|
►Index
►35 ►34 ►33 ►25 ►32 ►31 ►30 ►29 ►28
►27
►26
►25
►24
►23
►22
►21
►20
►19
►18 ►17
►16
►15
►14
►13
►12
►11
►10
►09
►08
►07
►06
►05
►04
►03
►02
►01
►EDISI KHUSUS
►P2005
MAJALAH TOKOH INDONESIA 27 TOKOH UTAMA:
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (01)
Doktor Ilmu Tafsir, ini
seorang berkepribadian ulet, tidak kenal menyerah. Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Jawa Timur (2000-2005) ini seorang penyelami rahasia
Al-Qur’an terkemuka di Indonesia. Guru Besar Ilmu Al-Quran Program
Pascasarjana IAIN Sunan Ampel, Surabaya, ini tak pernah berhenti
menyelami rahasia Ilahi dan mengkaji sistematika Allah dalam Al-Qur’an.
..................... 6
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (02)
Pondok Pesantren
Gontor, Ponorogo, segala-galanya bagi M Roem Rowi. Di sanalah dia
memperoleh pendidikan watak, rohani, ilmu pengetahuan dan olahraga. Dari
Gontor dia memperoleh beasiswa ke Madinah dan Mesir. ............. 14
KISAH HIDUP:
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (03)
Roem Rowi acapkali
bernasib mujur. Tidak lama setelah tamat dari Universitas Islam Madinah,
dia memperoleh beasiswa di Universitas Al-Azhar, Mesir. Beasiswa itu
didapat dari Ketua MPRS AH Nasution yang menunaikan ibadah haji,
kemudian melakukan lawatan ke beberapa negara di Timur Tengah. Namun
untuk menambah biaya kuliahnya, Roem melanglang ke Belanda, jadi pekerja
kasar. ......................... 16
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (04)
Meskipun punya uang dari
beasiswa dan hasil kerja kasar di Belanda, M Roem Rowi bersama
teman-temannya membiasakan diri hidup hemat ala Mesir. Di Mesir, pejabat
atau petinggi negara tinggal di pemukiman-pemukiman rakyat biasa.
Pemerintah memberi subsidi bagi kebutuhan pokok rakyatnya.
........................... 21
WAWANCARA:
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (05)
Ahli Tafsir Al-Quran dan
mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Prof Dr HM Roem Rowi,
MA mengatakan Al-Zaytun itu aset umat Islam dan bangsa Indonesia yang
perlu dan patut dicontoh dan dijaga. “Kita harus mengucapkan terima
kasih dan bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Syaykh Panji
Gumilang dan kawan-kawan di Al-Zaytun, sebab itu merupakan lembaga
pendidikan masa depan yang modern,” begitu penuturan Prof Dr HM Roem
Rowi dalam percakapan dengan Tim Wartawan Tokoh Indonesia, di Surabaya
(9/2/2006). .................. 24
Prof Dr HM Roem Rowi, MA (06)
“Kita sangat heterogen, baik dari aspek ras, agama maupun budaya.
Zaman Rasul juga begitu. Kita ada sepakatan dalam Pancasila. Orang Islam
setuju, dan diulas jalan tengah. Lalu semuanya menerima itu. Karena
sudah menjadi komitmen bersama, kita berkewajiban memenuhinya,” kata
Prof Dr Roem Rowi dalam percakapan dengan Wartawan Tokoh Indonesia.
........................ 29
KAPUR SIRIH: Pakar Tafsir Pejuang
Keluarga ............................... 4
Surat dan Komentar: Sultan Ternate Muaffarsyah, dll
..................................... 3 |