MAJALAH TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
KAPUR SIRIH

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 010703
 ► POLING
 
 ► Selamat HUT
 ► Poling Tokoh
 ► Kirim Pesan
 ► Beritahu Teman
 ► Search
 ► Majalah
 ► Redaksi
 
garis
garis

 

Kapur Sirih MTI Volume 04

Presiden Rakyat

 

Apa buah nyata reformasi? Salah satu adalah perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah mengembalikan kedaulatan kepada rakyat, di antarnya kedaulatan secara langsung memilih Presiden dan Wakil Presiden. Berbeda dari sebelumnya, kedaulatan rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

 

Maka, Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2004 adalah kesempatan pertama bagi rakyat Indonesia untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan hati nuraninya sendiri. Berarti, inilah pula kesempatan pertama bagi para tokoh di negeri ini untuk tampil sebagai Presiden pilihan rakyat. Selain itu, Pemilu Legislatif juga sudah memberikan alternatif bagi rakyat untuk secara langsung memilih tokoh yang diinginkannya, tidak lagi hanya memilih tanda gambar partai. Ini juga berarti, sebagai kesempatan pertama bagi anggota legislatif tidak lagi semata-mata menjadi wakil partai melainkan juga sebagai wakil rakyat pilihan rakyat.

 

Jadi, tahun depan diharapkan akan hadir Presiden dan Wakil Presiden pilihan rakyat serta anggota legislatif wakil rakyat. Masalahnya adalah sejauhmana rakyat mengenal para tokoh yang akan dipilihnya? Sehubungan dengan itu, agar penggunaan kedaulatan (hak pilih) ini efektif, kiranya kita harus berupaya lebih dulu mengenali para tokoh itu sebelum memilihnya.

 

Kita sudah merasakan banyak pengalaman pada masa lampau hingga saat ini, dimana kita dipimpin dan diwakili oleh tokoh yang tidak kita pilih bahkan tidak kita kenal. Bila keadaan ini dibiarkan, maka bisa diperkirakan, Indonesia akan menjadi jarahan tokoh-tokoh yang tidak dipilih rakyat, tokoh yang tidak mempedulikan kepentingan rakyat.

Pengalaman itu, tentu harus mendorong kita untuk menggunakan hak pilih secara tepat dengan lebih dulu mengenali mana tokoh yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Pemimpin yang berkemampuan dan tulus memulihkan bangsa ini dari keterpurukan.

 

Beberapa partai kini sudah mulai menyebut nama-nama bakal calon presiden. Di antaranya, Partai Golkar bahkan telah melangkah lebih maju dengan menggelar konvensi untuk menjaring dan menyeleksi bakal calon presiden. Langkah ini, selain bermakna sebagai pembelajaran politik, juga diyakini efektif untuk menampilkan tokoh yang benar-benar dikenal dan dipilih oleh rakyat.

 

Sementara beberapa partai lain menempuh mekanisme melalui kongres, Munas dan Mukernas partainya untuk menampilkan bakal calon presiden dan wakil presiden. Selain itu, berbagai persyaratan juga sudah ditetapkan baik dalam UUD, UU dan peraturan pelaksanaannya. Semua itu berguna bagi publik sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan pada waktunya. Sebab, pada akhirnya, rakyat jualah yang berdaulat memilih siapa pemimpinnya.

 

Dalam konteks ini, TokohIndonesia DotCom berharap dapat bermanfaat (kendati masih sangat terbatas) bagi publik sebagai sarana (media) untuk mengenali beberapa tokoh yang ada dalam situs web dan majalah ini. Serta sarana bagi tokoh untuk memperkenalkan diri dan memaparkan visi dan misinya.

 

Dalam edisi cetak kali ini, kami menampilkan sosok seorang kader Partai Golkar, yang menurut hemat kami, berbagai pengalaman dan pemikirannya sangat layak didalami. Selain itu, kami juga menampilkan sosok seorang jaksa yang punya komitmen menegakkan hukum untuk memberantas korupsi. Serta seorang pemikir sekaligus pelaku industri yang memaparkan gagasannya untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam demi kemandirian bangsa ini.

 

Jakarta, Agustus 2003

 

Redaksi

  WAWANCARA

Slamet Effendy Jusuf

Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional

Partai Golkar bakal pemenang lagi. Kenapa? Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu ini mengatakan karena keberadaan dan kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2004 sudah menjadi kebutuhan nasional (national need). Menurutnya, bangsa ini sangat memerlukan suatu kekuatan yang bisa membangun kembali stabilitas politik dan keamanan, sebagai prasyarat untuk membangun kembali perekonomian Indonesia

 

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero