MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

 

Dapatkan di TOKO BUKU Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia dan AGEN-AGEN atau
E-MAIL: SIRKULASI atau
Telp: 021-83701736 Fax: 021-9101871


 
K-Sirih MTI-32  
 
   
MAJALH TOKOH INDONESIA EDISI 32

 

Kapur Sirih:

Pemimpin Kereta Api

Salah satu kebijakan pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kala (Kabinet Indonesia Bersatu) yang amat strategis dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat banyak adalah perhatiannya yang serius membenahi perkeretaapian. Kebijakan itu diawali secara strategis dengan membentuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen Perhubungan. Hatta Rajasa yang dipercayakan menakhodai Dephub itu adalah menteri yang dengan cepat melihat urgensi pembentukan Ditjen Perkeretaapian itu serta memilih orang yang tepat pula memimpinnya.


Berbagai pihak menilai Menhub Ir H Hatta Rajasa sangat jeli memilih Ir H Soemino Eko Saputro, MM, memimpin Direktorat Jenderal Perkeretaapian itu. Soemino is the right man on the right place (figur yang tepat di tempat yang tepat). Sebab, sedari awal—tak lama setelah memegang ijazah insinyur sipil di ITS Surabaya—Soemino menjatuhkan pilihan pada Perum Kereta Api. Walaupun saat itu, dia masih mempunyai dua pilihan yang ‘lebih’ menggiurkan, di PT Pertamina dan PT Semen Gresik.
Sekali menjatuhkan pilihan, Soemino mengabdi all out (habis-habisan) pada tugas yang dipercayakan kepadanya. Dia siaga 24 jam sehari, hampir tak pernah tidur, dalam bekerja menangani permasalahan yang muncul di lapangan. Sampai dia menjabat Direktur Utama Perum KA dengan prestasi terbaik, sejak perusahaan jasa angkutan massal itu ditangani republik.


Kepemimpinan Soemino berhasil mengangkat kembali citra sarana angkutan milik negara itu dari titik nadir. Dia memba-ngun kereta api sebagai pelayan jasa angkutan massal, mulai rakyat jelata sampai kalangan VIP (very important person). Sayang, Soemino keburu diganti sebagai Dirut Perum KA, sebelum misinya rampung. Dia pun sempat ‘diparkir’ di Dephub.


Dulu, jasa angkutan darat peninggalan Belanda itu, menjadi alat angkut primadona yang biasa digunakan oleh para bangsawan dan petinggi penjajah ketika mereka bepergian. Peranan kereta api masih cukup penting pada masa revolusi dan awal kemerdekaan. Masuk era 1960-an, peranan kereta api sebagai sarana angkutan penumpang dan barang, surut sedikit demi sedikit, tersisih oleh bus, truk dan pesawat terbang. Kereta api mulai ditinggalkan karena citranya identik dengan sarana angkutan rakyat jelata akibat prasarana dan sarana serta pelayanannya makin merosot.


Kini, setelah Soemino dipercayakan kembali mengurusi perkeretaapian, dalam jabatan yang lebih strategis, sebagai Direktur Jenderal yang pertama, dia pun bekerja secara cekatan, kreatif, inovatif dan hampir tak kenal lelah. Dia kembali siaga 24 jam untuk membenahi perkeretaapian Indonesia. Grand Strategy Perkeretaapian Indonesia pun dirampungkan dengan cepat dan komprehensif.


Dengan dukungan Menhub dan pemerintah, Soemino bertekad menjadikan kereta api sebagai alat transportasi massal andalan. Awal tahun depan, sebagian dari programnya sudah akan bisa dinikmati oleh pengguna jasa kereta api, antara lain KRL ber-AC dengan tiket elektronik di Jabodetabek.


Itulah yang mendorong kami, menyajikan perjalanan hidup dan karirnya dalam Web Site dan Majalah Tokoh Indonesia secara lengkap, di bawah judul utama: Dirjen (Pemimpin) yang Tak Pernah Tidur. Barangkali terminologi ini bisa dianggap berlebihan. Tetapi jika disimak fakta dan maknanya, barangkali akan dipahami ketepatan julukan itu.

 

Redaksi

     

Majalah Tokoh Indonesia 32

Soemino, Pemimpin yang Tak Pernah Tidur

TOKOH UTAMA: Dirjen yang Tak Pernah Tidur = Memilih Kereta Api, Bukan Pertamina = Ini Medan Bung! = ‘Tak Pernah Tidur’ di Padang = Masa Jaya Kereta Api = ‘Diparkir’ dan Jualan Nasi = Dirjen KA PertamaBISNIS: Cyber Hair Youth SalonKISAH HIDUP: Anak Petani dari Delanggu = Pecinta GatotkocoWAWANCARA: Inginkan KA Unggulan Transportasi MassalPERSPEKTIF: Revitalisasi Kereta Api = KA Perkotaan, Bandara Soetta, Antarkota dan Barang = Keselamatan Angkutan KA = KA Tulang Punggung Angkutan DaratSEJARAH: Sejarah Perkeretaapian IndonesiaIN HEADNEWS: Menhub Hatta Rajasa: Buka Pintu Masuk Swasta dan Pemda dalam Bisnis KA KAPUR SIRIH: Pemimpin Kereta ApiSURAT: Belajar dari Pejuang