A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
KPK  
KOMISI PEMBERANTAS KORUPSI  
   

 

Pimpinan KPK

 

Pimpinan KPK 2007-2011

Ketua:

Antasari Azhar

 

Anggota:

► Chandra M. Hamzah

► Bibit Samad Rianto

► Haryono

► Mochammad. Jasin

 

 

Pimpinan KPK 2003-2007

Ketua:
Taufiequrachman Ruki

Wakil Ketua/Anggota:
Amien Sunaryadi

Sjahruddin Rasul

Tumpak Hatorangan Panggabean

Erry Riyana Hardjapemekas

 

Antasari Azhar

Ketua KPK dari Karir Jaksa

 

Ketua KPK Antasari Azhar cwesama empatanggota Komisi Pemberantasan Korupsi lainnya dilantik dan disumpah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2007). Antasari yang menggantikan Taufiequrachman Ruki seorang jaksa karir kelahiran angkal Pinang, Bangka 18 Maret 1953.

 

Antasari Azhar, meminta masyarakat bersabar dan memberi waktu kepada anggota KPK yang baru dilantik untuk berkoordinasi. "Saya mohon bersabarlah. Keputusan KPK itu keputusan kolektif," ujarnya.

Setelah pelantikan, Presiden pun berbicang-bincang dengan anggota KPK. Yudhoyono meminta konsistensi penegakan hukum pemberantasan korupsi dilanjutkan. Presiden lantas memanggil mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Dalam sorotan kamera televisi, Presiden kemudian memberi beberapa arahan.

Sementara itu, saat acara di Kantor KPK, suasana haru terjadi saat serah terima jabatan antara pimpinan KPK lama yang diketuai Taufiequrachman Ruki dan pimpinan KPK baru yang diketuai Antasari Azhar.

Saat tayangan video di layar besar menampilkan beberapa foto kegiatan pimpinan KPK lama, tepuk tangan meriah tak kunjung henti. Beberapa di antaranya terlihat menyeka air mata.

"Saya sungguh terharu dan terpanggil karena Pak Taufieq cs mendapat aplaus meriah. Kami berpikir, apakah kami empat tahun ke depan mendapat aplaus seperti ini. Empat hari lalu kami berkumpul, meskipun belum dilantik, kami sudah membangun komitmen untuk terus berjuang memberantas korupsi. Jangan ragukan itu dan kami siap," janji Antasari dalam pidatonya.

 

Taufiequrachman Ruki

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi


Jakarta 17/12/03: Taufiequrachman Ruki, mantan polisi/anggota DPR RI, terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui mekanisme pemungutan suara usai uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang dilakukan Komisi II DPR di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa 16/12/03.

Pemilihan ketua dilakukan setelah sebelumnya lima pimpinan KPD dipilih. Mereka adalah Taufiequrachman Ruki, mantan polisi/anggota DPR RI (43 suara), Amien Sunaryadi, mantan BPKP/Masyarakat Transparansi Indonesia (42 suara), Sjahruddin Rasul, mantan Deputi BPKP (39), Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan jaksa (26), dan Erry Riyana Hardjapemekas mantan Dirut PT Timah (24).

Voting dilakukan dua kali oleh 44 dari 61 anggota Komisi II. Sebanyak 17 anggota tidak diperkenankan menggunakan hak untuk memilih karena ketidakhadiran sampai tiga kali dalam rapat-rapat sebelumnya.

Voting pertama dilakukan untuk memilih lima dari sepuluh nama calon, sedangkan yang kedua untuk memilih satu ketua dari lima nama yang terpilih. Pada voting pertama, masing-masing anggota Dewan memilih maksimal lima nama dari sepuluh calon.

Perolehan suara lima calon lainnya yang tidak terpilih pada voting pertama itu adalah Moh Yamin (22), Iskandar Sonhadji (7), Marsillam Simandjuntak (6), Chairul Imam (4), dan Momo Kelana (1).

Berdasarkan voting kedua, Taufiequracman Ruki terpilih menjadi Ketua KPK dengan mengantongi 37 suara. Perolehan suara empat lainnya adalah Amien Sunaryadi (6), Sjahruddin Rasul (1), Tumpak Hatorangan Panggabean (0), dan Erry Riyana Hardjapamekas (0). *e-ti

Antasari Azhar

Ketua KPK dari Karir Jaksa

Ketua KPK Antasari Azhar bersama empat anggota Komisi Pemberantasan Korupsi lainnya dilantik dan disumpah oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2007). Antasari yang menggantikan Taufiequrachman Ruki seorang jaksa karir kelahiran angkal Pinang, Bangka 18 Maret 1953.

 

Taufiequrachman Ruki

Nakhoda Pemberantasan Korupsi

Taufiequrachman Ruki, lulusan terbaik Akpol 1971, yang menakhodai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya memosisikan KPK sebagai katalisator (trigger) bagi aparat atau institusi lain agar tercipta good and clean governance di negeri ini. mantan Anggota DPR-RI 1992 sampai 2001, itu tetap konsisten dalam menjalankan tugas kendati mendapat kritik dari berbagai pihak tentang dugaan tebang pilih pemberantasa korupsi.  

 

Amien Sunaryadi

Dari BPKP dan MTI ke KPK

Amien Sunaryadi, mantan Kasub Direktorat Pengawasan Khusus Kelancaran Pembangunan BPKP, ini terpilih menjadi Wakil Ketua/Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui pemungutan suara yang dilakukan Komisi II DPR di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa 16/12/2003.

 

Sjahruddin Rasul

Deputi Pengawasan BPKP ke KPK

H Sjahruddin Rasul, SH, sebelum menjadi Wakil Ketua/Anggota KPK, menjabat Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Akuntabilitas BPKP. Pria kelahiran Padang, 17 Agustus 1943, lulusan FH Unpad 1996, ini mengawali karir sebagai Auditor pada Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (1967-1972).

 

Tumpak Hatorangan Panggabean

Sangat Ditakuti Para Koruptor

Tumpak Hatorangan Panggabean, pria berdarah Batak kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 29 Juli 1943, sangat ditakuti para koruptor. Dia berbicara tegas dan apa adanya. Dia terkesan tidak kenal kompromi. Sebelum terpilih menjadi Wakil Ketua KPK, lulusan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini selama 30 tahun berkarier di Kejaksaan RI.

 

Erry Riyana Hardjapamekas

Demi KPK, Lepas Semua Jabatan

Erry Riyana Hardjapamekas pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 5 September 1949, melepas semua jabatannya setelah terpilih menjadi Wakil Ketua/Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan mantan Direktur Utama PT Timah Tbk, itu untuk menghindari adanya benturan kepentingan.