|
MAJALAH TOKOH INDONESIA EDISI 27
Kapur Sirih:
Seniman Manajemen Perikanan
Manajemen, selain sering disebut sebagai ilmu dan skill, adalah juga
dianggap sebagai suatu seni tersendiri. Karena itu, merancang manajemen
mutu hasil perikanan, pastilah membutuhkan syarat yang lebih luas.
Perancangnya pun, selain berilmu, dan terampil secara manajerial, adalah
juga seniman yang, karena kemampuannya, sampai-sampai bisa menghasilkan
sebuah mahakarya ataumasterpiece yang sangat berguna bagi semua.
Setia Mangunsong boleh dibilang adalah seniman di bidang manajemen mutu
hasil perikanan. Birokrat ini selama 14 tahun menggeluti manajemen mutu,
saat menjabat Kepala Seksi, sebuah jabatan setingkat eselon IV. Ia, yang
selalu kreatif dan inovatif untuk menghasilkan sebuah karya, tak hirau
karirnya bisa-bisa akan mandek di situ. Ketika para kolega ngotot
mendesak pemberlakuan manajamen ISO terhadap produk makanan hasil
perikanan, Setia tetap berpijak pada keyakinan diri sendiri, bahwa masa
depan pasar perikanan global bukan pada ISO.
Sebagai produk makanan, industri ini membutuhkan syarat-syarat yang
spesifik di bidang pengawasan mutu. Pengawasan mutu hasil perikanan
bagaimanapun memegang peran strategis dalam memenangkan persaingan
dunia. Tanpa menafikan peran bidang lain, yang tentu juga sama
pentingnya, konsistensi secara ketat menerapkan pengawasan mutu memberi
kepastian akan masa depan industri perikanan nasional.
Sebagaimana baru-baru ini terjadi, ancaman suspensi impor udang
Indonesia oleh Amerika Serikat, adalah hanya karena tergiurnya
oknum-oknum perikanan dalam negeri mengubah dokumen udang ilegal.
Indonesia kena getahnya, jadinya. Sebagai “seniman”, Setia Mangunsong
tekun mengikuti kecenderungan global. Dan keyakinannya itu pada akhirnya
terbukti benar. Ia lalu berhasil menciptakan “Sistem Manajemen Mutu
Hasil Perikanan”. Maka itulah kami tak ragu-ragu untuk menyebutnya
sebagai “Perancang Manajemen Mutu Hasil Perikanan”, dan untuk itulah
kami mengangkat biografinya pada edisi kali ini.
Pengalaman “Anak Petani dari Balige”, seorang pekerja keras yang tekun
belajar dan berdoa, ini menarik untuk disimak dan ditiru. Ia bekerja
berorientasi selalu pada hasil karya, kendati dalam banyak hal harus
menghadapi sejumlah hambatan dan tantangan. Ia terbuka terhadap hal-hal
baru, dan tak pelit pula membagikan kembali hal-hal baru itu kepada
orang lain.
Selain meniru ketokohan Setia Mangunsong dalam membangun industri
perikanan dalam negeri, melalui penciptaan sistem manajemen mutu hasil
perikanan, kami berharap, semakin kaya dan banyaknya literatur para
tokoh perikanan yang diangkat, maka citra industri kelautan dan
perikanan semakin kokohlah sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi
nasional.
Dengan demikian impian kita bersama, yakni mengembalikan kejayaan
kebaharian Indonesia, bisa tercapai tidak terlalu lama lagi. Tuhanlah
yang menolong kita.
Redaksi |
|
|
|