A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
BI  
BANK INDONESIA  
   

 

GUBERNUR BANK INDONESIA

2003-2008 ► Burhanuddin Abdullah

1998-2003 ► Syahril Sabirin

1993-1998 ► J. Soedradjat Djiwandono

1988-1993 ► Adrianus Mooy

1983-1988 ► Arifin Siregar

1973-1983 ► Rachmat Saleh

1968-1973 ► Radius Prawiro

 

DEWAN GUBERNUR
Gubernur
Burhanuddin Abdullah
Deputi Gubernur Senior
Miranda Gultom
Deputi Gubernur
Aulia Pohan
Maman H. Somantri
Maulana Ibrahim
Bun Bunan EJ.Hutapea
Aslim Tadjuddin
Hartadi. A. Sarwono
Siti Chalimah Fadjrijah

 

Jadwal Rapat Dewan Gubernur BI 2006
► Januari: Senin, 9 Januari 2006
► Februari: Selasa, 7 Februari 2006
► Maret: Selasa, 7 Maret 2006
► April: Kamis, 6 April 2006
► Mei: Selasa, 9 Mei 2006
► Juni: Selasa, 6 Juni 2006
► Juli: Kamis, 6 Juli 2006
► Agustus: Selasa, 8 Agustus 2006
► September: Selasa, 5 September 2006
► Oktober: Kamis, 5 Oktober 2006
► November: Selasa, 7 November 2006
► Desember: Kamis, 7 Desember 2006

DIREKTORAT/KEPALA BIRO
Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter
► Halim Alamsyah
Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter
► Tarmiden Sitorus
Direktorat Pengelolaan Moneter
► Budi Mulya
Direktorat Pengelolaan Devisa
► Made Sukada
Direktorat Luar Negeri
► Kusumaningtuti SS
Biro Kredit
► Ratna E. Amiaty
Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan
► Nelson Tampubolon
Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan
► Siti Ch. Fadjrijah
Direktorat Pengawasan Bank 1
► Sabar Anton Tarihoran
Direktorat Pemeriksaan Bank 1
► Yang Ahmad Rizal
Direktorat Pengawasan Bank 2
► Aris Anwari
Direktorat Pemeriksaan Bank 2
► Ridwan Masui
Direktorat Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat
► Syahrul Bachroen
Biro Perbankan Syariah
► Hatief Hadikoesoemo
Unit Khusus Investigasi Perbankan
► Mohammad Ali Said Kasim
Direktorat Pengedaran Uang
► Budiman Kostaman
Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran
► Mohamad Ishak
Direktorat Logistik dan Pengamanan
► Dede Ariffin S
Direktorat Teknologi Informasi
► Bambang Sindu Wahyudi
Direktorat Sumber Daya Manusia
► Abdul Azis
Direktorat Keuangan Intern
► Ardhayadi
Direktorat Hukum
► Roswita Roza
Direktorat Pengawasan Intern
► Djoko Sutrisno
Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan
► Perry Warjiyo
Biro Gubernur
► Rusli Simanjuntak
Biro Sekretariat
► Djarot Sumartono
Unit Khusus Program Transformasi
► Romeo Rissal
Unit Khusus Manajemen Informasi
► Dibyo Raharjo

 

Arifin M Siregar

Pemimpin Bertangan Dingin

Gubernur Bank Indonesia (1983–1988) bergaya kepemimpinan konservatif, hati-hati dan bertangan dingin ini menjabat Menteri Perdagangan Kebinet Pembangunan VI (1988-1993). Kemudian, dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat dan Grenada (1993-1998).

 

Syahril Sabirin, Ph.D

Demi Independensi Bank Indonesia

Bank central harus independen. Kendati untuk mempertahankan amanah itu, ia harus menghadapi tantangan hebat. Ia dipaksa memilih: Mundur atau ditahan! Ia pilih tak rela BI diintervensi: Ia tak mau mundur! Akibatnya, ia dituduh korupsi, diadili dan mendekam dalam tahanan. Sempat divonis tiga tahun penjara. Tapi, akhirnya keadilan tetap singgah menghampiri, ia divonis bebas.

 

Dr. Anwar Nasution

Setelah Masuk ‘Sarang Penyamun'

Ia dikenal sebagai ekonom yang sangat vokal. Sebelum menjadi Deputi Senior Gu-bernur Bank Indonesia, ia sering mengkritik tajam pemerintah dan BI menyangkut kebi-jakan sektor ekonomi dan moneter. Salah satu kritiknya yang paling monumental: "Bank Indonesia itu sarang penyamun." Maka, saat diangkat masuk BI, banyak harapan dialamatkan ke pundaknya untuk membersihkan penyamun dari bank sentral itu.

 

Aulia Pohan

Deputi Gubernur Bank Indonesia

Aulia Pohan, Deputi Gubernur Bank Indonesia dilahirkan di Palembang, 11 September 1945. Menyelesaikan pendidikan MA dalam Ekonomi Studi Pembangunan dari Boston University, USA. Mengikuti berbagai program pendidikan di luar negeri diantaranya; Financial Programming Policy Course IMF, Washington; ADB Training on Monetary and Fiscal Policies, Tokyo; Workshop in Harvard University dll.

 

KANTOR PUSAT
Jl. MH. Thamrin 2 Jakarta 10110 Indonesia
Telp : (62-21) 381-7187 Faks : (62-21) 350-1867

KANTOR BANK INDONESIA
AMBON : Jl. Raya Pattimura No.7
BALIKPAPAN : Jl. Jend. Sudirman no.20, Balikpapan 7611
BANDA ACEH : Jl. Cut Meutia no.15
BANDAR LAMPUNG : Jl. Hasanudin no.38, Bandar Lampung
BANDUNG : Jl. Braga no.108, Bandung 40111
BANJARMASIN : Jl. Lambung Mangkurat no.15, Banjarmasin 70111
BATAM : Jl. Engku Putri Batam Center, Batam 29432
BENGKULU : Jl. Jend. Ahmad Yani
CIREBON : Jl. Yos Sudarso no.5-7
DENPASAR : Jl. Supratman 1
JAMBI : JL. Jend. Ahmad Yani, Telanaipura
JAYAPURA : Jl. DR. Sam Ratulangi no. 9
JEMBER : Jl. Gajah Mada no.224
KEDIRI : Jl. Brawijaya no.2
KENDARI : Jl. Sultan Hassanudin no.150,Kendari 93122 KUPANG
Jl. Tom Pello no.2
LHOKSEUMAWE : Jl. Merdeka no. 1, Lhokseumawe 24312
MAKASSAR : Jl. Jend. Sudirman no.3
MALANG : Jl. Merdeka Utara no. 7 dan Jl. Merdeka Timur no. 1
MATARAM : Jl. Pejanggik no.2, Mataram 83126
MEDAN : Jl. Balai Kota no.4
MANADO : Jl. Tujuh Belas Agustus
PADANG : Jl. Jend. Sudirman no.22
PALANGKARAYA : Jl. Diponogoro no.17, Palangka Raya 73111
PALEMBANG : Jl. Jend. Sudirman no.510
PALU : Jl. Sam Ratulangi no.23
PEKANBARU : Jl. Jend Sudirman no.464
PONTIANAK : Jl. Rahadi Usman no.3, Pontianak 78111
PURWOKERTO : Jl. Jend. Gatot Subroto no.98, Purwokerto 53116
SAMARINDA : Jl. Gajah Mada no.1 75122
SEMARANG : Jl. Imam Bardjo SH no.4
SIBOLGA : Jl. Kapten Maruli Sitorus no.8, Sibolga 22513
SOLO : Jl. Jend Sudirman no.4
SURABAYA : Jl. Pahlawan no.105
TASIKMALAYA : Jl. Sutisna Senjaya no.19, Tasikmalaya 46112
TERNATE : Jl. Jos Sudarso
YOGYAKARTA : Jl. Panembahan Senopati no.4-6, Yogyakarta 55121

KANTOR PERWAKILAN
LONDON : 10 City Road, London EC 1Y 2EH
NEW YORK : One Liberty Plaza, 165 Broadway, 31st floor, New York N.Y. 10006
SINGAPORE : 11 Collyer Quay 08-01The Arcade Singapore 049317
TOKYO : Hibiya Park Building Rooms
309-311 no.8-1, Yurakucho 1 Chome, Chiyoda-ku, Tokyo

 

Burhanuddin Abdullah

Gubernur BI Era Keterbukaan

Dia Gubernur Bank Indonesia (BI)  pertama yang terpilih secara demokratis. Baginya, menjadi Gubernur BI suatu amanah dan prestasi, sebagai accomplishment dari perjalanan hidupnya yang meniti karir dari bawah. Hidup mantan Menko Perekonomian (2001) ini bukan lagi untuk diri dan keluarga semata, tetapi untuk melayani orang banyak.

 

Burhanuddin Abdullah (2)

Tiga Arah Kebijakan BI

Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia merumuskan tiga arah kebijakan. Kebijakan itu dimaksudkan untuk mempercepat pewujudan perbankan kembali andal, terpercaya dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai permasalahan dan tantangan ke depan.

 

Miranda S Goeltom

Kecerdasan 'Miss Telat'

Deputi Senior Bank Indonesia (2004-2008) ini seorang srikandi keuangan Indonesia yang terbilang cerdas. Alumni  S1 FE-UI dan Doktor (S3) dalam Ilmu Ekonomi Boston University, USA, ini digelari teman-temannya Miss Telat, saking seringnya telat. Tapi, saat teroris meledakkan bom di Hotel JW Marriot, kebiasaan telat, telah membuatnya luput dari bahaya.

 

Maman H. Somantri

Kiprah Arsitek di BI

Deputi Gubernur Bank Indonesia ini lahir di Tasikmalaya, 15 Januari 1948. Meraih gelar Sarjana Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan MA dibidang Economics dari University of Oregon, USA serta PhD dari Universitas yang sama.

 

Maulana Ibrahim

Dari BPPN Kembali ke BI

Lahir di Bandung, 20 Oktober 1948. Meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung dan MA dibidang Economics dari Central Missouri State University, Amerika Serikat.

 

Bun Bunan EJ Hutapea

Dari Staf Sampai Deputi Gubernur

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bun Bunan EJ Hutapea, lahir di Pematang Siantar, 5 September 1948. Suami Eva Riyanti ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta, dan memperoleh gelar MA di Institut Management AIM di Manila.

 

Aslim Tadjuddin

Doktor Ekonomi Moneter

Aslim Tadjuddin, Deputi Gubernur BI, lahir di Payakumbuh, 30 Desember 1949. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Andalas, Gelar MA dalam bidang Ekonomi Internasional dan PhD dalam bidang Ekonomi Moneter dan Internasional dari University of Colorado, Boulder, AS.

 

Hartadi A Sarwono

Alumni ITB Jadi Ahli Keuangan

Deputi Gubernur Bank Indonesia ini lahir di Jakarta, 10 Agustus 1952. Menyelesaikan pendidikan Sarjana di Institut Teknologi Bandung, dan memperoleh gelar MA di bidang Macroeconomics dan PhD di bidang Monetary Theory and Policy, keduanya di University of Oregon, Eugens-Oregon, Amerika Serikat.

 

Siti Chalimah Fadjriah

Pejabat BI Pengajar Ngaji

Siti Chalimah Fadjriah, Deputi Gubernur BIIa terpilih secara aklamasi (9/5/05) oleh Komisi XI DPR sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan menggantikan Aulia Pohan yang telah pensiun. Sebagai Pejabat BI, perempuan berjilbab lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini, juga dikenal suka mengajar ngaji dan berdakwah.

 

MISI
Mencapai dan memelihara kestabilan moneter untuk mewujudkan kestabilan nilai rupiah melalui penetapan dan pelaksanaan tugas secara akuntabel,transparan dan dengan integritas yang tinggi.

Dalam mewujudkan Misi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk :
Mengeluarkan setiap kebijakan yang berkualitas ;
Berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia ;
Menciptakan lingkungan kerja yang kondusif ;
Menggalang koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait ; serta
Mengembangkan organisasi pembelajaran yang adaptif.

VISI
Mewujudkan Bank Indonesia sebagai lembaga bank sentral yang terpercaya dan disegani.
 

TUJUAN DAN TUGAS
Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Aspek pertama tercermin pada perkem-bangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Tiga Pilar Utama
Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.
 

STATUS DAN KEDUDUKAN

Sebagai Lembaga Negara yang Independen
Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan Pemerintah ataupun pihak lainnya.

Sebagai suatu lembaga negara yang independen, Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Untuk lebih menjamin independensi tersebut, undang-undang ini telah memberikan kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Lembaga negara yang independen kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. Disamping itu, kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada di luar Pemerintah.

Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.