|
IN MEMORIAM
02 Nov 1965 ::
Rasuna Said, HR, Jakarta (Agam,
15 Sep 1910)
03 Nov 2006 ::
Mahtum Mastoem,
Jakarta (1949)
05 Nov 2005 ::
Kenneth T Sudarto,
Singapra (Kbmn 16 Mar 1942)
07 Nov 1963 ::
Djuanda Kartawidjaja,
Jkt (Tasikmlya 14 Jan 1911)
07 Nov 2004 ::
JM Pattiasina, Jakarta
08 Nov 2004 ::
Wahono,
Jakarta (Tulungagung, 25 Maret 1925)
09 Nov 1989 ::
Sarwo Edhie
Wibowo, Jkt (Purworejo, 25 Jul 1925)
12 Nov 2002 ::
Toyib
Hadiwidjaja
14 Nov 2002 ::
Gedong Bagus Oka,
Jkt (Bali 3 Okt 1921)
15 Nov 2002 ::
Rorimpandey,
HG, Jkt (Palu 2 Jan 1922)
15 Nov 2006 ::
Samaun Samadikun, Jkt (Magetan, 15 Apr 1931)
16 Nov 2002 ::
Sahala Rajagukguk, Samosir
20 Nov 2003 ::
Ferry Sonneville^,
Jkt (Jkt 3 Jan 1931)
25 Nov 2003 ::
Lazarus E. Manuhua,
Mksr (Ambon 4 Jun 1925)
Ir H Djuanda Kartawidjaja (1911-1963)
Perdana Menteri Ir H Djuanda Kartawidjaja, pada 13 Desember 1957
mendeklarasikan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan.
Maka sangat bijak ketika hari Deklarasi Djuanda itu kemudian
melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara.
HR Rasuna Said (1910-1965)
HR Rasuna Said (Hajjah Rangkayo Rasuna Said) seorang orator, pejuang (srikandi)
kemerdekaan Indonesia. Pahlawan nasional Indonesia ini lahir di Maninjau,
Agam, Sumatera Barat, 14 September 1910 dan wafat di Jakarta, 2 November
1965 dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Sarwo Edhie Wibowo (1925-1989)
Dia mempunyai peran yang paling gemilang dalam mengatasi peristiwa G-30-S/PKI.
Kala itu, sebagai Komandan RPKAD (kini Kopasus).
Setelah itu berbagai jabatan militer dan sipil ia jalani, namun tidak
sampai menjabat menteri. Jenderal yang brilyan dan jujur ini terakhir
hanya menjabat Kepala BP7 (1984 1990).
Mahtum Mastoem 1949-2006
Mantan
Pemimpin Perusahaan Majalah GATRA dan Pemimpin Redaksi Majalah
GAMMA Mahtum Mastoem,
meninggal dunia Jumat 3 November 2006 subuh pukul 4.30, di Rumah Sakit Cikini, Jakarta
Pusat, karena sakit. Jenazah Ketua Harian SPS itu dikebumikan di TPU Al
Kamal, Kedoya, Jakarta Barat.
Wahono (1925-2004)
Mantan Ketua DPR/MPR dan mantan Ketua Umum DPP Golkar, ini meninggal Senin 8 November 2004 pukul
16.30 di RSPP Jakarta. Jenazah mantan Gubernur Jawa
Timur kelahiran 25 Maret 1925, itu disemayamkan
di rumah duka Jl Iskandarsyah II No 85, Kebayoran Baru, Jakarta.
Dikebumikan 9/11/2004 pukul 14.00 WIB di TMPKalibata.
JM Pattiasina
Pdt Dr JM Pattiasina, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di
Indonesia (PGI) periode 1989-2000, meninggal dunia di RS UKI Cawang,
Jakarta Timur, Minggu 7 November 2004 pukul 22.00. Jenazah disemayamkan
di rumah duka RS PGI Cikini, Jakarta Pusat.
HG Rorimpandey
Hendrikus Gerardus (HG) Rorimpandey (80 tahun), tokoh pers nasional,
pendiri harian sore Sinar Harapan dan perintis pemilikan saham karyawan
pers yang juga pejuang kemerdekaan, meninggal dunia Jumat (15/11/02) pukul
08.05 pada usia 80 tahun di RS Medistra setelah mengalami kehilangan
kesadaran pada Jumat dini hari.
Lazarus Eduard Manuhua, Wafat
Pendiri
harian Pedoman Rakyat yang terbit di Makassar, Lazarus Eduard Manuhua,
meninggal dunia dalam usia 78 tahun, di Rumah Sakit Hikmah Makassar,
Selasa malam 25 November 2003. Tokoh pers kelahiran Ambon, 4 Juni 1925 biasa disapa
para kerabatnya Tete, ini meninggalkan delapan anak. Istrinya, Johanna Leonora Wacanno, telah berpulang lebih dulu tahun
1996.
Sahala Rajagukguk
Mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Adolf
Sahala Rajagukguk (64) dan istrinya, Ny Chaterine Nainggolan (52), serta
adik iparnya, Binsar Nainggolan, tewas karena mobil Toyota Land Cruiser
yang ditumpanginya jatuh ke jurang sedalam lebih dari 800 meter di Tele,
Kecamatan Harian Boho, Toba Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (16/11/02).
Ketiga jenazah diterbangkan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Kelapa Sawit,
Medan, menuju Jakarta dengan pesawat khusus Trans Wisata, pukul 19.00 WIB
Minggu 17/11/02.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Kenneth Tjahjady Sudarto (1942-2005)
Dia tokoh periklanan Indonesia.
Ken, panggilan akrab Kenneth Tjahjady Sudarto, pendiri Matari Advertising,
memulai usahanya dari garasi sampai memiliki gedung megah Puri Matari di segitiga emas Kuningan.
Pria kelahiran Kebumen, 16 Maret 1942, ini meninggal dunia
di Singapura, 5 November 2005.
Gedong Bagoes Oka
Ibu Ge-dong Bagoes Oka (81) tokoh pejuang kemanusiaan dan perdamaian dengan
gerakan nonkekerasan, meninggal dunia pada hari Kamis (14/11/02) sekitar
pukul 04.00 wib di kediaman salah satu putranya, Viraguna Bagoes Oka, di
Jalan Brawijaya VIII/2A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia meninggalkan
enam orang anak, serta 11 orang cucu. Jenazahnya diterbangkan ke Bali dan
disemayamkan di Puri Kawan, Karangasem, sekitar 20 kilometer sebelah timur
Ashram Gandhi di Candidasa.
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
|