|
Menteri
2004-2009 ::
Hassan Wirayuda
2001-2004 ::
Hassan Wirayuda
1999-2001 ::
Alwi Shihab, Dr
1998-1999 ::
Ali Alatas
1998-1998 ::
Ali Alatas
1993-1998 ::
Ali Alatas
Menteri Luar Negeri:
►Dr Hassan Wirayuda
Kabinet Indonesia Bersatu = 21 Oktober 2004-20 Oktober
2009
►Dr Hassan Wirayuda
Kabinet Gotong-Royong = 10 Agustus 2001-20 Oktober 2004
►
Alwi Shihab, Dr
Kabinet Persatuan Nasional = 23 Oktober 1999 – 22 Juli
2001
►Ali
Alatas, SH
Kabinet Reformasi Pembangunan = 23 Mei 1998-20 Oktober
1999
►Ali
Alatas, SH
Kabinet Pembangunan VII = 16 Maret 1998-21 Mei 1998
►Ali
Alatas, SH
Kabinet Pembangunan VI = 17 Maret 1993-16 Maret 1998
►Ali
Alatas, SH
Kabinet Pembangunan V = 21 Maret 1988-17 Maret 1993
►Prof. Dr. Muchtar Kusumaatmaja, SH
Kabinet Pembangunan IV = 19 Maret 1983-21 Maret 1988
►Prof. Dr. Muchtar Kusumaatmaja, SH
Kabinet Pembangunan III = 29 Maret 1978-19 Maret 1983
►H. Adam Malik
Kabinet Pembangunan II = 28 Maret 1973-29 Maret 1978
►H. Adam Malik
Kabinet Pembangunan I = 6 Juni 1968-28 Maret 1973
►Adam Malik
Kabinet Ampera II = 17 Oktober 1967-6 Juni 1968
►Adam Malik
Kabinet Ampera I = 25 Juli 1966-17 Oktober 1967
►Adam Malik
Kabinet Dwikora II = 28 Maret 1966-25 Juli 1966
►Dr. H.
Soebandrio
Kabinet Dwikora I = 27 Agustus 1964-28 Maret 1966
►Dr. Soebandrio
Kabinet Kerja IV = 13 November 1963-27 Agustus 1964
►Dr. Soebandrio
Kabinet Kerja III = 6 Maret 1962-13 November 1963
►Dr. Soebandrio
Kabinet Kerja II = 18 Februari 1960-6 Maret 1962
►Dr. Soebandrio
Kabinet Kerja I = 10 Juli 1959-18 Februari 1960
►Dr. Soebandrio
Kabinet Karya = 9 April 1957-10 Juli 1959
►H.
Roeslan Abdulgani (PNI)
Kabinet Ali Sastroamidjojo II = 24 Maret 1956-9 April
1957
►Mr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kabinet Burhanuddin Harahap = 12 Agustus 1955-24 Maret
1956
►Mr. Sunarjo (PNI)
Kabinet Ali Sastroamidjojo I = 30 Juli 1953-12 Agustus
1955
►Mr. Wilopo (PNI)
Kabinet Wilopo = 3 April 1952-30 Juli 1953
►Mr. Achmad Subardjo (Masjumi)
Kabinet Sukiman-Suwirjo = 27 April 1951-3 April 1952
►Mr. Moh. Roem (Masjumi)
Kabinet Natsir = 6 September 1950-27 April 1951
►Drs. Moh. Hatta
Kabinet RIS = 20 Desember 1949-6 September 1950
►Haji Agus Salim
Kabinet Hatta II = 4 Agustus 1949-20 Desember 1949
►Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Kabinet Darurat = 19 Desember 1948-13 Juli 1949
►Haji Agus Salim
Kabinet Hatta I = 29 Januari 1948-4 Agustus 1949
►Haji Agus Salim
Kabinet Amir Syarifuddin II = 11 November 1947-29 Januari
1948
►Haji Agus Salim
Kabinet Amir Syarifuddin I = 3 Juli 1947-11 November 1947
►Sutan Syahrir (Sosialis)
Kabinet Syahrir III = 2 Oktober 1946-26 Juni 1947
►Sutan Syahrir (Sosialis)
Kabinet Syahrir II = 12 Maret 1946-2 Oktober 1946
►Sutan Syahrir (Sosialis)
Kabinet Syahrir I = 14 November 1945-12 Maret 1946
►Mr. Achmad Subardjo
Kabinet Presidentil = 19 Agustus 1945-14 November 1945
Alamat Kantor:
Jl. Taman Pejambon 6, Jakarta Pusat
Telp: (021) 3456014
Telp Sentral Pes.1001/1007
|
|
Dr. Hassan Wirayuda
Ia berjanji memberikan prioritas pada masalah politik luar negeri sesuai
dengan yang telah digariskan GBHN dan kebijakan yang telah digariskan
Presiden. Yaitu, melaksanakan politik bebas
aktif, terutama dalam upaya memulihkan citra dan kepercayaan dunia luar
kepada Indonesia.
Prof Dr Hasjim Djalal
WAWANCARA:
Prof Dr Hasjim Djalal sebagai seorang diplomat
senior dan tokoh hukum laut internasional punya andil besar dalam proses
mewujudkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai negara kepulauan. Dalam rangka Tahun Emas Deklarasi Djoeanda 13 Desember 2007, kami mewawancarainya.
Marty Natalegawa
Dia diplomat muda yang tengah
menuju puncak karir. Marty Natalegawa yang sebelumnya dikenal sebagai
Juru Bicara Deplu, yang dipercaya menjadi Dubes RI untuk Inggris. Pria kelahiran Bandung 22 Maret
1963, ini merupakan duta besar termuda, yang tengah dipersiapkan menjadi Menteri Luar
Negeri.
Dr. Alwi Shihab
Penampilannya simpatik,
tenang dan cerdas. Di bawah kepemimpinannya PKB bergandeng tangan dengan
Partai Golkar mencalonkan Wiranto dan Solahudin Wahid sebagai
Capres-Cawapres. PKB dengan cerdik bergandengan terapkan gaya politik
Golkar yang telah terbukti ampuh sebagai mesin politik Orde Baru selama 32
tahun.
Ali Alatas
Dia salah satu diplomat handal Indonesia. Menjabat Menteri Luar Negeri
(1987-1999) dalam empat kabinet dan pernah dinominasikan menjadi Sekjen
PBB oleh sejumlah negara Asia pada 1996, suatu bukti kehandalannya
mewakili Indonesia di pelbagai meja perundingan dan jalur diplomatik.
Adam Malik (1917-1984)
Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media
massa. Pria otodidak yang secara formal hanya tamatan
SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New
York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Ia berpengalaman
sebagai duta besar, menteri, hingga menjadi wakil presiden.
Soebandrio (1914-2004)
Mantan
Menlu sekaligus Wakil PM I pada zaman
Soekarno ini wafat dalam usia hampir 90 tahun,
Sabtu 3 Juli 2004. Politisi ulung Orde Lama ini meninggal setelah
sembilan tahun dibebaskan dari penjara yang telah dijalaninya 29,5
tahun sebagai tapol G-30-S/PKI. Setelah bebas, ia mencoba meluruskan sejarah G30S yang disebutnya telah
dimanipulasi.
Roeslan Abdulgani
Pada Seminar Asia Afrika di Kairo, Mesir, 1985, ia mewakili Indonesia.
Selain menyampaikan makalahnya, The Spirit of Bandung, Regional
Association and International Organization, ia juga menyerahkan deklarasi
Peringatan 30 Tahun Konperensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Peringatan
ini diselenggarakan beberapa hari sebelum seminar itu berlangsung.
Makarim Wibisono
Empat
bulan setelah ditugaskan memimpin Perwakilan Tetap RI di PBB Geneva
September 2004, Makarim Wibisono menjadi orang Indonesia pertama yang
menjabat sebagai Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB), forum tertinggi di PBB untuk promosi dan
perlindungan HAM.
|
|