jika beberapa jabatan dipercakan sebanyak dua periode kepadanya. Atau, dipromosikan ke jabatan baru yang menuntut tanggungjawab lebih besar.

 

Saleh Afiff (1930-2005)

Konseptor Harga Dasar Gabah

Mantan Menko Ekuwasbang 1993-1998, Saleh Affif meninggal dunia dalam usia 75 tahun sekitar pukul 20.00 WIB, Senin 28 Juni 2005 setelah beberapa saat dirawat di RS Pusat Pertamina Jakarta. Konseptor harga dasar gabah kelahiran Cirebon, 31 Oktober 1930, itu meninggal setelah mengalami gangguan pernapasan Minggu sore.

 

Lasiyah Sutanto

Guru Perempuan Indonesia

Mantan Menteri Muda Urusan Peranan Wanita (1978-1983) dan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (1983 -1988), ini pantas dijuluki guru perempuan Indonesia. Dengan keteladanan dia mendorong perempuan Indonesia untuk berperan dalam berbagai profesi dan kegiatan pembangunan, sekaligus tetap melaksanakan tugas utamanya sebagai seorang ibu sesuai dengan kodratnya. Baginya, itulah makna emansipasi wanita, ala Indonesia.