A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
KABINET  
PERIODE 1983-1988  
   

PEMBANGUNAN IV

19 Maret 1983 - 22 Maret 1988

 

Presiden:

Jenderal (Purn) Soeharto

 

Wakil Presiden:

Jenderal (Purn) Umar Wirahadikusumah  

 

Menteri Negara yang Memimpin Departemen

 

Menteri Dalam Negeri

Soepardjo Roestam

Menteri Luar Negeri

Prof. Dr Maochtar Kusumaatmadja

Menteri Pertahanan/Keamanan:
Jenderal S Poniman
Menteri Kehakiman:
Ali Said, SH
Menteri Penerangan:

Harmoko
Menteri Keuangan:
Drs Radius Prawiro
Menteri Perdagangan:
Rachmat Saleh, SE
Menteri Koperasi:
Bustanil Arifin SH
Menteri Pertanian:
Ir Achmad Affandi
Menteri Kehutanan:
Soedjarwo
Menteri Perindustrian:
Ir Hartarto
Menteri Pertambangan dan Energi:
Prof Dr Subroto
Menteri Pekerjaan Umum:
Ir Suyono Sosrodarsono
Menteri Perhubungan:
Rusmin Nuryadin
Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi:
Letjen. (Purn.) Achmad Tahir
Menteri Tenaga Kerja:
Laksamana (Purn.) Sudomo
Menteri Transmigrasi:
Martono
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan:
Prof Dr Nugroho Notosusanto (karena meninggal dunia diganti)
Prof Dr Fuad Hassan
Menteri Kesehatan:
Dr Suwardjono Surjaningrat
Menteri Agama:
H Munawir Sjadzali MA
Menteri Sosial: Ny Nani Sudarsono SH

 

Menteri Negara Koordinator:
 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan :
Jenderal (Purn.) Surono
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan:
Prof Dr Ali Wardhana
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat:
Letjen. (Purn.) H Alamsyah Ratu Perwiranegara
 

 

Menteri Negara yang mempunyai bidang tugas tertentu:
 

Menteri/Sekretaris Negara:
Letjen. (Purn.) Sudharmono SH
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua Bappenas:
Prof Dr JB Sumarlin
Menteri Negara Riset dan Teknologi, merangkap Ketua Badan Pengkajian
dan Penerapan Teknologi:
Prof Dr Ing BJ Habibie
Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup:
Prof Dr Emil Salim
Menteri Negara Perumahan Rakyat:
Drs Cosmas Batubara
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga:
Dr Abdul Gafur
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Bappenas:
Dr Saleh Afiff
Menteri Negara Peranan Wanita:
Ny L Soetanto, SH

(karena meninggal, diganti)
Ny AS Murpratomo

 

Menteri Negara sebagai Menteri Muda:
 

Menteri Muda/Sekretaris Kabinet:

Drs Moerdiono
Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri:
Ir Drs Ginandjar Kartasasmita
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Pangan:
Ir Wardoyo
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras:
Ir Hasjrul Harahap
Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Peternakan dan Perikanan:
Prof Dr JH Hutasoit

 

Pejabat tinggi yang erat hubungannya dengan kelancaran Tugas-tugas Kabinet Pembangunan IV (berkedudukan setingkat Menteri):
 

Jaksa Agung:
Ismail Saleh, SH
Gubernur Bank Indonesia:
Dr Arifin M Siregar
Panglima ABRI:
Jenderal LB Murdani

 

Arifin M Siregar

Pemimpin Bertangan Dingin

Gubernur Bank Indonesia (1983–1988) bergaya kepemimpinan konservatif, hati-hati dan bertangan dingin ini menjabat Menteri Perdagangan Kebinet Pembangunan VI (1988-1993). Kemudian, dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat dan Grenada (1993-1998).

 

Cosmas Batubara

Menjabat Menteri 15 Tahun

Dia mantan aktivis mahasiswa (Ketua Umum Presidium KAMI 1966) yang kemudian selama 15 tahun menjabat menteri. Pria yang selalu tampak tenang namun pemberani itu setelah tidak lagi menjabat menteri, dia mengikuti Program Pasca Sarjana FISIP UI dan meraih gelar doktor pada usia 74 tahun, (22/8/2002).


HM Soeharto (1)

Dikhianati Pembantu Dekatnya

HM Soeharto, sosok nama besar yang me-mimpin RI, selama 32 tahun. Suatu kepemim-pinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya. Sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Namun, akhirnya ia harus meletakkan jabatan secara tragis (1998), akibat pengkhianatan para pembantu dekatnya.

 

Umar Wirahadikusumah

Banyak Bekerja Sedikit Bicara

Mantan Wakil Presi-den RI ke-4 (1983-1988) Umar Wirahadikusumah menghembuskan napas terakhir, sekitar pukul 07.53 WIB, Jumat 21 Maret 2003. Ia seorang putera terbaik bangsa yang jujur, rendah hati, taat pada aturan main dan lebih banyak bekerja daripada berbicara. Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ini juga dinilai relatif bersih dari KKN. Ia juga orang yang legowo, tidak ambisius, menerima apa adanya.

 

Fuad Hasan

Gesekan Biola Menteri P&K

Prof Dr Fuad Hasan, Menteri P&K (Mendikbud) Kabinet Karya Pembangunan IV dan V (1985-1993), tak pernah bercita-cita jadi menteri. Pria kelahiran Semarang, 26 Juni 1929, ini semasa kecil, malah ingin menjadi konduktor. Dia piawai menggesek biola, mengikuti darah seni ayahnya, Ahmad Hassan.

 

Ismail Saleh

Sang ‘Pendekar Hukum’

Semasa menjabat Jaksa Agung (1981-1984), Ismail Saleh, yang akrab dipanggil Mas Is, pernah dijuluki ''Trio Punakawan/Pendekar Hukum'' bersama Ketua MA Mudjono, SH dan Menteri Kehakiman Ali Said, SH. Mantan Menteri Kehakiman (1984-1993), ini tergolong akrab dengan wartawan. Maklum, sebelumnya dia menjabat Direktur LKBN Antara (1976-1979)

 

Bustanil Arifin

Kisah Anak Gaul Jadi Menteri

Mantan Menteri Koperasi dan Kepala Bulog, ini dikenal sangat akrab dengan wartawan. Dia tak segan merogoh kantong 'mentraktir' di mana pun dia ketemu wartawan. Tatkala aktif sebagai menteri, dia juga tidak segan membawa cucu ke tempat-tempat umum yang terbuka bahkan saat berkunjung ke daerah.

 

Prof Dr H Munawir Sjadzali MA Wafat

Diplomat dan Pembaharu Islam

Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh besar, diplomat santun dan pembaharu Islam. Mantan Menteri Agama (1983-1988 dan 1988-1993) dan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pertama (1996-1998), Prof Dr H Munawir Sjadzali MA meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat 23 Juli 2004 pukul 11.20.

 

Achmad Tahir

Prajurit Pejuang Sampai Akhir

Jenderal (Purn) TNI-AD Achmad Tahir (78), Sabtu 17/8/02 pukul 08.15, meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Mantan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) 1982-1987 itu meninggal setelah dirawat sepekan karena kanker paru-paru. Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata hari itu juga. Ia seorang prajurit pejuang sampai akhir.

 

Habibie, Bacharuddin Jusuf

Sosok Manusia Multidimensional

Mantan Presiden RI Ketiga, Si Jenius ahli konstruksi pesawat terbang, ini pada masa emas kejayaan dengan sejumlah jabatan,  adalah manusia paling multidimensional di Indonesia. Ia manusia cerdas ajaib yang sempat menghadirkan selaksa harapan kemajuan teknologi demi kejayaan negeri ini.

 

Laksamana TNI (Purn) Sudomo

Menemukan Hidup Kembali

Mantan Pangkopkamtib di era Soeharto ini mengaku di usia tuanya merasa terlahir kembali atau justru menemukan hidupnya kembali. Dia merasa lebih tenang dan khusyuk. ''Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun, saya justru mulai umur 75 tahun,'' kata Sudomo. Dia yang pernah murtad, kembali lagi pada keyakinannya semula.

 

Prof. Dr. Subroto

Necis dengan Dasi Kupu-Kupu

Gaya penampilannya khas, necis, mengenakan stelan jas gelap dengan dasi kupu-kupu. Mantan Menteri Pertambangan ini selalu serius bila diajak bicara tentang migas yang kerap disebut sebagai emas hitam itu. Mimiknya selalu menjadi serius. Sebagai mantan Sekjen OPEC (organisasi negara-negara penghasil minyak), di memang punya perhatian khusus terhadap sektor yang pernah menjadi primadona bagi penerimaan nasional itu.

 

JB Sumarlin

'Anak Kecil' di Belakang Widjojo

Pria berperawakan kecil, ini memainkan peran dan pengabdian sentral pada masa pemerintahan Orde Baru, khususnya di bidang perekonomian. Sejak 1970 hingga 1998, dia berperan dalam pusat kebijakan ekonomi dan keuangan. Dia salah seorang arsitek ekonomi Indonesia yang ‘dibesarkan’ Widjojo dan ‘diandalkan’ Pak Harto.

 

Harmoko

Menteri Penerangan 3 Periode

Dia Menteri Penerangan tiga periode, Kabinet Pembangunan IV-VI (1983-1997). Maka tak salah jika banyak orang menyebut mantan Ketua PWI ini sebagai loyalis Soeharto. Namun ketika mahasiswa berdemonstrasi dan menemuinya selaku Ketua DPR/MPR, Harmoko didampingi empat wakil ketua,  tampil di televisi, meminta Pak Harto mundur.

 

Saleh Afiff (1930-2005)

Konseptor Harga Dasar Gabah

Mantan Menko Ekuwasbang 1993-1998, Saleh Affif meninggal dunia dalam usia 75 tahun sekitar pukul 20.00 WIB, Senin 28 Juni 2005 setelah beberapa saat dirawat di RS Pusat Pertamina Jakarta. Konseptor harga dasar gabah kelahiran Cirebon, 31 Oktober 1930, itu meninggal setelah mengalami gangguan pernapasan Minggu sore.

 

Moerdiono

Tiga Dekade Petinggi Setneg

Mantan Menteri Sekretaris Negara (1988-1998), Moerdiono -- biasa dipanggil Pak Moer – selama era Orde Baru bekerja di Sekretariat Negara. Dia selalu hati-hati dalam memberi keterangan kepada pers. Saking hati-hatinya terkesan terbata-bata dan lamban berpikir, padahal ia seorang yang sangat teliti. Dia tergolong ramah dan akrab dengan wartawan.