|
*************************
aa - az
►
Abdulgani
►
Abdul Latief
► Abdul Muis (1883-1959)
►
Ahmad Syafi'i Ma'arif
►
Aisyah Aminy,
►
Ali
Akbar Navis^
►
Alwi Dahlan, M
►
Ani
Idrus^
►
Arbi Sanit
►
Arwin Rasyid
►
Aslim Tadjuddin ►
Asrul Sani^
►
Awaloeddin Djamin
►
Azwar Anas ►
Azyumardi Azra
►
Baihaki Hakim
►
Bustanil Arifin
►
Deliar Noer (1926-2008)
►
Emil
Salim, Prof Dr
►
Ernie
Djohan
►
Franciscus Welirang
►
Gamawan Fauzi
►
Harprileny Soebiantoro ►
Hasjim Ning,
HMNM
►
Hasnan Habib (1927-2006)
►
Hatta, Mohammad (Bung Hatta)
►
Herawati Diah
►
Imran, Drs, Ak
►
Irman Gusman
►Jusuf
Wanandi
►
Rasuna Said, HR. (1910-1965)
►
Syamsu Rahim
Harprileny Soebiantoro SH, CN MH
Jamdatun ini mengatakan
saat ini orang hanya bicara soal hukum tapi keadilan masih terasa
jauh. Keadilan masih di mulut, belum menjadi bagian hidup. Kinerja Ellen, panggilan akrabnya, ketika memimpin Kejaksaan
Tinggi Jawa Barat telah memosisikannya sebagai perempuan pendekar
hukum yang punya komitmen mewujudkan keadilan di negeri ini.
Hasjim Ning
Lahir dan dibesarkan di Nipah, Padang, 22 Agustus 1916.
Di ibukota Sumatera Barat itu juga dia mengecap pendidikan SD Adabiah (1929) dan MULO (1933). Kemudian, 1937, Hasjim Ning, hijrah ke Jakarta. Dia jadi
tukang cuci mobil. Dua tahun kemudian, dia sudah dipercaya menjadi
perwakilan NV Velodrome Motorcars di Tanjungkarang, Lampung.
Welcome
This
site is currently under construction. Please check back at a later time.
|
|
Deliar Noer (1926-2008)
Cendekiawan ilmu politik yang kritis Prof Dr Deliar Noer MA meninggal
dunia dalam usia 82 tahun Rabu 18 Juni 2008 pukul 10.30 di RSCM, Jakarta. Mantan Rektor IKIP Jakarta kelahiran Medan
9 Februari 1926, itu meninggalkan istri tercinta,
Zahara (76), dan seorang anak, Dian, dan tiga cucu.
Syamsu Rahim
Walikota Solok
ini
memelopori penerapan dan
pelaksanaan etika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Peraih
Piala
Adipura dan
Leadership-park Award 2007, itu berupaya membenahi etika
aparaturnya untuk mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan pelayanan
publik
di daerahnya.
HR Rasuna Said (1910-1965)
HR Rasuna Said (Hajjah Rangkayo Rasuna Said) seorang orator, pejuang (srikandi)
kemerdekaan Indonesia. Pahlawan nasional Indonesia ini lahir di Maninjau,
Agam, Sumatera Barat, 15 September 1910 dan wafat di Jakarta, 2 November
1965 dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Aslim Tadjuddin
Aslim Tadjuddin, Deputi Gubernur BI, lahir di Payakumbuh, 30 Desember
1949. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Andalas,
Gelar MA dalam bidang Ekonomi Internasional dan PhD dalam bidang
Ekonomi Moneter dan Internasional dari University of Colorado,
Boulder, AS.
Jusuf Wanandi
Pendiri dan Anggota Dewan Penyantun CSIS, ini lama menjabat Direktur
Eksekutif CSIS, sebuah lembaga pemikir yang berperan melahirkan berbagai
gagasan yang menjadi kebijakan pemerintah pada awal kekuasaan orde baru
hinga pertengahan tahun 80-an. Saat mahasiswa,
ia dikenal sebagai tokoh organisasi ekstrauniversiter, PMKRI.
Abdulgani
Pria kelahiran Buktittinggi 14 Maret 1943 ini kembali dipercaya masuk
Garuda Indonesia menjadi Komisaris Utama, Maret
2005. Bankir senior lulusan FE-UI 1969 yang dikenal bersih dan
berintegritas tinggi, ini saat menjabat Dirut Garuda 1998-2002 berhasil
menyelamatkan maskapai penerbangan terkemuka Indonesia itu dari
keterpurukan.
Ernie Djohan
Ernie Djohan Si “Mutiara yang Hilang” kini jumpa lagi. Setelah sukses
dalam "Ernie Djohan's Golden Concert" di Gedung Kesenian Jakarta, tahun
2001 lalu, ia makin sering jumpa lagi dengan para penggemarnya, terutama
dalam acara sosial, seperti peduli jantung. Ia seorang penyanyi kenangan
yang tetap enerjik di usia kepala lima. Dan, tak banyak orang tahu, ia
pintar memijat.
Franciscus Welirang
Dia menikah dengan Myra Salim, putri taipan terbesar era Soeharto yaitu
Soedono Salim atau Liem Sioe Liong atau Om Liem. Dikaruniai dua putri,
pria paruh baya kelahiran Padang, Sumatera Barat 9 November 1951 ini
menjadi pewaris lain imperium bisnis Salim Grup. Walau sebagai pewaris lain, CEO PT Bogasari Flour Mills, Franciscus “Frangky” Welirang tidaklah
dengan mudah menerima warisan.
Hasnan Habib (1927-2006)
Letjen (Purn)
yang intelektual militer, ini tak
henti-hentinya berperan merancang dan menggagas reorganisasi,
konsolidasi dan integrasi militer Indonesia. Mantan Duta Besar RI untuk
AS
(1982-1985), ini wafat dalam usia 78 tahun, Kamis 16 Februari 2006
pukul 21.19 WIB, di RS Pondoh Indah, Jakarta.
|
|