|
MAJALAH TOKOH INDONESIA 12 Hamzah-Agum
3 Janji Gerakkan Kekuatan Bangsa
asangan Capres Hamzah Haz dan Cawapres Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar
menetapkan tiga bidang program utama jika terpilih. Yakni, menggerakkan
seluruh kekuatan bangsa, pengelolaan pertahanan dan keamanan negara,
serta politik luar negeri Indonesia ke depan.
Paradigma yang melatarinya adalah, pertama, negara kesejahteraan memberi
negara peran fokus pada kebijakan penciptaan kesejahteraan seluruh
rakyat, kedua, pertumbuhan dan keadilan ekonomi memberi peran fokus
kepada swasta, ketiga, desentralisasi memberi kepercayaan kepada daerah
mewujudkan dan menumbuhkembangkan daya saing daerah, serta keempat,
paradigma pemberdayaan memberikan penekanan pada pembangunan
berkelanjutan.
Pelaku penggerak kekuatan bangsa terdiri pemerintah, swasta, dan
masyarakat. Pemerintah sebagai fasilitator dan mediator, swasta sebagai
dinamisator dan inovator, dan masyarakat dilibatkan dalam setiap proses
pengambilan keputusan.
Strategi menggerakkan kekuatan bangsa adalah meningkatkan peran tiga
instrumen pembangunan. Yaitu birokrasi pemerintah, perbankan dan dunia
usaha, serta masyarakat. Ketiganya bersatu padu mengukuhkan jatidiri
NKRI.
Pasangan Hamzah-Agum berjanji siap menjawab sejumlah tantangan. Yaitu,
tantangan mendidik bangsa mampu mengamalkan norma-norma agama,
menjadikan bangsa mempunyai nilai lebih, menciptakan manusia Indonesia
yang unggul, mendorong penciptaan sistem kelembagaan ekonomi, sistem
kelembagaan politik, serta pemerintahan bersih yang didukung penegakan
hukum yang berkeadilan dan beradab, serta mengembangkan kapasitas
ekonomi bangsa dan menyelenggarakan upaya penanggulangan kemiskinan.
Hamzah-Agum berjanji akan menempuh kebijakan peningkatan kualitas
manusia Indonesia, penguatan kelembagaan pembangunan bangsa, dan
penguatan ekonomi rakyat. Perbankan akan berperan menyediakan investasi
jangka panjang di bidang bisnis pendidikan, dunia usaha menyediakan
kesempatan belajar bagi calon tenaga kerja potensial, dan pemerintah
membantu dunia usaha mengembangkan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Hamzah-Agum membutuhkan empat skenario membangun kekuatan bangsa. Yaitu,
skenario pembangunan keagamaan, pembangunan pendidikan, pembangunan
ekonomi kerakyatan, dan manajemen utang luar negeri yang keempatnya
dilandaskan pada wawasan Indonesia Baru yang bebas KKN.
Tentang pengelolaan pertahanan dan keamanan negara, Hamzah-Agum berjanji
mengaktifkan kembali dewan yang memberikan masukan kepada pemerintah
tentang kemungkinan pelibatan TNI dalam masalah keamanan dalam negeri.
Disebut Dewan Keamanan Nasional, anggota terdiri Menhan, Mendagri, Menlu,
Menteri Keamanan Dalam Negeri (Menkamdagri), Panglima TNI, Kapolri, dan
Kepala BIN. Keduanya juga berjanji 10 hingga 15 tahun ke depan anggaran
TNI akan ditingkatkan menjadi 3,6 persen dari GNP.
Tentang politik luar negeri, Hamzah-Agum berjanji akan meredefinisi dan
merevitalisasi prioritas kebijakan luar negeri sesuai dengan perubahan
percaturan politik nasional. Perspektif politik luar negeri Indonesia
harus selalu konsisten menjaga netralitas dari pengaruh kepentingan
politik negara lain. Pondasi politik luar negeri berpijak pada prinsip
dasar bebas aktif, kesetaraan, dan non-interference. ► e-ti/ht
|
|
|
|