| Polhukam* |
|
| MENTERI KOORDINATOR |
|
| |
|
Menteri Kordinator Polhukam
2004-2009 ::
Widodo AS
2004-2004 ::
Hari Sabarno
(ai)
2001-2004 ::
Susilo Bambang Yudhoyono
2001-2001 ::
Agum Gumelar
2000-2001 ::
Susilo Bambang Yudhoyono
1999-2000 ::
Wiranto
1998-1999 :: Feisal Tandjung
Alamat Kantor:
Jl Merdeka Barat No 15
Jakarta Pusat 10110
Telp 021-3849819
Fax 021-3441751
* Kementerian Koordinator ini sering kali berubah nama. Pada era Orde
Baru selalu dengan nama Menko Polkam (Politik dan Keamanan). Pada era
pemerintahan BJ Habibie (Kabinet Reformasi Pembangunan) juga tetap Menko
Polkam. Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid (Kabinet Persatuan Nasional)
berubah nama menjadi Menko Polsoskam (Politik Sosial dan Keamanan). Para
era pemerintahan Megawai Soekarnoputri (kabinet Gotong Royong)
dikembalikan menjadi menko Polkam. Kemudian pada era pemerintahan Susilo
Bambang Yudhoyono (Kabinet Indonesia Bersatu) berubah nama lagi menjadi
Menko Polhukam (Politik, Hukum dan Keamanan).
|
|
Widodo Adi Sucipto
Mantan Panglima TNI 1999-2002
ini menerima amanah sebagai Menko Polhukam Kabinet Indonesia Bersatu.
Seusai serah terima jabatan dari Menko Polkam ad interim Hari Sabarno,
Kamis (21/10/2004), dia mengemukakan, akan memprioritaskan upaya
penyelesaian masalah konflik Aceh dan Papu serta upaya penanganan
terorisme.
Hari Sabarno
Sebagai Menteri Dalam Negeri, ia melihat tantangan ke depan adalah adanya
gejala disintegrasi melalui gerakan yang halus sampai terbuka. Harus
dipelajari kedalamannya apakah murni kepingin merdeka sendiri atau hanya
sebagai satu move karena rasa keadilan politik, ekonomi, kesejahteraan
yang kurang diperhatikan.
Susilo Bambang Yudhoyono
SBY, demikian ia akrab disapa. Gaya bicaranya tenang, sistematis dan
berwibawa. Kata-katanya jelas mencerminkan wawasan berpikirnya yang luas.
Pantas saja para pengamat politik memberinya julukan: Jenderal yang
Berpikir. Tak mustahil pula apabila namanya kini mulai ikut meramaikan
bursa calon presiden, paling tidak calon wakil presiden 2004.
Agum Gumelar
Sempat menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan
(Menko Polsoskam), menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian setelah
Gus Dur dilengserkan MPR dan digantikan oleh Megawati, Agum sempat ikut
bersaing sebagai calon Wakil Presiden. Namun dalam Kabinet Megawati, Agum
diturunkan kembali memimpin Dephub.
Wiranto
Mantan
Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto dan Wakil Ketua Komisi Nasional
HAM Salahuddin Wahid dideklarasikan sebagai calon presiden dan wakil
presiden dari Partai Golongan Karya. Pasangan ini menawarkan lima agenda
penyelamatan bangsa. Wiranto yang diterpa tuduhan terlibat pelanggaran
HAM janjikan perlindungan HAM. |
|