A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  M A J A L A H
 ► MTI Reguler
 ► MTI Khusus
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pemda
     ► Kaltim
     ► Kukar
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 

 

 
  C © updated 01072007  
   
  ► e-ti/cover mtik-02  
  MTI Khusus 02

Kukar ZBPA dan di Pentas Dunia

Kukar, Zona Bebas Pekerja Anak (6-15)Kutai Kartanegara di Pentas Dunia (16) = Kukar di Pentas ILO (17-23) = Pidato Syaukani di Sidang ILO (24-25) = Tuan Rumah Pentas UNCTAD-PBB (26-39)Bupati H Syaukani HR, Kontrak dengan Allah (40-53) = Pamong Entrepreneur (54-62) = Entreprenuership Leadership Award 2006 (63) = Orbitkan Kukar Jadi Model Otda (64-71) = Bupati dan Kabupaten Terpopuler (72-75) = Setiakawan Award (76) = Penghargaan Investasi Sosial (77) = Anugerah Aksara (78-79) ► Drs H Samsuri Aspar MM, Tak Lelah Sosialisasikan GD (80-85) ► Drs HM Husni Thamrin MM, Dorong Etos Kerja Tinggi (86-87) ► Gerbang Dayaku Jadikan Kukar Bersinar (88-89) ► Gerbang Dayaku (90-125) ► Pemkab Pertama Terapkan E-Government (126-127) ► Prioritas Pembangunan Desa(128-130) ► Kapur Sirih (3)

 

 
     
 
MTI KHUSUS 02

 

MTI-K-02 (INDEX)

 UTAMA:  01  02  03  04  05  BUPATI:  06  07  08  09  10  11  12  13  WABUP:  14  SEKKAB: 15  GERBANG DAYAKU:  16  17  18  19  KAPUR SIRIH: 20  ==

 

Kutai Kartanegara (05)

Tuan Rumah Pentas UNCTAD-PBB


MTIK 02: Setelah tampil di pentas Sidang ILO di Jenewa dan Festival Seni Tongtong di Negeri Belanda, Kutai Kartanegara sukses mementaskan (tuan rumah) International Training Workshop on Dispute Settlement Mechanism on Investment atau lokakarya internasional penyelesaian perselisihan investasi di Tenggarong, pada 24-26 April 2007.

Sebuah event internasional yang diselenggarakan United
Nation Conference for Trade and Development (UNCTAD, lembaga PBB yang menangani urusan perdagangan dan pembangunan) bekerjasama dengan Pusat Kerjasama Teknik Selatan Selatan NAM CSSTC (Non Aligned Movement Center of South South Technical Cooperation), Departemen Luar Negeri RI, Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa dan Pemkab Kukar, diikuti delegasi dari 14 negara 14 yakni delegasi Myanmar, Kamboja, Vietnam, China, India, Sri Langka, Timor Leste, Tuvalu (Ms Filiga Lesaa Taukiei), Samoa, Malaysia, Filipina, Fiji dan Papua New Guinea. Para delegasi menginap di Hotel Singgasana, Tenggarong.


Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, 24-26 April 2007, di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Tampil sebagai narasumber Chitra Radhakishun (Manager UNCTAD Projec Dispute Settlement in International Trade, Investment and Intellectual Property), Ucheora Onwuamaegbu (Senior Counsel at the World Bank International Centre for Settlement of Investment Disputes, ICSID), Prof DR Muthucumaraswamy Sornarajah (Professor at the Faculty of Law of the National University of Singapore) dan Makarim Wibisono (Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional di Jenewa) yang tampil sebagai keynote speech.


Chitra Radhakhishun menyampaikan materi Dispute Settlement in International Trade, Investment, and Intellectual Property. Ucheora Onwuamaegbu membahas persoalan perselisihan dan mencari solusi antarpemerintah dengan invenstor asing di tingkat arbitrase sekaligus perdamaiannya. Prof DR Muthucumaraswamy Sornarajah mengulas persoalan investasi dan perselisihan dilihat dari sisi hukum legal formalnya. Doktor filosofi (PhD) dari University of London di bidang hukum itu sangat aktif dalam berbagai penyelesaian arbitrase internasional.


Lokakarya (pelatihan) itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dari negara-negara berkembang dalam menyelesaikan sengketa investasi di lembaga-lembaga regional maupun internasional. Juga untuk meningkatkan pemahaman para peserta mengenai aturan dan prosedur yang berlaku secara internasional dalam penyelesaian sengketa.


Pelatihan internasional itu dibuka Banua Radja Manik (Pelaksana Harian Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Departemen Luar Negeri RI). Sementara Wakil Bupati Kukar Samsuri Aspar, memberi sambutan pada acara pembukaan dan penutupan.

Kukar Tuan Rumah
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Prof Dr Syaukani HR MM dalam Official Handbook menyambut baik kegiatan International Training Workshop on Dispute Settlement Mechanism on Investment itu. Dia menyebut kegiatan itu merupakan suatu kehormatan bagi Pemkab Kukar, yang telah dipercaya selaku tuan rumah. “Menjadi tuan rumah bagi delegasi 14 negara sekaligus adalah pengalaman pertama kami,” katanya.


Syaukani mengungkapkan kebahagiaan Pemkab Kukar, menerima kehadiran delegasi peserta lokakarya internasional penyelesaian perselisihan investasi itu di Kota Raja Tenggarong. Dia berharap, sebagai tuan rumah dapat berbagi pengalaman. Apalagi, ungkap Syaukani, keterlibatan Kukar dalam event dunia di bawah naungan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bukan kali pertama ini.


Syaukani mengatakan, dalam 5 tahun terakhir, melalui supervisi International Labour Organization (ILO), organisasi perburuhan internasional, Kukar menjadi kabupaten pertama di dunia sebagai pelopor Zona Bebas Pekerja Anak (ZBPA). Sehingga mendapat undangan kehormatan berbicara di depan ratusan delegasi negara-negara pada sidang ILO, Juni 2006 lalu.


Syaukani juga berharap hubungan persahabatan yang terbentuk selama lokakarya, tumbuh menjadi suatu hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Kukar sekaligus 12 kota/kabupaten lain se-Kaltim, khususnya di bidang pariwisata, perdagangan, investasi dan lainnya.
Syaukani menguraikan bahwa Kukar dewasa ini sedang mempersiapkan Visit Kutai Kartanegara 2010 (Tahun Kunjungan Wisata Kutai Kartanegara 2010). Sehingga bagi mereka yang baru pertama menginjakkan kaki di Kukar, diharapkan akan membawa lebih banyak rekan pada kunjungan berikutnya. Entah bersama keluarga, teman, atau untuk bekerja. “Karena sekali Anda meneguk air Mahakam, Anda pasti akan kembali lagi,” ujarnya berpromosi.

Penyelesaian Sengketa
Siaran Pers Direktorat Informasi dan Media, Deplu RI menjelaskan bahwa lokakarya ini relevan dengan perkembangan dunia sekarang. Di satu pihak para investor sedang melakukan ekspansi bisnis dan mencari negara-negara yang potensial untuk pengembangan bisnis, di pihak lain negara-negara berkembang juga sangat membutuhkan investasi bagi pembangunan mereka. Negara-negara berkembang bersaing untuk menarik investasi asing dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, menawarkan insentif, kemudahan prosedur investasi, pembebasan pajak dan lain-lain.


Sementara, kegiatan investasi tidak lepas dari potensi sengketa antara investor dengan negara di mana investasi itu ditanam. Sengketa dapat diselesaikan dengan menggunakan hukum nasional masing-masing. Dapat juga diselesaikan melalui arbitrase internasional yang bagi investor kemungkinan dianggap lebih memberikan kepastian hukum dan terlepas dari campur tangan atau kepentingan pihak-pihak tertentu.


Dijelaskan, penyelesaian konflik telah menjadi bagian penting dari sistem multilateral. Beberapa mekanisme untuk penyelesaian sengketa investasi telah dibentuk di WTO dan ICSID (International Centre for Settlement of Investment Dispute). Dalam lingku regional juga telah dibentuk pusat-pusat regional untuk arbitrase perdagangan internasional di beberapa kawasan seperti Asia, Afrika dan Amerika Latin. Negara-negara berkembang semakin terlibat dalam kasus-kasus yang dibawa ke badan-badan penyelesaian sengketa, seperti WTO dan ICSID.


Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang adalah kekurangpahaman mengenai aturan, prosedur dan praktek penyelesaian melalui arbitrase internasional, khususnya yang menyangkut sengketa investasi. Dengan demikian ada satu kebutuhan yang cukup mendesak bagi negara-negara berkembang untuk meningkatkan pemahaman ini mengingat mekanisme penyelesaian domestik kemungkinan tidak dapat menampung kepentingan investor. Untuk itulah lokakarya internasional ini diadakan UNCTAD bekerjasama dengan Deplu dan Pemkab Kukar sebagai tuan rumah.

Bernilai Strategis
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar, MM, dalam sambutan pembukaan pelatihan internasional itu di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Selasa (24/4/2007) pagi mengatakan, dipilihnya Kukar sebagai tuan rumah lokakarya internasional penyelesaian perselisihan investasi yang pertama digelar di Kaltim, itu bukan hanya sebuah kehormatan, tapi juga memiliki nilai strategis.


“Karena sebagian besar pendapatan Kukar dihasilkan oleh kegiatan investasi perusahaan nasional dan multinasional. Perusahaan-perusahaan itu dominan bergerak di bidang eskpolitasi SDA seperti migas, batu bara dan pertambangan lainnya. Terutama setelah diberlakukan otonomi daerah, yang menuntut interaksi baik antara pemerintah daerah dengan perusahaan,” kata Samsuri di hadapan para peserta lokakarya internasional itu.


Samsuri berharap, melalui pengetahuan yang diperoleh dari lokakarya ini, para pemerintah daerah di tanah air akan mampu secara adil menjembatani kepentingan investor dengan kepentingan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Samsuri juga mengungkapkan kenyataan, meskipun eksploitasi SDA Kukar selama 50 tahun lebih, baik yang dilakukan investor lokal, nasional maupun asing, tapi masih banyak masyarakat Kukar yang hidup di bawah standar kesejahteraan. “Makanya, kesejahteraan masyarakat ini diusahakan tercapai lewat program Gerbang Dayaku yang sekarang berada di tahapan kedua,” ujar Samsuri Aspar.


Menurut Samsuri, tentu saja hal itu sering membuat masyarakat Kukar mudah terlibat kesalahpahaman dan perselisihan, dengan kalangan investor. Namun, Samsuri berharap dengan diterapkannya program Gerbang Dayaku, menyusul diperolehnya otonomi daerah, tujuan utamanya tidak lain mewujudkan kesejahteraan rakyat. Khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan dan kesehatan serta pengembangan pertanian dalam arti luas dan pariwisata. Termasuk mengembangkan berbagai usaha guna meningkatkan ekonomi kerakyatan.


Menurut Samsuri, Pemkab Kukar masih perlu belajar mempercepat kejahteraan rakyat melalui pemberdayaan perekonomian kerakyaratan itu sendiri. Dengan membantu rakyat untuk mengalihkan ketergantungan dari program community development (Comdev) dari perusahaan besar dan menjadikan rakyat mandiri.


Samsuri mengatakan pelayanan terhadap masyarakat juga menjadi tujuan utama, selain terus berusaha mempertahankan kondisi daerah yang kondusif. Supaya sektor-sektor pembangunan ekonomi dan lain sebagainya, terus berkembang pesat. Termasuk berusaha menghadirkan kalangan investor dari luar.


“Pemkab Kukar juga berusaha menjadi pemerintah yang enterprenerial dan memenuhi tangung jawab besar dalam mengadakan dan melaksanakan pelayanan publik. Apalagi belakangan ini pihak terkait terus mempelajari pentingnya sinkronisasi kebijakan-kebijakan yang telah atau akan diterapkan, disesuaikan kebijakan, sistem dan mekanisme regional, nasional dan internasional,” ujar Samsuri.


Hafidz Anwar, Kepala Badan Penanaman Modal (BPMD) Pemkab Kukar yang dipercayakan sebagai Ketua Panitia lokakarya internasional bekerja sama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu berharap, lokakarya ini membawa manfaat maksimal khususnya bagi Kukar yang sedang gencar melakukan pembangunan di segala bidang dengan program Gerbang Dayaku.


Sebelumnya, dalam acara welcome dinner di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Senin (23/4/2007) malam, Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar MM, didampingi unsur Muspida menyambut dan menjamu para pembicara dan utusan 14 negara serta pejabat Departemen Luar Negeri RI. Acara itu berlangsung akrab, penuh rasa persahabatan.


Pada acara pembukaan (Opening Ceremony), Rabu, 25 April 2007 pagi, Wakil Bupati Kukar Drs Samsuri Aspar MM bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kabupaten (Muspikab) Kukar menyamput para undangan memasuki Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang.


Acara pembukaan diawali tarian Jepen. Sementara, Wabup Samsuri, Ketua DPRD Kukar H Bachtiar Effendi, Ketua BPID Kaltim mewakil Plt Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh, Plt Harian Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Deplu RI Banua Radja Manik, Dubes/Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, Swiss Dr Makarim Wibisono, Manager UNCTAD on Dispute Settlement in International Trade Invenstmet and Intellectual Property Chitra Radhakhishun dan Director NAM CSSTC Esti Andayani dipersilahkan duduk di panggung kehormatan. Mereka pun masing-masing didaulat memberikan sambutan.


Seusai acara pembukaan, digelar konferensi pers di ruang Very Important Person (VIP), PKM. Sementara para peserta dan undangan dipersilakan mengunjungi pameran potensi investasi dan pariwisata Kukar yang digelar di lobi Gedung PKM.


Kemudian lokakarya dilanjutkan secara tertutup dihadiri 14 negara, antara lain Mr U Tin Ko Win dan Ms Yin Yin Swe dari Myanmar, Mr Kao Kosai dari Kamboja, Mr Nguyen Viet Cuong dan Ms Vu Thin Kim Dung dari Vietnam, Mr Zhang Zhichao dari China, Ms Manika Jain dari India, Mr Sirigampaia dan Ms HDW Vindani dari Sri Langka, Mr Avelino Fernandes Pereira dan Mr Angelito Da Costa dari Timor Leste, Ms Filiga Lesaa Taukiei dari Tuvalu, Ms Muriel Lui dari Samoa, Ms Anis Halini binti Abdul Halim dari Malaysia, Ms Theresa de Vega, Mr Gerardo Del Rosario dan Ms Cassandra Sawadjaan dari Filipina, Mr Azeem Khan dari Fiji dan Mr Stanley dari Papua New Guinea.

Salut pada Pemkab Kukar
Duta Besar/Wakil Tetap RI pada PBB dan Organisasi Internasional di Jenewa, Dr Makarim Wibisono yang tampil sebagai keynote speech mengungkapkan rasa salutnya kepada Pemkab Kukar yang menggelar lokakarya internasional itu. Menurutnya lokakarya ini sangat penting mengingat investasi merupakan dampak dari globalisasi di dunia.


Menurut Dr Makarim Wibisono, Kutai Kartanegara sebuah daerah yang baik untuk tujuan investasi. Daerah ini, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang kaya, aparat pemerintahnya pun bersunggung-sungguh, juga mempunyai modal pengetahuan penyelesaian berbagai aspek menyangkut bidang investasi.


Makarim menyebut lokakarya internasional itu sangat penting demi masa depan penanaman modal di Indonesia, terutama Kaltim dan Kukar sebagai tuan rumah. Kesempatan ini juga membuka kesempatan bagi Pemkab Kukar untuk memberi gambaran tentang potensi ekonomi dan investasi di Kukar kepada para utusan PBB yang dikirim menjadi pembicara dan para delegasi 14 negara Asia Pasific.


Menurut Makarim, pengetahuan tentang investasi saat ini bukan hanya untuk konsumsi lokal tapi juga sudah menjadi konsumsi internasional. “Saat ini, cukup banyak permasalahan yang timbul di bidang investasi,” ujarnya.


Makarim mengaku bahwa dia dan para pembicara dari PBB serta delegasi 14 negara itu ternyata kagum. Mereka baru tahu bahwa rupanya di tengah Pulau Kalimantan ada daerah yang sangat concern dengan kegiatan yang bersifat internasional. “Kukar memiliki fasilitas cukup memadai, seperti covention center, dan infrastruktur lainnya serta ditunjang kesungguhan Pemkabnya,” katanya kagum.


Makarim berpendapat, dengan adanya keseriusan ditunjang dengan fasilitas memadai, jika dunia internasional memiliki Davos, kota kecil di Swiss yang sangat terkenal sebagai tempat pertemuan bahkan setiap tahun digelar World Economic Forum (WEF), Indonesia kini memiliki Kukar.


“Kukar bisa dijadikan daerah untuk belajar mengenai investasi. Membahas potensi ekonomi Tanah Air dan lainnya. Sehingga kalau ada sengketa terkait investasi, tidak perlu ke Surabaya atau ke Jogja, tapi cukup ke Kukar,” urainya sebagaimana dikutip Kaltimpost (26/4/2007). Sebagai langkah awal, kota/kabupaten di Kaltim tidak ada salahnya mendatangi Kukar untuk bertukar informasi menyangkut persoalan itu.


Sebelumnya, pada acara welcome dinner di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Senin(23/4/2007) malam, Makarim juga menyatakan kekagumannya yang luar biasa terhadap pesatnya pembangunan di Kukar, terlebih di Tenggarong. Dia seakan tak percaya bahwa di wilayah NKRI ini ada sebuah kabupaten yang begitu pesat pembangunan infrastrukturnya. “Keindahan kota Tenggarong tidak kalah dengan Jenewa. Ada jembatan yang cantik dan lainnya,” katanya kagum.


Sementara itu, Direktur Non Align Movement Central for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) Esti Andayani menjelaskan lokakarya internasional investasi ini terselenggara berkat kerja sama Departemen Luar Negeri (Deplu), United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dan Pemkab Kukar.


Program ditujukan secara khusus untuk negara-negara kawasan Asia Pasifik sebagai upaya NAM Center dalam merealisasikan konsep pooling resources (pengumpulan segala sumber daya) ke dalam sebuah kegiatan aksi. Esti Andayani berharap melalui penyelenggaraan workshop, NAM Center dan negara-negara Asia Pasifik memiliki kesempatan untuk secara bersama melakukan percepatan pembangunan di kawasan selatan dunia.


Esti Andayani menyebut para eserta workshop yang berasal dari kalangan pembuat kebijakan dan pelaku bisnis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran negara-negara berkembang akan aspek-aspek teknis dalam tataran perdagangan internasional, khususnya terhadap isu-isu tentang penyelesaian perselisihan dalam perdagangan dan investasi.


Sedangkan PLH Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Deplu RI, Banua Radja Manik mengungkapkan, pelatihan ini merupakan implementasi dari kerja sama negara selatan-selatan, yang merupakan salah satu prioritas dari kebijakan luar negeri Indonesia. “Saling berbagi pengetahuan, keahlian dan pengalaman antarnegara berkembang, merupakan sebuah komponen penting bagi suksesnya kerja sama selatan-selatan,” kata Manik.


Banua Radja Manik mengungkap kenyataan derasnya peningkatan jumlah peraturan dan institusi global, regional dan sub-regional berkenaan dengan perdagangan internasional, investasi dan hak atas kekayaan intelektual, telah menimbulkan tantangan serius bagi praktisi bisnis dan pemerintah selaku fasilitator dalam hal mekanisme dan pengaturan penyelesaian perselisihan.

Kondisi Kaltim
Pada hari ketiga International Training Workshop on Dispute Settlement Mechanisme on Investment tersebut, Kamis (26/4), sesuai penjelasan Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar Dra Sri Wahyuni, MPP, agendanya meliputi sidang khusus tentang penanganan dan penyelesaian perselisihan investasi, berkaitan dengan kondisi di Kaltim, sekaligus merupakan overview seluruh kegiatan lokakarya. “Materinya, fokus pada mekanisme penyelesaian perselisihan regional dan perundingan internasional, termasuk bantuan hukum internasional dalam konteks perselisihan investasi,” tambah Sri Wahyuni.


Sesi hari ketiga ini dihadiri seluruh kepala instansi di lingkup Pemkab Kukar, serta kabag hukum, kepala BPMD-BPID dan kabag ekonomi se-Kaltim. Kesempatan itu digunakan sejumlah kepala instansi, dinas dan bagian Pemkab dan Pemprov Kaltim untuk mengajukan beberapa pertanyaan.
Tampil sebagai pembicara, Ucheora Onwuamaegbu (Konsuler Senior International Center for Settlement of Investment Disputes, ICSID), Chitra Radhakhishun (manajer UNCTAD), Esti Andayani (Direktur Kerja Sama Teknik Luar Negeri), dipandu moderator Baharuddin Noor (staf ahli Bupati Kukar Bidang Pembangunan), serta penerjemah Judith J Navarro (staf ahli Bupati Kukar Bidang Hubungan Internasional dan Komunikasi).

Kukar Petik Hasil
Wakil Bupati Kukar Drs H Samsuri Aspar dalam acara closing ceremony International Training Workshop on Dispute Settlement Mechanisme on Investment yang digelar di Puteri Karang Melenu Convention Center, Tenggarong Seberang, Kamis (26/4/2007) malam mewakili Pemkab dan masyarakat Kukar menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para utusan PBB, peserta 14 negara Asia Pasifik, dan seluruh undangan yang hadir pada acara tersebut.


Dia berharap Pemkab Kukar dapat memetik berbagai hasil dari kegiatan itu. Samsuri berharap kegiatan internasional itu dapat membuka wawasan dan memberikan pencerahan, khususnya untuk penyelesaian perselisihan perdagangan dan investasi internasional, terutama bagi negara-negara peserta workshop itu sendiri.


Menurut Samsuri Aspar, seiring dengan prinsip World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia, dalam rangka mendukung perdagangan bebas antarnegara, semakin terbuka peluang masuknya investor asing ke negara-negara berkembang. Masuknya investor asing, tentu membawa dampak positif bagi negara tersebut. Antara lain, mendongkrak pertumbuhan ekonomi. “Makanya kami juga membuka diri terhadap semua investor asing. Karena itu langsung dan tidak langsung, akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujar Samsuri.


Menurut Samsuri, investasi asing juga dapat meningkatkan efisiensi dan pengelolaan perusahaan yang baik, dapat menularkan keterampilan atau pengetahuan mengenai teknologi canggih (mentransfer teknologi) kepada perusahaan-perusahaan domestik. Di samping itu, akan mempromosikan nilai-nilai penghargaan terhadap lingkungan hidup yang dipuja negara asalnya.


Kehadiran mereka, kata Samsuri, akan membawa green values (nilai-nilai hijau) dan mendorong perbaikan kualitas lingkungan di negara yang didatanginya. Namun biasanya, Samsuri mengingatkan, di sisi lain keberadaan investor asing dapat membuat usahawan domestik terpinggirkan, khususnya bagi mereka yang bermodal menengah dan kecil.


Dengan begitu, perlu penguatan dan kemampuan tawar-menawar lewat kerja sama antara pemerintah dengan investor asing. Melalui lokakarya tiga hari tersebut, diharapkan peserta dapat memanfaatkan keberadaan investor asing dan meminimalkan permasalahan sengketa yang biasa dihadapi.
Bagi Indonesia, diperlukan suatu kebijakan yang arif agar ruang gerak investasi asing dapat diberikan pada sektor-sektor yang berteknologi tinggi dan padat modal, di mana masih sulit dikembangkan. “Pada sektor ini pun, diperlukan bargain (tawaran) yang mengikat perihal alih teknologi, sehingga kita tak selamanya memiliki ketergantungan,” lontarnya.

Promosi Wisata dan Investasi
Lokakarya internasional itu diakhiri dengan makan malam perpisahan di Pulau Kumala Tenggarong. Para peserta dari 14 negara Asia Pasifik itu menyempatkan diri untuk mengenal Kukar lebih jauh. Mereka menikmati keindahan Kota Raja Tenggarong di waktu malam secara langsung. Keindahan alam dan infrastruktur wisata di Pulau Kumala itu telah menjadi kebanggaan Kukar.


Di Pulau Kumala itu ada fasilitas wisata sky tower sehingga pengunjung bisa melihat keindahan Kota Raja di ketinggian 100 meter. Ada pula beberapa arena permainan dan objek wisata tradisional seperti rumah adat suku Dayak yakni lamin dan pura.


Samsuri mengatakan, dengan segala kerendahan hati, kami ingin menyatakan kebanggaan kami karena dipercaya menjadi pelaksana forum internasional yang membahas masalah investasi. Kebanggaan itu kami nyatakan dalam pelayanan kepada seluruh peserta forum ini.


Ketua Panitia Ir Hafidz Anwar tampak merasa lega dan puas. Maklum, event lokakarya internasional mengenai mekanisme penyelesaian perselisihan dalam investasi, itu berjalan dengan baik dan sukses. Para peserta mengaku puas atas pelayanan panitia gabungan instansi di lingkup Pemkab Kukar itu.


Menurut Hafidz Anwar, tak ada komplain, semua peserta puas, terutama mereka yang dari perwakilan PBB dan negara Asia Pasifik. Bahkan, kata Hafidz, utusan United Nation Conference for Trade and Development (UNCTAD), lembaga PBB yang mengurusi perdagangan dan pembangunan di negara-negara berkembang, itu berjanji akan terus menjaga kerja sama bilateral dengan Indonesia, khususnya Pemkab Kukar. “Ini permulaan yang baik bagi kukar untuk menggaet investor sebanyak-banyaknya,” harapnya.


Hafidz berkeyakinan acara yang digelar atas‘ kerja sama dengan UNCTAD ini tidak berhenti hanya di acara workshop ini. “Kita akan terus bermitra dengan PBB dalam hal ini UNCTAD,” katanya. Kerjasama dimaksud bermuara pada tindak lanjut penandatanganan International Gate Way (IGW) antara Kutai Kartanegara dengan UNCTAD. Hal ini tidak terlepas pula dalam kaitannya dengan promosi dan investasi ke ratusan negara yang termasuk dalam anggota PBB.

 

Dimana IGW sendiri merupakan media promosi dan informasi jitu yang dimiliki UNCTAD yang bermarkas di Swiss, Jenewa.
Hafidz juga berkeyakinan apabila daerah lain ada sengketa mengenai investasi, bisa datang konsultasi ke Kukar. Aparatur Pemkab Kukar siap menjadi training of trainer (TOT) bila diperlukan sewaktu-waktu. “Insya Allah, kita siap. Karena fasilitas kita lengkap. Bahkan UNCTAD juga kembali menawarkan kegiatan seperti ini bisa digelar lagi dan dananya dari mereka.


Hafidz mengungkapkan bahwa para peserta yang berasal dari 14 negara Asia Pasifik serta peserta dalam negeri, akan diberikan sertifikat pelatihan lokakarya tersebut. Semua peserta teregistrasi akan mendapat sertifikat. Sertifikat ini berguna sebagai credit point (nilai tambahan) bagi yang memerlukan, juga bisa sebagai bahan pertimbangan kenaikan pangkat.


Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Disparbud) Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan kegiatan Workshop Dispute Settlement Mechanism on Investment itu dengan mengisinya dengan pameran objek wisata dan potensi investasi di Kukar. Pameran tersebut digelar di lobi gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong. “Hal ini kita gelar khusus sebagai upaya mengundang para wisatawan sekaligus merangsang investor menanamkan modalnya di Kukar,” kata Kadisparbud Pemkab Kukar Drs H Basran Yunus, MM, yang juga menyempatkan diri melayani langsung para pengunjung pameran pariwisata itu.


Selain objek wisata Pulau Kumala, Kukar juga memiliki Museum Mulawarman yang menyimpan benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai, Museum Kayu, Waduk Panji Sukarame, Desa Wisata Lekaq Kidau, dan lain sebagainya.
Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar Sri Wahyuni menjelaskan, pameran diikuti sejumlah dinas terkait. Yakni, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), Dinas Pariwisata dan Seni Budaya (Disparbud), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Pusat Data Teknologi Informasi dan Telekomonikasi (Pusdatinkom), serta Bagian Humas dan Protokol Setkab Kukar.


Pelayanan kepada media massa juga dilakukan secara baik. Panitia menyediakan media center di sebelah kiri luar gedung PKM, untuk memudahkan para wartawan mengakses informasi seputar kegiatan lokakarya internasional itu.  ►mtik/sb-crs

 

*** Majalah Tokoh Indonesia (www.e-ti/majalah)