|
MAJALAH TOKOH INDONESIA 12 Wiranto-Wahid
5 Sumpah Penyelamatan Bangsa
Pasangan Capres-Cawapres Partai Golkar Jenderal TNI (Purn) Wiran-to, SH
dan Ir H Salahud-din Wahid usai mendekla-rasikan diri di Jakarta 11 Mei
2004 langsung berjanji bahkan bersumpah segera melaksanakan lima agenda
penyelamatan bangsa jika terpilih.
Pertama, menegakkan hukum dan perlindungan HAM serta menjamin keamanan
nasional. Kedua, mewujudkan pemerintahan yang baik. Ketiga, melaksanakan
pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Keempat,
mengajak pemerintah, masyarakat, dan swasta bersama-sama memperbaiki
sistem pendidikan nasional. Kelima, melakukan rekonsiliasi nasional.
Wiranto-Wahid berjanji berani melakukan restrukturisasi organisasi
pemerintahan agar lebih efisien, menghemat anggaran, serta memperbaiki
prosedur birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Proses rekrutmen
kepemimpinan nasional berorientasi kualitas termasuk jika harus melalui
power sharing. Kaum perempuan diberikan kesempatan sama dengan kaum
laki-laki mengabdi kepada negara. Otonomi daerah yang banyak terdistorsi
dan terhambat tetap dilanjutkan dengan penataan kembali strategi
implementasinya.
Dalam pandangan Wiranto-Wahid pengangguran yang semakin membengkak
adalah akibat kegagalan pemerintah meningkatkan produktivitas masyarakat.
Produk-produk mengalami tekanan hebat akibat melemahnya daya saing dan
akses pasar. Wiranto-Wahid berjanji memberi-kan paket kebijakan ekonomi,
moneter, dan investasi terpadu yang secara jelas ke arah penyediaan
lapangan kerja yang seluas-luasnya. Juga berjanji mengembangkan sektor
pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata sebagai
komoditas unggulan.
Wiranto-Wahid berjanji memberikan dukungan penyediaan infrastruktur yang
memadai, kemudahan permodalan, keringanan pajak, pembukaan akses dan
deregulasi yang mampu mendatangkan devisa, meningkatkan pendapatan
rakyat kecil, serta memperluas lapangan kerja yang cukup besar. Wiranto-Wahid
berjanji melanjutkan program pembangunan rumahsakit ke seluruh wilayah
serta mendorong pelayanan kesehatan yang merata sampai ke desa-desa.
Wiranto-Wahid melihat masyarakat yang tak terdidik moral maupun
intelektual adalah sumber masalah dan menjadi parasit bagi kehidupan
masyarakat lainnya. Mereka menjadi sumber pengangguran dan kriminalitas.
Wiranto-Wahid berjanji mengatasinya dengan sebuah masterplan yang secara
komprehensif menjelaskan arah pendidikan nasional. Wiranto-Wahid
berjanji untuk secara tegas mendefinisikan peran pemerintah, swasta, dan
masyarakat dalam meningkatkan sistem pendidikan nasional.
Wiranto-Wahid mengamati penegakan hukum berada pada kualitas yang sangat
rendah. Hukum justru menjadi bagian dari permasalahan bangsa.
Pemberantasan KKN gagal total. Keamanan nasional tidak dapat lagi hadir
di kehidupan masyarakat sehingga meneguhkan Indonesia kembali kepada
posisi kelompok negara termiskin di dunia.
Pasangan Wiranto-Wahid berjanji segera menempatkan kembali hukum sebagai
panglima, menegakkan hukum secara konsisten tanpa tawar-menawar. Mereka
berjanji memberantas KKN dengan keras, tanpa pandang bulu dan pilih
kasih. Melalui hukum yang terjaga dengan kuat mereka berjanji keamanan
nasional akan mudah diwujudkan.
Jika Wiranto berjanji hanya mau menjabat satu periode bila terpilih, Gus
Sholah berjanji mempunyai komitmen pribadi memberantas korupsi. ► e-ti/ht
|