|
Menteri Negara BUMN:
►Dr Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD
2007-2009 :: Kabinet Indonesia Bersatu
►Sugiharto
2004-2007 :: Kabinet Indonesia Bersatu
►Laksamana Sukardi
2001-2004 :: Kabinet Gotong Royong
►Rozi Munir
2000-2001 :: Kabinet Persatuan Nasional (PMA & Pembinaan
BUMN)
►Laksamana Sukardi
1999-2000 :: Kabinet Persatuan Nasional (PMA & Pembinaan
BUMN)
►Tanri Abeng
1998-1999 :: Kabinet Reformasi (Pemberdayaan BUMN)
►Tanri Abeng
1998-1998 :: Kabinet Pembangunan VII (Pemberdayaan BUMN)
Alamat Menteri:
Gedung Wisma Danamon Aetna Lantai 26
Jalan Jend. Sudirman Kav.45-46
Jakarta
Telepon (021) 5772776 ext 1126, 5993
Fax (021) 577096
|
|
Sofyan A Djalil
Cukup
sukses sebagai Menkominfo, Sofyan A Djalil dipindahposisikan menjadi
Meneg BUMN. Presiden SBY langsung mengumumkan hal itu, di Istana Merdeka, Senin 7 Mei 2007.
Sofyan Djalil sebelumnya pernah menjabat Asisten Kepala Badan Pembina
BUMN/ Staf Ahli Meneg BUMN (Juni 1998-Februari 2000). Selain Sofyan Djalil
ada
6 lagi menteri yang diganti.
Sugiharto
Direktur Keuangan Medco Energy Internasional Tbk yang juga kader PPP ini,
dijulyuki Harian Kompas sebagi 'Arsitek Perusahaan Masa Depan'. Tak lama
kemudian, dipercaya menjabat Menteri Negara BUMN menggantikan
Laksamana Sukardi, kader PDIP. Namun, menurutnya, dia diangkat menjadi
Meneg BUMN bukan karena preferensi politik (PPP) tetapi sebagai seorang
profesional.
Laksamana Sukardi
Saat karirnya sebagai
banker begitu cemerlang, dia malah beralih menjadi politisi di PDI
pimpinan Megawati yang ketika itu masih berada di bawah tekanan pemerintah
orde baru. Banyak orang menganggapnya keliru. Ternyata enam tahun
berikutnya, pilihan ini telah mengantarnya menjabat Menteri Negara BUMN
pada pemerintahan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.
.
Tanri Abeng
Tanri Abeng, seorang manajer handal Indonesia. Ia adalah ikon majaner
profesional Indonesia. Pada masanya, ia dijuluki Manajer Satu Milyar.
Jumlah nilai ‘transfernya’ dari Multi Bintang Indonesia (MBI) ke Bakrie
Group. Ia sukses menakhodai kedua perusahaan itu. Salah satu resepnya
adalah keberaniannya mengambil tantangan dan risiko. Setelah mencapai
puncak karir sebagai CEO, ia pun dipercaya menjabat Menteri Negara
Pemberdayaan BUMN Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Reformasi. |
|