|
Majalah Tokoh Indonesia Volume 09
Pemilihan Umum
Setelah reformasi, ini Pemilihan Umum (Pemilu) kedua. Pemilu pertama,
tahun 1999, yang dinilai paling demokratis setelah tahun 1955, telah
melahirkan anggota legislatif ‘reformis’. Dibilang reformis, karena
mereka umumnya bersuara lantang mengkritisi eksekutif, kendati tak
jarang kebablasan mencampuri urusan eksekutif sangat jauh. Salah satu
produk mereka yang fenomenal adalah amandemen UUD 1945, yang antara lain
mengenai sistem Pemilu langsung.
Tapi ada juga yang ironis, yakni korupsi malah marak di lembaga
legislatif, mulai dari tingkat pusat sampai Daerah Tingkat I dan Daerah
Tingkat II. Mereka sangat mudah melupakan janji-janji saat kampanye dulu
untuk memberantas KKN, sebagai salah satu agenda utama reformasi.
Kemudian, kini Pemilu kedua, sudah tiba. Para petinggi partai, sama
seperti lima tahun sebelumnya saat kampanye, kembali mengumbar janji
yang persis sama, termasuk memberantas KKN, yang ternyata tetap marak.
Sementara rakyat hanya bisa berharap, kiranya hasil Pemilu kali ini
membuahkan hasil yamg lebih baik. Sebab Pemilu 2004 ini berbeda dengan
Pemilu sebelumnya. Kali ini rakyat dapat memilih langsung tokoh yang
diinginkannya. Walaupun masih bersifat banci. Sebab juga harus memilih (coblos)
tanda gambar partai, bahkan tanpa memilih tanda gambar partai, pilihan
kepada nama tidak berlaku. Tapi, itu pun sudah syukur, karena bila ada
tokoh yang dicintai rakyat, biar pun ia di nomor urut paling bawah,
sudah bisa terpilih.
Kemudian, selepas Pemilu Legislatif, segera pula dilakukan Pemilu
Presiden. Bila sebelumnya, MPR hasil Pemilu yang berhak memilih presiden,
saat ini rakyat yang memilih langsung calon presiden yang diinginkannya.
Pertanyaannya, apakah rakyat sudah siap menggunakan haknya secara tepat
dan bermutu? Jangan-jangan rakyat tidak begitu banyak mengenal kiprah
para tokoh yang akan dipilihnya.
Sehubungan dengan itu, sudah saatnya rakyat diberi kesempatan
seluas-luasnya untuk mengenali para tokoh yang ikut dalam kontes Pemilu
itu.
Sementara para tokoh, sepatutnya secara aktif dan sadar membuka
akses kepada publik untuk mengenali dirinya lebih jauh. TokohIndonesia
Dotcom, yang tengah dibangun menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia,
kendati masih ibarat sebuah titik di dunia maya dan media cetak, telah
mencoba memberi sumbangsih, sebagai media publik yang mudah diakses
menampilkan profil ribuan tokoh di negeri ini.
Kali ini, dalam Edisi Khusus Majalah Tokoh Indonesia, kami menyajikan
profil singkat 20 kandidat presiden yang diperkirakan akan meramaikan
Pemilu Presiden. Kisah lebih lengkap para kandidat ini, tersaji di dalam
website TokohIndonesia DotCom. Mudah-mudahan berguna bagi publik sebelum
menentukan pilihan. * 0404
Redaksi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Edisi Khusus Vol. 09
PROFIL
20 KANDIDAT PRESIDEN:
AA. Gym
=
Abdurrahman Wahid
=
Aburizal Bakrie
=
Akbar Tandjung,
Amien Rais =
Hamzah Haz,
Hasyim Muzadi
=
Hidayat Nur Wahid,
=
Jusuf Kalla
=
Megawati =
Nurcholis Madjid
=
Prabowo S
=
Ruyandi Hutasoit =
Siswono Yudo Husodo =
Siti Hardiyanti =
Surya Paloh = Susilo B Yudhoyono
=
Wiranto = Yusril Ihza
M = Zainuddin MZ. = OPINI TOKOH:
Rauf Purnama
= DEPTHNEWS:
Timang-Menimang Pasangan Capres-Cawapres =
KAPUR SIRIH: Pemilihan Umum = SURAT:
Caleg, Alamat, Membantu, Cinta, Andalkan, Al Ustaz = Dapatkan di toko buku dan agen atau
Bagian Sirkulasi Rp.14.000,- Luar Jabotabek Rp.15.000,-
OPINI TOKOH Ir Rauf Purnama
Di antara Vietnam dan Thailand. Tidak banyak orang yang
menduga kalau Vietnam akan mampu menyelenggarakan SEA Games yang tidak
kalah hebatnya dengan Sea Games sebelum-sebelumnya.
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|