|
IN MEMORIAM
07 Jun 2007 ::
Yogie S Memet,
Bandung (Cirebon, 16 Mei 1929)
08 Jun 2003
::
Amirul Isnaini, Singapura (Malang, 14 Mar 1952)
09 Jun 2003 ::
Benny Santoso, Jakarta
10 Jun 2003 :: Tjoa Sam Min (Samin Saputra), Jakarta
11 Jun 1962 ::
Gatot Subroto, Jakarta (Banyumas,
10 Okt 1907)
11 Jun 2003
::
Selo Soemardjan, Jkt (Yogya, 23 Mei 1915)
11 Jun 2004 ::
Paku Buwono XII,
Solo (Solo, 14 Apr 1925)
13 Jun 2003 ::
Atang Ruswita,
Bdg (Batujajar, 26 Apr 1933)
15 Jun 2003 ::
Hartono Mardjono,
Mksr (Tegal, 17 Jul 1937)
15 Jun 2004 ::
Bagong Kussudiardja,
(Yogya, 09 Okt 1928)
17 Jun 1907 ::
Si Singamangaraja XII,
Tapanuli (Bakkara, 1849)
17 Jun 1959 ::
Abdul Muis,
Bandung (Bukit Tinggi 03 Jul 1883)
21 Jun 1970 ::
Soekarno^
Jakarta (Blitar, 6 Jun 1901)
22 Jun 2005 ::
Mashudi,
Jakarta (Garut, 11 Sep 1920)
23 Jun 2007 ::
Sujudi, Prof
Dr, Jkt (Bogor, 09 Sep 1930)
25 Jun 2004 ::
Supeni, Jakarta (Tuban, 17 Agu 1917)
26 Jun 2005 ::
Nasruddin Hars, Meulaboh
(Krueng Mane, 1942)
28 Jun 2005 ::
Ekky Syachruddin,
Jakarta (Banten,
30 Des 1939)
28 Jun 2005 ::
Saleh Afiff,
Jakarta (Cirebon, 31 Okt 1930)
29 Jun 2005 ::
Roeslan
Abdulgani, Jakarta (Sby, 24 Nov 1914)
29 Jun 2005 ::
Eka Darmaputera,Jakarta,
(Maglng, 16 Nov 1942)
30 Jun 2007 ::
Julius Usman,
Jakarta (Pidie, 15 Agu 1945)
Julius Usman (1945-2007) Politisi,
aktivis Angkatan 66 dan pendiri PUDI bersama Sri Bintang Pamungkas.
Mantan Ketua KAPPI, ini sempat menjadi Anggota F-PDIP DPR namun direcall
tahun 2003. Lalu pada Pilpres 2004, dia mendukung SBY. Kemudian bersama
Hariman Siregar dia aktif dalam Gerakan Cabut Mandat
(2007).
Yogie S Memet (1929-2007)
Mantan
Mendagri (1993-1998) dan Gubernur Jawa Barat Haji RM Yogie Suardi Memet, meninggal
pukul 14.15 Kamis 7 Juni 2007 di RS Advent, Bandung. Mantan
Anggota DPA dan Pangdam
Siliwangi kelahiran Cirebon, 16 Mei 1929, itu dimakam-kan Jumat 8 Juni 2007 di
TMP Cikutra dengan
upacara militer.
Eka Darmaputera (1942-2005)
Dia pendeta pejuang toleransi. Pendeta Emeritus Eka Darmaputera alias
The Oen Hien pantas jadi panutan dalam hal toleransi dan kemajemukan
agama. Pria kelahiran Magelang, 16 November
1942, itu meninggal Rabu 29 Juni 2005 pukul
08.15 WIB di RS Mitra Int Jakarta.
Abdul Muis (1883–1959)
Perlawanan terhadap penjajahan Belanda
dilakukannya tanpa putus-putus dengan berbagai cara. Dengan ‘pena’-nya
yang tajam, partai politik, komite perlawanan orang pribumi, bahkan
memimpin mogok kerja. Sebagai seorang wartawan, tulisan Abdul Muis
merupakan tulisan perlawanan terhadap Belanda.
Saleh Afiff (1930-2005)
Mantan Menko Ekuwasbang
1993-1998, Saleh Affif meninggal dunia dalam usia 75
tahun sekitar pukul 20.00 WIB,
Senin 28 Juni 2005 setelah beberapa saat dirawat di RS
Pusat Pertamina Jakarta. Konseptor harga dasar gabah kelahiran Cirebon, 31 Oktober 1930, itu
meninggal
setelah mengalami gangguan pernapasan Minggu sore.
Mashudi (1920-2005)
Letjen TNI (Purn) H Mashudi, mantan Gubernur Jawa Barat (1960-1970)
dan mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1978-1993),
meninggal dunia ) Rabu 22 Juni 2005 pukul 11.10 WIB di RSPAD Gatot
Subroto, Jakarta. Jenazah tokoh kelahiran Garut 11 September
1920, itu dikebumi-kan Kamis 23 Juni 2005 di TMP Cikutra, Bandung.
Paku Buwono XII (1925-2004)
Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XII, meninggal dunia Jumat 11 Juni 2004
pukul 08.15 WIB di Rumah Sakit Dr Oen, Surakarta. Raja Keraton Kasunanan Surakarta
yang sebelumnya bernama Raden Mas Gusti Suryo Guritno dinobatkan menjadi
raja tanggal 12 Juli 1945, pada usia 20 tahun. Ia raja terlama dalam
Dinasti Mataram.
Raja Si Singamangaraja XII (1849-1907)
Dia seorang pejuang sejati,
yang
anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan
penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih
lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak
mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir
hayat.
Hj. Supeni (1917-2004)
Perempuan pejuang ini meninggal dunia pada usia
86 tahun
pukul 08.40 Jumat, 25 Juni 2004 di Rumah Sakit Pelni Jakarta. Dimakamkan
di TPU Karet Bivak Jakarta. Mantan Duta Besar Keliling era Bung Karno ini
meninggalkan empat anak, delapan cucu dan empat cicit. Ia adalah pelaku penting sejarah
pergerakan organisasi perempuan.
Bagong Kussudiardja (1928-2004)
Koreografer dan pelukis kenamaan yang digelari begawan seni, ini meninggal
dalam usia 75 tahun di RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa 15 Juni
2004 pukul 22.45. Seniman kelahiran Yogyakarta, 9 Oktober 1928 yang telah
mencipta lebih 200 tari, itu
meninggal akibat komplikasi penyakit prostat, paru-paru, diabetes, dan
jantung.
Mayjen Amirul Isnaini
Pangdam IV/Dipongoro Mayor Jenderal Amirul
Isnaeni (51),hari Minggu 8/6/03 sekitar pukul 09.30 waktu Singapura,
meninggal dunia karena sakit komplikasi lever dan paru-paru di Rumah Sakit
Gleneagles, Singapura. Pada dua bulan sebelumnya Isnaeni sempat menjalani
operasi transplantasi hati di rumah sakit itu.
Prof Dr KPH Selo Soemardjan
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia ‘Bapak Sosiologi
Indonesia’ Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal
dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta,
karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran
Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta,
hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Proklamator Soekarno
Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama RI, 1945- 1966,
menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator
ini dengan gagah mengejek Amerika
Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with your aid." Pemimpin Besar Revolusi ini berhasil
menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya.
Atang Ruswita^
Wartawan senior, pemimpin umum
Harian Pikiran Rakyat, Atang
Ruswita (70) meninggal dunia Jumat 13 Juni 2003 di
RS Hasan Sadikin, Bandung karena gangguan paru-paru. Anggota Dewan Pers
kelahiran Batujajar, Kab. Bandung, 26 April 1933 ini dikenal sebagai
seorang pekerja keras yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk
‘beribadah’ mengembangkan dunia pers. Ia seorang kawan, bapak, sekaligus
guru bagi wartawan Indonesia.
|
 |
|
|
|
|
|
|
Nasruddin Hars (1942-2005)
Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Raya Nasruddin Hars
meninggal dunia dalam usia 62 tahun di Hotel Meligo, Meulaboh,
Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, sekitar pukul 18.00 Minggu 26 Juni
2005, karena
gangguan jantung. Jenazah dimakamkan Senin 27 Juni 2005 di tanah
kelahirannya, Krueng Mane, Aceh Utara.
Ekky Syachruddin (1939-2005)
Politisi vokal Partai Golkar yang juga mantan Duta Besar
RI untuk Kanada, Ekky Syachruddin, meninggal dunia pukul 17.45 WIB,
Senin 28 Juni 2005 di Rumah Sakit Mitra Keluarga
Jakarta, akibat serangan jantung. Pria kelahiran Pandeglang, Banten,
30 Desember 1939 itu sebelumnya sempat dirawat di RS Pelni Jakarta
selama satu minggu. Hartono Mardjono
Ketua Umum Partai Islam Indonesia yang juga anggota F-PDU DPR,
ini meninggal di Ruang ICCU
Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Minggu
15/6/03 pukul 22.30. Jenazahnya diterbangkan ke Jakarta, Senin 16/6 untuk
selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Hidup Baru No 20,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
|
|