| |
C © updated 15062005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Drs H Zulkifli Nurdin, MM
Lahir:
Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, 12 Juli 1948
Agama:
Islam
Istri:
Hj Ratu Munawaroh
Anak:
1. Zumi Zola
2. Zumi Zoftan
3. Zumisha Nudia Zaquita
4. Zumi Laza
5. Amalia Saslika Maharani
6. Amalia Azra Maharani
Orangtua:
-Ayah Nurdin Hamzah (meninggal tahun 1982)
-Ibu Hj. Nurhasanah (lahir tahun 1930)
Saudara Kandung:
Anak Pertama dari 10 Saudara
1. Zulkifli
2. Dewi Asnah (pengusaha ritel)
3. Nuridjah (Almarhum, Istri Walikota Jambi)
4. Nuraini
5. Hazrin (pengusaha, tinggal di Jakarta)
6. Rusli (Almarhum, meninggal dalam usia 18 hari)
7. Ermawati
8. Aminah Suraini
9. Hermanto (pengusaha, tinggal di Jakarta)
10. Alamsyah (pengusaha, tinggal di Jakarta)
Pendidikan:
1. Sekolah Rakyat (SR) Muara Sabak
2. Tahun 1961, lulus Sekolah Rakyat (SR) Taman Budaya, Jambi
3. Tahun 1964, lulus SMP Negeri I Jambi
4. Tahun 1967, lulus SMA Negeri 2 Jambi
5. Tahun 1970, meraih gelar Sarjana Muda Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia (FE-UI)
6. Tahun 1986, tamat Sarjana S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Tujuh
Belas Agustus (Untag) 1945, Surabaya
Pengalaman Kerja:
-Wakil Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1968-1978)
-Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1973-1978)
-Kepala Cabang PT Nurdin Hamzah, Surabaya (1978-1982)
-Direktur Utama PT Nurdin Hamzah, Jakarta (1982-1990)
-Direktur Utama PT Indowana Citra Persada, Tangerang (1990-1996)
-Direktur Utama PT Gemilang Jambi Development, Jambi (sejak
1995-sekarang)
-Direktur Utama PT Dinza Jaya Putra, Jakarta (sejak 1995-sekarang)
-Direktur Utama sejumlah Bank Perkredita Rakyat (BPR), di Jambi
-Ketua Tim Promosi Daerah ke Luar Negeri (1996-2000)
Karir Politik:
-Bendahara DPD Golkar Jambi, 1996
-Ketua DPW PAN Jambi (dua periode)
-Anggota DPR RI, 1998
-Gubernur Jambi, 1999-2004
Kegiatan Organisasi Profesi/Kemasyarakatan
-Ketua APEGTI Jambi (1985-1990)
-Ketua Puskud Jambi
-Katua Kadinda Jambi (1990-1995 dan 1995-2000)
-Ketua Koni Jambi
-Ketua PB Persani
-Wakil Presiden SEAGCON di Kuala Lumpur
-Ketua Penyantun Madrasah Nurdin Hasanah (1986-sekarang)
-Ketua Perkumpulan Mesjid Nurdin Hasanah (1987-sekarang)
-Ketua Perkumpulan Alumni SMA Negeri Jambi di Jakarta (1990-1992)
-Ketua Persatuan Mahasiswa Jambi dan Kerinci di Jakarta (1968-1976)
Tanda Penghargaan:
-Ketahanan Pangan Tingkat Nasional dari Presiden RI
-Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian
-Satya Lencana Wirakarya Program Keluarga Berencana
-Aditya Karya Mahadva Yudha Utama Pembina Terbaik Karang Taruna
-Traditional Society Award sebagai Keberhasilan Membina Suku Anak Dalam
dari KOPSAD
-Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara atas Keberhasilan Jambi
Meningkatkan Kinerja Aparatur
-Lencana Melati Presiden Megawati Soekarno Putri atas pembinaan
Kepramukaan
Alamat Kantor:
Jalan Jend.A. Yani No. 1, Jambi
Telp. (0741) 62697, Faks. (0741) 62321
Alamat Rumah:
Jalan Sultan Thaha No. 1, Jambi
Telp. (0741) 22013, 22657
Sumber antara lain:
A Shomad dkk, Di Bawah Dukungan Rakyat, Jejak dan Langkah
Reformasi 5 Tahun Kepemimpinan Zulkifli Nurdin, Penerbit LSO-SDM, 2004
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
BIOGRAFI: 01
02
03
04
05
06 Zulkifli Nurdin (01)
Janjikan Perubahan Jambi
Melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar, Zulkifli Nurdin
kembaIi maju sebagai calon gubernur periode kedua, tahun 2005-2010,
berpasangan dengan Antony Zeidra Abidin. Selama lima tahun
kepemimpinannya (1999-2004), di bawah dukungan penuh rakyat, Zulkifli
Nurdin telah menunjukkan sosok yang sesungguhnya sebagai pemimpin
yang memnjanjikan perubahan bagi Jambi.
Ke depan ia sudah menyiapkan sejumlah perubahan besar yang bisa membawa
Jambi meraih berbagai keberhasilan. Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla,
yang juga Ketua Umum Partai Golkar, menyebutkan, Zulkifli Nurdin sangat
obsesif membangun daerah Jambi.
Zulkifli adalah pengusaha sukses yang melejit sebagai politisi ulung di
era reformasi. Ia berangkat menuju Gedung DPR/MPR RI, Senayan, menjadi
anggota Dewan sebagai wakil konstituen Partai Amanat Nasional Jambi. Ia
meninggalkan posisi empuk sebagai Bendahara DPD Golkar Provinsi Jambi,
yang diembannya sejak 1996, untuk memulai membangun kehidupan dan
kekuatan politik baru di Jambi sejak tahun 1998.
Ia adalah Pendiri sekaligus Ketua pertama DPW Partai Amanat Nasional
Jambi. Zulkifli memang sangat mengidealkan visi politik Sang Tokoh
Reformasi, HM Amien Rais, sekaligus mengidolakan ketokohan mantan Ketua
PP Muhammadiyah itu. Itulah sebab ia begitu mulus melenggang ke Senayan.
Sehari-hari ia berkantor di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, setelah
terpilih menjadi anggota DPR/MPR RI hasil Pemilu 1999.
Tapi Zulkifli Nurdin, dengan Nomor Anggota A.227, hanya enam bulan
menikmati kursi empuk sebagai anggota Dewan yang terhormat. Ia lalu
digantikan Rizal Djalil. Panggilan tugas dan suara besar arus bawah
sangat kuat meminta Zulkifli kembali ke Jambi sebagai pemimpin rakyat.
Rakyat meminta Zulkifli untuk melakukan sejumlah perubahan mendasar di
sejumlah bidang, sesuai tuntutan reformasi. Rakyat Jambi sangat
menginginkan, provinsi yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera itu
harus lebih maju dibanding provinsi lainnya.
Rencana Zulkifli memenuhi keinginan rakyat menjadi pemimpin pembawa
perubahan di Jambi, tidaklah mudah direalisasikan. Awalnya ia dinilai
tidak mempunyai pengalaman birokrasi pemerintahan. Partai yang dipimpin,
sekaligus menjagokannya, Partai Amanat Nasional (PAN), relatif masih
baru dan hanya mempunyai tiga kursi di DPRD Provinsi Jambi.
Namun
sejumlah besar anggota Dewan lain, teryata sangat mendengarkan dan
mengikuti aspirasi dan suara hati nurani rakyat, yang tetap berkembang
kuat di tingkat bawah. Rakyat sangat mendambakan agar pengusaha sukses
kelahiran Muara Sabak, Jambi, 12 Juli 1948, ini terpilih menjadi
Gubernur baru, menggantikan Abdurrachman Sayoeti yang sudah menjabat dua
periode (1989-1999). Rakyat menilai, Zulkifli Nurdin merupakan
satu-satunya pemimpin yang paling tepat membawa Jambi ke arah perubahan
yang lebih demokratis.
Nama Zulkifli melambung tinggi di atas dua kandidat lain, Hasip
Kalimuddin Syam dan Ramlie Djalil. Padahal, keduanya sudah mempunyai jam
terbang tinggi di pemerintahan. Hasip pernah menjabat Bupati Batanghari,
Sekda Provinsi Jambi, dan terakhir Wakil Gubernur Jambi Bidang
Kesejahteraan Rakyat. Ramli, masih menjabat Ketua Bappeda Provinsi. Pada
pemilihan 22 November 1999, ternyata Zulkifli meraih 30 suara, Hasip 13
suara dan Ramlie hanya mendapat 2 suara. Zulkifli resmi menjadi Gubernur
di daerah “Sepucuk Jasmbi Sembilan Lurah” itu, sejak dilantik 10
Desember 1999.
Sang Ibu, Nurhasanah, wanita kelahiran 1930, yang tinggal di Jalan
Bangka IX No. 53, Jakarta Selatan, mencoba menjelaskan, mengapa sinar
cemerlang anak sulungnya itu begitu mempesona rakyat. Zulkifli Nurdin,
kata Nurhasanah, selain terampil berbisnis, juga memiliki talenta
menjadi seorang pemimpin.
Meraih Sejumlah Penghargaan
Zulkifli Nurdin sedikit banyak telah berhasil memenuhi harapan rakyat,
di sepanjang lima tahun terakhir kepemimpinannya 1999-2004 sebagai
Gubernur Jambi. Ia memimpin di bawah dukungan penuh rayat. Sejumlah
penghargaan dari pemerintah, maupun institusi lain, menjadi pertanda
keberhasilan Zulkifli membawa perubahan yang signifikan bagi Jambi.
Di bidang ketahanan pangan, misalnya, Jambi berhasil memperoleh
penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional dari Presiden RI. Zulkifli
juga memperoleh penghargaan Satya Lencana Wirakarya Bidang Pertanian.
Karena keberhasilan meningkatkan kesejahteraan keluarga Jambi, khususnya
melalui Program KB, Zulkifli memperoleh penghargaan dari Pemerintah
berupa Satya Lencana Wirakarya Program Keluarga Berencana.
Kegigihan dan keberhasilan Zulkifli meningkatkan disiplin seluruh aparat
pemeritahan Provinsi Jambi, turut pula memperoleh penghargaan.
Pemerintah, dalam hal ini Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara
(Men-PAN), menganugerahkan Zulkifli penghargaan atas Keberhasilan Jambi
Meningkatkan Kinerja Aparatur.
Sebagai pemimpin muda vioner yang obsesif
membawa perubahan, Zulkifli memperoleh penghargaan Aditya Karya Mahadva
Yudha Utama Pembina Terbaik Karang Taruna, dan Lencana Melati, yang
langsung disematkan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri atas pembinaan
Kepramukaan. Dan, dari KOPSAD Zulkifli memperoleh penghargaan
Traditional Society Award atas Keberhasilan Membina Suku Anak Dalam.
Zulkifli Nurdin bekerja sungguh-sungguh dengan dukungan rakyat. Karena
keberhasilan dan jejak rekam yang cemerlang sebagai pemimpin pembawa
perubahan, itulah maka pada pemilihan langsung kepala daerah (Pilkada)
Jambi Juni 2005, sebagian besar rakyat Jambi masih mengharapkan sosok
Zulkifli dapat terpilih kembali. Ketua DPW PAN Jambi ini masih merupakan
salah satu pemimpin terkuat Jambi, yang mampu menawarkan sejumlah
perubahan baru bagi masyarakat.
Anak Pinggiran Tepi Sungai
Zulkifli Nurdin lahir sebagai anak sulung dari Ayah H Nurdin Hamzah, dan
Ibu Hj Nurhasanah, pada 12 Juli 1948 di Muara Sabak, Tanjung Jabung
Timur, Jambi. Semasa hidup Nurdin Hamzah, almarhum ayahnya itu sangat
terkenal sebagai tokoh dan pengusaha terpandang di Jambi. Wilayah
bisnisnya menjangkau berbagai provinsi di tanah air, hingga Singapura
dan Malaysia segala. Pada masanya, Nurdin Hamzah yang awalnya mendirikan
Firma Nurdin Hamzah, kemudian PT Nurdin Hamzah, dikenal sebagai salah
seorang dari tujuh pengusaha terkemuka Jambi.
Salah satu bukti kepiawaian Ayahnya berbisnis, dan memimpin perusahaan
yang namanya sesuai nama pendiri yakni dirinya sendiri, PT Nurdin
Hamzah, adalah kepopulerannya sebagai pedagang yang memasok kebutuhan
tepung terigu dan gula pasir ke seantero Jambi.
Perkembangan bisnis PT Nurdin Hamzah setapak demi setapak secara pasti
selalu melibatkan peran si anak sulung, Zulkifli Nurdin. Bahkan,
gemblengan sebagai pebisnis telah memberikan pelajaran praktis yang
sangat berharga bagi Zulkifli. Ia menjadi telaten mengasah bakat
kemampuan bisnis dan kepemimpinan.
Masa kecil Zulkifli tak beda jauh dengan anak-anak Muara Sabak lainnya.
Siang hari ia biasa bermain akrab dengan teman-teman sebaya. Dengan
bermain gasing dan cecak lele Zulkifli kecil terbiasa bersosialisasi
dengan teman-teman. Permainan itu tekun ia lakukan hingga sebelum
memasuki bangku sekolah. Lalu setiap malam tiba, Zulkifli rajin belajar
mengaji kepada seorang ustadz di kampung, Almarhum Ustadz Sueb.
Sebagai anak yang lahir dan besar di Muara Sabak, Zulkifli sangat senang
dan gemar memancing ikan di sungai. Sekaligus, ia juga kerap berenang
bersama kawan-kawan di pinggiran tepian sungai itu.
Walau mempunyai pembawaan yang kalem Zulkifli mempunyai rasa solidaritas
yang tinggi terhadap kawan-kawan. Di usia kanak-kanak ia sudah
menampakkan kemampuan sebagai solidarity maker, salah satu ciri khas
setiap pemimpin modern.
Sesuai bimbingan orangtua, sebagai anak yang taat beragama, di usia lima
tahun ia sudah lafal mengkhatamkan Al-Qur’an. Mengikuti kebiasaan nenek
moyang, Sang Ayah menandai kemampuan baru Zulkifli dengan membuat
syukuran Khatam Qur’an.
Sang Ayah, Nurdin Hamzah, sudah mempersiapkan anak sulungnya ini sedari
kecil sebagai pemimpin. Nurdin Hamzah selalu memberikan didikan yang
cukup keras, khususnya pendidikan tentang hidup disiplin, hemat, ulet,
tekun dan hidup yang bertanggungjawab.
Walau lahir dan besar di lingkungan keluarga yang terpandang, dan
berkecukupan secara ekonomi, Zulkifli muda tetap diajar Ayahnya
melakukan sejumlah pekerjaan kasar. Seperti membersihkan kamar mandi,
mengambil kayu bakar, mengepel lantai, dan sejumlah pekerjaan rutin
lainnya.
Padahal di rumah, sesungguhnya tersedia sejumlah orang pembantu rumah
tangga. Sang Ayah harus tega memberikan didikan keras untuk membentuk
sosok Zulkifli sebagai pekerja keras yang ulet, sekaligus memiliki
prinsip yang kuat dalam berbisnis dan bermasyarakat. Pekerjaan rutin
harian di rumah tersebut, di luar keharusan Zulkifli bekerja mendampingi
Sang Ayah berbisnis.
Aktivis Sekolah
Zulkifli memasuki Sekolah Rakyat (SR) di Muara Sabak. Di sini kecerdasan
Zulkifli mulai menonjol. Kalau diminta memecahkan persoalan di
lingkungan teman-teman sekolah, ia selalu memiliki inisiatif untuk
menemukan solusi. Ia aktivis organisasi pelajar di sekolah, bahkan
terpilih menjadi ketuanya. Ia adalah pemimpin belia yang cerdas dan
terampil.
Zulkifli muda juga aktif berolahraga dan berkesenian. Ia kerap terpilih
mewakili sekolah, berlomba dalam ajang pertandingan sepakbola antar
sekolah atau dalam perlombaan kesenian dengan sekolah-sekolah lain.
Zulkifli harus pindah sekolah dari Muara Sabak ke Sekolah Rakyat Taman
Budaya, Jambi, atas permintaan Sang Ayah, persis mendekati kelulusan SR.
Ia lalu memulai kehidupan baru sebagai anak Kampung Manggis, yang
terletak persis di jantung pusat kota Jambi. Hidup di kota kehidupan
pribadi Zulkifli tetap terjaga dalam lingkungan yang agamis. Masyarakat
Kampung Manggis adalah masyarakat Islam yang taat menjalankan syariat
agama (kaffah).
Pada pagi hingga siang hari Zulkifli harus tekun belajar di sekolah. Ia
dididik sangat keras dan penuh disiplin. Ia mengisi waktunya di luar
jam-jam pelajaran dengan membantu usaha Ayah, seperti mengemasi
tepung-tepung agar siap diperdagangkan. Pada usia SMP Zulkifli sudah
sering bepergian ke Singapura, mendampingi Ayah menemui mitra-mitra
bisnis. Zulkifli selalu menganggap semua waktu-waktu yang dimilikinya
penting.
Ia hidup seolah tanpa menyisakan sedikitpun waktu luang terbuang
percuma. Pada malam hari pun, walau sudah tinggal di kota, ia tetap taat
melanjutkan pelajaran mengajinya kepada sejumlah Pak Ustadz, seperti
Ustadz Sueb, Ustadz Kari, Ustadz Hasan, atau Ustadz Madjid. Pada usia
akil balik ia sudah mampu mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz.
Tahun 1961 Zulkifli menyelesaikan pendidikan SR Taman Budaya, dan
melanjutkannya ke SMP Negeri I Jambi, tamat tahun 1964. Zulkifli
kemudian menyelesaikan pendidikan SLTA di SMA Negeri 2 Jambi, tahun
1967.
Pewaris Usaha
Zulkifli Nurdin sebagai didesain sebagai pewaris usaha keluarga. Sang
Ayah, Nurdin Hamzah, menggembleng Zulkifli agar memiliki kemampuan
mengembangkan usaha tak hanya sebatas Jambi, melainkan merambah ke
Padang, Palembang hingga Surabaya dan mancanegara.
Zulkifli kemudian memasuki bangku akademis di Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia (FE-UI), hingga sukses menggondol ijazah Sarjana
Muda tahun 1970.
Karena kesibukan berbisnis, ketika usaha PT Nurdin Hamzah sudah semakin
berkembang, Zulkifli baru berkesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana
penuh dan meraih gelar doktorandus sesudah berada di Surabaya. Ia adalah
lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag),
Surabaya. Ia harus kuliah di Surabaya sebab ia ditunjuk sebagai Kepala
Cabang baru PT Nurdin Hamzah, di Surabaya.
Zulkifli memperoleh jabatan dan posisi sebagai Kepala Cabang, di
Surabaya, sebagai jabatan resmi pertama yang Ayahnya percayakan.
Merupakan pewaris utama perusahaan, Sang Ayah mengajar Zulkifli
merangkak dan membangun karir sungguh-sungguh dari bawah, sama seperti
karyawan lain. Ia tak diizinkan langsung serta merta menjadi petinggi
perusahaan.
Walau cerdas dan sesungguhnya berkesempatan meraih gelar sarjana penuh
hingga pasca sarjana, di Jakarta, Zulkifli lebih patuh kepada gemblengan
dan perintah Ayah merintis bisnis baru di area Surabaya. Sebagai manusia
cerdas, sambil berbisnis ia berhasil menyelesaikan pendidikan
akademisnya hingga strata satu.
Sangat Obsesif
Sebagai pebisnis yang lahir dari gemblengan ekstra ketat dan penuh
disiplin model Sang Ayah, Zulkifli Nurdin kemudian berkiprah di sejumlah
kelompok masyarakat, sosial, ekonomi, politik, budaya dan keagamaan.
Ayah dari enam orang anak Zumi Zola, Zumi Zoftan, Zumisha Nudia Zaquita,
Zumi Lazza, Amalia Saslika Maharani dan Amalia Azra Maharani, ini
awalnya memasuki organisasi sosial politik Golongan Karya. Pada tahun
1996, sebagai pengusaha sukses, persis menjelang perubahan besar arus
politik nasional ia terpilih menjadi Bendahara Golkar DPD Jambi.
Namun begitu reformasi bergulir, karena kekaguman berikut kesamaan
sudutpandang serta pola pikir dengan dedengkot reformasi HM Amien Rais,
Zulkifli melirik partai lain menjadi pioner pendirian Partai Amanat
Nasional (PAN) di wilayah Jambi. Zulkifli Nurdin, yang namanya
sesungguhnya belumlah begitu terdengar di panggung politik ketika itu,
bersama Amien Rais menyihir banyak orang khususnya kaum muda, aktivis
kampus dan politik Jambi untuk bergabung PAN.
Beranjak dari kecocokan berpikir dan cara Amien Rais menyelesaikan
permasalahan bangsa, Zulkifli Nurdin bukan hanya menjadi tertarik terjun
ke politik praktis. Melainkan, ia menjadi mempunyai kiprah politik yang
bersinar dimana-mana. Bukan hanya terpilih menjadi Ketua DPW PAN Jambi,
pada Pemilu 1999 ia melenggang pula ke Senayan sebagai anggota Dewan
yang terpilih mewakili Provinsi Jambi.
Zulkifli juga aktivis organisasi profesdi. Sebagai pelaku bisnis gula
dan tepung terigu terkemuka, dalam organisasi bisnis ia lantas
memperoleh kepercayaan menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penyalur Gula dan
Tepung Terigu (Apekti) se Provinsi Jambi. Bahkan, sepanjang tahun
1985-1990 ia adalah Pejabat Bulog Provinsi Jambi. Selepas dari Bulog,
mengingat namanya sudah semakin berkibar sebagai pengusaha, Zukifli
didaulat uagar bersedia memimpin sebuah organisasi, yang secara khusus
menghimpun para pengusaha, yakni menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri
(Kadin) Daerah Jambi. Bahkan, ia mendudukinya hingga dua periode
berturut-turut, antara tahun 1990-1995 dan 1995-2000.
Ketika menjabat Ketua Kadinda Jambi itulah, Zulkifli Nurdin banyak
bersentuhan sekaligus berkenalan dengan para pejabat, tokoh masyarakat,
tokoh politik dan pengusaha sukses dari seluruh Indonesia. Muhammad
Jusuf Kalla, misalnya, menyebutkan bahwa antara dirinya dengan Zulkifli
memiliki kesamaan. Keduanya sama-sama beranjak dari pengusaha ke
pemerintah. Dan lebih spesifik lagi, keduanya pernah sama-sama menjadi
Ketua Kadin Daerah.
Dalam melihat berbagai persoalan pun, ujar Kalla, mereka memiliki cara
pandang dan gaya kepemimpinan yang relatif juga sama. Keduanya mengambil
keputusan yang cepat dan tepat setelah melihat situasi lapangan. Jusuf
Kalla dengan jeli mampu melihat bagaimana Zulkifli mempunyai kedekatan
tatkala berhubungan dengan masyarakat, atau instansi lain. Kata Kalla,
Zulkifli tetap memakai pola sama sebagai pengusaha dengan prinsip,
seribu teman belum tentu cukup tetapi satu musuh berlebihan.
Zulkifli Nurdin yang memperistri Hj Ratu Munawaroh, bagi masyarakat
Jambi merupakan sosok pemimpin perubahan. Tidaklah mengherankan apabila
Partai Golkar ikut melirik dan mendukungnya untuk merengkuh kembali
jabatan periode kedua, 2005-2010. Sampai-sampai Muhammad Jusuf Kalla,
Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Partai Golkar menyebutkan Zulkifli,
koleganya sesama pengusaha, sebagai seorang pemimpin yang berobsesi
menjadikan Jambi pintu gerbang Sumatera.
“Banyak sekali obsesinya dalam mendorong percepatan pembangunan Daerah
Jambi, terutama dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat.
Cita-cita mulia tersebut tentunya akan dapat diwujudkan, bila dibarengi
dengan kerja keras dan dukungan semua lapisan masyarakat,” kata Jusuf
Kalla, yang sangat yakin akan kemampuan Zulkifli Nurdin membangun Jambi.
Dekat dengan Rakyat
Bukan hanya Muhammad Jusuf Kalla, keepada warga Jambi bila ditanya
pendapatnya tentang “Sang Pemimpin Pembawa Perubahan Jambi”, Zulkifli
Nurdin, selalu saja akan memunculkan decak kagum, terharu dan segala
macam.
Zulkifli bagi warga adalah pemimpin yang dermawan, bersikap tegas,
disiplin dan selalu menganggap seseorang yang berada di hadapannya
penting. Ia juga humanis, mempunyai hubungan personal sangat tinggi
dengan semua orang dan mampu tampil sebagai seorang solidarity maker.
Zulkifli selalu optimistik menghadapi semua masalah, seberat apapun itu.
Sebagaimana saat dididik masa kecil, Zulkifli dewasa tetap mempunyai
jiwa religi yang tinggi dan akrab dengan budaya. Kedua unsur, agama dan
budaya, selalu mempengaruhi keseharian karakter Zulkifli. Jiwa
religiusnya menonjol sebab agama bagi Zulkifli adalah sarana
pengendalian diri, bukan sekadar label formalitas belaka dengan
pandangan sempit ‘saya benar kamu salah’. Zulkifli juga fasih menembang
lagu-lagu daerah dengan warna karakter vokal yang memadai.
Zulkifli mempunyai personality yang tinggi. Jika bertemu dan berbicara
dengan sahabat, siapapun itu, Zulkifli akan selalu berupaya mengenal dan
mengingat nama orang yang ditemui. Ia menyapa semua orang secara hormat,
bersedia menemui orang yang berasal dari kalangan bawah, dan menampakkan
sikap akrab sebagai bukan basa-basi. Ia biasanya melempar senyum
menandakan keakraban kepada lawan bicara. Ia pun dapat menghubungi
sekaligus dihubungi orang lain lewat pesan singkat (SMS) telepon
genggam. ►e-ti/haposan
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|