|
|
|
| MTI KHUSUS 02 |
|
|
 |
MTI-K-02 (INDEX)►
UTAMA:
01
02
03
04
05 BUPATI:
06 07
08
09
10
11
12
13 WABUP:
14 SEKKAB:
15 GERBANG DAYAKU:
16
17
18
19 KAPUR
SIRIH: 20 ==
Kutai Kartanegara (05)
Tuan Rumah Pentas UNCTAD-PBB
MTIK 02: Setelah tampil di pentas
Sidang ILO di Jenewa dan Festival Seni Tongtong di Negeri Belanda, Kutai
Kartanegara sukses mementaskan (tuan rumah) International Training
Workshop on Dispute Settlement Mechanism on Investment atau lokakarya
internasional penyelesaian perselisihan investasi di Tenggarong, pada
24-26 April 2007.
Sebuah event internasional yang diselenggarakan United
Nation Conference for Trade and Development (UNCTAD, lembaga PBB yang
menangani urusan perdagangan dan pembangunan) bekerjasama dengan Pusat
Kerjasama Teknik Selatan Selatan NAM CSSTC (Non Aligned Movement Center
of South South Technical Cooperation), Departemen Luar Negeri RI,
Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa dan Pemkab Kukar,
diikuti delegasi dari 14 negara 14 yakni delegasi Myanmar, Kamboja,
Vietnam, China, India, Sri Langka, Timor Leste, Tuvalu (Ms Filiga Lesaa
Taukiei), Samoa, Malaysia, Filipina, Fiji dan Papua New Guinea. Para
delegasi menginap di Hotel Singgasana, Tenggarong.
Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, 24-26 April 2007, di Gedung
Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Tampil sebagai
narasumber Chitra Radhakishun (Manager UNCTAD Projec Dispute Settlement
in International Trade, Investment and Intellectual Property), Ucheora
Onwuamaegbu (Senior Counsel at the World Bank International Centre for
Settlement of Investment Disputes, ICSID), Prof DR Muthucumaraswamy
Sornarajah (Professor at the Faculty of Law of the National University
of Singapore) dan Makarim Wibisono (Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB
dan Organisasi Internasional di Jenewa) yang tampil sebagai keynote
speech.
Chitra Radhakhishun menyampaikan materi Dispute Settlement in
International Trade, Investment, and Intellectual Property. Ucheora
Onwuamaegbu membahas persoalan perselisihan dan mencari solusi
antarpemerintah dengan invenstor asing di tingkat arbitrase sekaligus
perdamaiannya. Prof DR Muthucumaraswamy Sornarajah mengulas persoalan
investasi dan perselisihan dilihat dari sisi hukum legal formalnya.
Doktor filosofi (PhD) dari University of London di bidang hukum itu
sangat aktif dalam berbagai penyelesaian arbitrase internasional.
Lokakarya (pelatihan) itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para
peserta dari negara-negara berkembang dalam menyelesaikan sengketa
investasi di lembaga-lembaga regional maupun internasional. Juga untuk
meningkatkan pemahaman para peserta mengenai aturan dan prosedur yang
berlaku secara internasional dalam penyelesaian sengketa.
Pelatihan internasional itu dibuka Banua Radja Manik (Pelaksana Harian
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Departemen Luar Negeri RI).
Sementara Wakil Bupati Kukar Samsuri Aspar, memberi sambutan pada acara
pembukaan dan penutupan.
Kukar Tuan Rumah
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Prof Dr Syaukani HR MM dalam Official
Handbook menyambut baik kegiatan International Training Workshop on
Dispute Settlement Mechanism on Investment itu. Dia menyebut kegiatan
itu merupakan suatu kehormatan bagi Pemkab Kukar, yang telah dipercaya
selaku tuan rumah. “Menjadi tuan rumah bagi delegasi 14 negara sekaligus
adalah pengalaman pertama kami,” katanya.
Syaukani mengungkapkan kebahagiaan Pemkab Kukar, menerima kehadiran
delegasi peserta lokakarya internasional penyelesaian perselisihan
investasi itu di Kota Raja Tenggarong. Dia berharap, sebagai tuan rumah
dapat berbagi pengalaman. Apalagi, ungkap Syaukani, keterlibatan Kukar
dalam event dunia di bawah naungan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) bukan kali pertama ini.
Syaukani mengatakan, dalam 5 tahun terakhir, melalui supervisi
International Labour Organization (ILO), organisasi perburuhan
internasional, Kukar menjadi kabupaten pertama di dunia sebagai pelopor
Zona Bebas Pekerja Anak (ZBPA). Sehingga mendapat undangan kehormatan
berbicara di depan ratusan delegasi negara-negara pada sidang ILO, Juni
2006 lalu.
Syaukani juga berharap hubungan persahabatan yang terbentuk selama
lokakarya, tumbuh menjadi suatu hubungan kerja sama yang saling
menguntungkan antara Kukar sekaligus 12 kota/kabupaten lain se-Kaltim,
khususnya di bidang pariwisata, perdagangan, investasi dan lainnya.
Syaukani menguraikan bahwa Kukar dewasa ini sedang mempersiapkan Visit
Kutai Kartanegara 2010 (Tahun Kunjungan Wisata Kutai Kartanegara 2010).
Sehingga bagi mereka yang baru pertama menginjakkan kaki di Kukar,
diharapkan akan membawa lebih banyak rekan pada kunjungan berikutnya.
Entah bersama keluarga, teman, atau untuk bekerja. “Karena sekali Anda
meneguk air Mahakam, Anda pasti akan kembali lagi,” ujarnya berpromosi.
Penyelesaian Sengketa
Siaran Pers Direktorat Informasi dan Media, Deplu RI menjelaskan bahwa
lokakarya ini relevan dengan perkembangan dunia sekarang. Di satu pihak
para investor sedang melakukan ekspansi bisnis dan mencari negara-negara
yang potensial untuk pengembangan bisnis, di pihak lain negara-negara
berkembang juga sangat membutuhkan investasi bagi pembangunan mereka.
Negara-negara berkembang bersaing untuk menarik investasi asing dengan
menciptakan iklim investasi yang kondusif, menawarkan insentif,
kemudahan prosedur investasi, pembebasan pajak dan lain-lain.
Sementara, kegiatan investasi tidak lepas dari potensi sengketa antara
investor dengan negara di mana investasi itu ditanam. Sengketa dapat
diselesaikan dengan menggunakan hukum nasional masing-masing. Dapat juga
diselesaikan melalui arbitrase internasional yang bagi investor
kemungkinan dianggap lebih memberikan kepastian hukum dan terlepas dari
campur tangan atau kepentingan pihak-pihak tertentu.
Dijelaskan, penyelesaian konflik telah menjadi bagian penting dari
sistem multilateral. Beberapa mekanisme untuk penyelesaian sengketa
investasi telah dibentuk di WTO dan ICSID (International Centre for
Settlement of Investment Dispute). Dalam lingku regional juga telah
dibentuk pusat-pusat regional untuk arbitrase perdagangan internasional
di beberapa kawasan seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara
berkembang semakin terlibat dalam kasus-kasus yang dibawa ke badan-badan
penyelesaian sengketa, seperti WTO dan ICSID.
Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang
adalah kekurangpahaman mengenai aturan, prosedur dan praktek
penyelesaian melalui arbitrase internasional, khususnya yang menyangkut
sengketa investasi. Dengan demikian ada satu kebutuhan yang cukup
mendesak bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan pemahaman ini
mengingat mekanisme penyelesaian domestik kemungkinan tidak dapat
menampung kepentingan investor. Untuk itulah lokakarya internasional ini
diadakan UNCTAD bekerjasama dengan Deplu dan Pemkab Kukar sebagai tuan
rumah.
Bernilai Strategis
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar, MM, dalam
sambutan pembukaan pelatihan internasional itu di Gedung Puteri Karang
Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Selasa (24/4/2007) pagi mengatakan,
dipilihnya Kukar sebagai tuan rumah lokakarya internasional penyelesaian
perselisihan investasi yang pertama digelar di Kaltim, itu bukan hanya
sebuah kehormatan, tapi juga memiliki nilai strategis.
“Karena sebagian besar pendapatan Kukar dihasilkan oleh kegiatan
investasi perusahaan nasional dan multinasional. Perusahaan-perusahaan
itu dominan bergerak di bidang eskpolitasi SDA seperti migas, batu bara
dan pertambangan lainnya. Terutama setelah diberlakukan otonomi daerah,
yang menuntut interaksi baik antara pemerintah daerah dengan perusahaan,”
kata Samsuri di hadapan para peserta lokakarya internasional itu.
Samsuri berharap, melalui pengetahuan yang diperoleh dari lokakarya ini,
para pemerintah daerah di tanah air akan mampu secara adil menjembatani
kepentingan investor dengan kepentingan meningkatkan kesejahteraan
rakyat.
Selain itu, Samsuri juga mengungkapkan kenyataan, meskipun eksploitasi
SDA Kukar selama 50 tahun lebih, baik yang dilakukan investor lokal,
nasional maupun asing, tapi masih banyak masyarakat Kukar yang hidup di
bawah standar kesejahteraan. “Makanya, kesejahteraan masyarakat ini
diusahakan tercapai lewat program Gerbang Dayaku yang sekarang berada di
tahapan kedua,” ujar Samsuri Aspar.
Menurut Samsuri, tentu saja hal itu sering membuat masyarakat Kukar
mudah terlibat kesalahpahaman dan perselisihan, dengan kalangan
investor. Namun, Samsuri berharap dengan diterapkannya program Gerbang
Dayaku, menyusul diperolehnya otonomi daerah, tujuan utamanya tidak lain
mewujudkan kesejahteraan rakyat. Khususnya melalui peningkatan kualitas
sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan dan kesehatan serta
pengembangan pertanian dalam arti luas dan pariwisata. Termasuk
mengembangkan berbagai usaha guna meningkatkan ekonomi kerakyatan.
Menurut Samsuri, Pemkab Kukar masih perlu belajar mempercepat
kejahteraan rakyat melalui pemberdayaan perekonomian kerakyaratan itu
sendiri. Dengan membantu rakyat untuk mengalihkan ketergantungan dari
program community development (Comdev) dari perusahaan besar dan
menjadikan rakyat mandiri.
Samsuri mengatakan pelayanan terhadap masyarakat juga menjadi tujuan
utama, selain terus berusaha mempertahankan kondisi daerah yang kondusif.
Supaya sektor-sektor pembangunan ekonomi dan lain sebagainya, terus
berkembang pesat. Termasuk berusaha menghadirkan kalangan investor dari
luar.
“Pemkab Kukar juga berusaha menjadi pemerintah yang enterprenerial dan
memenuhi tangung jawab besar dalam mengadakan dan melaksanakan pelayanan
publik. Apalagi belakangan ini pihak terkait terus mempelajari
pentingnya sinkronisasi kebijakan-kebijakan yang telah atau akan
diterapkan, disesuaikan kebijakan, sistem dan mekanisme regional,
nasional dan internasional,” ujar Samsuri.
Hafidz Anwar, Kepala Badan Penanaman Modal (BPMD) Pemkab Kukar yang
dipercayakan sebagai Ketua Panitia lokakarya internasional bekerja sama
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu berharap, lokakarya ini membawa
manfaat maksimal khususnya bagi Kukar yang sedang gencar melakukan
pembangunan di segala bidang dengan program Gerbang Dayaku.
Sebelumnya, dalam acara welcome dinner di Pendopo Odah Etam Tenggarong,
Senin (23/4/2007) malam, Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar MM,
didampingi unsur Muspida menyambut dan menjamu para pembicara dan utusan
14 negara serta pejabat Departemen Luar Negeri RI. Acara itu berlangsung
akrab, penuh rasa persahabatan.
Pada acara pembukaan (Opening Ceremony), Rabu, 25 April 2007 pagi, Wakil
Bupati Kukar Drs Samsuri Aspar MM bersama unsur Musyawarah Pimpinan
Kabupaten (Muspikab) Kukar menyamput para undangan memasuki Gedung
Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang.
Acara pembukaan diawali tarian Jepen. Sementara, Wabup Samsuri, Ketua
DPRD Kukar H Bachtiar Effendi, Ketua BPID Kaltim mewakil Plt Gubernur
Kaltim Yurnalis Ngayoh, Plt Harian Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik
Deplu RI Banua Radja Manik, Dubes/Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI)
di Jenewa, Swiss Dr Makarim Wibisono, Manager UNCTAD on Dispute
Settlement in International Trade Invenstmet and Intellectual Property
Chitra Radhakhishun dan Director NAM CSSTC Esti Andayani dipersilahkan
duduk di panggung kehormatan. Mereka pun masing-masing didaulat
memberikan sambutan.
Seusai acara pembukaan, digelar konferensi pers di ruang Very Important
Person (VIP), PKM. Sementara para peserta dan undangan dipersilakan
mengunjungi pameran potensi investasi dan pariwisata Kukar yang digelar
di lobi Gedung PKM.
Kemudian lokakarya dilanjutkan secara tertutup dihadiri 14 negara,
antara lain Mr U Tin Ko Win dan Ms Yin Yin Swe dari Myanmar, Mr Kao
Kosai dari Kamboja, Mr Nguyen Viet Cuong dan Ms Vu Thin Kim Dung dari
Vietnam, Mr Zhang Zhichao dari China, Ms Manika Jain dari India, Mr
Sirigampaia dan Ms HDW Vindani dari Sri Langka, Mr Avelino Fernandes
Pereira dan Mr Angelito Da Costa dari Timor Leste, Ms Filiga Lesaa
Taukiei dari Tuvalu, Ms Muriel Lui dari Samoa, Ms Anis Halini binti
Abdul Halim dari Malaysia, Ms Theresa de Vega, Mr Gerardo Del Rosario
dan Ms Cassandra Sawadjaan dari Filipina, Mr Azeem Khan dari Fiji dan Mr
Stanley dari Papua New Guinea.
Salut pada Pemkab Kukar
Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional di
Jenewa, Dr Makarim Wibisono yang tampil sebagai keynote speech
mengungkapkan rasa salutnya kepada Pemkab Kukar yang menggelar lokakarya
internasional itu. Menurutnya lokakarya ini sangat penting mengingat
investasi merupakan dampak dari globalisasi di dunia.
Menurut Dr Makarim Wibisono, Kutai Kartanegara sebuah daerah yang baik
untuk tujuan investasi. Daerah ini, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA)
yang kaya, aparat pemerintahnya pun bersunggung-sungguh, juga mempunyai
modal pengetahuan penyelesaian berbagai aspek menyangkut bidang
investasi.
Makarim menyebut lokakarya internasional itu sangat penting demi masa
depan penanaman modal di Indonesia, terutama Kaltim dan Kukar sebagai
tuan rumah. Kesempatan ini juga membuka kesempatan bagi Pemkab Kukar
untuk memberi gambaran tentang potensi ekonomi dan investasi di Kukar
kepada para utusan PBB yang dikirim menjadi pembicara dan para delegasi
14 negara Asia Pasific.
Menurut Makarim, pengetahuan tentang investasi saat ini bukan hanya
untuk konsumsi lokal tapi juga sudah menjadi konsumsi internasional.
“Saat ini, cukup banyak permasalahan yang timbul di bidang investasi,”
ujarnya.
Makarim mengaku bahwa dia dan para pembicara dari PBB serta delegasi 14
negara itu ternyata kagum. Mereka baru tahu bahwa rupanya di tengah
Pulau Kalimantan ada daerah yang sangat concern dengan kegiatan yang
bersifat internasional. “Kukar memiliki fasilitas cukup memadai, seperti
covention center, dan infrastruktur lainnya serta ditunjang kesungguhan
Pemkabnya,” katanya kagum.
Makarim berpendapat, dengan adanya keseriusan ditunjang dengan fasilitas
memadai, jika dunia internasional memiliki Davos, kota kecil di Swiss
yang sangat terkenal sebagai tempat pertemuan bahkan setiap tahun
digelar World Economic Forum (WEF), Indonesia kini memiliki Kukar.
“Kukar bisa dijadikan daerah untuk belajar mengenai investasi. Membahas
potensi ekonomi Tanah Air dan lainnya. Sehingga kalau ada sengketa
terkait investasi, tidak perlu ke Surabaya atau ke Jogja, tapi cukup ke
Kukar,” urainya sebagaimana dikutip Kaltimpost (26/4/2007). Sebagai
langkah awal, kota/kabupaten di Kaltim tidak ada salahnya mendatangi
Kukar untuk bertukar informasi menyangkut persoalan itu.
Sebelumnya, pada acara welcome dinner di Pendopo Odah Etam Tenggarong,
Senin(23/4/2007) malam, Makarim juga menyatakan kekagumannya yang luar
biasa terhadap pesatnya pembangunan di Kukar, terlebih di Tenggarong.
Dia seakan tak percaya bahwa di wilayah NKRI ini ada sebuah kabupaten
yang begitu pesat pembangunan infrastrukturnya. “Keindahan kota
Tenggarong tidak kalah dengan Jenewa. Ada jembatan yang cantik dan
lainnya,” katanya kagum.
Sementara itu, Direktur Non Align Movement Central for South-South
Technical Cooperation (NAM CSSTC) Esti Andayani menjelaskan lokakarya
internasional investasi ini terselenggara berkat kerja sama Departemen
Luar Negeri (Deplu), United Nations Conference on Trade and Development
(UNCTAD) dan Pemkab Kukar.
Program ditujukan secara khusus untuk negara-negara kawasan Asia Pasifik
sebagai upaya NAM Center dalam merealisasikan konsep pooling resources (pengumpulan
segala sumber daya) ke dalam sebuah kegiatan aksi. Esti Andayani
berharap melalui penyelenggaraan workshop, NAM Center dan negara-negara
Asia Pasifik memiliki kesempatan untuk secara bersama melakukan
percepatan pembangunan di kawasan selatan dunia.
Esti Andayani menyebut para eserta workshop yang berasal dari kalangan
pembuat kebijakan dan pelaku bisnis diharapkan dapat meningkatkan
kesadaran negara-negara berkembang akan aspek-aspek teknis dalam tataran
perdagangan internasional, khususnya terhadap isu-isu tentang
penyelesaian perselisihan dalam perdagangan dan investasi.
Sedangkan PLH Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Deplu RI, Banua
Radja Manik mengungkapkan, pelatihan ini merupakan implementasi dari
kerja sama negara selatan-selatan, yang merupakan salah satu prioritas
dari kebijakan luar negeri Indonesia. “Saling berbagi pengetahuan,
keahlian dan pengalaman antarnegara berkembang, merupakan sebuah
komponen penting bagi suksesnya kerja sama selatan-selatan,” kata Manik.
Banua Radja Manik mengungkap kenyataan derasnya peningkatan jumlah
peraturan dan institusi global, regional dan sub-regional berkenaan
dengan perdagangan internasional, investasi dan hak atas kekayaan
intelektual, telah menimbulkan tantangan serius bagi praktisi bisnis dan
pemerintah selaku fasilitator dalam hal mekanisme dan pengaturan
penyelesaian perselisihan.
Kondisi Kaltim
Pada hari ketiga International Training Workshop on Dispute Settlement
Mechanisme on Investment tersebut, Kamis (26/4), sesuai penjelasan Kabag
Humas dan Protokol Setkab Kukar Dra Sri Wahyuni, MPP, agendanya meliputi
sidang khusus tentang penanganan dan penyelesaian perselisihan investasi,
berkaitan dengan kondisi di Kaltim, sekaligus merupakan overview seluruh
kegiatan lokakarya. “Materinya, fokus pada mekanisme penyelesaian
perselisihan regional dan perundingan internasional, termasuk bantuan
hukum internasional dalam konteks perselisihan investasi,” tambah Sri
Wahyuni.
Sesi hari ketiga ini dihadiri seluruh kepala instansi di lingkup Pemkab
Kukar, serta kabag hukum, kepala BPMD-BPID dan kabag ekonomi se-Kaltim.
Kesempatan itu digunakan sejumlah kepala instansi, dinas dan bagian
Pemkab dan Pemprov Kaltim untuk mengajukan beberapa pertanyaan.
Tampil sebagai pembicara, Ucheora Onwuamaegbu (Konsuler Senior
International Center for Settlement of Investment Disputes, ICSID),
Chitra Radhakhishun (manajer UNCTAD), Esti Andayani (Direktur Kerja Sama
Teknik Luar Negeri), dipandu moderator Baharuddin Noor (staf ahli Bupati
Kukar Bidang Pembangunan), serta penerjemah Judith J Navarro (staf ahli
Bupati Kukar Bidang Hubungan Internasional dan Komunikasi).
Kukar Petik Hasil
Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar dalam acara closing ceremony
International Training Workshop on Dispute Settlement Mechanisme on
Investment yang digelar di Puteri Karang Melenu Convention Center,
Tenggarong Seberang, Kamis (26/4/2007) malam mewakili Pemkab dan
masyarakat Kukar menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada
para utusan PBB, peserta 14 negara Asia Pasifik, dan seluruh undangan
yang hadir pada acara tersebut.
Dia berharap Pemkab Kukar dapat memetik berbagai hasil dari kegiatan itu.
Samsuri berharap kegiatan internasional itu dapat membuka wawasan dan
memberikan pencerahan, khususnya untuk penyelesaian perselisihan
perdagangan dan investasi internasional, terutama bagi negara-negara
peserta workshop itu sendiri.
Menurut Samsuri Aspar, seiring dengan prinsip World Trade Organization (WTO)
atau Organisasi Perdagangan Dunia, dalam rangka mendukung perdagangan
bebas antarnegara, semakin terbuka peluang masuknya investor asing ke
negara-negara berkembang. Masuknya investor asing, tentu membawa dampak
positif bagi negara tersebut. Antara lain, mendongkrak pertumbuhan
ekonomi. “Makanya kami juga membuka diri terhadap semua investor asing.
Karena itu langsung dan tidak langsung, akan mendongkrak pertumbuhan
ekonomi,” ujar Samsuri.
Menurut Samsuri, investasi asing juga dapat meningkatkan efisiensi dan
pengelolaan perusahaan yang baik, dapat menularkan keterampilan atau
pengetahuan mengenai teknologi canggih (mentransfer teknologi) kepada
perusahaan-perusahaan domestik. Di samping itu, akan mempromosikan
nilai-nilai penghargaan terhadap lingkungan hidup yang dipuja negara
asalnya.
Kehadiran mereka, kata Samsuri, akan membawa green values (nilai-nilai
hijau) dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan di negara yang
didatanginya. Namun biasanya, Samsuri mengingatkan, di sisi lain
keberadaan investor asing dapat membuat usahawan domestik terpinggirkan,
khususnya bagi mereka yang bermodal menengah dan kecil.
Dengan begitu, perlu penguatan dan kemampuan tawar-menawar lewat kerja
sama antara pemerintah dengan investor asing. Melalui lokakarya tiga
hari tersebut, diharapkan peserta dapat memanfaatkan keberadaan investor
asing dan meminimalkan permasalahan sengketa yang biasa dihadapi.
Bagi Indonesia, diperlukan suatu kebijakan yang arif agar ruang gerak
investasi asing dapat diberikan pada sektor-sektor yang berteknologi
tinggi dan padat modal, di mana masih sulit dikembangkan. “Pada sektor
ini pun, diperlukan bargain (tawaran) yang mengikat perihal alih
teknologi, sehingga kita tak selamanya memiliki ketergantungan,”
lontarnya.
Promosi Wisata dan Investasi
Lokakarya internasional itu diakhiri dengan makan malam perpisahan di
Pulau Kumala Tenggarong. Para peserta dari 14 negara Asia Pasifik itu
menyempatkan diri untuk mengenal Kukar lebih jauh. Mereka menikmati
keindahan Kota Raja Tenggarong di waktu malam secara langsung. Keindahan
alam dan infrastruktur wisata di Pulau Kumala itu telah menjadi
kebanggaan Kukar.
Di Pulau Kumala itu ada fasilitas wisata sky tower sehingga pengunjung
bisa melihat keindahan Kota Raja di ketinggian 100 meter. Ada pula
beberapa arena permainan dan objek wisata tradisional seperti rumah adat
suku Dayak yakni lamin dan pura.
Samsuri mengatakan, dengan segala kerendahan hati, kami ingin menyatakan
kebanggaan kami karena dipercaya menjadi pelaksana forum internasional
yang membahas masalah investasi. Kebanggaan itu kami nyatakan dalam
pelayanan kepada seluruh peserta forum ini.
Ketua Panitia Ir Hafidz Anwar tampak merasa lega dan puas. Maklum, event
lokakarya internasional mengenai mekanisme penyelesaian perselisihan
dalam investasi, itu berjalan dengan baik dan sukses. Para peserta
mengaku puas atas pelayanan panitia gabungan instansi di lingkup Pemkab
Kukar itu.
Menurut Hafidz Anwar, tak ada komplain, semua peserta puas, terutama
mereka yang dari perwakilan PBB dan negara Asia Pasifik. Bahkan, kata
Hafidz, utusan United Nation Conference for Trade and Development (UNCTAD),
lembaga PBB yang mengurusi perdagangan dan pembangunan di negara-negara
berkembang, itu berjanji akan terus menjaga kerja sama bilateral dengan
Indonesia, khususnya Pemkab Kukar. “Ini permulaan yang baik bagi kukar
untuk menggaet investor sebanyak-banyaknya,” harapnya.
Hafidz berkeyakinan acara yang digelar atas‘ kerja sama dengan UNCTAD
ini tidak berhenti hanya di acara workshop ini. “Kita akan terus
bermitra dengan PBB dalam hal ini UNCTAD,” katanya. Kerjasama dimaksud
bermuara pada tindak lanjut penandatanganan International Gate Way (IGW)
antara Kutai Kartanegara dengan UNCTAD. Hal ini tidak terlepas pula
dalam kaitannya dengan promosi dan investasi ke ratusan negara yang
termasuk dalam anggota PBB.
Dimana IGW sendiri merupakan media promosi dan informasi jitu yang
dimiliki UNCTAD yang bermarkas di Swiss, Jenewa.
Hafidz juga berkeyakinan apabila daerah lain ada sengketa mengenai
investasi, bisa datang konsultasi ke Kukar. Aparatur Pemkab Kukar siap
menjadi training of trainer (TOT) bila diperlukan sewaktu-waktu. “Insya
Allah, kita siap. Karena fasilitas kita lengkap. Bahkan UNCTAD juga
kembali menawarkan kegiatan seperti ini bisa digelar lagi dan dananya
dari mereka.
Hafidz mengungkapkan bahwa para peserta yang berasal dari 14 negara Asia
Pasifik serta peserta dalam negeri, akan diberikan sertifikat pelatihan
lokakarya tersebut. Semua peserta teregistrasi akan mendapat sertifikat.
Sertifikat ini berguna sebagai credit point (nilai tambahan) bagi yang
memerlukan, juga bisa sebagai bahan pertimbangan kenaikan pangkat.
Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Disparbud) Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar)
mengoptimalkan kegiatan Workshop Dispute Settlement Mechanism on
Investment itu dengan mengisinya dengan pameran objek wisata dan potensi
investasi di Kukar. Pameran tersebut digelar di lobi gedung Puteri
Karang Melenu (PKM) Tenggarong. “Hal ini kita gelar khusus sebagai upaya
mengundang para wisatawan sekaligus merangsang investor menanamkan
modalnya di Kukar,” kata Kadisparbud Pemkab Kukar Drs H Basran Yunus,
MM, yang juga menyempatkan diri melayani langsung para pengunjung
pameran pariwisata itu.
Selain objek wisata Pulau Kumala, Kukar juga memiliki Museum Mulawarman
yang menyimpan benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai, Museum Kayu,
Waduk Panji Sukarame, Desa Wisata Lekaq Kidau, dan lain sebagainya.
Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar Sri Wahyuni
menjelaskan, pameran diikuti sejumlah dinas terkait. Yakni, Badan
Penanaman Modal Daerah (BPMD), Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Disparbud),
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Pusat
Data Teknologi Informasi dan Telekomonikasi (Pusdatinkom), serta Bagian
Humas dan Protokol Setkab Kukar.
Pelayanan kepada media massa juga dilakukan secara baik. Panitia
menyediakan media center di sebelah kiri luar gedung PKM, untuk
memudahkan para wartawan mengakses informasi seputar kegiatan lokakarya
internasional itu. ►mtik/sb-crs
*** Majalah Tokoh Indonesia (www.e-ti/majalah)
|
|