A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E J A B A T
 ► Pejabat
 ► Presiden
 ► MA
 ► Bepeka
 ► MK
 ► Kabinet
 ► Departemen
 ► Badan-Lembaga
 ► Mabes TNI
 ► Mabes Polri
 ► Pemda
 ► BUMN
 ► Purnabakti
 ► Asosiasi
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 15062005  
   
  ► e-ti  
  Nama:
Drs H Zulkifli Nurdin, MM
Lahir:
Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, 12 Juli 1948
Agama:
Islam
Istri:
Hj Ratu Munawaroh
Anak:
1. Zumi Zola
2. Zumi Zoftan
3. Zumisha Nudia Zaquita
4. Zumi Laza
5. Amalia Saslika Maharani
6. Amalia Azra Maharani
Orangtua:
-Ayah Nurdin Hamzah (meninggal tahun 1982)
-Ibu Hj. Nurhasanah (lahir tahun 1930)
Saudara Kandung:
Anak Pertama dari 10 Saudara
1. Zulkifli
2. Dewi Asnah (pengusaha ritel)
3. Nuridjah (Almarhum, Istri Walikota Jambi)
4. Nuraini
5. Hazrin (pengusaha, tinggal di Jakarta)
6. Rusli (Almarhum, meninggal dalam usia 18 hari)
7. Ermawati
8. Aminah Suraini
9. Hermanto (pengusaha, tinggal di Jakarta)
10. Alamsyah (pengusaha, tinggal di Jakarta)

Pendidikan:
1. Sekolah Rakyat (SR) Muara Sabak
2. Tahun 1961, lulus Sekolah Rakyat (SR) Taman Budaya, Jambi
3. Tahun 1964, lulus SMP Negeri I Jambi
4. Tahun 1967, lulus SMA Negeri 2 Jambi
5. Tahun 1970, meraih gelar Sarjana Muda Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI)
6. Tahun 1986, tamat Sarjana S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945, Surabaya

Pengalaman Kerja:
-Wakil Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1968-1978)
-Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1973-1978)
-Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Surabaya (1978-1982)
-Direktur Utama PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1982-1990)
-Direktur Utama PT Indowana Citra Persada, Tangerang (1990-1996)
-Direktur Utama PT Gemilang Jambi Development, Jambi (sejak 1995-sekarang)
-Direktur Utama PT Dinza Jaya Putra, Jakarta (sejak 1995-sekarang)
-Direktur Utama sejumlah Bank Perkredita Rakyat (BPR), di Jambi
-Ketua Tim Promosi Daerah ke Luar Negeri (1996-2000)

Karir Politik:
-Bendahara DPD Golkar Jambi, 1996
-Ketua DPW PAN Jambi (dua periode)
-Anggota DPR RI, 1998
-Gubernur Jambi, 1999-2004

Kegiatan Organisasi Profesi/Kemasyarakatan
-Ketua APEGTI Jambi (1985-1990)
-Ketua Puskud Jambi
-Katua Kadinda Jambi (1990-1995 dan 1995-2000)
-Ketua Koni Jambi
-Ketua PB Persani
-Wakil Presiden SEAGCON di Kuala Lumpur
-Ketua Penyantun Madrasah Nurdin Hasanah (1986-sekarang)
-Ketua Perkumpulan Mesjid Nurdin Hasanah (1987-sekarang)
-Ketua Perkumpulan Alumni SMA Negeri Jambi di Jakarta (1990-1992)
-Ketua Persatuan Mahasiswa Jambi dan Kerinci di Jakarta (1968-1976)

Tanda Penghargaan:
-Ketahanan Pangan Tingkat Nasional dari Presiden RI
-Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian
-Satya Lencana Wirakarya Program Keluarga Berencana
-Aditya Karya Mahadva Yudha Utama Pembina Terbaik Karang Taruna
-Traditional Society Award sebagai Keberhasilan Membina Suku Anak Dalam dari KOPSAD
-Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara atas Keberhasilan Jambi Meningkatkan Kinerja Aparatur
-Lencana Melati Presiden Megawati Soekarno Putri atas pembinaan Kepramukaan

Alamat Kantor:
Jalan Jend.A. Yani No. 1, Jambi
Telp. (0741) 62697, Faks. (0741) 62321

Alamat Rumah:
Jalan Sultan Thaha No. 1, Jambi
Telp. (0741) 22013, 22657

Sumber antara lain:
A Shomad dkk, Di Bawah Dukungan Rakyat, Jejak dan Langkah Reformasi 5 Tahun Kepemimpinan Zulkifli Nurdin, Penerbit LSO-SDM, 2004
 
 
     
 
BIOGRAFI

 

BIOGRAFI:   01   02   03   04   05   06

Zulkifli Nurdin (01)

Janjikan Perubahan Jambi


Melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar, Zulkifli Nurdin kembaIi maju sebagai calon gubernur periode kedua, tahun 2005-2010, berpasangan dengan Antony Zeidra Abidin. Selama lima tahun kepemimpinannya (1999-2004), di bawah dukungan penuh rakyat, Zulkifli Nurdin telah menunjukkan sosok yang sesungguhnya sebagai pemimpin yang memnjanjikan perubahan bagi Jambi.

Ke depan ia sudah menyiapkan sejumlah perubahan besar yang bisa membawa Jambi meraih berbagai keberhasilan. Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, menyebutkan, Zulkifli Nurdin sangat obsesif membangun daerah Jambi.

Zulkifli adalah pengusaha sukses yang melejit sebagai politisi ulung di era reformasi. Ia berangkat menuju Gedung DPR/MPR RI, Senayan, menjadi anggota Dewan sebagai wakil konstituen Partai Amanat Nasional Jambi. Ia meninggalkan posisi empuk sebagai Bendahara DPD Golkar Provinsi Jambi, yang diembannya sejak 1996, untuk memulai membangun kehidupan dan kekuatan politik baru di Jambi sejak tahun 1998.

Ia adalah Pendiri sekaligus Ketua pertama DPW Partai Amanat Nasional Jambi. Zulkifli memang sangat mengidealkan visi politik Sang Tokoh Reformasi, HM Amien Rais, sekaligus mengidolakan ketokohan mantan Ketua PP Muhammadiyah itu. Itulah sebab ia begitu mulus melenggang ke Senayan. Sehari-hari ia berkantor di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, setelah terpilih menjadi anggota DPR/MPR RI hasil Pemilu 1999.

Tapi Zulkifli Nurdin, dengan Nomor Anggota A.227, hanya enam bulan menikmati kursi empuk sebagai anggota Dewan yang terhormat. Ia lalu digantikan Rizal Djalil. Panggilan tugas dan suara besar arus bawah sangat kuat meminta Zulkifli kembali ke Jambi sebagai pemimpin rakyat. Rakyat meminta Zulkifli untuk melakukan sejumlah perubahan mendasar di sejumlah bidang, sesuai tuntutan reformasi. Rakyat Jambi sangat menginginkan, provinsi yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera itu harus lebih maju dibanding provinsi lainnya.

Rencana Zulkifli memenuhi keinginan rakyat menjadi pemimpin pembawa perubahan di Jambi, tidaklah mudah direalisasikan. Awalnya ia dinilai tidak mempunyai pengalaman birokrasi pemerintahan. Partai yang dipimpin, sekaligus menjagokannya, Partai Amanat Nasional (PAN), relatif masih baru dan hanya mempunyai tiga kursi di DPRD Provinsi Jambi.

 

Namun sejumlah besar anggota Dewan lain, teryata sangat mendengarkan dan mengikuti aspirasi dan suara hati nurani rakyat, yang tetap berkembang kuat di tingkat bawah. Rakyat sangat mendambakan agar pengusaha sukses kelahiran Muara Sabak, Jambi, 12 Juli 1948, ini terpilih menjadi Gubernur baru, menggantikan Abdurrachman Sayoeti yang sudah menjabat dua periode (1989-1999). Rakyat menilai, Zulkifli Nurdin merupakan satu-satunya pemimpin yang paling tepat membawa Jambi ke arah perubahan yang lebih demokratis.

Nama Zulkifli melambung tinggi di atas dua kandidat lain, Hasip Kalimuddin Syam dan Ramlie Djalil. Padahal, keduanya sudah mempunyai jam terbang tinggi di pemerintahan. Hasip pernah menjabat Bupati Batanghari, Sekda Provinsi Jambi, dan terakhir Wakil Gubernur Jambi Bidang Kesejahteraan Rakyat. Ramli, masih menjabat Ketua Bappeda Provinsi. Pada pemilihan 22 November 1999, ternyata Zulkifli meraih 30 suara, Hasip 13 suara dan Ramlie hanya mendapat 2 suara. Zulkifli resmi menjadi Gubernur di daerah “Sepucuk Jasmbi Sembilan Lurah” itu, sejak dilantik 10 Desember 1999.

Sang Ibu, Nurhasanah, wanita kelahiran 1930, yang tinggal di Jalan Bangka IX No. 53, Jakarta Selatan, mencoba menjelaskan, mengapa sinar cemerlang anak sulungnya itu begitu mempesona rakyat. Zulkifli Nurdin, kata Nurhasanah, selain terampil berbisnis, juga memiliki talenta menjadi seorang pemimpin.

Meraih Sejumlah Penghargaan
Zulkifli Nurdin sedikit banyak telah berhasil memenuhi harapan rakyat, di sepanjang lima tahun terakhir kepemimpinannya 1999-2004 sebagai Gubernur Jambi. Ia memimpin di bawah dukungan penuh rayat. Sejumlah penghargaan dari pemerintah, maupun institusi lain, menjadi pertanda keberhasilan Zulkifli membawa perubahan yang signifikan bagi Jambi.

Di bidang ketahanan pangan, misalnya, Jambi berhasil memperoleh penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional dari Presiden RI. Zulkifli juga memperoleh penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian. Karena keberhasilan meningkatkan kesejahteraan keluarga Jambi, khususnya melalui Program KB, Zulkifli memperoleh penghargaan dari Pemerintah berupa Satya Lencana Wirakarya Program Keluarga Berencana.

Kegigihan dan keberhasilan Zulkifli meningkatkan disiplin seluruh aparat pemeritahan Provinsi Jambi, turut pula memperoleh penghargaan. Pemerintah, dalam hal ini Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (Men-PAN), menganugerahkan Zulkifli penghargaan atas Keberhasilan Jambi Meningkatkan Kinerja Aparatur.

 

Sebagai pemimpin muda vioner yang obsesif membawa perubahan, Zulkifli memperoleh penghargaan Aditya Karya Mahadva Yudha Utama Pembina Terbaik Karang Taruna, dan Lencana Melati, yang langsung disematkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri atas pembinaan Kepramukaan. Dan, dari KOPSAD Zulkifli memperoleh penghargaan Traditional Society Award atas Keberhasilan Membina Suku Anak Dalam.

Zulkifli Nurdin bekerja sungguh-sungguh dengan dukungan rakyat. Karena keberhasilan dan jejak rekam yang cemerlang sebagai pemimpin pembawa perubahan, itulah maka pada pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada) Jambi Juni 2005, sebagian besar rakyat Jambi masih mengharapkan sosok Zulkifli dapat terpilih kembali. Ketua DPW PAN Jambi ini masih merupakan salah satu pemimpin terkuat Jambi, yang mampu menawarkan sejumlah perubahan baru bagi masyarakat.

Anak Pinggiran Tepi Sungai
Zulkifli Nurdin lahir sebagai anak sulung dari Ayah H Nurdin Hamzah, dan Ibu Hj Nurhasanah, pada 12 Juli 1948 di Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur, Jambi. Semasa hidup Nurdin Hamzah, almarhum ayahnya itu sangat terkenal sebagai tokoh dan pengusaha terpandang di Jambi. Wilayah bisnisnya menjangkau berbagai provinsi di tanah air, hingga Singapura dan Malaysia segala. Pada masanya, Nurdin Hamzah yang awalnya mendirikan Firma Nurdin Hamzah, kemudian PT Nurdin Hamzah, dikenal sebagai salah seorang dari tujuh pengusaha terkemuka Jambi.

Salah satu bukti kepiawaian Ayahnya berbisnis, dan memimpin perusahaan yang namanya sesuai nama pendiri yakni dirinya sendiri, PT Nurdin Hamzah, adalah kepopulerannya sebagai pedagang yang memasok kebutuhan tepung terigu dan gula pasir ke seantero Jambi.

Perkembangan bisnis PT Nurdin Hamzah setapak demi setapak secara pasti selalu melibatkan peran si anak sulung, Zulkifli Nurdin. Bahkan, gemblengan sebagai pebisnis telah memberikan pelajaran praktis yang sangat berharga bagi Zulkifli. Ia menjadi telaten mengasah bakat kemampuan bisnis dan kepemimpinan.

Masa kecil Zulkifli tak beda jauh dengan anak-anak Muara Sabak lainnya. Siang hari ia biasa bermain akrab dengan teman-teman sebaya. Dengan bermain gasing dan cecak lele Zulkifli kecil terbiasa bersosialisasi dengan teman-teman. Permainan itu tekun ia lakukan hingga sebelum memasuki bangku sekolah. Lalu setiap malam tiba, Zulkifli rajin belajar mengaji kepada seorang ustadz di kampung, Almarhum Ustadz Sueb.

Sebagai anak yang lahir dan besar di Muara Sabak, Zulkifli sangat senang dan gemar memancing ikan di sungai. Sekaligus, ia juga kerap berenang bersama kawan-kawan di pinggiran tepian sungai itu.

Walau mempunyai pembawaan yang kalem Zulkifli mempunyai rasa solidaritas yang tinggi terhadap kawan-kawan. Di usia kanak-kanak ia sudah menampakkan kemampuan sebagai solidarity maker, salah satu ciri khas setiap pemimpin modern.

Sesuai bimbingan orangtua, sebagai anak yang taat beragama, di usia lima tahun ia sudah lafal mengkhatamkan Al-Qur’an. Mengikuti kebiasaan nenek moyang, Sang Ayah menandai kemampuan baru Zulkifli dengan membuat syukuran Khatam Qur’an.

Sang Ayah, Nurdin Hamzah, sudah mempersiapkan anak sulungnya ini sedari kecil sebagai pemimpin. Nurdin Hamzah selalu memberikan didikan yang cukup keras, khususnya pendidikan tentang hidup disiplin, hemat, ulet, tekun dan hidup yang bertanggungjawab.

Walau lahir dan besar di lingkungan keluarga yang terpandang, dan berkecukupan secara ekonomi, Zulkifli muda tetap diajar Ayahnya melakukan sejumlah pekerjaan kasar. Seperti membersihkan kamar mandi, mengambil kayu bakar, mengepel lantai, dan sejumlah pekerjaan rutin lainnya.

Padahal di rumah, sesungguhnya tersedia sejumlah orang pembantu rumah tangga. Sang Ayah harus tega memberikan didikan keras untuk membentuk sosok Zulkifli sebagai pekerja keras yang ulet, sekaligus memiliki prinsip yang kuat dalam berbisnis dan bermasyarakat. Pekerjaan rutin harian di rumah tersebut, di luar keharusan Zulkifli bekerja mendampingi Sang Ayah berbisnis.

Aktivis Sekolah
Zulkifli memasuki Sekolah Rakyat (SR) di Muara Sabak. Di sini kecerdasan Zulkifli mulai menonjol. Kalau diminta memecahkan persoalan di lingkungan teman-teman sekolah, ia selalu memiliki inisiatif untuk menemukan solusi. Ia aktivis organisasi pelajar di sekolah, bahkan terpilih menjadi ketuanya. Ia adalah pemimpin belia yang cerdas dan terampil.

Zulkifli muda juga aktif berolahraga dan berkesenian. Ia kerap terpilih mewakili sekolah, berlomba dalam ajang pertandingan sepakbola antar sekolah atau dalam perlombaan kesenian dengan sekolah-sekolah lain.

Zulkifli harus pindah sekolah dari Muara Sabak ke Sekolah Rakyat Taman Budaya, Jambi, atas permintaan Sang Ayah, persis mendekati kelulusan SR. Ia lalu memulai kehidupan baru sebagai anak Kampung Manggis, yang terletak persis di jantung pusat kota Jambi. Hidup di kota kehidupan pribadi Zulkifli tetap terjaga dalam lingkungan yang agamis. Masyarakat Kampung Manggis adalah masyarakat Islam yang taat menjalankan syariat agama (kaffah).

Pada pagi hingga siang hari Zulkifli harus tekun belajar di sekolah. Ia dididik sangat keras dan penuh disiplin. Ia mengisi waktunya di luar jam-jam pelajaran dengan membantu usaha Ayah, seperti mengemasi tepung-tepung agar siap diperdagangkan. Pada usia SMP Zulkifli sudah sering bepergian ke Singapura, mendampingi Ayah menemui mitra-mitra bisnis. Zulkifli selalu menganggap semua waktu-waktu yang dimilikinya penting.

Ia hidup seolah tanpa menyisakan sedikitpun waktu luang terbuang percuma. Pada malam hari pun, walau sudah tinggal di kota, ia tetap taat melanjutkan pelajaran mengajinya kepada sejumlah Pak Ustadz, seperti Ustadz Sueb, Ustadz Kari, Ustadz Hasan, atau Ustadz Madjid. Pada usia akil balik ia sudah mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz.

Tahun 1961 Zulkifli menyelesaikan pendidikan SR Taman Budaya, dan melanjutkannya ke SMP Negeri I Jambi, tamat tahun 1964. Zulkifli kemudian menyelesaikan pendidikan SLTA di SMA Negeri 2 Jambi, tahun 1967.

Pewaris Usaha
Zulkifli Nurdin sebagai didesain sebagai pewaris usaha keluarga. Sang Ayah, Nurdin Hamzah, menggembleng Zulkifli agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha tak hanya sebatas Jambi, melainkan merambah ke Padang, Palembang hingga Surabaya dan mancanegara.

Zulkifli kemudian memasuki bangku akademis di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI), hingga sukses menggondol ijazah Sarjana Muda tahun 1970.

Karena kesibukan berbisnis, ketika usaha PT Nurdin Hamzah sudah semakin berkembang, Zulkifli baru berkesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana penuh dan meraih gelar doktorandus sesudah berada di Surabaya. Ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag), Surabaya. Ia harus kuliah di Surabaya sebab ia ditunjuk sebagai Kepala Cabang baru PT Nurdin Hamzah, di Surabaya.

Zulkifli memperoleh jabatan dan posisi sebagai Kepala Cabang, di Surabaya, sebagai jabatan resmi pertama yang Ayahnya percayakan. Merupakan pewaris utama perusahaan, Sang Ayah mengajar Zulkifli merangkak dan membangun karir sungguh-sungguh dari bawah, sama seperti karyawan lain. Ia tak diizinkan langsung serta merta menjadi petinggi perusahaan.

Walau cerdas dan sesungguhnya berkesempatan meraih gelar sarjana penuh hingga pasca sarjana, di Jakarta, Zulkifli lebih patuh kepada gemblengan dan perintah Ayah merintis bisnis baru di area Surabaya. Sebagai manusia cerdas, sambil berbisnis ia berhasil menyelesaikan pendidikan akademisnya hingga strata satu.

Sangat Obsesif
Sebagai pebisnis yang lahir dari gemblengan ekstra ketat dan penuh disiplin model Sang Ayah, Zulkifli Nurdin kemudian berkiprah di sejumlah kelompok masyarakat, sosial, ekonomi, politik, budaya dan keagamaan.

Ayah dari enam orang anak Zumi Zola, Zumi Zoftan, Zumisha Nudia Zaquita, Zumi Lazza, Amalia Saslika Maharani dan Amalia Azra Maharani, ini awalnya memasuki organisasi sosial politik Golongan Karya. Pada tahun 1996, sebagai pengusaha sukses, persis menjelang perubahan besar arus politik nasional ia terpilih menjadi Bendahara Golkar DPD Jambi.

Namun begitu reformasi bergulir, karena kekaguman berikut kesamaan sudutpandang serta pola pikir dengan dedengkot reformasi HM Amien Rais, Zulkifli melirik partai lain menjadi pioner pendirian Partai Amanat Nasional (PAN) di wilayah Jambi. Zulkifli Nurdin, yang namanya sesungguhnya belumlah begitu terdengar di panggung politik ketika itu, bersama Amien Rais menyihir banyak orang khususnya kaum muda, aktivis kampus dan politik Jambi untuk bergabung PAN.

Beranjak dari kecocokan berpikir dan cara Amien Rais menyelesaikan permasalahan bangsa, Zulkifli Nurdin bukan hanya menjadi tertarik terjun ke politik praktis. Melainkan, ia menjadi mempunyai kiprah politik yang bersinar dimana-mana. Bukan hanya terpilih menjadi Ketua DPW PAN Jambi, pada Pemilu 1999 ia melenggang pula ke Senayan sebagai anggota Dewan yang terpilih mewakili Provinsi Jambi.

Zulkifli juga aktivis organisasi profesdi. Sebagai pelaku bisnis gula dan tepung terigu terkemuka, dalam organisasi bisnis ia lantas memperoleh kepercayaan menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penyalur Gula dan Tepung Terigu (Apekti) se Provinsi Jambi. Bahkan, sepanjang tahun 1985-1990 ia adalah Pejabat Bulog Provinsi Jambi. Selepas dari Bulog, mengingat namanya sudah semakin berkibar sebagai pengusaha, Zukifli didaulat uagar bersedia memimpin sebuah organisasi, yang secara khusus menghimpun para pengusaha, yakni menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Jambi. Bahkan, ia mendudukinya hingga dua periode berturut-turut, antara tahun 1990-1995 dan 1995-2000.

Ketika menjabat Ketua Kadinda Jambi itulah, Zulkifli Nurdin banyak bersentuhan sekaligus berkenalan dengan para pejabat, tokoh masyarakat, tokoh politik dan pengusaha sukses dari seluruh Indonesia. Muhammad Jusuf Kalla, misalnya, menyebutkan bahwa antara dirinya dengan Zulkifli memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama beranjak dari pengusaha ke pemerintah. Dan lebih spesifik lagi, keduanya pernah sama-sama menjadi Ketua Kadin Daerah.

Dalam melihat berbagai persoalan pun, ujar Kalla, mereka memiliki cara pandang dan gaya kepemimpinan yang relatif juga sama. Keduanya mengambil keputusan yang cepat dan tepat setelah melihat situasi lapangan. Jusuf Kalla dengan jeli mampu melihat bagaimana Zulkifli mempunyai kedekatan tatkala berhubungan dengan masyarakat, atau instansi lain. Kata Kalla, Zulkifli tetap memakai pola sama sebagai pengusaha dengan prinsip, seribu teman belum tentu cukup tetapi satu musuh berlebihan.

Zulkifli Nurdin yang memperistri Hj Ratu Munawaroh, bagi masyarakat Jambi merupakan sosok pemimpin perubahan. Tidaklah mengherankan apabila Partai Golkar ikut melirik dan mendukungnya untuk merengkuh kembali jabatan periode kedua, 2005-2010. Sampai-sampai Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golkar menyebutkan Zulkifli, koleganya sesama pengusaha, sebagai seorang pemimpin yang berobsesi menjadikan Jambi pintu gerbang Sumatera.

“Banyak sekali obsesinya dalam mendorong percepatan pembangunan Daerah Jambi, terutama dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Cita-cita mulia tersebut tentunya akan dapat diwujudkan, bila dibarengi dengan kerja keras dan dukungan semua lapisan masyarakat,” kata Jusuf Kalla, yang sangat yakin akan kemampuan Zulkifli Nurdin membangun Jambi.

Dekat dengan Rakyat
Bukan hanya Muhammad Jusuf Kalla, keepada warga Jambi bila ditanya pendapatnya tentang “Sang Pemimpin Pembawa Perubahan Jambi”, Zulkifli Nurdin, selalu saja akan memunculkan decak kagum, terharu dan segala macam.

Zulkifli bagi warga adalah pemimpin yang dermawan, bersikap tegas, disiplin dan selalu menganggap seseorang yang berada di hadapannya penting. Ia juga humanis, mempunyai hubungan personal sangat tinggi dengan semua orang dan mampu tampil sebagai seorang solidarity maker. Zulkifli selalu optimistik menghadapi semua masalah, seberat apapun itu.

Sebagaimana saat dididik masa kecil, Zulkifli dewasa tetap mempunyai jiwa religi yang tinggi dan akrab dengan budaya. Kedua unsur, agama dan budaya, selalu mempengaruhi keseharian karakter Zulkifli. Jiwa religiusnya menonjol sebab agama bagi Zulkifli adalah sarana pengendalian diri, bukan sekadar label formalitas belaka dengan pandangan sempit ‘saya benar kamu salah’. Zulkifli juga fasih menembang lagu-lagu daerah dengan warna karakter vokal yang memadai.

Zulkifli mempunyai personality yang tinggi. Jika bertemu dan berbicara dengan sahabat, siapapun itu, Zulkifli akan selalu berupaya mengenal dan mengingat nama orang yang ditemui. Ia menyapa semua orang secara hormat, bersedia menemui orang yang berasal dari kalangan bawah, dan menampakkan sikap akrab sebagai bukan basa-basi. Ia biasanya melempar senyum menandakan keakraban kepada lawan bicara. Ia pun dapat menghubungi sekaligus dihubungi orang lain lewat pesan singkat (SMS) telepon genggam. ►e-ti/haposan
 

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)