|
Surat dan Komentar
Istana Presiden Kok Kemalingan?
Berita hilangnya beberapa Laptop (milik staf istana) dan sejumlah uang
di lingkungan Istana Presiden beberapa hari yang lalu tentu membuat
sebagian besar orang akan bertanya-tanya. Apakah memang benar itu
terjadi? Kalau memang benar-benar terjadi, sungguh sebuah kejadian yang
sangat memprihatinkan. Jika Istana Presiden saja sudah disatroni maling,
alamat apakah ini. Kita tentu berpikir wilayah steril di lingkungan
istana sudah tidak dapat terjamin lagi. Kita tentu juga khawatir dengan
keselamatan orang-orang yang tinggal di dalamnya, terutama presiden yang
memimpin negeri ini.
Bukan tidak mungkin keselamatan RI 1 ini menjadi agak diragukan dapat
aman tinggal di dalamnya. Semakin lama memang semakin banyak keanehan
terjadi di negeri kita ini. Ketika terjadi gerakan demonstrasi yang
menuju ke Istana Presiden, biasanya aparat keamanan akan berjaga
berlapis-lapis untuk mencegah demonstran mendekat ke istana. Tapi, e...
justru maling kok bisa bergerak leluasa di dalamnya. Apa nggak memalukan
ya?
Sujadi, su74di@yahoo.co.id
Bio Ahmad Albar
Situs ini harus menampilkan profil tentang Ahmad Albar, salah satu
musisi Indonesia yang pernah eksis di tahun 70an hingga pertengahan
tahun 90an. Dia juga vokalis dari grup rock God Bless, salah satu rock
band terkenal di Indonesia dan juga Asia Tenggara tentunya. Terima kasih
atas perhatian dari kru-kru di situs ini.
Inno Budi,
innobudi1972@yahoo.com
Penunjukan Exxon Sudah Pas
Sebagai anak bangsa, saya pasti ikut bangga juga ketika sebuah prestasi
bisa diraih oleh putra terbaik bangsa. Namun dalam menyikapi penunjukan
ExxonMobil sebagai General Manager pengelolaan Blok Cepu saya sependapat
dan mendukung kebijakan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini
didasarkan pada kenyataan yang ada. Pertama, kemampuan Pertamina
mengeksplorasi Blok Cepu belum sampai, sedangkan Exxon sudah expert.
Kedua, dengan Exxon sebagai GM, dari aspek pendanaan pemerintah tidak
perlu repot.
Ketiga, mengingat di jajaran Pertamina belum bersih dari KKN, maka
peluang KKN menjadi lebih bisa diminimalisir. Keempat, pemerintah akan
lebih fokus dalam pengawasan baik di aspek produksi maupun dalam hal
transparansi bagi hasil karena tidak ada campur tangan langsung oleh
oknum lokal yang terbiasa memanfaatkan momentum buat memperkaya diri.
Kemudian dari pada berpolemik, saran saya baik para legislatif yang
berkompenten maupun LSM, mari bersama sama pemerintah mempersiapkan
pengawasan dan pengamanan baik dalam hal regulasi maupun kontrak
kerjasamanya agar kasus seperti Freeport tidak terulang.
Djoko Murtjajadi,
djoko_malela@yahoo.co.id
Kagum pada Hatta Rajasa
Redaksi yang Terhormat. Kami sangat gembira dan terima kasih sekali
dengan adanya website Tokoh Indonesia sehingga kami dapat mengambil suri
teladan dari kesuksesan beliau. Kami sangat tertarik sekali dengan tokoh
muda reformasi Bapak Hatta Rajasa yang pada saat ini mendapat beban
berat membenahi sarana transportasi di Indonesia baik darat, laut dan
udara yang caruk maruk. Kami ingin berinteraksi dengan beliau melaui
media e-mail. Untuk itu dapatkah kiranya kami mendapat e-mail address
dari Bapak Hatta Rajasa. Terimakasih.
Guharsa,
guharsa@hotmail.com
Tampilkan Juga Pahlawan Perang Gerilya
Saya punya usul, bagaimana kalau website TokohIndonesia.com juga memuat
kategori Pahlawan Perang Gerilya yang berisi orang-orang yang berjasa
dalam Perang Gerilya membela Kemerdekaan Negara atau para pemegang
Bintang Gerilya. Saya yakin banyak di antara kita yang punya kakek,
orang tua atau saudara yang bisa masuk kategori tersebut. Sehingga
ÒPahlawanÓ bukan cuma milik orang-orang yang sering dibuat nama jalan.
Masukan tentang tokoh-tokoh tersebut bisa diterima dari para pembaca.
Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi generasi mendatang. Terimakasih.
Joko Rizkie Widokarti,
jokorw@bappenas.go.id
Jangan Cuma Menyalahkan Demonstran Papua
Keberingasan demonstran di Abepura, Papua, merupakan wujud dari
kefrustasian warga di republik tercinta ini. Mereka bukannya orang bodoh
yang tak tahu sama sekali dengan kekayaan alam yang ada di negeri
mereka. Namun, jangankan untuk mencicipinya, menjaga agar tidak rusak
pun, lagi-lagi mereka tak kuasa. ÒPermainan cantikÓ antara pengambil
keputusan di tingkat pusat dengan kaum kapitalis membuat rakyat
pinggiran baru tersadar ketika secara tiba-tiba ÒkebunÓ emas dan tembaga
mereka ternyata telah tergadai untuk 30 tahun ke depan.
Nah, jika kontrak telah dibuat, cukuplah alasan hukum, investasi, dan
image di mata asing sebagai tameng terhadap penolakan masyarakat,
sekaligus cara efesien untuk melanggengkan persekongkolan. Lihat saja
mulai dari kasus penjualan Semen Gresik (plus semen Padang dan semen
Tonasa), perpanjangan kontrak Chevron (dulu Caltex) di Riau, PT
Freeport, dan yang terbaru Blok Cepu. Rakyat (di daerah) seakan tidak
pernah diperhitungkan. Pemerintah pusat tak ambil pusing bahwa mereka
telah menginjak-injak pasal 33 ayat 3 UUD 1945.
Bahkan seandainya DPR komplain pun ujung-ujungnya bisa dinego yang
ujung-ujungnya adalah penambahan tunjangan dan gaji. Dalam keadaan
dimana jalur penyampaian aspirasi sudah dibuntukan, dan peluang untuk
solusi yang sama menguntungkan sudah dipatahkan dengan berbagai argumen,
kekerasan akibat frustasi pasti muncul.
Ardi,
ardi-dmi@telkom.net
Kumpul Bareng Tokoh
Salut buat majalah Tokoh Indonesia, yang telah mampu 'mengumpulkan'
tokoh-tokoh hebat nusantara. Bagaimana juga bila TI memprakarsai 'kumpul
bareng' para tokoh-tokoh hebat itu face to face, dalam rangka 'sambung
menyambung menjadi satu dalam frame kebersamaan membangun Indonesia'.
Wening Untoro P, k
h_thoro@yahoo.com
Jangan Tambah Derita Rakyat
Saya terkejut sekali ketika saya membaca RUU APP, di dalamnya banyak
pasal berupa larangan yang nyata-nyata suatu pengekangan dan bersifat
destruktif terhadap seni budaya dan kreativitas bangsa, membelenggu
rakyat dan bahkan ada pasal yang bisa menghancurkan dunia pariwisata
Indonesia.
Dengan adanya pasal yang membatasi hasil seni dan budaya, para seniman
dan budayawan tidak bisa lagi berekspresi secara bebas. Para penari
jaipongan dan ronggeng tidak akan lagi bisa mencari rezeki karena
dianggap erotis.
Dengan adanya pasal yang mengatur cara berpakaian secara otomatis
masyarakat kecil yang sangat miskin dengan fasilitas olah raga tertutup
tidak bisa lagi beraktivitas olah raga secara terbuka misalnya jogging,
berenang di danau atau laut, atau senam aerobik. Tentu saja Indonesia
yang kaya raya dengan keindahan wisata pantai dan laut tidak bisa lagi
mempromosikan dan menjualnya ke dunia internasional, karena memakai
bikini untuk berjemur dilarang. Pantai Pangandaran yang sepi pengunjung
asing akan bertambah sepi malah tak akan ada lagi turis asing yang
datang, hancurlah ekonomi rakyat.
Peredaran barang-barang porno secara sembunyi-sembunyi di masyarakat
tidak akan pernah mampu diberantas oleh UU APP, tetapi justru yang mudah
menjadi sasaran dan terjerat oleh UU tersebut adalah hal-hal yang saya
katakan diatas, karena ativitas tersebut sangat terbuka dan sudah
menjadi bagian dari hidup rakyat Indonesia.
Asep Ardi Suardi,
aasuardi@yahoo.com
Tokoh Bidang Optik
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Ensiklopedi Tokoh
Indonesia. Mungkin ada yang terlewatkan atau belum terlihat dan terbaca
oleh saya, yaitu ÒA. KasoemÓ yang menurut saya beliau adalah tokoh di
bidang per-optikkan di Indonesia. Ada suatu buku tentang ilmu optik
dimana beliau sebagai pembaca pertama sebelum disebarluaskan ke
masyarakat umum. Terima kasih atas tanggapan dan saran dari saya. Mohon
maaf apabila ada kesalahan tulis dan bahasa.
Rendra Wijaksana,
rendrawijaksana@yahoo.com
Minta CV Dihapus
Yth Dewan Redaksi.
Sebelumnya kami ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
Pengelola Tokoh Indonesia.com. Saya mohon kiranya bisa diambil atau
dihapus CV saya yang berada di samping perihal saya. Dengan alasan
terlalu banyak yang menghubungi saya dengan alasan spekulatif seperti
meminta sumbangan. Demikian saya sampaikan, atas perhatiannya saya
ucapkan terima kasih.
Hillman M Sulaiman,
hillman_m_sulaiman@yahoo.com
Prihatin Kasus Abepura
Melihat tontonan di televisi tentang kasus demonstrasi di Universitas
Cendrawasih yang berakhir dengan tewasnya 3 orang anggota Brimob dan 1
orang dari TNI AU sungguh tragis. Di sana kita lihat (dari tayangan
kameramen televisi) anggota-anggota yang sudah jatuh tersungkur kemudian
dihantam dengan beberapa buah bongkahan batu besar ke arah kepala
korban. Sungguh tidak berperikemanusiaan dan sebuah tindakan pembunuhan
yang disengaja menurut saya. Turut berbelasungkawa atas keluarga korban,
dan agar para pelaku dapat dihukum dengan setimpal. Semoga ini dapat
menjadi pelajaran yang berharga bagi aparat agar tidak terulang di
manapun juga.
Achmad Yuliansya,
iyunk_cba@yahoo.com
Naikkan TDL, Laksanakan Audit Energi Dulu
Memang tarif dasar listrik kita masih relatif murah bila dibandingkan
negara semisal Australia. Namun jangan buru-buru naikkan TDL, laksanakan
audit energi terlebih dahulu terhadap seluruh unit pembangkit listrik
yang ada dan audit setiap unit pelanggan (perumahan, perkantoran maupun
industri) tanpa pandang bulu, pasti pendapatan PLN akan meningkat pesat.
Dengan langkah itu saya rasa subsidi terhadap listrik tidak akan
mencapai triliunan rupiah. Berantas dulu spanyol atau separo nyolong.
Suyono Thamrin,
sthamrin@yahoo.com |
|
|
|