A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
dephub  
DEPARTEMEN PERHUBUNGAN  
   


Menteri Perhubungan:
 

Jusman Syafii Djamal
Kabinet Indonesia Bersatu = 7 Mei 2007-20 Oktober 2009
Ir. Hatta Rajasa
Kabinet Indonesia Bersatu = 21 Oktober 2004-7 Mei 2007
Dr. Ir. Soenarno, Dipl. HE (ai)
Kabinet Gotong Royong = 14 Mei 2004-20 Oktober 2004
Letjen Agum Gumelar
Kabinet Gotong Royong = 10 Agustus 2001-20 Oktober 2004
Letjen Agum Gumelar
Kabinet Persatuan Nasional = 23 Oktober 1999 -22 Juli 2001
►Ir. Giri Suseno Hadi Hardjono MSc
Kabinet Reformasi Pembangunan = 23 Mei 1998 -20 Oktober 1999
►Ir. Giri Suseno Hadi Hardjono MSc
Kabinet Pembangunan VII = 16 Mar 1998 -21 Mei 1998
►Dr. Haryanto Dhanutirto
Kabinet Pembangunan VI = 17 Maret 1993 -16 Maret 1998
Ir. Azwar Anas
Kabinet Pembangunan V = 21 Maret 1988 -17 Maret 1993
► Roesmin Nurjadin
Kabinet Pembangunan IV = 19 Maret 1983 -21 Maret 1988
►Roesmin Nurjadin
Kabinet Pembangunan III = 29 Maret 1978 -19 Maret 1983
Prof. Dr. Emil Salim
Kabinet Pembangunan II = 28 Maret 1973 -29 Maret 1978
Drs. Frans Seda
Kabinet Pembangunan I = 06 Juni 1968 -28 Maret 1973
►Laksda (U) Sutopo
Kabinet Ampera II = 11 Oktober 1967 -06 Juni 1968
►Komodor (U) Sutopo
Kabinet Ampera I = 25 Juli 1966 -17 Oktober 1967
►Partono
Kabinet Ampera I = 31 Maret 1965 -25 Juli 1966
►Komodor (L) Susatio Mardhi
Kabinet Dwikora III = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
►Brigjen Utojo Utomo (Darat)
Kabinet Dwikora II = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
►Partono (Udara)
Kabinet Dwikora II = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
►Laksda AU Iskandar
Kabinet Dwikora I = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
Mayjen KKO Ali Sadikin
Kabinet Dwikora I = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
►Letjen Hidayat (Darat)
Kabinet Dwikora I = 27 Agustus 1964 -28 Maret 1966
►Laksda R. Iskandar (Udara)
Kabinet Kerja IV = 13 November 1963 -27 Agustus 1964
Brigjen KKO Ali Sadikin
Kabinet Kerja IV = 13 November 1963 -27 Agustus 1964
►Letjen Hidayat (Darat)
Kabinet Kerja IV = 13 November 1963 -27 Agustus 1964
►A.U. R. Iskandar
Kabinet Kerja III = 6 Maret 1962 -13 November 1963
►Ir. Abd. M. Danuningrat
Kabinet Kerja III = 6 Maret 1962 -13 November 1963
►Mayjen Djatikusumo
Kabinet Kerja III = 6 Maret 1962 -13 November 1963
►Kol AU. R. Iskandar
Kabinet Kerja II = 18 Februari 1960 - 6 Maret 1960
►Ir. Abd M Danuningrat
Kabinet Kerja II = 6 Maret 1960 -6 Maret 1960
►Mayjen Djatikusumo
Kabinet Kerja II = 18 Februari 1960 -6 Maret 1960
►Kol. AU. R. Iskandar
Kabinet Kerja I = 10 Juli 1959 -18 Februari 1960
►Ir. Abd. M. Danuningrat
Kabinet Kerja I = 10 Juli 1959 -18 Februari 1960
►Mayjen Djatikusumo
Kabinet Kerja I = 10 Juli 1959 -18 Februari 1960
►Mr. Sukarden
Kabinet Karya = 9 April 1957 -10 Juli 1959
►H.S. Tedjasukmana (Masjumi)
Kabinet Ali Sastroamidjojo II = 24 Maret 1956 -9 April 1957
►F. Laoh (PRN)
Kabinet Burhanuddin Harahap = 12 Agustus 1955 -24 Maret 1956
►Abikusno Tjokrosujono
Kabinet Ali Sastroamidjojo I = 30 Juli 1953 -12 Agustus 1955
►Ir. Djuanda
Kabinet Wilopo = 3 April 1952 -30 Juli 1953
►Ir. Djuanda
Kabinet Sukiman-Suwirjo = 27 April 1951 -03 April 1952
►Ir. H Laoh (PNI)
Kabinet RIS = 20 Desember 1949 -6 September 1950
►Ir. H Laoh (PNI)
Kabinet Hatta II = 4 Agustus 1949 -20 Desember 1949
►Ir. Indratjahja
Kabinet Darurat = 19 Desember 1948 -13 Juli 1949
►Ir. Djuanda
Kabinet Hatta I = 29 Januari 1948 -4 Agustus 1949
►Ir. Djuanda
Kabinet Amir Sjarifuddin II = 11 November 1947 -29 Januari 1948
►Ir. Djuanda
Kabinet Amir Sjarifuddin I = 3 Juli 1947 -11 November 1947
►Ir. Djuanda
Kabinet Sjahrir III = 2 Oktober 1946 -26 Juni 1947
►Ir. Abdu Ikarim
Kabinet Sjahrir II = 12 Maret 1946 -02 Oktober 1946
►Ir. Abdu Ikarim
Kabinet Sjahrir I = 14 November 1945 -12 Maret 1946
►Abi Kusno Tjokrosujono
Kabinet Presidentil = 19 Agustus 1945 -14 November 1945
 

 

Alamat:
Jl. Merdeka Barat No.8, Jakarta Pusat -10110
Telp: Sekretaris Menteri (021) 3456332, 3811308 Ext. 1258
Fax: (021) 3451657

Jusman Syafii Djamal

Menhub Janji Nihil Kecelakaan

Jusman tak menduga akan menjadi Menhub menggantikan Hatta Rajasa. Namun peranannya sebagai anggota Tim Nasional EKKT membuatnya lebih dikemal Presiden SBY dan mengangkatnya jadi Menhub (reshuffle kabinet, 7 Mei 2007. Dia berjanji harus bisa capai nihil kecelakaan jasa transportasi.

 

Hatta Rajasa

Dari Menhub Jadi Mensesneg

Jakarta (8/5/07): Menteri Perhubungan Ir M Hatta Rajasa dipercayakan menjadi Menteri Sekretaris Negara menggantikan Yusril Ihza Mahendra. Pemindahposisian Hatta Rajasa ini diumumkan langsung Presiden SBY, di Istana Merdeka, Senin 7 Mei 2007. Selain Hatta ada 6 lagi menteri yang diganti.

 

Hatta Rajasa

Penganut Pluralisme Politik

Penganut pluralisme dalam politik ini berobsesi menjadi politisi negarawan yang mendahulukan kepentingan bangsa. Terlatih bekerja keras, jujur, mandiri dan bekerjasama sejak kecil. Sekjen PAN dan Menristek Kabinet Gotong-Royong ini dipercaya kembali memimpin Departemen Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

 

Soemino Eko Saputro

Dirjen yang Tak Pernah Tidur

Soemino, seorang putera terbaik bangsa di bidang perkeretaapian. Dia pantas digelari seorang pemimpin yang tak pernah tidur dalam mengurusi kereta api. Selalu berupaya memperbaiki kondisi perkere-taapian Indonesia. Dari sejak penugasan awal sampai menjadi Dirut hingga Dirjen Perkeretaapian pertama.

 

Agum Gumelar

Prajurit yang Siap Laksanakan Amanah Rakyat

Sempat menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam), menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian setelah Gus Dur dilengserkan MPR dan digantikan oleh Megawati, Agum sempat ikut bersaing sebagai calon Wakil Presiden. Namun dalam Kabinet Megawati, Agum diturunkan kembali memimpin Dephub.

 

Azwar Anas

Pencetus Gebu Minang

Keuletan mantan Menko Kesra Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), ini berbuah manis. Jabatan apapun yang pernah diembannya, selalu dijawab dengan memberikan hasil maksimal. Tak mengherankan jika beberapa jabatan  dipercakan sebanyak dua periode kepadanya. Atau, jika tidak, dipromosikan ke jabatan baru yang menuntut tanggungjawab lebih besar.

 

Emil Salim

Mencari Kearifan Masa Lalu

Ia memiliki kecerdasan, daya analisa dalam mengambil kesimpulan, penyampaian pendapat dan beragumentasi. Keterbukaan sikap dan keterusterangannya menempatkannya menjadi seorang pribadi yang disenangi banyak orang. Ia termasuk salah seorang peletak dasar ekonomi Orde Baru yang dijuliki "Berkeley Mafia" yang dikenal lurus dan bersih.

 

Frans Seda

Popularitas vs Kepribadian Politik

Dalam pengalaman aktivitas politik, saya mengenal dua tipe politisi, yakni para politisi yang dalam mengambil sikap terhadap suatu masalah politik mendahulukan popularitas politik, dan mereka yang mengutamakan kepribadian politiknya. Ini tidak berarti bahwa seseorang yang memiliki kepribadian politik tidak juga memperhatikan masalah popularitas, dan sebaliknya.

 

Ali Sadikin

Paling Berjasa Bangun Jakarta

Bang Ali menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana karena dinilai berjasa luar biasa terhadap negara dan bangsa, khususnya mengembangkan Kota Jakarta sebagai Kota Metropolitan. Presiden Soekarno mengangkat putera bangsa kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 ini sebagai Gubernur Jakarta lantaran dianggap kopig alias keras kepala. Dia berhasil sebagai pemimpin justru karena pembawaannya yang keras itu.