WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Siap Mengantarkan Karet ke Pasar Global

Rela Mundur Hindari Pertumpahan Darah Demokrat Berintegritas Tinggi
  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Siap Mengantarkan Karet ke Pasar Global
e-ti | mediaindonesia-tetra

Meski Indonesia kaya akan pohon karet, nilai olahan produk karet negeri ini masih sangat rendah. Teknologi nano bisa jadi cara meningkatkan nilai karet lokal di tingkat dunia.

Baristand Industri Palembang pada seksi standardisasi dan sertifikasi (2005-seka...
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rahmaniar

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rahmaniar

QR Code Halaman Biografi Rahmaniar
Bio Lain
Click to view full article
Umar S Bakry
Click to view full article
Tjia May On
Click to view full article
Laksmiyani
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Agus Harianto
Click to view full article
Mohammad Hatta
Click to view full article
Once

Miris rasanya melihat produksi karet di Indonesia masih saja berkutat pada karet remah {crumb rubber). Padahal, luas kebun karet Indonesia Iebih dari cukup untuk membuat karet menjadi industri unggulan, baik dari hulu maupun hilir.

Di Palembang, Rahmaniar resah. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
peneliti berusia 43 tahun tersebut mengaku khawatir dengan kondisi petani karet di Palembang yang semakin miskin. Padahal, lahan perkebunan karet di Palembang ialah yang terbesar di Indonesia. Jika dikelola dengan baik, karet bisa menjadi penopang ekonomi tak hanya di Sumatra Selatan, tetapi juga ekonomi nasional.

"Saya ingin ada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama petard karet. Di samping itu, saya juga yakin industri karet dapat meningkatkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional," tuturnya kepada Media Indonesia, kemarin.

Karena itulah, Niar, panggilan akrabnya, mulai mengutak-atik karet agar nilai ekonomisnya meningkat. Kegunaan karet beragam dan dapat diaplikasikan untuk banyak hal. Misalnya untuk perlengkapan kendaraan, seperti ban, engine mouting dan pirodo. Karet juga bisa digunakan untuk peralatan kesehatan, misalnya slang ste-toskop dan karet pipet, peralatan olahraga mulai bola sampai pakaian selam, kebutuhan industri antara lain oil seal dan conveyor, serta barang kebutuhan sehari-hari semisal karpet karet dan sandal.

Namun, Niar memfokuskan diri pada penelitian karet, terutama untuk aplikasi dunia otomotif. Karya Niar dipamerkan pada RD Ritech Expo 2010,pameran yang menggelar berbagai hasil riset teknologi, di Jakarta Convention Center OCC), Jakarta, 20-22 Agustus 2010.

Ibu tiga anak tersebut memanfaatkan teknologi nano untuk mempercepat proses pemasakan (vulkanisasi) karet menjadi pirodo (cakram ban mobil). Sebelum karet yang telah diproses secara kimiawi tersebut dicetak, Niar mencampurkan sulfur yang telah diproses menjadi nanoparrikel untuk proses vulkanisasi.

"Dengan suhu vulkanisasi 140 derajat celsius, menggunakan nanosulfur akan mempercepat waktu pemasakan, yaitu 12 menit 19 detik. Bandingkan dengan menggunakan sulfur yang ada di pasaran (tanpaukuran nano), waktu pema-sakannya sampai 13 menit 40 detik," ucapnya.

Selain lebih cepat, imbuhnya, karet olahan dengan menggunakan sulfur yang dinanokan juga menghasilkan uji fisika yang Iebih baik. "Begitu juga untuk parameter uji fisika, sulfur yang berukuran nano lebih baik dibandingkan dengan sulfur yang ada di pasaran," timpalnya.

Berhenti impor

Peneliti muda bidang teknik industri pada Balai Riset dan Standardisasi Industri KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Perindustrian itu mengaku meski penelitiannya masih jauh dari aplikasi dalam industri, ia bermimpi hasil temuannya tersebut dapat membuat Indonesia, terutama Palembang, tak lagi mengimpor produk olahan karet dari luar.

"Kan lucu, kita punya area perkebunan karet yang luas, banyak hasilkan karet alam mentah, lalu kita jual ke luar negeri, nanti karet mentah itu kita beli lagi dalam bentuk produk jadi. Yang ada, di sini dibanjiri produk-produk karetdari China, Jepang," ucapnya kelu.

Sebagai area perkebunan karet terbesar di Indonesia, Sumatra Selatan diakuinya masih sangat rendah dalam menghasilkan produk olahan dari karet alam. Sebabnya, menurut Niar, sangatlah klise, teknologi yang rendah dan infrastruktur yang tak memadai.

"Makanya saya bermimpi penelitian-penelitian saya ke depan nanti dapat diaplikasikan di dunia industri. Saya berharap ke depan kita menyiapkan dan mempunyai fasilitas serta infrastruktur industri berbasis teknologi skala nano yang memadai, tentunya di Sumatra Selatan," timpalnya.

Pengembangan dari penerapan teknologi nano yang sedang dikerjakannya diharapkan Niar akan mendorong Palembang tak lagi hanya memproduksi karet alam mentah. Apalagi, nilai ekspor karet alam mentah sangatlah kecil. "Ada dua jenis karet yang biasa digunakan dalam industri, yaitu karet alam dan karet sintesis. Karet dalam keadaan mentah tidak dapat dibentuk menjadi barang jadi olahan karet yang layak

Idigunakan. Karet mentah tidak elastis dan mempunyai banyak kelemahan, antara lain tidak kuat dan tidak tahan cuaca," jelasnya.

Dokter nano

Perjalanan Niar sebagai peneliti teknologinano tidaklah mulus. Setelah cita-citanya menjadi dokter kandas, perjalanan hidup justru membawanya menjadi dokter nano.

Setelah lulus kuliah, Niar diterima sebagai calon pegawai negeri sipil di Baristand (Balai Riset dan Standardisasi) Industri Palembang. Di sinilah ia meniti karier sebagai dokter nano.

"Sejak kecil saya memang tertarik dengan ilmu sains dan saya mempunyai cita-cita ingin sekali jadi dokter. Sam- pai tiga kali saya ikut tes, tapi masih belum berhasil. Kalau di ilmu kedokteran meneliti, mengamati tentang penyakit, nah ternyata sekarang saya seorang peneliti yang mengamati partikel-partikel yang berukuran nano. Menurut saya, kedua hal tersebut tak jauh berbeda," ungkapnya.

Selain itu, tugas pokok sertalingkungan kerjanya ternyata sangat mendukung dirinya menjadi peneliti. Dia menyebut peneliti yang juga atasannya, Hari Adi Prasetya, sebagai salah satu guru penuh inspiFasi. "Beliau sering memberi motivasi kepada saya, ke depannya peneliti itu harus bagaimana, ruang lingkup kerjanya, tanggung jawab dan prospek seorang peneliti. Saya menjadi yakin dengan jalan sebagai peneliti atas dukungan dari dia," sahutnya.

Niar menegaskan pengembangan nanoteknologi dalam industri Indonesia, terutama karet, sangatlah krusial. Dengan nanoteknologi, produk-produk olahan karet Indonesia diyakininya mampu bersaing dengan produk luar negeri. "Menurut saya, teknologi nano mempunyai banyak keuntungan, di antaranya efisien, efektif, dan memberikan banyak ruang untuk berinovasi. Apalagi untuk menghadapi persaingan pasar bebas, dengan adanya teknologi nano, dunia industri akan semakin kompetitif," tandasnya. (M-4)

****

Efisien berkat Teknologi Nano

Bukan cuma produktivitas yang rendah, karet alam mentah asal Indonesia juga tidak terlalu menguntungkan sebagai produk ekspor. Kebanyakan para petani karet kesulitan dalam memasak karet mentah itu menjadi karet yang siap dibuat sebagai produk jadi.

Rahmaniar, peneliti di Baristand Industri Palembang, mengatakan selama ini lamanya proses memasak karet tergantung pada proses pencampuran sulfur dengan karet. Ukuran sulfur yang masih berbentuk butiran tersebut memperlama proses vulkanisasi.

"Oleh karena itu, saya jadi berpikir proses memasaknya akan lebih efisien jika ukuran partikel sulfur yang diguna-kan diperkecil. Sulfurnya saya buat menjadi ukuran nano," paparnya.

Proses pembuatan sulfur ukuran nano dimulai dengan menghaluskan sulfur. Penggilingan sulfur tersebut menggunakan metode HEM (high energy milling) untuk membuat partikel nano.

"Setelah itu, partikel nano sulfur yang sudah jadi diuji kembali ukuran partikel kristalin nanonya, dengan menggunakan XRD {X-ray difraction). Partikel Nano tersebut diteliti kembali, apakah sudah menghasilkan nano sulfur sesuai dengan rancangan percobaan dengan melihat morfologi atau struktur partikel melalui SEM {scanning electron microscope)."

Niar mengakui riset yang dilakukannya masihlah sangat dasar. Ia bermimpi akan mengembangkannya suatu saat jika persoalan dana tidak lagi membayanginya. Klise, tapi itulah yang terjadi.

"Selain sulfur, saya sebenarnya juga ingin menggunakan teknologi nano pada komponen filler atau pengisi dari karetnya. Saya berhipotesis, kalau zat filler ini bisa dinanokan, akan berpengaruh pada elastisitas sifat fisik dari karet itu sendiri," ujarnya.

Rasa pesimistis sempat tebersit, mengingat pengalamannya dalam meriset teknologi nano dalam sulfur. "Membuat nano sulfurnya saja bisa 3-4 bulan. Apalagi teknologi nano baruada di Jakarta, ya makan waktu dan ongkos. Karena proses itu bisa berjam-jam, dan tidak mungkin saya nongkrong di Jakarta, padahal pekerjaan di Palembang juga banyak," jelasnya.

Meski pihak tempat Niar bekerja pernah menyebutkan rencana pembangunan laboratorium di Palembang, Niar berharap pemerintah juga akan memperhatikan kualitas yang sama baik dengan yang ada di Jakarta. "Kalau infrastruktur, fasilitas serta alat-alat analisisnya memadai, kami sebagai peneliti pun akan dengan fokus meneliti. Wah, seperti di surga kalau itu semua terpenuhi," tandasnya penuh harap. (VM-4) e-ti

Sumber: Media Indonesia, 24 Agustus 2010 | Penulis: Vini Mariyane Rosya

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada.co.id
 

Poling

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: