|
Sri Sultan HB IX (19l2-1988)
Pemerintahan Kesultanan Yogyakarta mengalami banyak perubahan di bawah
pimpinannya. Dengan wawasannya ia
menunjukkan bahwa raja bukan lagi gung binathara, melainkan demokratis.
Raja berprinsip kedaulatan rakyat tetapi tetap berbudi bawa leksana. Ia
memiliki paham kebangsaan yang tinggi.
|
|
|
|
► PAHLAWAN |
|
►
PRESIDEN |
|
|
|
|
|
|
|
Raja Si Singamangaraja XII (1849-1907)
Dia seorang pejuang sejati,
yang anti penjajahan dan perbudakan. Pejuang yang tidak mau berkompromi dengan
penjajah kendati kepadanya ditawarkan menjadi Sultan Batak. Ia memilih
lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak
mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir
hayat.
|
|
Susilo Bambang Yudhoyono (5)
Ini
dia Presiden RI pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan
terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki 'Jenderal yang
Berpikir', ini menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang
menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu
Presiden. |
|
|
|
|
|
|

Tahi Bonar Simatupang (1920-1990)
Mantan Wakil
KASAP RI (1948-1949) dan KASAP RI (1950-1954), ini pensiun dini dari dinas militer
karena prinsip yang berbeda dengan Presiden Soekarno. Lalu orang yang
selalu merasa berutang ini pun mengisi hari-harinya menjadi aktivis
gereja. Sampai kemudian menjadi Ketua Dewan Gereja se-Dunia.
Mohammad Noer (1918-2010)
Gubernur Jawa Timur (1967-1976) H Raden Panji Mohammad Noer, seorang pamong abdi
rakyat. Pencetus gagasan pembangunan Jembatan Suramadu (1950), itu,
hingga usia 90-an tahun, tak pernah berhenti berpikir dan berkarya untuk wong cilik biso minggo
kemuyu (orang kecil bisa sejahtera).
Gus Dur Wafat
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur), meninggal dunia di RSCM, Jakarta Rabu (30/12/2009) pukul 18.45.
Indonesia dan dunia berduka. Mantan Ketua Umum PBNU, kelahiran Jombang, 4
Agustus 1940 itu adalah guru bangsa. Mengabdi demi bangsa dalam komitmen
kuat
keanekaragaman.
Proklamator Soekarno (1901-1970)
Presiden RI 1945- 1966,
ini menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator ini dengan gagah
mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: "Go to hell with
your aid." Pemimpin Besar Revolusi ini menggelorakan semangat
revolusi bagi bangsanya.
Umar Wirahadikusumah
Wakil Presiden RI ke-4 (1983-1988)
ini seorang putera terbaik
bangsa yang jujur, rendah hati, taat pada aturan main dan lebih banyak
bekerja daripada berbicara. Mantan Ketua BPK ini juga
dinilai relatif bersih dari KKN. Ia juga orang yang legowo, tidak ambisius,
menerima apa adanya.
Idham Chalid, KH
KH
Idham Chalid kelahiran Satui, Kalsel, 27 Agustus 1921, seorang ulama dan
politikus pelaku filosofi air. Dia tokoh Indonesia yang pernah menjabat
Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR/MPR, dan Ketua Umum PB NU. Juga pernah
memimpin pada tiga parpol berbeda yaitu Masyumi, NU dan PPP
Ir H Djuanda Kartawidjaja (1911-1963)
Perdana Menteri Ir H Djuanda Kartawidjaja, pada 13 Desember 1957
mendeklarasikan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan.
Maka sangat bijak ketika hari Deklarasi Djuanda itu kemudian
melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara.
Sutan Syahrir (1909-1966)
Perdana Menteri
RI Pertama (14 November 1945 hingga 20 Juni 1947). Pria kelahiran
Padang Panjang, Sumatera Barat, 5 Maret 1909, ini seorang politikus yang
mendirikan Partai Sosialis Indonesia (1948). Ia wafat di
pengasingan sebagai tawanan politik (Zürich, Swiss, 9 April 1966) pada
usia 57 tahun.
M Hatta (1902-1980)
Mohammad
Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil
yang indah inilah Bung Hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya.
Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika Hatta berusia delapan
bulan. Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak
laki-laki satu-satunya.
Adam Malik (1917-1984)
Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media
massa. Pria otodidak yang secara formal hanya tamatan
SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New
York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Ia berpengalaman
sebagai duta besar, menteri, hingga menjadi wakil presiden.
HM Soeharto (1)
HM
Soeharto, sosok nama besar yang me-mimpin RI, selama 32 tahun. Suatu
kepemim-pinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan
politiknya. Sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan
menggapai swasembada pangan (1985). Namun, akhirnya ia harus meletakkan
jabatan secara tragis (1998), akibat pengkhianatan para pembantu dekatnya.
Julius Kardinal Darmaatmadja
Kardinal Indonesia yang juga Anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar
Umat Beragama ini terpanggil dan terpilih sebagai nelayan penja-ring: "Atas
perintahMu, kutebarkan jalaku." Ia juga melayani sebagai Uskup Agung
Jakarta. Pastor kelahiran Jagang, Muntilan, 20 Desember 1934, ini
menyukai warna serba biru yang melambangkan warna damai.
Dr. H.Subrata, M.H
Dirut Perum Percetakan Negara ini seorang tokoh, Si Anak Desa, yang meniti
karir mulai dari reporter sampai menjadi Direktur TVRI, Dirjen RTF dan Dirjen
PPG, Deppen, selama
14 tahun. Dia adalah pencetus ide Dunia Dalam Berita TVRI yang amat
diminati pemirsa hingga saat ini.
Wapres Jusuf Kalla
Kecewa, Tapi Ikhlas Sajalah
WAWANCARA:
Banyak hal yang sangat berkesan bagi M Jusuf Kalla
selama menjabat Wapres. Di antaranya, dia dapat
menyelesaikan beberapa proyek yang sulit, tidak ada uang, tapi mesti
jalan. Juga, yang paling berkesan, bagaimana dia berperan mendamaikan
negeri ini di Aceh.
HG Rorimpandey (In
Memoriam)
Hendrikus Gerardus (HG) Rorimpandey (80 tahun), tokoh pers nasional,
pendiri harian sore Sinar Harapan dan perintis pemilikan saham karyawan
pers yang juga pejuang kemerdekaan, meninggal dunia Jumat (15/11/02) pukul
08.05 pada usia 80 tahun di RS Medistra setelah mengalami kehilangan
kesadaran pada Jumat dini hari.
Hermawan Sulistyo
Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik LIPI, ini
dalam beberapa kesempatan tampil layaknya staf Kadiv Humas
Mabes Polri dalam kasus mafia hukum yang diungkap Komjen Susno Duadji.
Jika sebelumnya dia digelari Profesor Provokator Reformasi, kini dia
berperan layaknya 'Profesor Humas Polri'.
|