A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
jaksa agung  
KEJAKSAAN AGUNG  
   


Menteri:
Hendarman Supandji, 2007-0000

Abdul Rahman Saleh, SH

2004-2007 :: Kabinet Indonesia Bersatu

►H.MA. Rahman.SH

2001-2004 :: Kabinet Gotong Royong

Baharuddin Lopa (1935-2001)

2001-2001 :: Kabinet Persatuan Nasional

►Marzuki Darusman

1999-2001 :: Kabinet Persatuan Nasional

 

 

 

Alamat:
Jalan

 

Antasari Azhar 

Merasa Jadi Selebritis

Entah berkah entah pula musibah, yang jelas kasus Tommy Soeharto telah melambungkan nama Antasari Azhar, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Tak heran, kalau setiap kali ia berada di tempat-tempat umum, orang-orang langsung menatapnya sambil berbisik-bisik. Sebenarnya, ia merasa risi juga. Namun apa mau dikata. "Saya merasa menjadi selebritis," guyon Antasari.


Hendarman Supandji

Berantas Yes, Korupsi No!

Hendarman Supandji, Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiItulah motto Hendarman Supandji, Jaksa Agung yang menggantikan Abdul Rahman Saleh dalam resuffle kabinet 7 Mei 2007. Sebelumnya dia menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Khusus yang juga menjabat Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tim ini terdiri dari Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan BPKP.

 

Abdul Rahman Saleh

Pendapat Beda, Jadi Jakgung

Namanya populer tatkala sebagai hakim agung menyampaikan dissenting opinion (pendapat berbeda) dalam kasus korupsi Bulog II dengan terdakwa Akbar Tandjung cs. Entah karena itu, pria kelahiran Pekalongan, 1 April 1941, ini tiba-tiba dipercaya SBY-JK menjabat Jaksa Agung KIB. Namun, ia digantikan Hendarman Supandji dalam resuffle kabinet 7 Mei 2007.

 

Baharuddin Lopa (1935-2001)

Jaksa Pendekar Hukum

Lopa adalah jaksa yang hampir tidak punya rasa takut, kecuali kepada Allah. Dia salah seorang contoh dari orang-orang yang berani melawan arus kebobrokan serta pengaruh kapitalisme dan liberalisme dalam hukum. Sayang Lopa sudah wafat. Tetapi dia telah meninggalkan warisan yang mulia untuk menegakkan keadilan.

 

Harprileny Soebiantoro SH, CN MH

Keadilan Masih Terasa Jauh

Jamdatun ini mengatakan saat ini orang-orang hanya bicara soal hukum tapi keadilan masih terasa jauh. Keadilan masih di mulut, belum menjadi bagian hidup manusia Indonesia. Kinerja Helen, panggilan akrabnya, ketika memimpin Kajati Jabar telah memposisikannya sebagai seorang perempuan pendekar hukum yang punya komitmen untuk mewujudkan keadilan di negeri ini.