MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::


 
Berita Tokoh  
 
   

MAJALAH TOKOH INDONESIA 22

 

Depthnews

Hasil Ujian Nasional 2005


Lulus SLTP 86%, SMU 79% dan SMK 77%, menurun dibanding 2004. Hasil Ujian Akhir Nasional SMP, SMA, SMK atau sekolah sederajat diumumkan pada Kamis (30/6). Berdasarkan data
Departemen Pendidikan Nasional, jumlah kelulusan siswa tingkat SLTP mencapai lebih dari 86 persen, SMU sebesar 79 persen, dan SMK adalah 77 persen. Persentase kelulusan ini menurun dibandingkan tahun ajaran 2003-2004.


Jumlah siswa yang tidak lulus tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dari data yang dirilis Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sebanyak 815.527 siswa dinyatakan tidak lulus. Tahun 2004, yang tidak lulus sebanyak 403.872.


Rincian siswa yang tidak lulus tahun ini, untuk jenjang SMP/MTs, dari 2.988.733 peserta UN, sebanyak 407.065 siswa tidak lulus. Di bagian SMA, dari 1.248.808 peserta, sebanyak 261.750 siswa tidak lulus. Dan di bagian SMK, dari 658.492 peserta UN, sebanyak 146.712 siswa tidak lulus.


Dilihat dari masing-masing jenjang, rata-rata terjadi kenaikan angka ketidaklulusan hingga dua kali lipat. Pada jenjang SMP, presentase ketidaklulusan naik dari 6,96 persen menjadi 13,62 persen.


Untuk jenjang SMA/MA, kalau tahun lalu yang tidak lulus 9,22 persen, maka tahun ini meningkat menjadi 20,96 persen. Dan pada jenjang SMK, yang tidak lulus meningkat dari 12,27 persen menjadi 22,58 persen.


Penurunan angka kelulusan itu terjadi karena kelulusan siswa tergantung pada nilai murni tiga pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Angka minimal kelulusan di tiga pelajaran ini adalah 4,25 atau meningkat dibanding tahun silam yaitu 4,01.


Penerapan patokan inilah yang berimplikasi pada kenaikan jumlah ketidaklulusan. Sebab, siswa yang memperoleh nilai jauh di atas rata-rata pada dua pelajaran tak akan lulus jika gagal mencapai angka minimal di satu pelajaran. Dengan kata lain, seorang siswa pandai atau juara kelas bisa saja tidak lulus jika salah satu dari tiga mata palajaran itu memperoleh nilai di bawah 4,26.


Bagi siswa yang tidak lulus diberi kesempatan untuk mengikuti ujian nasional tahap kedua yang digelar 22-24 Agustus 2005. ► mti/atur l paniroy

 

*** Majalah Tokoh Indonesia 22

 

MAJALAH TOKOH INDONESIA

 

►Index

►24 ►23 ►22 ►21 ►20 ►19 ►1817 ►16 ►15 ►14 ►13 ►12 ►11 ►10 ►09 ►08 ►07 ►06 ►05 ►04 ►03 ►02 ►01

►EDISI KHUSUS ►P2005

     

Majalah Tokoh Indonesia 22

Aisyah Perempuan Vokalis Senayan

BERITA TOKOH: Bangun Al-Zaytun di Natuna (6) = TOKOH UTAMA: Hj Aisyah Aminy, Perempuan Baja Vokalis Senayan (12) ► Politisi Perempuan Religius (16) ► Perempuan di Ranah Publik (18) ► Nyaris Tertangkap Belanda (21) ► Demi Bangsa dan Negara (23) ► Berkibar di Semua Gelanggang (26) = DEPTHNEWS: Memuaskan, UN di Ma’had Al-Zaytun (30) ► Hasil Ujian Nasional 2005 (32) ► Kilas Balik Ujian Akhir Nasional (33) ►Prospek UN 2006 (34) = KAPUR SIRIH: Perempuan Pemimpin (4) = SURAT: Kang Jalal, dll (3)